Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda

Menjadi Yang Kedua: Gadis Belia Untuk Om Duda
air mata itu jatuh karena ku


__ADS_3

*****


Makasih yah,Layla"Helmi yang berucap sembari mencium lembut kening Layla


"Untuk apa,mas?"balas Layla yang masih belum mengerti akan pesan tersirat yang ingin di sampaikan oleh Helmi


Dengan tersenyum manis, Helmi berucap


"Untuk semua yang pernah kamu lakukan padaku"Helmi yang kembali mencium kening Layla dengan teramat begitu sayang.


*****


Hari ini kamu begitu aneh mas Helmi?


Kenapa hari ini ... Kamu begitu lembut padaku?


Apa kamu memang nyata sudah jatuh cinta?.


*****


"Ada apa mas?"Tanya Layla yang membuat helmi berhenti mencium kening Layla, lantas berucap


"Maksud kamu apa,Layla?"tanya Helmi dengan ekspresi bingung


"Kenapa sifat kamu begitu berubah hari ini?!"


"Seakan kamu ... Adalah orang baru dalam hidup ku?"ucap Layla yang membuat Helmi terdiam sejenak.


*****


Bagaimana jika kamu tahu semua nya,Layla?


Apa kamu akan berusaha menjauh dari diri ku yang hina?


Apa ini semua akan menjadi petaka nantinya?.


*****


"Sebenarnya ... Aku begitu ingin jujur padamu sekarang"


"Tapi ... Hanya saja aku masih pengecut untuk mengatakan semua kebenaran yang telah aku lakukan"


"Aku hanya takut ..."


"Aku hanya takut kenyataan itu hanya akan menjadi petaka dalam rumah tangga kita!"batin Helmi yang masih belum bisa mengatakan semua hal buruk yang sudah ia lakukan kepada Layla.


*****


Aku hanya tak ingin romansa ini berakhir dengan kisah duka


Aku hanya ingin semua romansa ini kekal untuk selamanya.


*****


Layla yang hanya mendapat kan respon diam dari Helmi lantas berucap meminta maaf kepada suami nya, seakan merasa jika dirinya telah memberikan pertanyaan yang membuat Helmi begitu kesal


"Maaf mas"


"Layla ngak bermaksud seperti itu"Layla yang segera meraih tangan Helmi yang sedang berada di wajah nya, lantas mencium tangan Helmi dengan begitu teramat lembut dan dengan rasa tulus meminta maaf pada Helmi


Helmi semakin merasa bersalah kepada Layla, bagaimana tidak ia seharusnya yang meminta maaf dengan tulus kepada Layla, karena telah menyakiti perasaan Layla yang begitu sempurna sebagai istri nya


"Layla,kamu sama sekali ngak salah"


"Hanya saja ... Aku yang terlalu banci untuk mengatakan semua nya"

__ADS_1


"Maafin aku, Layla"batin yang seketika merasakan sesak di dada nya.


******


Helmi masih saja diam setelah Layla berucap


"Kenapa sifat kamu begitu berubah hari ini?!"


"Seakan kamu ... Adalah orang baru dalam hidup ku?".


*****


"Mas?"tanya Layla yang mengira jika suami nya benar benar marah pada pertanyaan yang di ajukan oleh diri nya pada Helmi


Bukan nya jawaban atas pertanyaan  yang di ajukan oleh Layla, melainkan serangan pada bibir Layla yang membuat Layla tak dapat mengontrol pernafasan nya sendiri akibat ulah Helmi yang tiba-tiba saja langsung mencium Layla tampa jeda.


*****


Merasa semua nya belum terlampiaskan, Helmi kembali menyerang bibir Layla dengan teramat bernafsu untuk menghentikan semua pikiran tentang kebohongan yang sudah Helmi lakukan pada Layla


Merasa nafas nya sudah tidak bisa di atur, Helmi menghentikan ciuman pada Layla seraya berucap


"Apa kamu ingin bukti yang lebih lagi?"tanya Helmi dengan nada yang begitu berat


"Maaf mas"


"Layla ngak bermaksud?"gumam Layla dengan nafas ngos-ngosan setelah Helmi memberikan ciuman tampa jeda pada diri nya.


*****


Helmi hanya membalas diam seraya turun dari ranjang ketika ada suara ketukan pintu yang terdengar


Jelas tindakan diam Helmi membuat Layla di penuhi dengan rasa penyesalan yang tak dapat ia lupakan


"Maafin aku,mas"batin Layla yang seakan sesak di dada semakin menerpa.


