
Aku tahu takdir itu adalah urusan Tuhan, tapi … apa aku salah jika diriku masih berharap jika takdir kita sama, Layla? Apa aku salah jatuh cinta padamu?! Apa aku salah.
*****
Layla sudah mulai sadar, jari jemari tangannya mulai bergerak walaupun dalam keadaan lemah.
'syukur jika kamu sudah sadar, layla.' batin Keano yang tersenyum melihat Layla sudah ikut sadar kembali.
"Mas Helmi." ucap Layla yang membuat hati Keano tersakiti ketika mendengar sendiri ucapan dari wanita yang begitu ia cintai.
'huh! Apa aku akan selalu seperti ini?! Apa takdir cintaku akan selalu sengsara seperti ini?! Apa ini memang jalan hidupku oh Tuhan?! Kenapa harus sesakit ini yang harus kurasakan?!' Keano yang tahu tidak ada dirinya dalam hati Layla. Hati Layla sudah dipenuhi dengan Helmi.
Tiba-tiba ceklek suara pintu terbuka menganggu lamunan yang sedang dialami oleh Keano, meratapi tentang takdir yang tak pernah sedikitpun berpihak pada dirinya.
'Helmi!' batin Keano yang begitu kaget akan kedatangan Helmi secara tiba-tiba.
Helmi menatap Keano dengan cukup keki untuk menatapnya yang sedang bersama dengan Layla.
Helmi segera fokus pada Layla yang sudah sadar sepenuhnya setelah koma yang sudah ia berikan darahnya untuk Keano, dan itu membuat hati Helmi saku untuk mengingat jika di dalam tubuh Keano terdapat darah dari Layla sekarang.
Ia segera mendekat pada ranjang Layla dan segera memanggil nama istri tercinta.
"Layla." ucap Helmi yang masih menatap Keano seakan memberikan isyarat untuk menjauh dari kehidupan rumah tangganya dengan Layla.
"Mas, kenapa kamu sudah jalan? Bukannya kamu baru saja menerima transfusi darah dari aku? Apa kamu sudah kuat, Mas?" Tanya Layla yang masih mengira jika orang yang menerima transfusi darah dari dirinya adalah Helmi.
Helmi begitu sakit hati mendengar kata transfusi darah, mengingat jika orang yang menerima donor darah Layla adalah Keano. Pria yang sudah diketahui oleh Helmi begitu mencintai Layla selama ini dan rasa cintanya Keano lebih besar dari dirinya yang hanya baru jatuh cinta pada Layla.
"Sekarang kita pindah ruangan dari sini!" ucap Helmi yang segera ingin membawa Layla keluar dari ruangan tersebut. Tujuan Helmi hanya ingin menjauhkan Layla dari Keano.
"Eh, Mas. Tapi …." Layla yang begitu kaget akan tindakan Helmi yang menurutnya begitu aneh.
"Helmi! Apa kamu tidak bisa lebih baik pada Layla! Jika seperti ini kamu akan menyakiti Layla!" Keano yang berucap menatap keki pada Helmi.
'suara itu?!' batin Layla seakan begitu mengenali suara yang sudah mencegah Helmi.
"Dia istri saya bukan istri kamu! Saya ingatkan jangan pernah ikut campur dalam urusan keluarga saya! Kamu harus menyadari posisi kamu sekarang!" Helmi yang sudah begitu terlanjur menahan cemburu dalam hatinya dan itu sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
"Saya tahu Layla adalah istri kamu, tapi … jika kamu berbuat kasar seperti ini! Maka saya tidak akan tinggal diam!" ucap Keano yang masih begitu marah akan tindakan Helmi yang dapat membuat Layla tersakiti.
__ADS_1
"Sudah! Saya akan tetap membawa istri saya pergi dari ruangan ini!" ucap Helmi yang sama sekali tidak menghiraukan nasehat dari Keano.
Tiba-tiba saja datang suara yang memecah perdebatan yang sedang terjadi di antara Helmi dan Keano.
"Ada apa ini?! Kenapa malah ribut di rumah sakit!!" ucap seorang dokter yang diikuti oleh beberapa anggota kepolisian.
"Permisi, Anda mau bawa kemana Nona ini?" tanya sang dokter pada Helmi yang sudah menggendong Layla.
"Saya akan bawa istri saya ke ruangan saya, Dokter! Jadi jangan cegah saya! Anda tidak mempunyai hak akan istri saya!" ucap Helmi yang akan melangkah keluar dari ruangan tersebut.
"Istri?!" ucap kaget semua anggota detektif yang berada di ruangan yang sama. Dan mereka semua segera menatap Keano.
"Maaf, Pak. Anda masih belum bisa membawa istri Anda keluar dari ruangan ini. Ini sudah menjadi prosedur rumah sakit." Dokter rumah sakit yang berusaha membujuk Helmi agar tidak membawa Layla keluar dari ruangan.
"Kenapa?! Bukankah ini sudah lebih dari dua jam bukan! Saya hanya ingin membawa istri saya ke ruangan saya, saya juga tahu tentang kondisi tubuh istri saya. Walaupun saya bukan seorang Dokter, jadi jangan halangi saya untuk membawa istri saya ini!" Helmi yang menghiraukan ucapan dari dokter rumah sakit dan dengan segera membawa Layla keluar dari ruangan tersebut.
