Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
akur karena penyelidikan


__ADS_3

Cara terbaik untuk menyadarkan orang lain, begitu mudah. Cukup berikan kata-kata penuh makna tapi disampaikan secara tersirat lewat tatapan mata.


*****


"Helmi, saya harap kamu mengerti dengan maksud itu!" Bisik Keano pada Helmi.


Keano ikut mengejar rombongan yang sudah bergerak ke dalam mobil kepolisian,


"Keano! Saya tahu jika kamu begitu mencintai Layla, oleh sebab itu kamu begitu menjaganya dari jauh. Tapi … itu sekarang sudah tidak diperlukan lagi! Karena saya sendiri yang akan menjaga Layla. Saya harap kamu bisa menerima kenyataan ini, Keano." Ucap Helmi yang membuat Keano terhenti seketika.


"Kamu tenang saja, Helmi. Saya bukan tipikal orang yang akan menjadi benalu pada orang lain, tapi … untuk masalah ini, saya harus pastikan sendiri akan ucapan kamu! Saya tidak akan semudah itu untuk mempercayai sebuah kata-kata! Saya butuh bukti! Buktikan jika kamu sudah melupakan wanita itu, dan nyata begitu mencintai Layla." Keano yang segera berbalik badan menatap Helmi dengan tatapan yang begitu serius.


"Tapi ingat! Jika sebuah pernyataan itu akan berakhir dengan kata kegagalan, maka jangan salahkan saya nanti! Jangan salahkan saya, jika akan kembali berada dalam lingkup kamu dan Layla. Camkan itu Helmi! Jangan pernah membuat saya harus selalu ada di samping Layla nantinya," Ucap Keano yang kembali melangkah untuk menyusul barisan detektif yang sudah semakin dekat dengan mobil kepolisian.


'huh! Saya tidak akan membiarkan itu semua terjadi. Kamu tenang saja!' batin Helmi yang juga melangkah menyusul Keano yang sudah semakin dekat rombongan detektif.


*****


Rombongan detektif sudah akan menuju lokasi yang akan menjadi tempat persembunyian pelaku sebenarnya, mereka hanya masih menunggu dua detektif muda tersebut, yang akan membantu memecahkan misteri yang begitu merepotkan seperti ini.


"Dimana mereka berdua?" Tanya detektif yang menyamar tadinya.


"Sepertinya ada hal penting yang harus mereka selesaikan," ucap inspektur kepolisian yang menatap pada Keano yang sudah mulai terlihat dengan diikuti oleh Helmi dibelakang nya.


*****


Keano sudah berada di lingkup para anggota detektif lainnya, Keano yang merasa ada yang begitu menjanggalkan terjadi di rombongan para detektif tersebut, lantas membatin.


'apa ini hanya perasaanku saja?! Kenapa rasanya ada yang tengah membuntuti mobil ini!'


Sementara itu, Helmi juga sudah berada di rombongan para detektif, lantas berucap


"Bagaimana?! Apa kita semua akan tetap berdiam diri seperti ini?! Apa kita tidak akan harus memecahkan misteri yang sepertinya akan bertambah lagi!" Ucap Helmi yang segera mengeluarkan topi miliknya dan segera memakai topi tersebut.


"Mobil kepolisian hanya ada satu, rasanya tidak akan muat, jika semua kita masuk dalam mobil yang sama." Ucap detektif Bromo.


"Jika begitu, bukannya Anda sendiri membawa sepeda motor kesini? Apa boleh saya meminjam sepeda motor Anda?!" Tanya Helmi pada detektif Bromo.


"Yah, boleh. Tapi … SIM dan surat-surat itu tidak berlaku sekarang," ucap detektif Bromo pada Helmi.


"Bukannya, jika telah terjadi sebuah kasus, maka hal yang awalnya menjadi sebuah peraturan, akan bisa terbebas untuk sementara waktu?! Lagian … kasus ini akan menjadi kasus berantai jika tidak diselesaikan malam ini juga!" Ucap Helmi yang merasa jika si pelaku akan melakukan tindakan kriminal lagi malam ini.


*****


"Jika begitu, saya akan ikut dengan kamu, Helmi!" Ucap Keano yang juga merasakan ada hal yang begitu menjanggalkan akan kembali terjadi di tengah penyelidikan yang harus segera mereka pecahkan.


