
Malam ini begitu berbeda Layla, aku takkan membiarkan siapapun menganggu romansa indah kita
Jangan buat aku menggila Layla! Yang aku pinta hanya dirimu malam ini juga! Jangan pernah ajak siapapun untuk ikut merasakan keromantisan yang tengah aku berikan padamu nantinya!
Aku hanya ingin membagi cinta ku pada diri mu seorang
Tak kan pernah kubiarkan siapapun merasakan kasih sayang ku, melebihi kamu, Layla ku sayang.
******
"Tapi … mas," aku yang masih begitu khawatir akan keselamatan Manda yang sudah terjamin keselamatannya oleh mas Helmi
"Kamu jangan khawatir lagi, Layla. Manda pasti akan baik-baik saja, aku yang jamin akan ucapan ku padamu!"
"Tetaplah di sini, tetaplah di sisi ku Layla, jangan pernah pergi untuk sedetik pun dalam hidupku. Aku bisa menggila nanti Layla, apa kamu mau aku menggila karena terlalu mencintai mu Layla?" Mas Helmi yang membalikkan badanku, berhadapan pas dengan tubuh kekar mas Helmi yang hanya dapat aku rasakan tampa sedikit pun aku dapat melihat wajah tampan yang terbalut dari tubuh indah mas Helmi
' entah seperti apa wajah suamiku, apa wajah suamiku memang tampan seperti kata mama? Aku hanya dapat merasakan sentuhan lembut dari mas Helmi, tanpa sedikitpun aku dapat melihat wajah indah dibalik sentuhan penuh cinta."
*****
Mas Helmi kembali menuntun tubuh mungil ku ke tempat meja makan romantis yang akan menjadi saksi cinta kami
"Kamu tetaplah disini Layla, mari kita lanjutkan malam romantis ini hingga kita tertidur pulas nantinya."
Entah mengapa perasaan ku begitu berbunga-bunga ketika mendengar ucapan romantis dari mas Helmi, jelas ucapan cinta yang begitu berbeda dari sebelumnya, rasa cinta itu nyata adanya dari suamiku yang bernama Helmi Andika.
*****
Di sela-sela keromantisan yang tengah terjadi, dering ponsel menjadi pengganggu yang begitu menyebalkan, 'kenapa ia harus berdering di saat yang tidak tepat seperti ini, dasar sial! Hanya menjadi pengganggu saja!'
(Dert dert dert dert dert) dering ponsel yang masih berbunyi
Helmi masih tidak mau mengangkat telepon yang terus bergetar tiada henti
__ADS_1
"Mas, ponsel kamu berdering, angkat aja mas, siapa tahu itu penting." Saran ku pada mas Helmi yang masih menyuapi ku dengan begitu lembut dan penuh keromantisan yang terjadi di malam ini
Helmi hanya melanjutkan memberikan suapan demi suapan penuh makna pada Layla, ia hanya mengabaikan dering ponsel yang masih berdering tiada hentinya
"Mas," ucapku pelan
Seperti nya mas Helmi sudah menyerah padaku yang begitu banyak meminta pada mas Helmi
"Tunggu sebentar, aku akan angkat ponsel ku!" Ucap mas Helmi dengan perasaan seakan tak rela malam romantis ini hanya terganggu oleh dering dari sebuah ponsel
'dasar ponsel sialan! Bisa-bisa nya hanya dering ponsel pun mengganggu malam romantis ku bersama dengan Layla!'
'seharusnya aku matikan saja data ponsel ku ini! Seharusnya aku tidak ikut membawa ponsel yang hanya akan membuat mood ku untuk malam romantis ini terganggu!'.
******
"Carina!" Helmi yang begitu di penuhi oleh keringat dingin, seakan mimpi buruk itu kembali menerpa kehidupan Helmi
'bagaimana ini? Bagaimana cara ku menjauhkan Carina dari Layla?! Aku masih belum bisa jujur pada Layla! Apa yang harus kulakukan?!' Helmi yang begitu dilema ketika melihat foto dan tulisan yang bertuliskan (Carina sayang) tertera di layar ponsel milik Helmi
' aku harus mencari cara agar bisa menjauhkan Carina dari Layla! Aku tak ingin romansa ini hanya terjadi untuk sementara!'
