Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
belum saatnya!


__ADS_3

Layla yang sudah berada di ruangan rawat inap tuan Andika, dengan dituntun oleh papanya menelusuri lorong-lorong rumah sakit yang akan menjadi saksi bisu air mata cinta itu akan kembali hadir.


"Layla, Helmi sama sekali nggak bilang apapun sebelum ia pergi?" Tanya Tuan Pradana.


"Hmmm, Mas Helmi cuman bilang jika mau keluar sebentar untuk belikan beberapa keperluan Layla, Pa." ucap Layla pada papanya.


"Selain itu, Helmi ngak ada ngomong-ngomong apapun sama kamu?" Tuan Pradana yang bertanya dengan begitu berhati-hati, dirinya hanya takut jika Layla nantinya akan begitu berpikir keras pada keberadaan Helmi yang masih belum dapat diketahui kepastiannya hingga detik akan ini.


"Enggak ada, Pa. Emang kenapa dengan Mas Helmi? Kenapa Papa tiba-tiba bertanya seperti ini?!" Layla yang seakan heran akan pertanyaan yang baru saja diajukan oleh papanya pada dirinya.


"Ngak apa-apa kok, Layla. Papa cuman beri kamu pertanyaan iseng aja, jangan cemas gitu yah." Tuan Pradana yang dapat merasakan jika putrinya sekarang berubah memiliki perasaan cemas pada Helmi.


"Papa ngak lagi menyembunyikan sesuatu dari Layla kan Pa!" Layla yang mulai curiga pada papanya sendiri, seakan tersirat dari pertanyaan tersebut bahwa Helmi dalam kondisi tidak baik-baik saja sekarang.


"Enggak kok, Layla. Kenapa tumben interogasi Papa seperti seorang terdakwa seperti ini?" Tuan Pradana yang mencoba mencairkan suasana tegang yang tengah terjadi antara dirinya dan Layla.


"Layla bukan interogasi Papa seperti seorang terdakwa! Tapi … sebagai seorang detektif!" ucap Layla yang memang begitu berekspresi seperti seorang detektif, membuat Tuan Pradana begitu gemas melihat tingkah lucu putrinya.


"Ihh, gemas banget sih anak Papa nih, pantasan Helmi bisa tergila-gila banget sama keimutanmu, Layla." goda Tuan Pradana pada Layla yang dapat membuat pipinya Layla kembali merona seperti delima yang tengah merekah indah.


"Ihhh, Papa." Layla yang tak tahan mendengar ucapan gombalan dari papanya sendiri.


Memang benar jika Tuan Pradana dan Helmi memiliki sikap yang begitu sama persis, mereka berdua sama-sama memiliki umpan gombalan yang begitu handal, yang dapat membuat siapapun yang mendengar ucapan gombalan maut tersebut akan senantiasa terlena.


Layla dan Tuan Pradana sekarang sudah berada di dalam lift rumah sakit elit tersebut, Layla yang begitu penasaran akan bagaimana kesehatan papa mertuanya sekarang. Ia segera lantas bertanya pada Papanya yang sekarang berada di sampingnya


"Pa, apa Layla boleh bertanya?" Layla yang senantiasa untuk meminta izin kepada siapapun, baik itu orang tuanya, kedua mertuanya, semua asisten rumah tangga dua keluarga besar tersebut ( keluarga Andika dan keluarga Pradana), ataupun kepada siapapun yang akan diberikan pertanyaan oleh Layla.


Tuan Pradana cukup kaget ketika mendengar ucapan dari Layla, dengan menelan ludah Tuan Pradana lantas berucap, " iya, Layla mau tanya apa sama Papa? Jika Papa bisa jawab pasti akan Papa jawab yah pertanyaan dari Layla."

__ADS_1


Tuan Pradana yang mempersilahkan Layla untuk bertanya, walaupun dalam hati Tuan Pradana ia begitu cemas jika Layla akan bertanya tentang keberadaan Helmi sebenarnya pada dirinya.


'apa yang akan ku ucapkan pada Layla nantinya?! Bagaimana jika Layla bertanya tentang keberadaan Helmi sebenarnya? Tak mungkin jika aku harus terus berbohong pada layla.' batin Tuan Pradana yang begitu cemas akan pertanyaan yang akan diberikan oleh Layla pada dirinya.


Tapi untuk saat ini, Tuan Pradana lebih memilih tenang, agar Layla tak dapat mencurigai gerak-gerik anehnya malam ini. Walaupun untuk saat ini kondisi Layla yang buta akan sebuah insiden di masa lalu, Layla begitu handal jika diminta untuk membaca pikiran orang lain, Layla dapat merasakan jika orang tersebut sebenarnya sedang berbohong pada dirinya atau sebaliknya.


"Hmmm, Pa bagaimana kondisi papa mertuaku? Apa udah mendingan sekarang?" tanya Layla yang membuat tuan Pradana begitu lega.


'huh, untung aja Layla tak bertanya apapun tentang keberadaan Helmi sekarang.' batin Tuan Pradana yang begitu lega dan kecemasan nya pun cukup berkurang.


Cukup lama Layla tak mendengarkan apapun dari papanya, bahkan Tuan Pradana hanya diam yang membuat Layla heran dan segera berucap, "Pa!"