"Boleh, tapi … kamu yang mengendarai motor besar ini, gimana?!" Ucap Helmi yang menatap Keano seakan ada pesan tersirat yang tengah berusaha ia sampaikan.


"Baiklah, jika begitu keinginan kamu. Saya akan ikuti cara main kamu, Helmi." Balas Keano setuju dan segera memasangkan helm di kepalanya.


*****


Rencana penangkapan pelaku teror berantai ….


"Oh yah, ada satu hal lagi yang ingin saya ucapkan sebelum kita semua bertindak!" Ucap Helmi yang kembali membuat semua anggota kepolisian terhenti dan segera menatap Helmi dengan perasaan heran.

__ADS_1


"Rencana?! Bukannya rencana kita cuman satu?! Bukannya pelaku untuk saat ini hanya satu orang, dan satu orang tersebut pun hanya salah satu dari dua orang saksi yang ada di tempat kejadian perkara?!" Ucap inspektur kepolisian.


Helmi tersenyum tipis dan berucap, " siapa bilang pelaku untuk kasus berantai ini hanya satu orang! Apa Anda semua yakin, jika pelaku nya hanya satu orang?!"


"Bukannya saya sudah bilang dari awal, jika kita semua sudah terkecoh dengan pelaku sebenarnya hingga saat ini! Apa kalian semua belum sadar akan hal tersebut?!" Tanya Helmi yang mendapat respon diam dari anggota kepolisian.


"Bukan satu orang! Ada tiga lokasi yang harus segera kita tuju untuk saat ini! Maka dari itu, kita harus segera mengatur strategi kembali sebelum kejadian buruk yang sebenarnya akan terjadi." Keano yang juga ikut berbicara untuk kasus yang semakin penuh misteri, kasus yang begitu membutuhkan banyak penalaran penalaran hebat dari manusia yang memiliki strategi jitu untuk kasus-kasus rumit yang harus segera dipecahkan.


"Tiga lokasi?! Jadi kami semua benar-benar terkecoh oleh si pelaku?! Tapi … bagaimana mungkin itu semua terjadi! Jadi … kasus di vektor 56 ini hanyalah sebuah peralihan dari kasus sebenarnya?!" Ucap inspektur kepolisian yang seakan mengisyaratkan bahwa kasus itu semakin rumit dan seakan tak dapat selesai untuk malam ini.


"Bohong jika dibilang tidak, tapi … memang itulah kenyataan sebenarnya. Si pelaku yang ternyata lebih begitu cerdik dari pada yang dibayangkan, si pelaku yang benar-benar dapat melakukan penyamaran dengan begitu sempurna, penyamaran yang dapat membuat para anggota detektif dapat terkecoh cuma-cuma oleh si pelaku." Ucap Helmi menambahkan ucapan misterius dari Keano.


*****


"Jadi, apa strategi yang bisa kita lakukan untuk menjebak si pelaku yang begitu meresahkan ini?" Tanya inspektur kepolisian yang semakin penasaran dengan deduksi seperti apa yang akan diberikan oleh dua detektif terkenal yang pernah menjadi perbincangan serius di antara para anggota kepolisian beberapa tahun yang lalu.


"Anda akan mendengarkan ucapan dari siapa terlebih dahulu?! Sepertinya Nona ini juga memiliki ide yang tak kalah cemerlang. Bisakah Anda memberi kami semua ide tersebut?!" Ucap Helmi menatap satu-satunya wanita yang ada di lokasi kejadian perkara.


"Anda atau saya yang akan memberi jalan tengah untuk kasus yang semakin menjalar seperti ini?!" Tanya Helmi yang hanya mendapatkan respon diam dari wanita yang tengah ia tanyai.


*****


"Terlalu lama! Jika seperti ini, biar saya yang akan memberi jalan keluar untuk masalah ini." Ucap Helmi yang tidak ingin waktu nya terbuang sia-sia hanya untuk menunggu jawaban dari wanita yang tengah ia tanyai.


