MY LOVELY AUTHOR

MY LOVELY AUTHOR
KESIALAN DAN KEBERUNTUNGAN DALAM HIDUP PART 2


__ADS_3

            Seperti ucapan Arata dua hari setelah malam Arata mengatakan bahwa dia merindukanku, artikel yang membahas hubungan kami berdua muncul. Beberapa foto antara aku dan Arata kembali mencuat ketika paparazi yang mengikuti Arata mempublikasikan hubungan antara aku dan Arata. Di antara foto-foto itu, ada foto antara aku dan Arata di malam aku melihat Arata di balkon apartemennya saat kami saling menghubungi. Kurasa. . . kali ini tertangkapnya aku dan Arata dalam satu frame adalah rencana yang dibuat oleh Arata dengan sengaja.  Karena berkat artikel dan foto-foto itu,  artikel yang sebelum-sebelum ini muncul karena berita perundungan tentangku langsung menghilang seolah tidak pernah.


            Author Wallflower dan Aktor Arata adalah pasangan kekasih.


            Pasangan terpanas tahun ini, Aktor Arata dan Author Wallflower?


            Apakah Aktor Arata cinlok dengan Author Wallflower di lokasi syuting?


            Mengenal lebih jauh Author Wallflower. Author yang selama  ini menyembunyikan identitasnya, tiba-tiba muncul dan langsung diterpa banyak skandal ketika membuka identitasnya.


            Arata dan Asha-Author Wallflower, bagaimana bisa mereka saling mengenal hingga akhirnya berubah menjadi pasangan?


            Author Wallflower: Author dari banyak best seller yang memiliki banyak skandal.


            Mataku benar-benar sakit rasanya ketika melihat berbagai macam artikel yang muncul dalam kurun waktu kurang dari satu jam sejak berbagai foto antara aku dan Arata dipublikasikan oleh paparazi.


            “Bagaimana? Apa kau sudah melihatnya, Asha?”


            Aku mendengar suara bersemangat dari dalam ponselku. Begitu berita itu keluar, Warda langsung menghubungiku dan bicara banyak hal menjelaskan situasi yang sedang terjadi.


            “Apa kau sudah melihatnya, Asha?” Warda bertanya lagi padaku.

__ADS_1


            “Ehm, aku sudah melihatnya, Warda. Aku sudah melihatnya hingga kedua mataku terasa sakit karena terlalu banyak artikel yang sekarang membahas tentangku dan ingin tahu tentangku. Bagaimana dengan penerbit?” Di saat seperti ini, aku tidak bisa tidak memikirkan penerbit yang mungkin dibanjiri ratusan panggilan lagi, yang mungkin didatangi banyak reporter dan mungkin juga seluruh karyawannya mengeluh karena aku tidak henti-hentinya membuat sensasi dan skandal.


            Melihat keadaan ini membuatku merasa bahwa aku adalah versi lain dari Aktor Rangga, aktor yang suka membuat sensasi dan skandal. Mungkin. . . jika lain kali aktor Rangga membuat sensasi dan skandal, aku harus memikirkan kemungkinan lain. Seperti apa yang terjadi padaku saat ini, mungkin saja sensasi aktor Rangga muncul untuk menutupi skandal lain atau menyelamatkan seseorang.


            “Untuk penerbit, aku dan Sena sudah berhasil membujuk para atasan. Lebih dari yang aku duga, Sena ternyata sangat terampil dalam pekerjaannya. Dia hanya bertanya padaku beberapa kali dan dia dengan mudahnya menangani situasi seperti ini. Dia menyelesaikan masalah dengan cara yang baik seperti aku. Mungkin setelah ini. . . aku harus memberinya pekerjaan yang baik dengan menjadi editor dari Author yang bermasalah sepertimu, Asha. Heheheh.”


            Aku mendengar tawa kecil Warda yang sepertinya sedang menggodaku. Mungkin. . . dia merasa sangat senang karena saat ini pekerjaan berat yang muncul karenaku dipegang oleh Sena dan bukan dirinya.


            “Kau sedang menggodaku bukan??” tanyaku dengan nada sedikit kesal.


            “Tidak. Aku tidak sedang menggodamu, Asha. Aku sedang memberi pujianku kepada Sena.”


            Aku menatap artikel yang muncul baru saja dan menjelaskan satu foto antara aku dan Arata yang berada di balkon apartemen masing-masing dan saling melihat satu sama lain saat Arata mengatakan dia merindukanku.  Harusnya saat itu, aku tetap di apartemenku dan tidak keluar ke balkon karena ucapan Arata.


            Arata dan Penulis Wallflower rupanya adalah tetangga. Siapa yang akan mengira jika dua orang dari dua dunia yang berbeda ini akhirnya menjadi pasangan.


             “Percaya saja pada Arata! Dia pasti akan membantumu keluar dari situasi ini!”


