
******
Takdir memang unik, bukan begitu Helmi?.
*****
Bonus part 🎊
Terkadang sesuatu yang begitu kita benci,akan menjadi hal yang paling kita cintai di kemudian hari ...
Terkadang sesuatu yang begitu kita cintai, akan menjadi hal yang paling kita benci di kemudian hari ...
(Quetes pagi bagi pembaca ready).
*****
"Apa singa jantan ini sudah jinak pada tuan nya?"
"Apa takdir kita memang akan indah pada akhirnya?"
"Aku pikir yah,walau tak seindah realita di sebuah karya, setidaknya ... Kita bahagia".
*****
"Tak kan ada kata yang lebih indah dari kata cinta, cinta bukan berarti harus memiliki seutuhnya, hanya saja kerap kali manusia salah mengartikan kata cinta".
*****
Kembali ke alur cerita kita!
"Helmi,kamu ngak jadi ajak Layla makan di luar?"tanya Nyonya Melisa yang tengah fokus menyuapi suami tercinta dengan belaian kasih sayang
"Kata Layla nanti sore aja Ma, soal nya mama sama papa Layla akan ke sini sebentar lagi"ucap Helmi yang tengah duduk di samping Layla dan tak lupa Helmi senantiasa mengengam erat tangan Layla dengan teramat sayang
Walaupun tuan Andika belum bisa mempercayai ucapan dari Helmi yang sudah menerima Layla sepenuhnya sebagai istri nya,tapi ... Setidaknya Helmi ada sedikit perubahan ketika berada di dekat Layla
"Oh yah Helmi,mama nanti nitip yah"ucap Nyonya Melisa sembari membersihkan bagian mulut tuan Andika dengan sapu tangan merah
"Nitip apaan,Ma?"tanya Helmi yang kemudian melirik kepada Layla yang tengah begitu pucat,tapi ... Bukan pucat karena sakit
"Layla,kamu kenapa?"tanya Helmi yang akhirnya tak mendengar kan ucapan dari mama nya
"Mama, nanti nitip pizza yang ada di restoran biasa kita makan itu loh"ucap Nyonya Melisa yang mendapati anak nya tak mendengar kan ucapannya
Bukan nya marah karena tak di dengar kan oleh Helmi, Nyonya Melisa justru senyum senyum sendiri sembari melihat kepada tuan Andika seperti ada isyarat terselubung dari tatapan wajah Nyonya Melisa kepada suami nya yang tengah duduk
"Kalo mau mesra jangan di sini juga dong,Papa nanti iri loh"canda Nyonya Melisa yang seketika membuat wajah pucat Layla menjadi merona tidak karuan
"Lah kenapa Papa?"
"Bukan nya Mama yang harus nya iri?"
"Bukan begitu si Mbok?"lirik tuan Andika pada si mbok yang tengah membereskan beberapa pakaian Nyonya Melisa
__ADS_1
"Si Mbok ngak dengar loh Tuan"si mbok yang ikut bercanda dalam candaan di keluarga tuan Andika dan menantu kesayangan nya
"Ihhhh,si Mbok!"Nyonya Melisa yang seketika begitu malu sembari pipi Nyonya Melisa ikut merona seketika.
*****
Helmi sama sekali tak mendengar kan candaan kedua orang tua nya dan si Mbok yang tengah meledek kemesraan antara Layla dan Helmi dengan candaan
Helmi justru begitu khawatir akan wajah pucat Layla yang di tutupi dengan rona merona di pipi nya
Helmi kemudian berucap kepada kedua orang tua nya untuk meminta izin membawa Layla kembali ke ruangan sebelah, mungkin saja Layla sekarang sedang kecapean
"Ma,Pa"panggil Helmi
"Iya Helmi sayang"
Kamu mau berangkat sekarang?"balas Nyonya Melisa yang mengalihkan candaan antara suami nya dan si Mbok yang tengah berusaha meledek sifat remaja Nyonya Melisa
"Sebentar lagi aja Ma"
"Helmi sama Layla mau ke kamar dulu"
"Ngak enak kalo Helmi terus di sini,bisa bisa cuman jadi nyamuk aja di sini"
"Bukan begitu,Mbok?"Helmi yang kemudian melirik kepada si mbok
Sebenarnya tujuan Helmi hanya tidak mau membuat mama nya khawatir akan kondisi Layla, karena Helmi tau jika mama nya begitu mencintai Layla bukan sebagai menantu melainkan sudah di anggap seperti anak nya sendiri
Wajah merona Nyonya Melisa justru membuat tuan Andika begitu gemas akan sifat remaja yang di miliki oleh istri kesayangan tuan Andika
Walaupun pernikahan tuan Andika dan Nyonya Melisa sudah masuk ke pernikahan yang sudah hampir 15 tahun lama nya, walaupun sudah menjadi suami istri dengan pernikahan yang bisa bertahan hingga 15 tahun lamanya, sifat suami istri tersebut masih seperti pengantin baru, saling meledak dengan candaan yang berujung dengan kata"keromantisan"yang tak kan pernah padam dalam rumah tangga Tuan Andika dan Nyonya Melisa.