Tuan Pradana yang baru saja sadar, ia teringat akan pertanyaan yang sudah diajukan oleh Layla pada dirinya, lantas segera berucap,


"Alhamdulillah, papa mertua kamu udah mulai mendingan, dan sepertinya mereka begitu merindukan menantu kesayangannya ini." Tuan Pradana yang kembali melayangkan ucapan yang dapat membuat pipi Layla merona seperti delima yang tengah merekah begitu indah.


Tuan Pradana yang mendengar sendiri ucapan dari Layla, ia semakin berniat untuk menjahili Layla yang tak dapat mendengar gombalan maut dari dirinya apalagi Helmi yang begitu terkenal akan kejeniusan nya dalam memberikan gombalan maut.


"Hmmm, kalo dibandingin sama Mas Helmi … siapa yang bakal menang yah?" Tuan Pradana yang semakin membuat raut wajah merona Layla semakin terlihat.


"Ihhh, Papa." Layla yang mencoba menahan rasa malu sekaligus bahagia yang bercampur menjadi satu dalam detik yang sama.


*****


Sementara itu, di dunia penyelidikan yang semakin berat dan semakin memberikan banyak misteri yang satu persatu akan terkuak di depan mata kebenaran.


Inspektur kepolisian dan Detektif Bromo yang masih berada di tempat yang sama, tempat dimana Inspektur kepolisian terkecoh oleh kode yang sudah diberikan oleh dua detektif muda tersebut ketika awal penyelidikan akan segera dimulai.


Inspektur kepolisian yang masih begitu heran akan ucapan dari Detektif Bromo tentang dua orang yang sudah terkecoh akan kode ini, Inspektur kepolisian segera berucap pada Detektif Bromo yang sudah mengetahui maksud sebenarnya dari dua detektif muda tersebut.

__ADS_1


"Maaf Detektif Bromo, Anda tadi sendiri yang bilang jika ada dua orang yang masih belum menyadari tentang kode yang diberikan oleh dua detektif muda tersebut, siapa satu orang lagi tersebut? Apa dia detektif Wati Bexxa?!" prediksi dari Inspektur kepolisian.


"Oh, tentang pertanyaan itu. Bukan detektif Wati Bexxa, tapi … orang yang sebenarnya Anda kenal, Inspektur!" ucap Detektif Bromo yang menatap lekat pada inspektur kepolisian seakan tersirat pesan yang akan membuka lembaran masa lalu tersebut.


"Maksud Anda, apa! Apa satu orang lagi yang dapat terkecoh oleh kode dari dua detektif muda tersebut adalah detektif yang menyamar itu!?!" Inspektur kepolisian yang berucap seakan tak percaya akan hal yang baru saja terjadi.


Detektif Bromo sebenarnya begitu penasaran akan masa lalu Inspektur kepolisian dengan detektif yang menyamar itu, walaupun ia begitu berusaha begitu keras untuk mencoba membuka gembok lembaran masa lalu antara dua orang yang begitu berpengaruh dalam dunia investigasi. Tapi hal yang dilakukan oleh Detektif Bromo hanyalah sia-sia, ia tak dapat masuk selangkah pun untuk membuka gembok yang tertutup rapat tersebut, gembok yang berusaha disembunyikan oleh inspektur kepolisian semenjak Detektif Bromo baru menjabat satu tahun dalam dunia investigasi waktu itu.


Detektif Bromo lantas tersenyum tipis dan segera berucap yang membuat inspektur kepolisian kembali teringat akan masa lalu yang berusaha ia kubur dalam-dalam agar tak tercium kembali di atas permukaan. Tapi rasanya itu terlalu sia-sia, akan ada seorang yang memiliki rasa penasaran tinggi dan takkan pernah membiarkan masa lalu itu akan tetap menjadi sebuah masa lalu, orang tersebut adalah Detektif Bromo.


"Inspektur! Anda harus ingat sesuatu yang tersimpan rapat-rapat, nantinya akan terbuka juga! Walaupun itu bukan sekarang, tapi … yang namanya rahasia pasti akan terbongkar juga pada akhirnya!" Detektif Bromo yang menatap lekat pada inspektur kepolisian yang hanya terdiam ketika mendengar ucapan dari Detektif Bromo, seakan tersirat hal yang begitu ia mengerti.


"Maaf, belum waktunya Anda mengetahui tentang lembaran masa lalu itu. Lebih baik sekarang kita teruskan saja penyelidikan ini!" Inspektur kepolisian yang kembali melangkah ke dalam mobil khusus anggota kepolisian meninggalkan Detektif Bromo yang semakin begitu heran akan masa lalu dua orang yang begitu berpengaruh di dunia penyelidikan.


"Huh! Saya akan ikuti alur Anda, Inspektur!" Detektif Bromo yang juga kembali melangkah menyusul inspektur kepolisian yang sudah semakin dekat dengan mobil khusus untuk anggota kepolisian.


*****


"Apa yang pernah terjadi di masa lalu antara inspektur kepolisian dengan detektif yang menyamar itu?!"


"Apakah masa lalu itu akan terseret dalam kasus misterius kali ini?!"


Komen semuanya!


Nantikan jawaban bagi episode kali ini di episode yang akan di update pada tanggal 22 Februari 2022!


Nantikan update episode terbaru pada pukul 08.45 ( 22 Februari 2022)


Stay tune semuanya 🤗.

__ADS_1


__ADS_2