'oh Tuhan, berilah aku sedikit waktu lagi, aku masih belum bisa melihat wajah istri ku tersayang meneteskan air mata akan kebodohan yang telah aku perbuat! Oh Tuhan mohon bantuan mu untuk pintaku yang tak pantas ku minta padamu."
*****
Helmi kembali menuju Layla yang begitu setia menunggu dirinya, bahkan terlintas di benak, membayangkan Layla yang begitu setia menunggu dirinya yang sama sekali tak berguna ketika kebohongan besar yang sudah ia lakukan di awal pernikahan
' maafkan diriku yang begitu bodoh ini, Layla! Aku memang bodoh! Aku memang sudah tidak waras waktu itu! Izinkan aku memulai lembaran baru bersama dengan mu, izinkan ku tulis nama mu di dalam hati ku dengan tinta permanen, agar takkan bisa terhapus sepanjang hayat ku Layla."
*****
"Mas, siapa?" Tanyaku ketika mendengar ada seseorang yang sudah kembali padaku dan segera duduk begitu dekat dengan tubuh mungil ku ini
__ADS_1
' maafkan diriku yang selalu berbohong padamu, Layla. Aku memang lelaki yang tak pantas mendapatkan hatimu yang begitu suci, maafkan aku, Layla ku sayang."
"Hanya teman rekan kerja ku saja, sekarang kamu sambung lagi makannya, biar ada tenaga kuat untuk malam ini." Mas Helmi yang kembali memberikan suapan suapan begitu penuh makna pada diriku seraya memberikan kecupan manis di bagian kepala ku yang untuk saat ini tertutup oleh balutan kain yang bernama (hijab)
*****
' bagaimana caraku membuat Layla menjauh dari Carina? Apa aku perlu menyusun rencana lagi? Apa aku perlu melakukan kebohongan lagi pada Layla? Apa itu tidak bahaya nantinya, bagaimana … jika kebohongan itu terbongkar? Apa aku akan sanggup untuk kehilangan Layla!"
"Tapi … tak ada cara lain lagi! Aku harus segera membawa pergi Layla sejauh mungkin dari Carina! Apa aku perlu mengajak Layla untuk pergi ke luar kota?"
'yah hanya itu cara yang paling bisa aku lakukan untuk saat ini, hanya cara itulah membuat diriku nyaman bersama dengan Layla!'
"Layla," panggil lembut mas Helmi
"Iya, mas Helmi." Balas ku lembut dengan pipi merona yang begitu berusaha aku sembunyikan dari mas Helmi
"Apa kamu masih begitu canggung ketika bersama diriku,Layla?" Tanya mas Helmi yang membuat ku kalang kabut memikirkan Jawaban apa yang harus ku berikan pada mas Helmi nantinya.
******
"Bukan nya aku sudah bilang padamu, jangan pernah lagi canggung padaku. Kamu istri ku sekarang, dan aku adalah suamimu sekarang. Aku harap kamu bisa sedikit belajar untuk tak canggung lagi ketika bersama dengan diriku,Layla" ucap mas Helmi seakan menahan rasa sesak yang tengah kurasakan
"Mas, maafkan aku. Aku hanya masih belum terbiasa untuk hal ini, aku minta maaf mas Helmi. Aku berjanji, aku berjanji akan berubah, aku berjanji akan tidak canggung lagi ketika bersama dengan dirimu, maafkan aku, mas Helmi." Ucapku mencium lembut genggaman tangan mas Helmi
"Jangan pernah meminta maaf padaku, Layla. Kamu tak pernah melakukan kesalahan fatal padaku, aku tahu jika kamu masih belum terbiasa ketika berada dekat dengan ku." Ucap mas Helmi yang kembali menentramkan pikiran ku yang sudah kalang kabut.
*****
"Layla, apa kamu mau pergi liburan bersama dengan ku?" Pertanyaan dari mas Helmi tidak dapat langsung aku jawab begitu saja, terlalu banyak alasan untuk menolak ajakan pergi liburan bersama dengan mas Helmi
Aku hanya memberikan respon diam, itu semua membuat hati mas Helmi seperti nya begitu tersakiti akan respon ku pada pertanyaan dari mas Helmi
"Aku mau, mas." Balasku yang kemudian mendapatkan pelukan hangat dari mas Helmi
__ADS_1
"Terima kasih, Layla. Terima kasih sudah mau menerima ajakan ku, terima kasih karena telah memilihku sebagai suamimu."