*****


Sementara itu Helmi yang tengah menerima pesanan yang baru saja ia minta pada sahabat karib nya, lantas berucap


"Thanks bro, udah jauh jauh datang ke sini"Helmi yang segera mengambil bungkusan pesanan nya


"Sama sama,tapi ... Untuk siapa?"wajah penuh penasaran pada Helmi yang secara tiba-tiba memesan jamu tradisional penghilang rasa nyeri untuk wanita


"Ngak usah sok tahu deh"balas Helmi yang segera mengeluarkan uang lembaran 100 ribu


"Tunggu sebentar, jangan bilang ... Kalo Lo udah jinak pada majikan loh yah?"goda sahabat Helmi tersebut


"Terus dia tuh gimana?"sembari mengangkat alis


"Mau Lo tinggalin begitu aja?"


"Kalo Lo udah ngK mau sama dia, boleh dong kalo Lo gue Pepet"ucap sahabat laki laki Helmi dengan  tatapan nafsu


"Ishhh, dasar ngak bisa cari yang lain apa"


"Udah bekas masih mau?"Helmi yang membalas candaan dari sahabat nya tersebut


"Bekas sih bekas,tapi ... Lo aja sampai kepelet gitu"sahabat lama Helmi yang semakin menggoda Helmi.


*****


"Udah deh,gue mau masuk dulu"ucap Helmi yang mulai kesal dengan candaan dari sahabat ny tersebut


"Oh yah,bokap gue ngak tanya apa apa sama Lo?"

__ADS_1


"Kok Lo lolos aja masuk ke sini?"tanya Helmi curiga


"Yahhh, sebenarnya tadi bokap Lo tuh larang gue,tapi ... Pas gue bilang kalo gue anterin jamu nih,bokap Lo malah senyum senyum sendiri"


"Sambil bilang .... "Menatap Helmi dengan jurus candaan yang ingin ia keluarkan


"Kalo Lo tuh lagi bikin anak"candaan Sahabat Helmi dengan menahan tawa akan ucapan yang baru saja ia lontarkan.


*****


"Udah deh,gue mau balik kerja dulu"


"Untung aja Lo bos,Lo bisa nyuruh gue"ucap sahabat Helmi


"thanks yah"balas Helmi ketika melihat sahabat nya yang segera meninggalkan Helmi.


*****


Helmi kembali masuk ke ruangan khusus untuk Layla dan Helmi, dengan perasaan gembira mendekat menuju ranjang


"Huhhhh"


"Kenapa mood gue begitu baik hari ini?"batin Helmi yang pertama kali merasakan jatuh cinta kembali layak nya  anak remaja yang sedang mabuk kasmaran pada kekasih nya.


*****


Raut wajah bahagia Helmi bertukar menjadi wajah sedih ketika melihat Layla yang tengah menangis tersedu-sedu


Helmi mendekat dengan begitu cemas seraya memeluk Layla dengan teramat lembut dan begitu sayang


"Kamu kenapa menangis, Layla?"tanya Helmi pada Layla yang ada dalam pelukan hangat Helmi


"Mas Helmi"Layla yang semakin tersedu sedu menangis sembari ikut memeluk tubuh kekar suami ny dengan teramat sayang


"Ada apa?"


"Kamu bisa cerita sama aku, Layla"Helmi yang mencoba menghibur layla yang semakin menangis


"Mas jangan marah sama aku"


"Hikss hikss hiks"Layla yang semakin terisak


"Aku minta maaf,mas"ucap Layla.


******


Helmi dengan tersenyum manis, lantas melepas pelukan ny dari Layla, seraya memegang pipi Layla dengan teramat sayang


"Kenapa kamu harus minta maaf?"


"Padahal ... Kamu tidak salah sedikit pun"Helmi yang membelai rambut hitam Layla


"Layla"balas Helmi lembut


"I_ya mas"Layla yang masih terisak


"Mulai sekarang jangan pernah meminta maaf padaku, seharusnya ... Aku yang senantiasa meminta maaf padamu, karena masih jauh dari kata suami yang begitu sempurna bagi istri ku yang paling sempurna, yang bernama Layla"Helmi yang mencium kening Layla dengan teramat sayang.


*****


Nantikan episode romantis antara Helmi dan Layla di episode berikutnya!


Jangan lupa like, komen and favorit kan novel author yang berjudul (Nona buta wasiat papa)


Thanks bagi yang mampir 🤗.

__ADS_1


__ADS_2