Menjemput Cinta Kadua

Menjemput Cinta Kadua
Pertemuan yang dinanti


__ADS_3

Matahari meredup yang dirunggu syifa akhirnya muncul juga. bibirnya tak henti melengkung dalam perjalanan menuju pantai yang sudah dikabari nabil bahwa teman kecilnya menunggu disana.


Setelah 10 menit menempuh perjalan, akhirnya syifa sampai juga. langkahnya beradu cepat mencari gazebo dekat pantai bawah pohon cemara. padatnya pengunjung semakin menyulitkan syifa ditambah lagi ini kali pertama ia kesana. ia terus berjalan hingga pandangannya berhenti pada sosok pria berjaket hitam menghadap pantai sedang duduk dibawah pohon, persis yang nabil infokan.


Syifa nenyebik menstabilkan degub jantungnya kemudiam menghampiri. cairan bening mulai menumpuk saat ia berhenti tepat dibelakang pria itu. belum ada kata yang berani ia ungkapkan tuk menyapa, tapi pria itu perlahan berbalik.


“Nabil!?” Syifa membelalakkan mata kemudian mengedip hingga membuat air mata itu terjatuh, namun segera ia usap dan terus menatap kesal pria yang sudah berdiri tersebut.


“Iya. aku nabil?”


Syifa terdiam. mata beningnya menatap kesal pria itu, sebab dia bukanlah teman kecilnya melainkan nabil si menyebalkan itu, “jangan bilang kamu bohong soal kemarin?” tuduhnya.


Nabil menggeleng cepat, “aku Nabil, fa. aku nabil. teman kecilmu.” ia mencoba meyakinkan syifa namun wanita itu berbalik untuk pergi. “ingat buku yang diberikan teman kecilmu itu?”


Ujarannya berhasil membuat syifa berbalik. matanya masih memupuk cairan bening, merasa dipermainkan.


“Aku punya bukunya,” nabil mengeluarkan buku berwarna maron dari tas kecilnya.


Mata Syifa berkedip mengenali buku itu. mata beningnya terangkat memandangi wajah pria yang perlahan mendekat. memori masa kecil membuatnya ingin mencocokkan pahatan wajah pria itu, namun sulit. ia lupa.


Beruntung Nabil membuka sampul bagian belakang dan menunjukkan salah satu foto disana. seorang anak laki laki dengan gadis kecil yang rambutnya terurai. nabil menunjuk wajah anak kecil itu.


“Apa wajahnya tidak mirip denganku?”


Syifa mendekat dan memerhatikannya. ia mengulas senyum melihat foto gadis kecil disana, “ini aku?”


Nabil memberi anggukan, “sudah percaya?” ia menutup buku itu agar syifa menatapnya. “apa yang membuatmu sulit mengenaliku, fa?” tanyanya ketika melihat keraguan dimata syifa.


“Nabil yang kukenal dulu, tidak seperti ini."


Pria itu mengulas senyum , ia mengajak syifa duduk dan menceritakan semuanya. mulai dari kepergian syifa dan mamanya, ia selalu mempertanyakan hal itu pada bundanya, kapan mereka bertemu. namun kedua orang tuanya juga tidak tahu keberadaan mereka. dan lambat laun ia mulai memahami pertegkaran ibu syifa dan ayahnya waku itu. sejak saat itu nabil fokus mencari hingga mengabaikan masa depannya. tapi peruntung ia memiliki akal yang cerdas sehingga ia selalu penaikkan kelas meski jarang menghadiri pelajaran.


“Apa karena ini juga kamu sampai memakai barang haram itu?” dari banyaknya pertanyaan dibenak syifa hanya kenyataan itu yang membuatnya berat mengakui jika pria disampinya tersebut adalah nabil yang ia cari.


sementara mata nabil membulat terkejut.


“Kamu tahu itu, fa?”


“Kenapa?” syifa justru melayangkan pertanyaan.


Nabil memejam, “karena aku ingin megikuti jejak untuk mencarimu.”


“Aku tidak pernah menggunakan barang itu,” bantah syifa.

__ADS_1


Nabil mengagguk, “tapi pergaulanmu berada dalam lingkungan itu.“ ia menjeda sejenak, “beruntung aku bertemu aska. dia selalu menceritakan tentangmu saat kalian masih menjalin hubungan. dan dari sana membuatku penasaran seperti apa syifa yang ia banggakan. namun disaat aku ingin mencari tahu, aska justru menjebakku hingga aku berada dalam jeruji besi.”


Nabil tersenyum sinis mengingat ketika aska menjadi seorang pecundang.


keduanya kembali terdiam menikmati sore dengan pikiran masing masing. deburan ombak dan suara bising para pengunjung tak membuat mereka melupakan masa masa pertemuan mereka yang terbilang aneh dan menyebalkan.


“Sudah percaya?” tanya nabil.


Syifa menoleh dan memerhatikan wajah pria itu yang baru ia sadari memang tak asing, “aku percaya itu kamu. tapi ada sesuatu yang membuatku ragu.”