*****
Tuan Andika yg mendapati wajah merona dari istri tercinta nya, kembali membuat akal licik tuan Andika kembali hadir untuk meledek sifat remaja sang istri kesayangan
"Mama cemburu yah pada pengantin baru?"tuan Andika yang sembari menaikkan alisnya
Nyonya Melisa yang tak tahan melihat candaan dari suami nya, lantas mencubit pipi tuan Andika
"Ihhhhhh, Papa!"ucap cemberut Nyonya Melisa yang tak mau selalu di ledek dengan candaan
"Sakit,ma"tuan Andika yang masih tetap saja memberikan candaan kepada istri tercinta
"Aduhhhhhhh,tuan, jangan mesra mesraan di depan si Mbok dong"si mbok yang begitu bahagia bisa berada di keluarga Tuan Andika yang begitu harmonis, belum ada dalam sejarah, jika Nyonya Melisa dan tuan Andika pernah bertengkar, jangan kan untuk bertengkar dalam masalah besar, masalah kecil saja tidak pernah,tuan Andika akan selalu ada cara untuk membuat istri tercinta tak lagi marah,dan akan selalu berhasil membuat pipi istri tercinta akan selalu merona pada akhirnya
"Ihhhhhh,si Mbok,sama aja deh kayak Papa!"ucap Nyonya Melisa dengan raut wajah menahan malu akan candaan oleh suami dan si mbok.
*****
Helmi tak menghiraukan candaan yang terjadi di hadapan nya sekarang, Helmi justru begitu khawatir akan kondisi Layla
"Layla,kamu tahan sebentar yah"bisik Helmi kepada Layla
__ADS_1
Helmi mencoba membantu Layla untuk berdiri
"Kamu mau aku gendong apa jalan aja?"bisik Helmi ketika candaan keromantisan itu masih terjadi antara Mama dan Papa nya
"Aku jalan aja,mas"balas Layla dengan berbisik kepada Helmi
"Ma,Pa"
"Aku ajak Layla ke kamar dulu yah"Helmi yang kemudian membantu menuntun Layla untuk melangkah.
*****
Ketika merasa jika Layla sudah tak sanggup untuk melangkah, Helmi dengan spontan langsung menghentikan langkah kaki nya dan dengan segera menggendong Layla
Tuan Andika, Nyonya Melisa dan si Mbok yang memperhatikan sifat romantis Helmi kepada Layla, saling curi pandang satu sama lain
"Mereka mau ngapain yah?"pikir Tuan Andika
"Ihhhh, Papa!"
"Terserah Helmi sama Layla,toh mereka berdua udah nikah juga,mau ngapain aja udah berkah kali"ucap Nyonya Melisa pada pertanyaan dari suami tercinta
"Mama juga mau?"
"Toh kita juga udah nikah kan, udah berkah kok"ucap Tuan Andika dengan mata bernafsu pada istri nya tersebut
"Di mana?"tanya Nyonya Melisa polos
"Di sini juga boleh"balas Tuan Andika
"Ihhhhhh,Papa!"seketika rona wajah merona Nyonya Melisa kembali hadir di wajah cantik istri tercinta tuan Andika.
*****
"Mas,aku malu kalo di liat oleh Mama sama Papa"
"Aku masih kuat jalan kok"Layla yang begitu gugup, karena ini adalah momen pertama Layla di gendong oleh Helmi selama mereka berdua sudah mengikat janji suci
"Ngak apa apa kok,toh aku juga kuat gendong kamu"
"Apalagi ... Kalo kamu mau ngelakuin itu ..."bisik Helmi di telinga Layla, sontak saja jantung Layla seketika berdetak dengan cepat di sertai dengan pipi merona Layla ketika mendengar ucapan yang cukup vulgar dari Helmi.
*****
"Waduh .... Apa yang akan terjadi setelah ini yah?"
Nantikan jawaban nya di episode berikutnya!
Jangan lupa like, komen and favorit kan novel author yang berjudul (Nona buta wasiat papa)
Thanks yah readers setia 🤗.
*****
__ADS_1