Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
pertarungan dari dini!


__ADS_3

Kebenaran itu hanya satu, ia tak dapat ditebak dari mana asalnya, yang paling terpenting itu adalah dia nyata! Bukan hanya sebuah ilusi belaka!)


Jangan tanya kebenaran itu datang dari siapa! Jangan tanya kebenaran itu datang dari mana! Jangan tanya kebenaran itu kapan waktunya. Ia tak bisa ditebak, deduksi adalah kunci utama, kebenaran itu hanya satu! Bagi mereka yang mengerti makna sesungguhnya, melihat dari bukti bukti yang bertebaran di muka bumi, hanya mereka yang dapat melihat celah itu! Celah yang akan membungkam mulut para tersangka tindakan kriminal.


*****


Dan setelah itu pun, sang siswi di bawa ke kantor kepolisian untuk di tindak lanjuti atas perbuatan nya


Layla dan Helmi pun kembali ke ruangan kelas, di tengah perjalanan layla kembali melirik Helmi, seakan ada hal penting yang ingin ia ungkapkan padanya detik itu juga, Helmi yang menyadari jika Layla sedari tadi mencoba meliriknya dan seakan terus memberikan isyarat hal yang begitu menjanggal di dalam otak nya, lantas berucap


"Awas loh, nanti Lo jatuh cinta lagi sama gue!" goda Helmi yang tiba-tiba saja berperawakan sok tampan di hadapan Layla.


"Ishhh!" jawab Layla keki


"Lo mau tanya sesuatu?! Tanya aja, keburu gue lagi mood jawab! Kalo udah hilang mood gue! Gue ngak bakal ladenin pertanyaan yang ngak berbobot yang akan Lo tanyakan sama gue nantinya!" ucap sang detektif SMA ( Helmi) yang sebenarnya menyadari jika layka ingin bertanya hal yang sedari tadi menganggu dirinya.


*****


Zean membelalakkan matanya dan bergumam...


'Ternyata naluri detektif itu selalu tepat ya. Bahkan dia bisa merasakan apa yang tengah gue pikirkan.'


*****


"Hmmm, jadi deduksi gue salah dong


." ucap sang detektif SMA ( Helmi) yang melihat Layla hanya diam tampa berbicara sepatah katapun.


"Helmi" ucap Layla gugup


( Melirik pada Layla)


"Hmmm," balas Helmi singkat


"Gimana cara mulainya ya?" pikir Layla yang sedikit ragu untuk bertanya pada sang detektif SMA ( Helmi)


"Emang Lo mau nanya apa sih?! Sampe bingung gitu!" Helmi yang mengerutkan keningnya


"Hmmm, Gue sebenernya penasaran deh, gimana cara Lo bisa tau jika kejadian itu ada di ruangan tersebut?" tanya layla


Gue tau kok, kalo Lo tuh udah jelasin tadi pas buka kasus itu! Tapi … gue masih begitu penasaran, bagaimana mungkin … Lo bisa tau secepat itu?!" ucap Layla yang membuat sang detektif SMA ( Helmi) tersenyum manis seraya berucap


"Emang gue akan jawab seperti itu?! Lo udah suudzon duluan sama gue! Ngak baik loh suudzon itu." Ucapbalik sang detektif SMA ( Helmi) kepada Layla


"Huhhh, syukur deh jika nih detektif SMA ngak ngomong yang bikin gue kesal! Padahal nih orang sombong banget aslinya!" gumam Layla.


"Tapi … ini aneh deh, bukan kebiasaan dia banget! Jika nib detektif SMA ngak sombong sama sekali! Apalagi jika dia berhasilkan memecahkan sebuah kasus!"


'Apa … karena siswa yang juga ada di lokasi tadi yang sebenarnya memecahkan misteri tersebut ' batin Layla yang sedikit merasa jika Helmi begitu berbeda.


*****


Helmi pun menceritakan kronologi sebelum kejadian....


"Sebenarnya sih, gue sama sekali ngak tau jika salah satu ruangan dari suara misterius yang bikin gaduh satu sekolah kemarin akan di pake oleh si pelaku untuk melenyapkan nyawa orang lain." ucap Helmi yang melihat raut wajah serius dari Layla.


