
Flashback ke masa remaja Detektif Bromo (Bryan ) dan juga Detektif Wati Bexxa (Joli).
Di part kali ini, kita akan membahas tentang awal mula pertemuan pertama antara dua detektif yang cinta mereka terhalang oleh hal yang begitu besar dan itu semakin sulit untuk membuat mereka berdua agar dapat tetap bersama.
Semua adalah klu,satu persatu misteri itu semakin terkuak kebenarannya.
Kisah ini menceritakan tentang seseorang yang begitu terobsesi dengan "misteri", memiliki sikap cuek adalah hal yang menurut nya sudah tepat sebelum menjadi seorang detektif.
Melewati banyak klu-klu aneh adalah hal yang biasa, bahkan terkadang gila karena nyawa adalah taruhannya. Bagaimana tidak klu pertama membuat dirinya harus masuk ke dalam hutan sendirian untuk mencari semua kebenaran yang masih ambigu. Klu kedua dirinya harus memecahkan misteri terselubung di daerah terpencil, tak jarang akan banyak darah pengorbanan yang akan terlihat setelah misteri tersebut dipecahkan.
Kali ini, ada klu yang juga memacu adrenalinnya yang memiliki jiwa seorang detektif, klu ketiga yang didapatkan dari perpustakaan sekolah.
*****
"Hei Bryan! Tunggu aku Bryan!" panggil seorang siswi yang mendekat ke kerumunan anak lelaki.
"Dasar bodoh! jangan memanggil namaku begitu di sekolah! Aku kan malu!" lelaki tersebut mencoba memperingati.
"Tapi Bryan kan tetaplah Bryan, apa salah aku memanggil nama aslimu?" balas siswi tersebut dengan tersenyum.
"Apa kau mau ku panggil Munaroh lagi yah?! Ku bilang di sekolah panggil aku Shuichi!" ucapnya yang kemudian berlalu.
Klu ketiga adalah misteri yang harus dipecahkan selanjutnya
"Bryan!" siswi tersebut yang kembali mendekat pada seorang pria yang ingin memecahkan misteri berikutnya.
"Berapa kali sudah ku bilang! Panggil aku Shuichi!" ucap sang pria yang masih saja cuek dan jutek.
Dengan wajah murung, siswi tersebut tak sengaja melihat sebuah kertas yang ada di tangan Bryan dan segera menatap dengan begitu seksama tentang sepucuk surat yang akan menjadi awal mula Detektif Bromo (Bryan) dan Detektif Wati Bexxa (Joli) di pertemukan oleh sebuah kasus panjang dan akan senantiasa menghadapi banyak kasus demi kasus yang harus mereka berdua selesaikan di masa depan.
"Lihat!" siswi tersebut yang mengambil kertas tersebut dan memperhatikannya dengan seksama.
"Emangnya dia bakalan bisa memecahkan kode ini?!" ucap Bryan dengan begitu tak percaya.
"Kata-kata (menghilangkan bukti) ini mengacu pada?" pikir siswi tersebut yang mencoba memutar otaknya untuk memecahkan klu tersebut.
"Jika sebagian kata tersebut di hilangkan, maka?!" pikir siswi yang sepertinya sudah mendapatkan petunjuk cemerlang.
"Cap pos!" ucap Bryan (Detektif Bromo muda) dengan begitu percaya diri.
__ADS_1
"Cap pos?!" Bryan (Detektif Bromo muda) yang tak percaya jika siswi tersebut akan dapat membantunya memecahkan misteri kali ini.
Bryan pun juga ikut memberikan penalaran yang tak kalah cemerlang dengan deduksi dari siswi yang begitu cengeng di sekolah
"Jejak perangko yang ada di kartu pos ini ditulis dengan tinta merah. Merah pertama di air pemadam dekat kantor pos Dan merah kedua adalah cahaya lampu rambu lalu lintas." Bryan yang mengerti tentang klu tersebut.
Bryan dan siswi tersebut menuju ke kantor pos yang menjadi tujuan pertama dari misteri klu kali ini. Sayangnya tak ada klu berikutnya yang dapat mereka temukan di dekat kantor pos. Bryan maupun siswi tersebut terus mencoba mencari petunjuk yang dapat membuka misteri kali ini.
"Coba lihat yang lengket di dekat sini!" tunjuk siswi pada satu-satunya tiang yang ada di persimpangan jalan kantor pos dan yang begitu tepat di depan rambu lalu lintas.
"Begitu yah, ini adalah petunjuk berikutnya. Kurasa kita sudah setengah jalan!" Bryan yang mengambil lembaran kertas yang di tempelkan di sebuah tiang yang memiliki warna yang cocok dengan tiang tersebut.
"Di awali dengan gambar (orang), selanjutnya (bendera) dan terakhir adalah (lapangan)." Bryan yang mengerti maksud klu berikutnya.
