
Lebih baik aku menyendiri seorang diri, biar hati ini tak kembali tersakiti. Apa perlu aku pergi semakin menjauh darimu? Apa perlu aku tak kembali lagi? Apa perlu aku menghapus namamu yang sudah tersimpan dalam sanubari ku? Apa perlu aku lakukan itu semua?
*****
Dokter Keano sekarang semakin menepi dalam kehidupan Layla dan Helmi, ia takut nantinya rasa cinta itu akan membuat dirinya dicap sebagai seorang perusak rumah tangga Helmi dan Layla. Walaupun jalan hidupnya sendiri masih begitu ambigu, masih begitu hitam putih. Apakah Dokter Keano akan mampu mencoba melupakan wanita yang selama ini telah begitu ia cintai seorang diri? Itu semua masih menjadi sebuah misteri yang tak kan dapat untuk dipecahkan begitu saja, terlalu banyak klu-klu berat yang harus segera dipecahkan terlebih dahulu oleh Dokter Keano sendiri.
Aku tak yakin takdir ku akan selalu seperti ini, takdir cinta ku begitu penuh misteri, terlalu banyak klu-klu rumit yang tak begitu aku mengerti, apa aku mampu sampai akhir hayat nanti?
*****
Dokter Keano sekarang telah berada di persimpangan jalan, cahaya hijau masih tetap setia berada disana. Siapa sangka akan ada pertemuan yang tak terduga yang akan terjadi sebentar lagi. Siapa sangka hatinya akan kembali tersakiti di simpang jalan itu
Cahaya hijau itu seakan sudah mau berganti menjadi cahaya kuning, ketika itulah dua hati yang telah dikuasai oleh ratu cinta mereka yang begitu sama akan harus berhati-hati seperti makna cahaya kuning di persimpangan jalan itu ( kuning \= hati-hati)
Kuning / hati-hati akan ada dua hati yang akan kembali bertarung seperti dulu lagi
Kuning/ hati-hati jangan sampai berbuat kegaduhan disini!
Kuning / hati-hati jangan sampai ujungnya menebar benci.
*****
Satu mobil semakin melaju ketika cahaya kuning itu seakan enggan hanya untuk mengisyaratkan kata ( hati-hati), cahaya itu akan segera berganti menjadi merah, pertanda semua akan terhenti untuk sejenak.
( Shhhtttttttt) ban mobil berhenti secara mendadak pas di garis yang seharusnya
Tapi siapa sangka, isyarat merah itu akan menjadi awal mula persaingan sebenarnya akan terjadi. Masa lalu itu akan mengembangkan banyak misteri, ia seakan ingin kembali mengingat kan bahwa pertanda lampu merah itu sudah pernah terjadi sebelumnya di masa lalu! Masa lalu yang dipenuhi dengan api kebencian, api pertarungan yang tiada henti
Apa perlu flashback ke masa lalu?
Apa perlu mengungkap misteri itu di masa lalu?
Apa perlu tabir kelam itu diputar kembali hari ini?.
*****
Rasanya tidak perlu sekarang! Terlalu banyak hati yang akan tersakiti jika misteri itu langsung diceritakan hari ini. Biarlah misteri itu terbuka seiring dengan jalan takdir mereka masing-masing.
*****
"Helmi!" Langkah kaki Dokter Keano seakan berhenti ketika melihat mobil yang begitu familiar dalam benaknya
"Keano!" Helmi yang tak juga menyangka akan bertemu dengan sahabat lamanya yang merupakan sekaligus kerikil kecil yang harus segera disingkirkan dalam kehidupan rumah tangganya dengan Layla.
Cukup lama mereka hanya berdiam diri di persimpangan itu, tak ada kata sapa ( hai!) Yang terjadi, hanya saling pandang menandakan begitu banyak misteri yang harus segera diungkap walaupun waktu nya bukan lah saat ini.