"Terus?! Gimana caranya Lo bisa menyadari jika ruangan tersebut akan di pake untuk tindakan kriminal??" tanya Layla dengan raut wajah di penuhi dengan rasa penasaran


(Tersenyum manis)


"Seperti nya … Lo begitu penasaran deh sama jawaban sebenarnya?" goda sang detektif SMA ( Helmi).


"Kalo ngak mau bilang juga ngak apa-apa! Gue juga ngak maksa kok!" Ucap Layla yang memperlihatkan wajah cueknya, tapi sebenarnya di dalam hati ia dipenuhi oleh rasa penasaran yang begitu memuncak akan kepintaran deduksi dari Helmi.


"Supaya lebih enak ngobrolnya, gimana kita ke kantin aja. Kalo masuk sekarang, pasti akan kena hukuman" (Melirik pada jam di tangan nya)


"Gimana?"csaran dari sang detektif SMA ( Helmi)


"Betul juga sih, jika masuk sekarang, pasti udah kena jatah hukuman" pikir Layla yang untuk pertama kalinya tidak masuk ketika jam pelajaran telah dimulai


'Dari pada ribet, mendingan gue ikutin aja saran dari detektif SMA ini.' batin Layla


"Ya udah deh, dari pada kena hukuman, mendingan ke kantin aja." Layla yang setuju dengan saran dari Helmi


"Gue bilangin sama pembina OSIS nanti loh," canda Helmi yang membuat Layla berteriak keras


"Helmi!" Layla yang berusaha mengejar Helmi.


*****


Di kantin sekolah..


"Lo mau pesan apa? Kali ini biar gue yang traktir deh." Penawaran baik Helmi pada Layla.


"Beneran nih?! Ngak lagi boongin gue kan?!" Layla yang sedikit ragu pada niat baik sang detektif SMA ( Helmi) tersebut.


"Mau apa kagak?! Jika ngak mau ya udah! Gue ngak maksa juga kok!" balas cemberut Helmi.


"Gitu aja marah!. detektif apaan namanya nih!" balas Layla yang segera melihat menu di kantin sekolah.


Layla pun melihat menu dan telah memutuskan pesanannya.


"Hmm, Mbak. Saya pesan nasi goreng sama teh hangat aja mbak. " Pesanan Layla pada pelayan kantin.


"Lo mau makan sekaligus?! Rakus amat sih jadi cewek!" tanya Helmi yang mengerutkan keningnya.


"Iya, emang kenapa?! Ngak boleh?!" tanya Layla yang berbalik bertanya.


"Mana boleh sih! Minum teh sebagai pendamping makanan, itu ngak sehat!" bantah Helmi yang mendapatkan respon tak suka oleh Layla.


"Mbak, pesan nasi goreng aja dua." ucap Helmi pada pelayan kantin.


"Baik dek, tunggu sebentar ya." ucap si pelayan dan segera mengambil kan pesanan dari sang detektif SMA ( Helmi)tersebut.


"Lo marah ya, karena gue larang Lo pesan teh hangat sekaligus?" tanya Helmi yang cukup merasa bersalah ketika bisa melihat dari raut wajah Layla.


"Gimana ngak marah coba! Tadi Lo tuh yang nawarin gue! Ehhh, malah gue udah mesen! Lo yang malah batalin sepihak aja! Gimana gue ngak kesal coba!" Ucap cemberut Layla.

__ADS_1


"Hadeh! Perasaan cewek selalu berubah-ubah ya. Sulit di mengerti, bahkan lebih sulit dari sebuah kasus!" ucap Helmi dengan nada kecil tapi masih bisa di dengar oleh Layla walaupun tidak seutuh nya


"Lo ngomong apa barusan!" Layla masih dengan tatapan tak suka dengan ulah sang detektif SMA ( Helmi).


