
Begitu panggilan yang menghubungkanku dengan Warda berakhir, aku langsung menemui Kak Rama. Kebetulan sekali Arata sedang syuting dan aku bisa berbicara dengan Kak Rama berdua saja dengan tenang tanpa ada gangguan dari benalu menyebalkan itu.
“Kenapa meminta bicara empat mata denganku, Nona Asha?”
“Ada yang ingin aku perlihatkan kepada Kakak.” Aku mengambil ponselku dan membuka link yang dikirimkan oleh Sena kepadaku. Begitu muncul foto Arata bersama denganku dengan caption di bawahnya #kekasihrahasiaarata, aku langsung menunjukkan foto itu kepada Kak Rama. “Apakah hal ini akan menjadi masalah kelak untuk Arata?”
“Ini?” Kak Rama mengambil ponselku untuk melihat lebih jelas foto Arata bersama denganku.
“Benar, Kak. Itu adalah foto Arata yang duduk di kursi milik asisten sutradara beberapa hari yang lalu. Kurasa seorang penggemarnya mungkin mengambil foto itu tanpa kami sadari,” jelasku.
“Bisa jadi. . .” Kak Rama mengembalikan ponsel itu ke tanganku. “Bisa juga ulah salah satu kru yang menjadi penggemar Arata.”
“Ah benar juga.“ Aku menganggukkan kepalaku setuju. “Lalu apa yang harus kita lakukan??”
Kak Rama terdiam sejenak, mengambil ponselnya, menghubungi seseorang dan kemudian memeriksa foto yang sama melalui instagram miliknya sendiri. Tidak lama kemudian Kak Rama tersenyum kepadaku karena melihat wajahku yang menggambarkan rasa cemasku.
“Untuk sementara Nona Asha bisa merasa tenang. Aku sudah menghubungi pihak humas di agensi kami dan melihat komentar-komentar yang muncul di foto itu. Responnya baik dan belum memberikan respon buruk untuk nama kalian berdua.”
Aku melongo melihat Kak Rama yang bersikap begitu tenang menghadapi masalah yang mungkin akan terjadi di masa depan. “Kakak benar-benar tenang sekali?”
“Aku sudah bekerja di bidang lebih dari lima tahun, Nona Asha. Sebelum menjadi manajer Arata, aku adalah manajer dari aktor Rangga. Dibandingkan dengan Rangga, Arata adalah aktor yang tidak banyak membuat masalah. Nona Asha pasti tahu aktor Rangga, bukan?”
Aku ingat pernah mendengar cerita ini dari Warda di masa lalu. Rangga adalah satu dari sepuluh aktor yang terkenal sama seperti Arata. Yang membedakan Arata dan Rangga adalah keduanya berbeda generasi karena usia mereka yang terpaut lebih dari sepuluh tahun. Kurasa sudah bukan rahasia lagi jika aktor Rangga selalu membuat sensasi dalam karirnya. Dari sering berganti kekasih, tiba-tiba menikah, tiba-tiba bercerai hingga sensasi terakhirnya yang tidak salah kuingat adalah Rangga berkencan dengan salah satu penggemarnya yang masih berusia 19 tahun.
__ADS_1
Meski sering membuat masalah, sensasi dan mungkin membuat namanya dikenal sedikit buruk dalam industri perfilman, aktor Rangga tidak pernah kehilangan posisinya di bidang ini. Posisinya sebagai satu dari sepuluh aktor dengan popularitas tinggi, tidak pernah lepas dari tangannya. Jika ingatanku benar, ada dua alasan aktor Rangga selalu bisa mempertahankan popularitas di tengah sensasi yang selalu dibuatnya: pertama kualitas aktingnya yang benar-benar bagus dan kedua adalah wajahnya yang awet muda bahkan di usianya yang sudah mendekati kepala 4. Wajah aktor Rangga itu benar-benar terlihat seperti anak SMA seolah waktu kehidupan yang berjalan tidak mampu mengikis wajahnya yang tampan.
“Aku tahu, Kak. Dia satu dari sepuluh aktor yang terkenal dan masih mempertahankan popularitasnya bahkan setelah terlibat banyak sensasi dan skandal,” jawabku jujur.
“Itu benar. Dulu. . . sewaktu bekerja sebagai manajernya, aku harus benar-benar memasang kedua mataku padanya. Jika aku mengalihkan kedua mataku sedikit saja, maka dia akan membuat masalah. Tapi. . . berkat Rangga, Arata bisa terkenal seperti sekarang ini.”
Aku mengerutkan keningku karena ini pertama kalinya aku mendengar hal ini. “Kenapa begitu?”
“Aktor Rangga adalah guru Arata. Rangga yang biasanya tidak pernah peduli pada juniornya itu tiba-tiba mau mengajari Arata dan membuat Arata kemudian bisa berada di titik ini.”