*****
Dokter Morgan yang sama sekali tak menemukan Dokter Keano di dalam mobilnya, ia begitu panik, karena Dokter Morgan begitu khawatir, jika seniornya akan kembali berniat untuk bunuh diri
Tak dapat di pungkiri jika itu semua akan terjadi, terutama ketika Dokter Keano berlalu pergi, seakan begitu banyak kesedihan yang berusaha ia simpan seorang diri
"Kemana Dokter Keano?!" Dokter Morgan yang mencoba mencari jejak seniornya tersebut, berharap jika yang tengah ia cari masih tak terlalu pergi jauh dari tempat itu
"Akh sial! Dokter Keano tidak ada di sini! Kemana Senior! Apa dia kembali berniat bunuh diri!" Dokter Morgan yang ingin kembali mencari seniornya tersebut
Dokter Morgan segera measuk kembali ke dalam mobilnya, ia masih begitu berharap jika dirinya dapat bertemu dengan seniornya di persimpangan jalan nantinya, walaupun kemungkinan itu hanya kecil untuk dapat menemukan seniornya. Tapi … Dokter Morgan yang sudah menganggap seniornya seperti seorang kakak laki-laki yang paling beruntung ia miliki, tak kan ada kata putus asa sebelum ia dapat bertemu dengan seniornya tersebut
"Enggak! Gue ngak boleh panik seperti ini! Gue harus tetap tenang! Jika posisi panik itu hanya akan menjadi masalah besar sesungguhnya! Gue hanya perlu tenang." Dokter Morgan yang mencoba menenangkan dirinya agar tak panik untuk situasi yang tengah terjadi
__ADS_1
Memang susah mengembalikan kata ( tenang ) itu ketika masalah besar seakan sudah hampir terjadi, bahkan seperti kata pepatah lama yang mengatakan ( bagaikan telur di ujung tanduk)
"Akh! Begitu sulit untuk menjadi tenang! Terlalu sulit jika situasi nya seperti ini!" Dokter Morgan yang gagal untuk menenangkan dirinya sendiri
Di dalam benak, Dokter Morgan begitu mengkhawatirkan seniornya yang bisa saja berniat bunuh diri di tempat lainnya, di tempat yang tak bisa dijumpai oleh Dokter Morgan
" Gue harus cari kemana sekarang! Kenapa gue ngak bisa untuk tetap tenang! Jika seperti ini terus hal buruk yang berusaha gue singkirkan semakin nyata untuk terjadi!" Dokter Morgan yang kembali memacu dan segera menancap gas dengan kekuatan yang begitu penuh
Satu tujuan utama Dokter Morgan sekarang, ia hanya ingin bertemu dengan seniornya sendiri, hanya itu yang menjadi sasaran utama Dokter Morgan.
'Gue masih belum bisa untuk tetap tenang! Pikiran kacau itu terus mengusik!' Batin Dokter Morgan yang tak hentinya menelusuri jalanan malam itu seorang diri, ia hanya di temani oleh dua hal, yang pertama pikiran yang semakin tak terkendali, yang kedua angin malam yang berhembus kesana-kemari.
*****
Sementara itu di tempat berdirinya Dokter Keano, di tempat kejadian berbahaya yang akan terjadi dalam hitungan detik, kejadian yang membuat dua insan yang saling benci akan sama-sama berusaha memecahkan misteri yang sebentar lagi akan terjadi
Tiba-tiba satu ledakan besar terjadi …
( Dwarrrrrrrr)
Mata mereka berdua seakan tengah mencari sumber suara itu
"Apa yang sebenarnya telah terjadi? Apa telah terjadi bom bunuh diri di tempat itu!" Pertanyaan yang semakin memuncak ketika asap hitam mulai mengepul semakin tinggi
"Sial! Sepertinya telah terjadi sesuatu buruk hari ini!" Gumam Helmi
Ia segera memerintahkan Keano untuk segera masuk mobil nya, karena begitu tahu jika posisi Keano yang begitu diperlukan untuk situasi pelik seperti ini
"Keano! Segera masuk! Sepertinya kamu akan dibutuhkan disana!" Ucap Helmi
Keano yang juga mengerti pekerjaan nya sudah memanggil di ujung sana, tanpa pikir panjang, ia segera masuk ke dalam mobil bagian belakang Helmi
"Akh! Sial! Jalanan ini semakin tak terkendali untuk dilewati!" Gumam Helmi kesal karena mobil di depannya ikut melambat juga.
*****
Suara sirine ambulance terdengar dari dalam mobil Helmi, ia begitu kaget ketika melihat Keano semakin mengeraskan suara sirine ambulance dari arah ponsel nya yang tersambung pada sebuah spiker otomatis
"Gue sudah menduga jika hal seperti ini akan terjadi suatu saat! Ternyata ada juga gunanya alat dari profesor ini!" Ucap Keano dengan percaya diri
Jalanan pun segera terpecah menjadi dua, mobil-mobil semakin menepi, seakan memberikan jalan pada mobil Helmi yang tengah terjebak di antara banyak nya mobil yang semakin melambat
Helmi yang tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan begitu cepat ia segera kembali melaju mobil nya dengan begitu cepat
"Ternyata kejeniusan mu masih berguna hingga saat ini" ucap Helmi yang masih fokus mengendarai dengan kecepatan tinggi
Mobil-mobil di depan nya seakan mengerti bahwa pertolongan itu akan segera datang, suara sirine masih bergema tiada henti, memecah hening nya malam yang begitu mencekam.
