Menjemput Cinta Kadua

Menjemput Cinta Kadua
1 prolog


__ADS_3

satu hal yang membuat larut dalam keterpurukan adalah masa lalu yang menyedihkan.


Persahabatan, cinta akan berakhir pada lubang kebencian andai kata, salah satu darinya Tidak menyimpan sebuah kepercayaan. Kesalah pahaman akan membuat hubungan dekat semakin merenggang.


Jauh dan jauh, sampai akhirnya saling memusuhi.


****


Assalamu alaikum


Shohib mager.


Ini adalah novel pertamaku, karya pertamaku di noveltoon. Maaf yah klo ada belebeb blebebnya yang membuat lidah kalian keseleo, hihi.


Banyak typo nya, banyak kurangnya.


Saran kritikan siap diterima jadi jangan sungkan memberikan pendapat.


Satu kata tak akan bisa menjadi suatu cerita.


Kritikan akan selalu menjadi pembelajaran kedepan. dan sebuah Respon dari pembaca adalah semangat sang penulis.


SELAMAT MEMBACA


...🌺...


...🌺...


...🌺...


...🌺...


...🌺...


Seorang gadis kecil berambut panjang ia biarkan terurai, hanya kaneper berwarna pink yang menghias disana. Ia baru saja keluar dari mobil mewah, bersama seorang wanita berambut pendek sebahu yang berjalan sambil menggenggam erat tangannya.


"Maa..., sakit Ma," kelu nya.

__ADS_1


Wanita  berambut sebahu yang memiliki tahi lalat di bagian dagunya itu, ia merenggang kan genggamannya kemudia duduk berjangkok tepat dihadapan gadis kecil itu.


"Maafkan mama sayang," ucapnya, kemudian memeluk gadis kecil itu dan menumpahkan air matanya disana.


"Mama nangis?" tanya gadis kecil itu.


Wanita itu menarik pelukannya dan menyeka sisa air matanya,  kemudian tersenyum menanggapi keluguan putrinya yang menatapnya nanar. Ia berdiri, kini ia menggenggam lembut tangan kecil itu.


Mereka melangkah mengikuti bentangan jalan yang berujung pada rumah mewah bernuansa putih disana.


Taman bunga di sekeliling nya memberi keceriaan tersendiri, Ditambah lagi percikan suara air mancur ditaman sebelah kiri.


benar-benar memberikan sebuah ketenangan.


Gadis kecil itu tak henti memandang mengagumi apa saja yang ada disana. sesekali ia tersenyum, dan semakin lebar ketika melihat anak laki-laki yang berada dilantai dua rumah itu sedang melambaikan tangan kepadanya.


"Ini rumah Nabil, mah?" tanya gadis kecil itu.


Sementara wanita yang ditanyai hanya menengok anaknya tak menanggapi dan memilih melanjutkan tujuannya.


"Assalamu alaikum."


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," sahut Seorang wanita berkerudung yang sedang menuruni anak tangga.


Senyumnya merekah, ketika mengetahui tamunya pagi ini adalah sahabatnya bersama gadis kecil yang sangat imut disana.


"Ana!" Panggilnya semangat menuruni anak tangga dan menghampiri tamunya.


"Tumben kesini?" tanya wanita berhijab itu, kemudian membungkuk dan mencubit kedua pipi tembeb gadis kecil dihadapannya. "Kok gak dipakai sih! jilbabnya sayang?"


"Gerah tante," jawab gadis kecil itu, ia tersenyum memperlihatkan gigi ginsulnya.


Wanita berhijab itu terkekeh, dan menggoyangkan pelan hidung gadis kecil itu. Sementara wanita yang datang bersama anak itu hanya tersenyum mendengar kepolosan putrinya.


"Shifa!"


Panggil seseorang dari atas, membuat Semua menengok ke sumber suara itu.

__ADS_1


Seorang anak laki-laki sedang berlari menuruni anak tangga, sementara kedua tangannya tersingkap dibelakang.


"Pelan-pelan dong! nak," imbuh sarah, wanita yang berhijab itu, Ia mendekati anaknya namun anak laki-laki itu malah melewatinya.


Gadis kecil yang bernama Shifa, ia tersenyum menunggu anak laki-laki itu menghampirinya.


"Mau main?" Tanya pria kecil itu ketika tepat di hadapan Shifa.


Shifa mengangguk, tapi matanya berusaha mencari tahu apa yang coba disembunyikan pria kecil itu di belakangnya. Sementara pria kecil itu hanya tertawa melihat tingkah Shifa yang begitu penasaran.


"Apa itu Nabil?" Tanya shifa menyerah.


Pria kecil itu menggeleng.


"Ini rahasia," jawabnya.


Shifa memanyunkan bibirnya enggan menatap anak laki-laki itu.


Sementara orang tua mereka hanya tersenyum melihat tingkah lucu anak-anak nya.


"Mau ku beri tahu?" tanya anak laki-laki yang bernama Nabil itu.


Shifa mengangguk cepat.


Nabil tersenyum kemudian melihat sekeliling, ia menunjuk sebuah shofa yang tak jauh dari shofa ruang tamunya.


"Disana!" Ucapnya.


Shifa mengangguk dan berjalan mengikuti Nabil.


Sementara orang tuanya masih tersenyum melihat kepergian anak anak mereka, Hingga tuan rumah lupa mempersilahkan tamunya untuk duduk.


-bersambung-


jangan lupa tinggalkan LIKE, sebagai penyemangat sang Author yah.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2