"Hikkkk!" Helmi yang memberikan respon begitu terkejut


"Ohh, teh itu sebaiknya di minum satu jam sebelum atau sesudah makan, karena... sifat teh yang dapat menghambat penyerapan gizi dalam tubuh. Masa iya, hal seperti itu Lo sama sekali nggak tau." Ucap Helmi yang langsung menyantap makanan yang baru saja datang


'Hikkkk! Gue salah ngambek sama orang kayak nya!' batin Layla yang merasa terendahkan oleh ucapan sang detektif SMA tersebut.


*****


"Jadi gimana? Katanya mau jelasin! Layla yang menagih janji pada sang detektif SMA


"Ohh iya, gue sampe lupa, sorry." sang detektif SMA yang akan menceritakan sebab ia bisa berfikir jika ruangan yang akan di pakai untuk tindakan kriminal adalah salah satu dari suara misterius yang terdengar di sekolah kemaren.


*****


"Lo ingat dengan ucapan seorang yang berlagak seperti seorang detektif di ruangan yang sama dengan kita?" tanya Helmi dengan berbisik


'Hihh, dia pasti iri sama tuh cowok! Pake bilang kalo tuh cowok cuman berlagak seperti seorang detektif, padahal dia sama aja! Cuman ngaku-ngaku aja jadi seorang detektif!' batin Layla yang dapat merasakan aura pertarungan sengit diantara Helmi dan Keano


"Ingat, emang kenapa?" tanya Layla


"Setelah mendengar ucapan dari dia lah, gue berpikir keras. Oleh sebab itu, gue langsung memutuskan jika gue harus memeriksanya langsung, sebelum hal buruk itu akan benar benar terjadi. Karena … gue juga merasa jika suara misterius tersebut memang sudah di rencanakan."


"Menarik orang lain untuk kedua ruangan, mungkin dengan maksud membuat satu sekolah takut untuk mendekati dua ruangan yang dipenuhi oleh suara misterius tersebut, sampai rencana nya benar benar bisa berjalan dengan mulus dan tampa gangguan sedikit pun."


"Menurut deduksi gue, itu merupakan hal yang paling baik dalam menyembunyikan kejahatan dari si pelaku sendiri,"


"Sudah pasti semua orang akan takut menghampiri dua ruangan tersebut, terutama menggunakan metode dimana seolah-olah ada makhluk harus yang menganggu di dua ruangan tersebut."


"Oleh sebab itu, gue datang pagi-pagi sekali, untuk memeriksa dua ruangan bersuara misterius tersebut. Dan nasib baiknya yaitu, gue ngak sengaja melihat ada seorang siswi yang juga sudah ada di lingkungan sekolah pagi buta itu."


"Oleh sebab itu, gue buntuti dia dari belakang, karena gue merasa ada filing yang ngak baik akan terjadi, setelah gue melihat cara dia berjalan dan ketika gue juga melihat genggam tangannya yang seakan dipenuhi oleh dendam masa lalu." ucap sang detektif SMA ( Helmi) yang mencoba menjelaskan kebenaran sebelum pengungkapan fakta.


*****


"Jadi … dia juga sudah ada di sekolah sebelum kejadian tersebut? Berarti dia yang sudah menyelesaikan kasus ini dong sebenarnya?" tanya Layla yang mencoba mengejek Helmi


"Dasar! Sudah pasti gue lah! Lagian gue yang nemuin tubuh korban kan! Bukan dia?!" Ucap kesal Helmi yang merasa reputasinya tengah direndahkan oleh Layla.


"Dia maksud kamu?!"


"Sepertinya iya, gue rasa dia juga pasti menyadari hal yang menjanggalkan seperti itu." Helmi yang tidak dapat berbohong, karena Keano juga seorang siswa yang memiliki deduksi yang tak kalah brilian dengan dirinya.


"Tapi … gue masih bertanya-tanya tentang identitas asli nya sih. Apa dia juga seorang siswa yang berpikir jika dirinya adalah seorang detektif sama seperti Lo." Ledek Layla yang dapat melihat dengan jelas raut wajah tak suka Helmi.


"Lo pikir gue detektif gadungan apa?! Walaupun gue ini masih seorang siswa SMA! Deduksi gue tuh udah diakui oleh mancanegara!" Ucap bangga Helmi didepan Layla dengan memamerkan wajah tampan miliknya.