"Apa?"


“Sikap dan imanmu.“


Keduanya saling menatap hingga syifa memalingkan pandang, tak membiarkan setan mendapat celah.


“Dulu aku mengenalmu sebagai pria yang paham agama, bil. bahkan sampai saat ini aku masih mengharap kalau sekarang kamu menjadi seorang ustad,” jalan pikiran itu membuatnya tersenyum hambar.


“Itu karena kamu melihat dari penampilanku saja,” balas nabil “apa aku harus memakai gamis dan surban dulu agar kamu tidak ragu mengenai imanku?”


Syifa hanya diam menatap.


"Di tengah kebobrokanku ini, aku masih menomor satukan Allah, fa.”


Syifa tahu pria itu memiliki pengetahuan islam sebelum mengungkap identitasnya. tapi bagaimana jika itu hanya topeng agar dianggap orang baik.


“Sebutkan hak seorang muslim kepada muslim lain?” tanya syifa.


“Menjawab salam, mengunjungi yang sakit, menghadiri undangan.”


“Surah terpanjang dalam Al Qur’an?”


“Al kahfi.”


“Artinya apa?”


“Goa.”


“Menceritakan seorang zurqarnain bertemu ya’juj dan majuj ada dalam surah apa?”


“Al kahfi juga."


“Kalau 7 pemuda yang bersembunyi 300 tahun dalam gua demi menghindari raja yang zalim?”

__ADS_1


“Itu ada dalam Al kahfi juga, fa.”


Syifa terdiam dan berhenti mengajukan pertanyaan. matanya yang kembali berair menatap nabil yang terheran melihatnya mengulas senyum.


“Ternyata kamu masih sama.”


Nabil ikut senyum, “karena yang berubah hanya waktu dan penampilanku saja, fa.”


Keduanya kembali bercerita mengenai apa saja yang pernah ia lalui selama ini. syifa mengingat pertemuannya kemain, dimana ia seakan mengungkap jika ia menaruh hati pada teman kecilnya yang ternyata adalah nabil. tapi meski begitu nabil tak mengungkit karena tak mau membuat syifa tak nyaman. cukup seperti ini, tahu saling menyimpan rasa saja sudah membuat mereka bahagia.


Senja yang perlahan memudar membuat pertemuan mereka harus terjeda. Nabil meminta izin mengawal syifa agar sampai dengan selamat. awalnya wanita itu menolak tapi melihat ia berada dikota membuatnya setuju.


Di tengah perjalan, keduanya tak henti mengulas senyum. sesekali syifa menoleh spion motornya yang memantulkan pria bermotor besar dibelakang. namun ditengah bahagia pertemuan itu ada kekawatiran yang membuat mereka tertekan.


Nabil menegaskan ayahnya bukanlah pembunuh, mereka sudah sepakat untuk menyelesaikan kesalah pahaman itu dan mencari pelaku sebenarnya.


**


Keesokaan harinya Setelah pulang dari toko, syifa meminta izin pada ibunya yang kebetulan berada dirumah. ia memberi alasan jika ingin bertemu seseorang. beruntung ibunya tidak mempertanyakan dan tak membuatnya berbohong. karena sampai saat ini mereka saling merahasiakan pertemuan itu.


Setelah menempuh perjalanan 5 menit, Syifa tiba di taman tempat mereka biasa bertemu. ia bisa melihat ada nabil yang duduk bersama intan. baru sebentar berbicara dengan intan, gadis kecil itu pergi memberi es krim.


“Kita mulai dari mana, bil?” Syifa mulai mempertanyakan strategi mereka.


Pria itu mengeluarkan beberapa foto pria berjas dari perusahaan yang sama. nabil mulai memberitahu stategi, yaitu mencari asal usul para kariawan yang ia curigai ada campur tangannya dengan kematian ayah syifa.


Syifa menyutujui saja, sebab ia tak paham dan pandai menyusun suatu rencara. ia mengamati tiap foto disana, matanya memicing pada satu foto yang di beri nama Faiz.


Ia menatap nabil, “aku kayak gak asing sama yang ini."


Nabil mendekat, “itu orang yang paling aku curigai, fa.” tukas nabil sembari mengambil foto itu dan menyimpannya kembali sebab intan sudah berjalan ke arah mereka, “kata ayahku, dia dulu adalah kepercayaan papamu.”


“Kita mulai dari dia,” imbuh syifa dan dibalas anggukan dari nabil.


“Nanti klo pertemuan besar di Jakarta, aku bakal focus sama dia.”


“Kamu akan ke Jakarta?" wajah syifa seketika muram mendapat anggukan dari pria itu.


Masih ingin syifa menyampaikan tapi intan sudah berada dekat mereka.


ada sesuatu yang berat dibenak syifa mengetahui nabil akan ke Jakarta. tapi ia coba mengabaikan karena tujuannya saat ini adalah mengungkap kematian sang ayah.


-Bersambung.

__ADS_1


Updatenya lancar yang guys😊


bantu supportnya sekali lagi


__ADS_2