"Untuk masalah kali ini, ini kasus yang begitu merepotkan. Kita membutuhkan tambahan personil untuk dapat melacak keberadaan para pelaku berantai kali ini." Ucapan Helmi yang didengar dengan begitu fokus oleh anggota detektif lainnya.


"Ada tiga lokasi yang akan menjadi sasaran utama untuk melumpuhkan si pelaku. Yang pertama, ada di bagian rumah sakit di vektor 50, yang kedua ada di pusat perbelanjaan di vektor 45, dan satu lagi, di jalanan tol di vektor 40." Ucap Helmi yang menganalisis dari penyadap yang berhasil ia berikan pada pelaku sebenarnya sebelum kejadian ledakan itu terjadi.


"Jika Anda sudah berhasil melacak semua pelaku, kenapa Anda tidak langsung menangkap mereka semua?! Kenapa harus diundur seperti ini?!" Tanya inspektur kepolisian.


"Terlalu bodoh jika selalu menggunakan cara gegabah! Satu nyawa terbunuh lebih baik dari pada seribu nyawa yang akan menjadi target sebenarnya!"


"Walaupun itu semua terkesan terlalu egois, tapi … di dalam dunia penyelidikan cara itu lebih dihargai daripada membiarkan seseorang terbebas sedangkan seribu orang lain akan menjadi target sebenarnya!"


"Kami tidak bisa melakukan penangkapan itu! Sementara akar masalah nya masih belum muncul selama ini! Hingga waktu yang tepat mempertemukan kita semua, tragedi ledakan bom di vektor 56 akan menjadi saksi bisu akan kerja sama tim yang akan diuji sebentar lagi!" Ucap Helmi yang menulis di sebuah kertas kosong dan segera dibagi menjadi tiga bagian.


" Ini," seraya memberikan potongan kertas yang sudah dibagi menjadi tiga bagian.


Potongan pertama diberikan langsung pada inspektur kepolisian dan detektif Bromo, potongan kedua diberikan pada detektif yang penyamaran nya berhasil terbongkar dan seorang wanita satu-satunya yang ada di tempat kejadian perkara, dan potongan ketiga, diberikan pada Keano yang akan bekerja sama dengan Helmi untuk memecahkan misteri semakin bertambah berat masalahnya.


" jangan buka sekarang petunjuk itu! Jika semuanya sudah mulai bergerak maka ikuti petunjuk yang sudah saya tulis dengan seksama, jangan sampai salah gerak! Karena nyawa akan menjadi taruhan dalam kasus berbahaya seperti ini." Perintah Helmi pada anggota detektif lainnya.


"Apa kamu yakin jika cara ini akan dapat berhasil?!" Tanya inspektur kepolisian


"Saya begitu yakin akan rencana yang sudah saya rancang jauh-jauh hari, dan tingkat keyakinan itu sudah seratus persen." Ucap Helmi yang akan segera ditambahkan oleh Keano sebagai sesama detektif muda yang cukup terkenal beberapa tahun yang lalu.


*****


Rencana dari Keano …


Kepercayaan itu akan begitu diperlukan untuk kasus kali ini, saling percaya adanya kunci utama agar dapat menegakkan sebuah kebenaran di tengah kesalahpahaman.


*****


"Untuk rute yang sudah kami siapkan, baca secara seksama, jangan sampai keliru untuk mengartikan makna dari rute tersebut!"

__ADS_1


"Satu hal yang paling penting dalam pemecahan kasus kali ini, jika kita semua bisa saling percaya satu sama lain, maka kasus ini akan segera dapat kita pecahkan." Keano yang memberi sejenis alat yang akan dapat menghubungkan mereka semua ketika penyelidikan itu akan segera dimulai.


"Pakai alat ini! Jika rute yang dituju semakin dekat, hubungi yang lainnya. Agar kita semua saling berbagi info dan dapat melumpuhkan pelaku!" Ucap Keano yang mendapatkan persetujuan dari anggota detektif lainnya.


Mereka semua bergerak sesuai dengan arahan dari Helmi dan Keano.


Rute pertama : inspektur kepolisian dan detektif Bromo.


Rute kedua : detektif yang penyamaran nya terbongkar dan detektif wanita satu-satunya.


Rute ketiga : Helmi dan Keano ( dua detektif berdarah panas).


