Menjemput Cinta Kadua

Menjemput Cinta Kadua
Sang penolong.


__ADS_3

Assalamu alaikum semuanya. maaf yah, baru Up lagi.


sebelum lanjut aku mau minta bantuan keteman-teman untuk Suport Novel aku ini yaah biar Authornya semangat!


🌄


Masih berada diatas motor. Shifa berusaha menarik tangannya namun ia tidak bisa, pria itu terlalu mencengkeram erat genggamannya.


Shifa dengan nekat mengangkat tangan kanannya dan menarik kacamata pria itu.


Ia memicing melihat sorot mata pria itu yang tak asing baginya. Belum Shifa memastikan, Pria itu langsung menarik paksa tangan kanan dan tangan kirinya keluar dari motor.


Buggg!!


"Astagfirullah!"


Shifa terjatuh bersama motornya karna belum sempat membuka standar disana.


Belum Shifa berdiri, lagi-lagi pria itu menarik paksa tangannya. Membuat Shifa meraung-raung karena sakit dikaki tangannya.


“Astagfirullah! kamu ini siapa? lepaskan tanganku!!”


Namun pria itu hanya menatapnya menampakkan sorot mata yang membara. Shifa memicing, benar! sorot mata itu tidak asing baginya.


Kini Pria itu terus menarik paksa tangan kirinya sedang ia hanya bisa meronta ronta dan berteriak minta tolong.


"Ya Allah tolong Shifa…,” batinnya yang tidak bisa berbuat apa apa lagi selain memohon kepada Allah.


“TOLOONG!!"


Teriak Shifa ketakutan suaranya makin bergetar hebat ketika pria itu lebih erat mencengkram tangan nya.


“Hey!! Lo bisa diem gak sih!" bentak pria itu "semakin kamu teriak, tangan loh bisa saja gue patahin!! ” gertak nya kemudian, ia menatap menunjukkan keseriusannya.


lagi lagi Shifa mengenali suara itu ia ingin memastikan kecurigaan nya namun pria itu segera memalingkan wajahnya kedepan dan lanjut menarik paksa tangan nya.


Shifa masih meronta ronta.


“Ya Allah siapa pun pria ini, jauhkan aku dari niat buruknya" batin Shifa, kini air matanya mengalir menjadi saksi betapa takutnya ia.


“Woy!! Lepasin dia!”


Shifa juga pria bermasker itu Sentak berbalik ke sumber suara yang jaraknya sekitar 10 meter dari tempat mereka berdiri. Pria bertubuh tinggi dengan mengenakan topi sedang berjalan ke arah mereka.


Pria bermasker itu memicing mengingat wajah Pria bertopi itu "Mau apa lagi dia," Gumamnya.


“Loh cuman beraninya lawan perempuan, dasar banci!" decit pria itu "lawan gue klo loh laki!!"


Pria yang diajak nya bicara hanya tersenyum masam dibalik Masker nya. Kemudian menatapnya kembali dengan sorot mata yang membara


"Sok jagoan kamu, yah!” ujar Pria pemasker itu. ia menghempaskan tangan sifa begitu saja kemudian berlari mengampiri pria yang menantangnya tersebut.


“A' aawas!  Dia bawa pisau!!"


teriak Shifa menghawatirkan si penolongnya karena dari belakang terlihat jelas Pria pemasker itu mengantongi sebuah pisau.

__ADS_1


Maka segera pemasker itu menodongkan pisau ke arah Pria bertopi itu. Sifa memalingkan wajahnya, takut melihat detik-detik pertumpahan darah disana.


Plak!!...


Tiada suara setelahnya..


Hanya suara napas yang mengaduh dan juga erangan yang didengar Shifa.


Shifa memberanikan diri membuka mata, penasaran apa yang terjadi. ia perlahan mengarahkan wajahnya ketempat dua Pria itu berdiri.


Pandangan nya tertuju pada pemilik tangan yang berusaha menangkis lengan yang masih menggenggam pisau.


Kedua pria itu saling menatap tajam saling menahan dan beraduh dalam kekuatan tangannya nya.


Waktu yang sangat mencekam.


Antara siapa hidup dan mati, antara siapa terluka dan baik baik saja.


Tentu shifa masih berpihak kepada Pria penolong itu.


Sementara pria itu masih berusaha menahan lengan yang mengarahkan pisau kepadanya. Ketika pria bertopi itu sudah menguasai keadaan,


dengan sigap ia mendorong pria pemasker itu hingga membuatnya tersungkur.


Segera ia membuka topi jaket juga menarik penutup wajah si pemegang pisau tersebut.


Sempat pria itu memberontak ketika pria bertopi itu hendak menarik Masker nya namun karna beberapa pukulan dari pria itu membuatnya tak berdaya.


Ia hanya pasrah ketika penutup wajahnya terlepas.