*****
Helmi pun berhenti secara mendadak pada satu mobil yang sudah terbakar oleh api
Helmi dan Keano segera melangkah menuju kobaran api yang semakin tak terkendali
Belum ada ambulance atau pun mobil pemadam kebakaran yang mereka lihat di TKP, hanya terlihat seorang wanita muda yang menangis tersedu-sedu di tepi jalan tak jauh dari tempat mobil itu terbakar
"Helmi, segera hubungi pusat pemadam kebakaran! Itu tidak terlalu jauh dari sini, 2 menit pasti bisa langsung sampai!" Perintah Keano yang mendekat pada seorang pria tua yang sepertinya terbanting keluar dari mobil terbakar itu.
*****
__ADS_1
"Akh! Sial! Perlengkapan ku tidak cukup untuk memberikan pertolongan pertama!"
"Helmi, apa kamu mempunyai apa yang aku butuhkan untuk saat ini?!" Keano yang mencoba membersihkan luka-luka itu yang sudah kemasukan oleh berada kerikil kecil
"Tunggu sebentar! Akan segera saya ambilkan!" Helmi yang kembali ke tempat mobil nya terparkir
Ketika ingin mengambil kotak p3k dari dalam mobil, ia melihat sebungkus plastik hitam yang berisikan pembalut
"Astaghfirullah! Layla!" Helmi yang segera mengambil ponselnya dan segera menelepon nomor wa mamanya ( Nyoya Melisa) yang tengah berada di rumah sakit, ruang rawat inap tuan Andika
Helmi terlibat oleh dua hal yang seakan tak bisa ia pilih, antara Layla yang tengah menunggu nya di hotel seorang diri, dan kasus misteri yang terjadi tanpa praduga dirinya
Tak ada pilihan lain, Helmi tak bisa meninggalkan situasi yang akan berujung dengan banyak nya misteri yang harus dirinya dan Keano pecahkan nantinya
( Panggilan tak terjawab)
( Panggilan tak terjawab)
"Ayo dong ma! Angkat!" Gumam frustasi Helmi
Tiba-tiba saja ada suara yang berbicara lewat sambungan telepon
"Halo …." Dengan begitu mengantuk
"Mama ini Helmi, mama bisa tolong Helmi!" Helmi yang tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berbicara dengan namanya
"Ada apa Helmi? Kamu kenapa? Kenapa banyak suara klakson mobil disana!" Ucap panik Nyoya Melisa
"Mama tenang saja, Helmi tidak apa-apa, Ma."
"Apa mama bisa ke hotel? Disana Layla sendirian …." Ucapan terpotong
"Layla sendirian di hotel?! Kamu dimana sekarang Helmi! Jangan bikin Mama khawatir seperti ini!" Suara cemas seorang ibu yang terdengar jelas Lewat sambungan telepon
"Susah di jelaskan sekarang, Ma. Yang paling penting Helmi tidak apa-apa, dan Mama jangan khawatir."
"Mama bantu Helmi untuk membawa langsung Layla ke ruangan Papa, seperti nya Helmi tidak bisa pulang malam ini." Ucap Helmi yang mendapatkan panggilan dari Keano
" Helmi! Ayo cepat kesini!" Teriak Keano yang dapat terdengar oleh mamanya
"Suara siapa itu Helmi?! Kamu sebenarnya sekarang ada dimana?!" Ucap mama Helmi dengan begitu panik
"Suara Keano, Ma. Helmi tutup dulu telepon nya. Jangan lupa Layla Ma." Helmi yang dengan segera mematikan ponsel dan berlari menuju Keano yang tengah berusaha menyelamatkan nyawa seorang lansia yang cukup terluka parah.
*****
Suasana gaduh pun terjadi di ruangan inap tuan Andika
"Ada apa Ma? Apa Helmi baik-baik saja?!" Ucap tuan Andika yang seakan mengerti posisi putranya sekarang
"Mama tidak tahu, Pa. Tapi … Helmi meminta membawa Layla segera ke ruangan ini!" Ucap Nyonya Melisa yang membuat mamanya Layla ikutan panik di buatnya
"Dimana Layla sekarang, Mel? Tanya Nyonya Nami yang begitu panik ketika nama anaknya disebut
"Layla ada di hotel, Mel."
"Prada, apa kamu bisa menjemput Layla dan membawa nya segera kesini." Ucap Nyonya Melisa pada tuan Pradana
"Yah, saya bisa." Tuan Pradana yang segera keluar ruangan rawat inap tuan Andika
__ADS_1
'Ya Allah, selamatkan lah putra hamba.' batin cemas seorang ibu