*****


Ketika Helmi dan Keano akan bekerja sama untuk memecahkan misteri kasus yang membuat mereka berdua akan semakin dekat nantinya. Keano kembali berucap dengan ucapan isyarat kepada Helmi.


"Helmi, ada hal nantinya yang akan saya tanyakan padamu. Dan itu akan begitu menjanggalkan jika hanya saya sendiri yang merasakan!" Ucap Keano ketika dirinya sedang mengendarai motor milik detektif Bromo menuju ke tempat yang akan menjadi saksi bisu persahabatan itu akan kembali terjalin di antara Helmi dan Keano.


"Kenapa harus menunggu nanti?! Kenapa kamu tidak bertanya sekarang saja! Bagaimana jika nantinya salah satu diantaranya kita tewas dalam penyelidikan ini, dan pertanyaan itu masih menjadi sebuah misteri yang takkan pernah dapat ditemukan jawaban sebenarnya!" Ucap Helmi yang seakan memberikan isyarat pada Keano agar dapat mempertanyakan hal yang mungkin saja akan ada hubungannya dengan Layla.


"Jika kamu mau menjawab pertanyaan yang akan saya ajukan, saya akan membahas masalah ini sekarang juga!" Ucap Keano.


"Saya begitu menantikan pertanyaan kami, Keano!" Ucap Helmi.


"Jika begitu, dengarkanlah baik-baik pertanyaan ini. Saya hanya tidak ingin kesalahpahaman itu masih menyelimuti kita berdua, saya hanya ingin kita berdua kembali seperti dahulu. Apa itu akan bisa kamu wujudkan nantinya?! Jika pertanyaan yang akan saya tanyakan begitu sensitif untuk kamu, Helmi?!" Ucap Keano yang membuat Helmi seakan mendapatkan tantangan akan pertanyaan yang akan diucapkan oleh Keano.


"Silahkan, saya akan mewujudkan keinginan kamu, Keano. Lagian saya juga sudah capek dengan semua kompetisi yang sudah kita lakukan selama ini!" Ucap Helmi.


Dari sinilah awal persahabatan itu akan kembali terjalin, masa lalu yang penuh misteri satu persatu akan di terkuak dan akan membuat dua orang yang bermusuhan akan bekerja sama untuk satu tujuan yang sama.


"Sebenarnya, waktu itu, saya mendapatkan telepon dari profesor. Dan akar masalah nya, profesor ingin berdiskusi tentang kamu!" Ucap Keano yang akan membuka misteri masa lalu diantara mereka berdua.


"Diskusi?!" Tanya Helmi.


"Apa kamu sudah membocorkan identitas kamu kepada dia?!" Tanya Keano.


"Saya tidak pernah membocorkan apapun pada dia, tapi … itu semua ketahuan! Kenapa dia tidak bilang kepada saya, jika sebenarnya dia sudah tahu?!" Ucap Helmi yang kembali mengingat masa lalu akan pertanyaan yang diajukan oleh Keano pada dirinya.


"Jika dia sudah tahu, berarti cuman ada satu alasan kenapa dia tidak mengatakan itu semua padamu. Jika sudah seperti ini, bukannya lebih baik kamu ceritakan saja semua tentang organisasi tersebut?!" Ucap Keano yang ingin Helmi segera mengatakan semua kebenaran masa lalu tersebut.


"Sebenarnya, aku begitu ingin segera menceritakan semua padanya. Tapi … aku tak yakin dapat terus mengelabui dia,"


"Mana bisa aku menceritakannya pada orang yang menderita karena mencemaskan diriku, bisa-bisa dia malah semakin tersiksa." Helmi yang seakan menahan semua misteri tersebut dari seorang wanita yang begitu dicintai di masa lalu.


******


"Akankah para detektif dapat memecahkan misteri yang semakin berantai, masalah yang semakin mengakar dalam lembah Kematian yang akan para detektif hadapi?"


"Dan apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu Helmi dan Keano?!".


******


Nantikan jawaban di episode berikutnya!


Jangan lupa like, komen and favorit kan juga novel ini! ( Menjadi yang kedua: gadis belia untuk om duda).

__ADS_1


Thanks bagi yang sudah mampir!


__ADS_2