Helmi menghentikan langkah kakinya dan segera berucap kembali pada dokter rumah sakit.
"Maaf Dokter, saya membutuhkan semua peralatan medis untuk istri saya, apa pihak rumah sakit ini bisa membawanya ke ruangan saya. Saya harap Anda mengerti posisi saya, Dokter!" Helmi yang kembali melangkah setelah berucap pada dokter rumah sakit tersebut.
Helmi masih menggendong Layla untuk kembali ke ruangan tempat dirinya di rawat di rumah sakit tersebut.
"Mas." ucap Layla.
"Iya, kamu mau apa, Layla?! Apa kamu lapar?" tanya Helmi.
"Nggak, Mas. Layla nggak lapar." balas Layla akan pertanyaan yang diajukan oleh Helmi.
"Terus, kamu mau apa, Layla?" tanya Helmi.
"Hmmm, kenapa kamu sudah bisa jalan, Mas? Apa luka kamu tidak terlalu parah? Layla jalan aja yah Mas, Layla ngak mau bikin mas Helmi tersakiti." ucap Layla yang mengingat kembali ucapan dari anggota detektif yang telah memberikan kabar tentang Helmi.
"Aku akan tersakiti jika kamu tidak aku gendong, Layla. Kamu masih ringan, aku masih sanggup untuk menggendong Layla ku sayang." ucap Helmi yang memberi sedikit kecupan manis pada kening Layla.
Pipi Layla kembali merona bagaikan buah delima yang tengah merekah dengan begitu indah.
"Ihhhh, Mas Helmi." ucap Layla yang selalu tidak bisa tahan setiap kali Helmi memberikan gombalan maut pada dirinya dan gombalan tersebut selalu membuat wajah Layla kembali merona.
"Sudah, sekarang kamu istirahat yah." ucap Helmi yang segera menurunkan Layla di ranjang miliknya.
__ADS_1
"Eh, Mas. Inikan ranjang pasien." ucap Layla yang begitu kaget ketika dirinya sudah dapat meraba ranjang tersebut.
"Iya, ini memang ranjang pasien. Apa kamu mau mencoba nya disini, Layla?! Apa kamu mau merasakan sensasi berbeda?" Balas Helmi yang segera memberikan kecupan pada bibir Layla.
Layla begitu kaget tapi ia begitu menikmati sensasi setiap kali Helmi memberikan ciuman panas tersebut pada dirinya.
Tiba-tiba saja pintu ruangan diketuk dari luar dan segera Helmi menghentikan ciuman bergairah tersebut dan segera berucap pada Layla yang kembali membuat pipi Layla selalu merona merah.
"Tunggu sebentar yah sayang, aku harus membuka pintu itu terlebih dahulu. Nanti kita lanjutkan di ranjang pasien ini." Helmi yang segera mencium kening Layla dan segera melangkah menuju ke pintu diketuk tersebut.
Layla kembali teringat dengan orang yang sudah menerima darah dari dirinya ia begitu heran akan orang tersebut terutama suara yang begitu dikenali oleh Layla.
' jika bukan mas Helmi yang menerima donor darah dari diriku, lantas siapa pria tersebut?! Sepertinya aku begitu mengenali suaranya, tapi … siapa?!' batin Layla yang masih penasaran akan orang yang menerima donor darah dari dirinya.
Helmi kembali melangkah dengan membawa beberapa hal yang dibutuhkan oleh Layla, mulai dari buah-buahan segar dan beberapa makanan sehat lainnya.
"Siapa, Mas?" tanya Layla ketika Helmi kembali memberikan kecupan manis di kening nya Layla.
"Pengantar makanan rumah sakit, sayang. Apa kamu mau makan buah-buahan ini sekarang, sayang?" tanya Helmi pada Layla.
"Enggak, Mas. Layla masih belum lapar." ucap Layla.
"Ya sudah, kamu tunggu sebentar yah. Mas mau masukin buah-buahan ini ke dalam kulkas dulu." Helmi yang kembali memberikan kecupan manis di kening Layla.
Layla mengangguk dan memberikan senyuman indah di wajah indah dirinya.
Helmi kembali dan segera ikut naik ke ranjang pasien tersebut pipi Layla kembali merona ketika mendapatkan kecupan manis di keningnya.
"Apa kamu sudah tidak tahan, sayang? Apa kamu mau kita melakukan nya sekarang?" Helmi yang kembali menggoda Layla.
"Ihhh, Mas." ucap Layla yang memukul kecil-kecil dada bidang milik Helmi.
"Maaf yah, aku nggak bisa mewujudkan keinginan kamu sekarang. Kamu baru selesai melakukan transfusi darah, sayang. Kita lanjutkan besok yah." ucap Helmi yang kembali mengecup lembut kening Layla.
Author udah Up dua episode loh, sok di pencet tombol like nya 😁.
Btw author mau minta bantuannya nih, bantu kasih gift hadiah/ vote bagi karya author ini dong 😁.
Mari kita nantikan kebucinan antara Helmi dan Layla nantinya!
__ADS_1