"Ish! Dasar sok keren! Baru nyelesain berapa kasus aja udah sombong banget!" Ucap Layla yang membuat Helmi mengeluarkan kata-kata yang membuat Layla semakin keki mendengar ucapan dari sang detektif SMA ( Helmi).


"Lo pikir gue cuman menyelesaikan beberapa kasus doang! Hello! Lo tuh baru hidup apa gimana! Gue udah menyelesaikan banyak kasus! Udah lebih dari dua ratus kasus gue yang pecahkan!" Ucap sombong Helmi.


*****


Helmi dan Layla beralih topik pembicaraan ….


"Jadi … Lo setelah pulang sekolah mau ke mana?" Tanya Helmi yang penasaran dengan rutinitas sehari-hari Layla.


"Hmm, gue mau ke rumah cewek yang kita temui di bis umum waktu itu." Jawab Layla yang ingin menunaikan janjinya pada gadis yang sama sekali tak ia ketahui siapa orang tersebut.


"Ohh, Lo mau kesana, gue boleh ikut ngak?" Tanya Helmi yang tak ingin Layla kenapa-napa sendirian nantinya.


"Bo … Leh sih," ucap Layla yang tak percaya jika ucapan yang disampaikan oleh Helmi nyata adanya.


"Kesambet apaan nih orang! Waktu itu sama sekali ngak mau, tapi … giliran sekarang malah kayak maksa banget pengen ikut?' pikir Layla yang heran dengan sikap sang detektif SMA ( Helmi).


"Baik, tapi … sebelum itu, kita boleh tukaran nomor telepon dulu? Gue kan ngak ada nomor Lo." Ucap Helmi


"Ohh, iya juga ya?" Ucap Layla yang teringat jika dirinya sama sekali tak mempunyai nomor telepon Helmi.


"Ya udah deh, mana ponsel Lo? Biar gue catat nomor wa gue di ponsel Lo." Ucap Layla


Helmi pun memberikan ponselnya kepada Layla, yang dapat membuat Layla membelalakkan matanya ketika melihat ponsel yang diberikan oleh Helmi pada dirinya


"Ini … ponsel loh? Lo ngak lagi bercanda in gue kan?!" tanya Layla heran dengan mengerutkan kening nya.


"Iya, emang kenapa sampe bingung seperti itu?!" tanya heran Helmi dengan sikap kaget Layla ketika ia memberikan ponsel nya pada dirinya.


"Ini beneran ponsel Lo?!" tanya layla yang memastikan, jika Helmi tak lagi membohongi dirinya.


"Iya, itu ponsel gue!" balas Helmi dengan memasang raut wajah heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh Layla pada diri nya.


"Cuman ini! Lo nggak ada ponsel lain?!" Layla yang masih bertanya dengan raut wajah penasaran.


"Iya, cuman ini telepon gue! Emang kenapa sih?! Kok Lo ngak percaya banget sama ucapan gue!" Ucap Helmi yang penasaran dengan sikap yang diberikan oleh Layla yang begitu memiliki banyak pertanyaan secara mendadak.


"Ohhhh, enggak kok, cuman aneh aja di zaman sekarang Lo masih pake ponsel yang kayak gini. Lo ngak punya smartphone?!" Tanya Layla yang merasa jika Helmi memiliki banyak misteri yang harus ia sendiri pecahkan, bahkan lebih susah daripada sebuah kasus.


"Enggak, gue cuman pake ponsel ini aja." Jawab Helmi yang mengerti dengan pertanyaan yang begitu banyak yang sudah diajukan oleh Layla pada dirinya yang mempertanyakan tentang ponsel jadul milik Helmi.


"Kenapa Lo ngak pake smartphone aja sih, kan zaman sekarang tuh smartphone tuh udah seperti bagian dalam hidup manusia?" Tanya Layla yang merasa jika Helmi memiliki sifat yang begitu istimewa, hanya saja belum terpublikasi saja.