Aska menoleh kepada Shifa dengan raut wajah yang sangat malu, kembali ia menatap pria yang sedang menindih dan menahan ke dua tangannya.


“Awas kamu, NABIL!!" Teriaknya marah.


Sementara Pria yang bernama Nabil. Ia masih terdiam menatapi wajah Aska, pria itu terkejut tak menyangka itu adalah Aska, Pria yang selama ini ia cari.


Nabil masih larut dalam pikirannya sementara genggaman nya mulai longgar di pergelangan tangan Aska.


ini saatnya, batin Aska yang merasakan kelengahan Nabil. maka segera ia mendorong Nabil kemudian berdiri.


"Aska!!" Panggil Nabil, Ia meraih tangan Aska yang hendak pergi.


Aska menoleh Nabil dengan raut wajah yang sangat sangat marah. ia kemudian  mengalihkan pandangannya kepada wanita yang diam berdiri disana, wanita itu menangis karena rasa takutnya.


Aska benar benar malu, ia menundukkan diri dan melihat tangannya yang sudah digenggaman Nabil.


"Lepasis, gue" ucapnya lirih namun meperlihatkan sorot mata yang tegas.


"Kita perlu bicara, Aska."


"Gue bilang lepasin gue!" Bentak Aska.


"Ka? ada yang__"


"Toloong!! tooolong!!" teriak shifa membuat kalimat Nabil terhenti.

__ADS_1


Shifa lega akhirnya bisa melakukan sesuatu setelah sedari tadi diam tidak berbuat apa-apa.


Alhasil teriakan Shifa menarik perhatian beberapa orang yang tidak jauh dari posisi mereka.


Rombongan orang mulai terlihat hingga membuat Aska panik dan mencoba melarikan diri, namun tangan Nabil melingkar dipergelangannya dan semakin erat dari sebelumnya.


Aska masih punya tangan kanan untuk melawan nabil.


Sreek!..


"Aaaaaarg!! "


Shifa menghentikan teriaknya, memalingkan pandangannya dari rombongan masyarakat dan menoleh ke pemilik suara yang baru saja menarik gendang telinganya.


"Ya Allah!!" Shifa membungkam mulutnya terkejut, melihat ceceran darah menyirami rerumputan hijau ditempat ke dua pria itu tadi berdiri.


“Aaarg! Aska!  jangan pergi kamuh,”


Teriak Nabil Mencoba  menghentikan langkah aska yang sudah berlari dan menaiki motornya.


“Pria itu tertusuk," Shifa berlarian mendekati Pria yang sudah terbaring lemas disana.


Rombongan warga itu masih jauh dari pelupuk mata. Shifa berlarian mendekati pria itu, Darah yang mencolok dari bagian pinggangnya  membuat shifa takut mendekati.


Sementara Pria yang bernama nabil itu sudah tergeletak tak berdaya, hanya mata yang memicing untuk membatu kesadarannya. Kelap kelip penglihatannya mulai rabun  kegelapan mulai menghampiri korneanya namun ia masih sadar bahwa seseorang yang tengah berdiri menghawatirkan nya disana adalah wanita berkerudung lebar.


"Ya Allah apa yang harus kulakukan, apakah aku harus menyentuhnya?" Batin Shifa pikirannya ragu menyentuh Pria yang bukan mahromnya, sedang pria itu butuh pertolongan.


Sementara Nabil sudah tidak sadarkan diri sejak beberapa detik yang lalu.


"Dek itu kenapa?" Tanya seorang bapak yang baru saja datang, ia mendekati pria itu.


Shifa tak merespon ia hanya gemetar  menatap tiap orang yang sudah berdiri dan mengampirinya.


Merekapun mengangkat Pria yang berlumur darah itu ke mobil salah satu pengguna jalan yang berbaik hati.


Nabil Al Farisqi


pria berusia 24 tahun. Ia memiliki hidung yang mancung dan kedua alis hitam tebal cukup melengkapi kesempurnaan rupanya,


Senyumnya bagai penenang hati yang mendambahnya. kedua lesung pipi menjadi nilai plus dari senyumnya yang sudah manis tambah manis.


Rupa begitu sempurna, siapa saja hati yang lemah menatapi pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Bak kisah sang Nabi tampan, Yusuf AS. yang hanya sekali mata melihat sudah mampu membuat jatuh cinta gadis-gadis istana.


Namun wajah yang tampan belum tentu memiliki pekerti yang baik dan hidup tertata rapi. disini justru pria itu memiliki masa lalu yang saaangat kelam ketika masi setengkrongan dengan teman berwatak Alaska Siaga.


-Bersambung


Jangan lupa yah LIKE dan beri tanggapan kalian di kolom KOMENTAR.


dan lebih semangat lagi Authornya klo kalian kasi VOTE buat Novel ini.


TERIMAKASIH BANYAK BANYAK 😀

__ADS_1


__ADS_2