"Aku tahu tempat itu .... Tempat yang mengarah pada gedung sekolah!" siswi yang menarik tangan Bryan ke klu berikutnya.
"Jika kita ke sekolah sekarang, kita akan menemukannya!" ucap Bryan dengan percaya diri jika dirinya akan dapat memecahkan misteri kali ini.
Mereka berdua pun telah sampai di depan sekolah SMA Garuda.
"Besok kan hari libur, jadi kita bisa melanjutkannya besok dan bisa istirahat sekalian." ucap siswi yang sudah merasa hari semakin malam.
"Aku mengerti! Di situlah warna merahnya!" ucap Bryan dengan tersenyum tipis seraya menunjuk ke atas tiang bendera.
"Jika begitu, ini apa?! Ini seperti huruf dalam bahasa Inggris?" siswi yang menemukan sebuah klu yang kembali di tuliskan di sebuah kertas.
"Arah! Itu pasti menunjukkan arah. East (timur) tanda panah West (barat). Jadi maksud tanda ini adalah timur ke barat, menyuruh kita bergerak, memandang dan menuju ke arah tersebut!" Bryan dan siswi pun bergerak ke arah barat mereka.
"Aku mengerti, ternyata begitu rupanya!" Bryan yang tersenyum tipis karena sudah dapat memecahkan misteri trik kali ini.
"Tapi .... Siapa yang membuat dan memberi petunjuk ini?" tanya siswi yang masih dipenuhi dengan rasa penasaran.
"Pastilah itu ayah atau ibuku, ataupun temannya yang dapat melakukan hal serumit ini." Bryan yang memandang pada matahari yang hampir terbenam.
"Alasannya mungkin, karena aku selalu berada di dalam rumah saja bersama dengan tumpukan buku bodohku!" ucap Bryan yang begitu yakin jika dirinya sudah memecahkan trik kali ini.
Flash back ✨
Awal klu ketiga
__ADS_1
Gabriel mengatakan, ia mendengar petugas akan mengirimkan buku-buku ke perpustakaan dan menceritakan cerita angker di ruangan perpustakaan.
Flash on ✨
"Aku mengerti, ia menceritakan cerita mistis tersebut, lalu tak lama cerita itu sampai ke telingamu. Setelah itu, kamu memutuskan diam-diam ingin mencari misteri itu di sekolah pada malam hari."
"Akhirnya sekarang kita bisa melihat indahnya matahari terbenam." ucap Bryan yang hanya menatap takjub pada sinar cahaya jingga dari matahari terbenam tersebut.
"Hmmmm, harusnya kita bersyukur loh pada orang yang sudah memberikan petunjuk kali ini." ucap siswi yang juga begitu terkesima pada sinar cahaya jingga dari matahari terbenam.
"Ya ... Walaupun itu semua begitu menyusahkan. Ia kan … Joli, ahhh!" Sam yang tak sengaja memanggil nama depan Joli Munaroh.
"Tidak! panggil aku Joli saja!" Joli yang begitu bahagia jika Bryan memanggil nama depan nya tersebut bukan dengan kata Munaroh yang merupakan nama marga keluarga Joli.
"Maafkan aku!" Joli yang dapat melihat raut wajah tidak suka dari Bryan, ketika dirinya meminta dipanggil Joli saja.
"Seharusnya aku yang mengatakan kata itu, padahal ini semua tak ada hubungannya dengan kamu." ucap Bryan dengan malu-malu.
"Benarkah?! syukurlah Bryan." Joli yang segera memeluk erat Bryan.
Dari misteri kali inilah Bryan dan Joli saling memanggil nama mereka satu sama lain dan menjadikan mereka berdua semakin dekat dan membuat mereka harus memecahkan banyak misteri secara bersamaan di kemudian hari.
Ingin ku sampaikan sedih ku pada
hujan
Agar kamu tak merasakan jatuh ku
Ingin ku sampaikan marah ku pada api
Agar kamu tak mengetahui cemburu ku
Ingin ku sampaikan cinta ku pada angin
Agar kamu bisa merasakan kasih sayangku.
" untuk apa di tangisi sebuah perpisahan,
Itu adalah resiko dari sebuah pertemuan, jika tidak mau ada perpisahan, maka jangan pernah berharap ada pertemuan."
__ADS_1
Dua insan manusia hanya menatap dengan tatapan kosong, ingin menangis, tapi mereka berdua tak akan sanggup, jika tangisan hanya menjadi penghalang untuk mereka yang tinggal hitungan detik lagi akan berpisah karena sebuah penyelidikan, entah kapan takdir akan berpihak lagi, untuk mempertemukan insan yang sama tapi dengan situasi yang berbeda.
Nantikan episode berikutnya pada tanggal 26 Februari 2022 pada pukul 10.45 menit.