"Ohh, gue cuman ngak suka aja, jika gue ini memakai smartphone. Menurut gue, fungsi ponsel hanya untuk menelepon dan mengirim pesan." Helmi yang memberikan pemaparan yang tak dapat diduga oleh Layla, yang berhasil membuat Layla terpana akan jawaban Helmi.


'ternyata selain sombong, dia memiliki sifat yang begitu istimewa. Gue pikir dia cuman bisa sombong aja, tapi … ternyata dia memiliki sifat yang begitu unik sebagai seorang generasi Z.' batin Layla yang mulai ingin mencari sisi lain dari Helmi.


*****


"Nih masukin nomor nya di mana ya?" tanya Layla yang bingung ketika memakai ponsel jadul milik Helmi.


"Huhh,sini bentar, biar gue aja yang tulis nomor Lo di ponsel gue." Saran Helmi


Zean pun memberikan ponsel jadul itu kembali ke pemilik aslinya.


"Berapa nomor Lo? Biar gue aja yang masukin nomor Lo." saran Layla.

__ADS_1


"081234241896" Layla pun membacakan nomor ponselnya pada Helmi, dari sinilah awal Helmi dan Layla saling bertukar nomor telepon.


"Ok, udah gue simpan, nanti gue kabari lewat sini aja nanti." Ucap Helmi yang segera berdiri


"Ok." Balas Layla setuju.


*****


"Ya udah, kalo gitu gue ke kelas duluan


." ucap Helmi yang segera berdiri dan segera meninggalkan Layla sendirian di kantin sekolah


"Ehh, tung …." Ucapan Layla terpopuler


"Malah pergi aja tuh orang! Ngak tunggu jawaban dari gue dulu!" Ucap kesal Layla yang masih duduk di kantin sekolah, akhirnya Layla duduk sendirian di kantin sekolah, sampai ada seseorang yang segera duduk didepan Layla.


*****


Tiba tiba saja ada seorang yg duduk di hadapan nya dan langsung berucap


"Mbak, saya pesan jus pukat satu ya." ucap Layla yang membuat raut wajah heran layla. seorang lelaki yang berlagak seperti seorang detektif di kasus suara misterius di sekolah tadi pagi, sekaligus orang yang juga sudah ada di tempat kejadian perkara ( TKP) sebelum kejadian itu terjadi, sama halnya dengan Helmi yang juga mengaku jika dirinya adalah seorang detektif.


*****


"Lo!" Layla yang membelalakkan matanya karena saking kaget akan kedatangan Keano didepannya


"Jangan sampe gitu juga kali! Emang gue menakutkan apa?! Sampe tuh mata kayak mau keluar aja!" Ucap Keano yang membuat raut wajah Layla seketika bertukar.


"Ohh, maaf." Layla yang menundukkan kepalanya


(Tersenyum lucu akibat ulah Layla yang tiba-tiba saja menunduk kan kepala seakan ia telah melakukan hal yang salah pada Keano).


'Padahal gue hanya bercanda,lah dia malah ngangap serius perkataan gue barusan.' batin Keano.


*****


"Lo juga anak Kelas sebelas bukan?" tanya Keano ketika pesanannya datang


"Makasih ya mbak"ucap Keano yang begitu sopan pada pelayan kantin


"Iya, gue kelas 11 MIPA 1. Emang kenapa?!" tanya Layla dengan raut wajah heran


"Kenapa nih orang nanya kelas gue! Apa jangan- jangan dia marah lagi! Sebab gue main kabur aja waktu di tangga?" Batin Layla untuk teringat dengan awal pertemuan nya dengan Keano, siswa biasa yang juga memiliki penalaran yang begitu luar biasa, bahkan sampai menganggap dirinya seorang detektif terkenal.


*****


Flashback …


Layla datang ke sekolah dengan raut wajah kesal karena ulah Helmi, di sepanjang perjalanan Layla hanya mengumpat tentang Helmi.


"Dasar detektif sombong! Mentang mentang deduksi dia selalu benar! Dia bisa rendahin gue seperti itu! Awas aja dia nanti!" Ucap Layla yang sudah memasuki koridor sekolah


Layla yang begitu kesal dengan sikap sombong sang detektif SMA,tampa menghiraukan panggilan seorang suara lelaki yang juga tengah menaiki tangga waktu itu.