            Aku mengernyitkan alisku mendengar ucapan Warda. “Hei, hei, kau benar-benar memintaku untuk percaya pada Arata begitu saja??”


            “Kenapa tidak?” Warda membalas pertanyaanku dengan pertanyaan lain. “Dialah orang yang selalu membantumu. Dia juga bintang keberuntunganmu. Dia adalah tetanggamu dan dia juga adalah penggemarmu. Mungkin. . . dia sudah menganggapmu sebagai temannya dan karena itulah dia berusaha dengan keras untuk membantumu menyelesaikan masalahmu, Asha.”

__ADS_1


            “Kau ini!!! Bagaimana bisa kau mempercayai orang lain menyelesaikan masalahku ini ketika penyebab masalah ini dimulai dari seseorang yang sangat menginginkannya??” Aku ingat bagaimana Bora memandang tajam ke arahku seperti yang Lusi pernah lakukan padaku. Di masa lalu. . . Lusi melihatku dengan tatapan yang sama dengan Bora, karena mengira aku lah orang yang telah menarik perhatian orang yang disukai oleh Lusi dan itulah awal masalah yang kemudian datang padaku.


            “Asha!!” Warda memanggil namaku dengan sedikit berteriak. “Dengarkan aku.”


            “Sejak tadi. . . aku mendengarmu, Warda.”


            “Ah benar. Maksudku dengarkan ucapanku ini dan telaah baik-baik. Masalah yang kau hadapi di masa lalu membuatmu mengurung diri di apartemenmu. Karena masalah-masalah itu, hubunganmu dengan keluargamu hancur. Karena masalah-masalah itu, kau menarik diri dari lingkungan sosial dan menolak percaya dan berhubungan dengan orang asing. Sebagai temanmu, aku sudah berusaha dengan sangat keras membantumu. Aku berhasil membuatmu keluar dari apartemenmu beberapa kali dan aku merasa senang ketika melihat hal itu. Sekarang setelah semua usahaku, seseorang berniat membuatmu kembali ke sangkar itu. Aku sudah tidak sanggup untuk menolongmu lagi dan kali ini. . . orang lain yang berusaha untuk membantumu. Tidak bisakah kau merasakan usaha kami untuk membantumu??”


            Mendengar ucapan Warda. . . jujur aku merasa sedikit bersalah padanya. Dia hanya editorku. Tapi dia percaya pada kemampuanku, dia percaya padaku dan menjadikan diriku sebagai temannya. Karena ikatan bernama teman itu, dia berusaha dengan keras untuk menolongku agar aku bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakannya. Lalu bagaimana dengan Arata?


            “Kau mungkin adalah temanku dan aku paham jika kau berusaha untuk membantuku, Warda. Tapi bagaimana dengan Arata? Dia dan aku mengenal hanya dalam hitungan bulan dan hubungan kami tidak sedekat seperti hubunganku denganmu, Warda. Apa yang dia lakukan saat ini membahayakan dirinya dan semua usahanya selama ini! Dan seharusnya. . . dia tidak melakukan hal ini untuk seorang kenalan!”


            “Asha. . .” Warda tiba-tiba memanggil namaku dengan lembut dan itu membuatku sedikit terkejut karena sebelumnya kami berdua berbicara dengan nada yang sedikit tinggi karena berusaha untuk membuat lawan kami memahami apa yang sedang kami pikirkan dan yakini.


            “Ya??” Aku melembutkan suaraku sama seperti yang Warda lakukan.


            “Kau mengurung dirimu karena ingin membuat Arata tetap aman di posisinya bukan?” Warda menebak dengan benar alasanku kembali ke sangkar pelindung yang terasa dingin ini. “Kau kembali ke sana, dengan tujuan untuk melindungi Arata. Karena kau merasa Arata akan melakukan apapun untuk melindungimu, kau kembali mengurung dirimu. Kau merasa Arata yang sangat mengidolakanmu itu akan berbuat apapun untukmu bahkan membuang popularitas miliknya yang sudah susah payah didapatkannya. Apa yang aku duga ini benar bukan?”


            “Ya, Warda. Dia benalu menyebalkan yang selalu memanggilku dengan Author di mana-mana dan membuatku kesal setengah mati, dia mungkin menyebalkan, tapi. . . sama seperti ucapannya padaku, dia adalah penggemarku yang setia. Jadi. . . aku tidak bisa membuat penggemarku yang setia menderita karena aku.”


            Warda sudah menebak tujuanku dan aku tidak bisa lagi membuat kebohongan di depannya. Warda sudah mengenalku dengan sangat baik dan kebohongan apapun yang aku buat, dia pasti akan menyadarinya. Kali ini. . . aku akhirnya mengatakan tujuanku mengurung diriku pada Warda.

__ADS_1


__ADS_2