Aku tersenyum mendengar cerita kecil tentang Arata dan hubungannya dengan aktor bermasalah yang bernama Rangga. Akhirnya. . . aku menemukan dari mana asalnya benalu menyebalkan itu belajar untuk membuatku kesal. Benalu menyebalkan itu tidak hanya belajar bagaimana berakting dengan baik dari Rangga, dia juga belajar caranya membuat masalah dan menerapkannya padaku.
*
“Apa yang Author bicarakan dengan Kak Rama tadi? Kenapa harus menjauh dari lokasi syuting??”
Karena Kak Rama mengatakan masalah itu kepada Arata dengan mulutnya sendiri, akhirnya aku terpaksa menutup mulutku dan mengabaikan Arata sepanjang perjalanan. Lalu karena Arata sudah membaik, mulai besok aku akan mengendarai mobilku sendiri untuk datang ke lokasi syuting.
Xxx1: Apakah ada yang merasa jika tatapan Arata kita kepada Author Wallflower itu adalah tatapan penuh cinta?
Xxx2 membalas komentar xxx1: Kau benar, aku juga merasakannya.
Xxx3 membalas komentar xxx1: Aku juga merasakannya. Jika aku melihatnya, kurasa Author Wallflower cukup pantas untuk bersanding dengan Arata.
__ADS_1
Yyy1: #kekasihrahasiaarata Siapapun tolong jelaskan siapa wanita yang menerima tatapan penuh cinta dari Arata itu? Ini pertama kalinya aku melihat Arata menatap seorang wanita dengan tatapan penuh cinta seperti itu.
Yyy2 membalas yyy1: wanita dalam foto itu adalah Author Wallflower, penulis novel Love Like Ectasy. Dia juga ikut menulis skenario untuk film Love Like Ectasy yang diadaptasi dari novelnya.
Yyy3 membalas komentar yyy1: Dia memang Author Wallflower. Aku datang ke acara tanda tangannya beberapa waktu lalu karena Arata datang sebagai bintang tamu. Kalian pasti akan terkejut jika melihat Arata sudah memandang Author Wallflower saat itu dengan tatapan penuh cinta.
Yyy4 membalas komentar yyy1: Mereka serasi menurutku. Jika di masa depan Arata benar-benar berkencan dengan Author Wallflower, maka Arata adalah satu dari beberapa penggemar yang sukses meraih idolanya.
Yyy1 membalas komentar yyy4: Kya. . . aku tidak sabar dengan kelanjutan foto ini.
Setibanya di apartemenku, tadinya aku ingin membuka laptopku dan mengetik inspirasi yang mungkin muncul sebagai ide untuk novel keenamku. Tapi. . . bukannya duduk di meja kerjaku, aku justru berbaring di atas sofa dan bermain instagram. Jika sebelumnya aku hanya bermain instagram untuk menemukan inspirasi dan tren yang sedang tersebar di kalangan masyarakat untuk keperluan novelku. Maka kali ini, aku bermain instagram untuk keperluan pribadiku.
Aku penasaran dengan komentar-komentar yang muncul mengenai foto Arata bersama denganku. Dan di sinilah aku mulai membaca komentar-komentar yang muncul yang kurasa berasal dari penggemar Arata.
Zzz1: wanita itu bukankah terlalu biasa untuk Arata kita?
Zzz2 membalas komentar zzz1: Kurasa juga begitu. Kurasa Arata lebih cocok dengan aktris Bora. Bukankah mereka serasi sekali ketika bersama? Satunya cantik dan yang satunya tampan.
Yyy4 membalas komentar zzz2: Apa kau menilai jodoh tertulis berdasarkan wajah dan fisik mereka??
Membaca komentar terakhir, aku sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya: pertengkaran yang tidak perlu sesama penggemar Arata. aku sudah tahu dengan baik bahwa komentar selalu memberikan dua respon; satu respon yang baik dan yang lainnya adalah respon yang buruk. Aku sudah tahu dengan baik bahwa beberapa orang akan berkomentar buruk tentangku dan beberapa lainnya akan berkomentar baik tentangku. Aku tahu hal itu dan satu-satunya cara menghadapi dua respon itu adalah dengan tidak membacanya meski ingin.
Lelah dengan komentar-komentar konyol itu, aku mematikan layar ponselku Aku mengambil satu dari lima bantal di sofa dan memeluknya dengan erat. Sebelum terpejam, aku membuat harapan kecil: Aku harap foto-foto lain tidak akan muncul, skandal ini tidak membesar dan berlanjut dan aku bisa hidup tenang seperti udara yang tak terlihat, seperti sebelumnya. Aku juga memberi peringatan kepada diriku sendiri agar harapanku itu terkabul.
__ADS_1
Mulai besok, kau harus menjaga jarak dari Arata. Jangan biarkan benalu menyebalkan itu terlalu dekat denganmu dan membuat masalah untukmu.