"Permisi, saya ingin bertanya pada anda, nona. Kelas 11 IPS 1 di mana ya?!" Tanya Keano yang baru saja pindah kembali ke Indonesia.


"Ngak tau dan ngak mau tau! Urus aja urusan Lo sendiri!" Ucap Layla dan berlalu meninggalkan sang murid baru yang memasang raut wajah begitu heran


"Lah gue nanyanya baik-baik, kenapa tuh orang jawabnya seperti itu? Apa jangan jangan lagi pms tuh cewek?!" Pikir murid pindahan pun mengerutkan keningnya karena heran.


*****


Flash on ✨


"Hello!" Keano yang segera melambaikan tangannya di depan wajah Layla yang hanya terdiam


"Hei!" Keano yang akhir menjentikkan jari nya, agar dapat membuat Layla kembali sadar dari lamunannya.


( Layla membelalakkan matanya)


"Tuh kan di ulang lagi!" ucapan Keano yang membuat Layla kembali meminta maaf untuk kedua kalinya pada Keano.


"Lo tuh lucu ya? Gue pikir, Lo tuh orang nya jutek habis, tapi … ternyata gue salah, Lo tuh orang nya polos banget." Ucap gemas ketika melihat sifat Layla yang menurutnya begitu polos


Rona wajah Layla pun merona akibat di bilang lucu oleh Keano si murid tampan berperawakan blasteran dari Eropa.


*****


Tampa Layla sadari, ternyata ada yang berdiri memperhatikan Layla dan Keano yang berbicara, dia adalah Melisa, teman dekat Layla.


"Cihh, pantesan ngak masuk tuh orang! Rupa-rupanya lagi nge date sama cowok tampan di sini. Awas aja Layla, nanti gue goda kalo dia udah masuk kelas." Melisa yang kembali melangkah kembali ke ruangan kelas.


*****


"Lo mau nanya sesuatu ya sama gue?!" Tanya Khan yang membuat Layla memberikan raut wajah tak menduga jika Keano juga dapat membaca kata hatinya


"Huh, maksud nya?!" Tanya Layla dengan raut wajah heran


"Ngak usah boong kali! Gue tau kok, dari raut wajah Lo. Jika sebenarnya Lo tuh ada hal yang begitu ingin Lo tanyakan sama gue bukan." Ucap deduksi brilian dari Keano.


'ternyata deduksi seorang detektif selalu tepat. ' batin Layla yang merasa jika Keano dan Helmi memiliki deduksi yang begitu sama


"Kalo di pikir-pikir, siapa yang memiliki deduksi hebat ya? Apa si murid yang mengaku jika dirinya adalah seorang detektif terkenal ( Helmi) atau nih murid pindahan baru dari Jerman?!" Batin Layla yang begitu penasaran siapa di antara Helmi dan Keano yang memiliki IQ di atas rata-rata, yang memiliki deduksi yang begitu brilian di setiap banyaknya kasus yang akan terjadi di masa depan.


( Semua detektif memiliki titik lemah yang bisa ia sembunyikan lewat deduksi yang begitu luar biasa.)


*****


"Hayooo di tebak, siapa yang lebih baik sebagai seorang detektif. Apakah itu Helmi atau kah itu Keano?"


"Komen...."


Setelah episode ini, di episode berikut nya akan ada kasus yg akan lebih menantang! Yang akan membuat sang detektif SMA (Helmi) dan detektif SMA ( Keano) ikut terlibat dalam kasus di episode berikut nya. Siapa yg akan memecahkan trik terselubung di episode berikut nya?! Sekaligus akan membuktikan siapa yang lebih hebat sebagai seorang detektif berdarah panas yang sesungguhnya, siapakah pria tersebut? Siapakah di antara Helmi dan Keano yang terbaik?.


Nantikan episode selanjutnya! Nantikan deduksi brilian di episode berikutnya! Dengan kasus yg lebih merumitkan dan begitu menegang kan!.


Jangan lupa like, komen and favorit kan novel ini!.

__ADS_1


__ADS_2