MY LOVELY AUTHOR

MY LOVELY AUTHOR
#KEKASIHRAHASIAARATA PART 6


__ADS_3

            Begitu tiba di depan apartemenku, aku menemukan amplop hitam di kotak suratku dan ini adalah sudah kali kedelapan aku menerima amplop hitam itu. Aku tahu dengan baik apa isi amplop setelah hari ketiga aku menerimanya. Isinya selalu kalimat yang sama. Kalimat sama yang merupakan kalimat ancaman.


Kau tidak pantas bersama dengan Arata!!! Kau tidak layak untuknya!!!!


            Sejak hari ketiga, aku hanya mengumpulkan amplop itu tanpa melihat lagi isi di dalamnya. Amplop itu muncul karena  #kekasihrahasiaarata yang muncul di instagram dan fotoku bersama Arata yang tersebar seminggu yang lalu. Aku hanya bisa menduga jika penggemar Arata mungkin menemukan alamat di mana aku tinggal dan meninggalkan amplop hitam itu di kotak pos di bagian lobi apartemenku.


            “Amplop apa itu, Author?”


            Mengenali suara dan panggilan itu, aku langsung memasukkan amplop hitam itu ke dalam tasku dan berusaha untuk bersikap tenang di depan Arata. “Mungkin dari penggemarku.”


            “Benarkahh??? Wahh. . . sepertinya aku juga harus melakukan hal yang sama seperti penggemar Author itu, mengirimkan surat cinta dan surat penyemangat kepada Author.”


            Aku dan Arata berjalan menuju lift dan menunggu lift bersama. “Surat cinta?? Jika kau ingin mengirim surat cinta, kirimkan saja pada orang yang kau cintai. Kenapa mengirimnya kepadaku??”


            “Kenapa tidak bisa? Aku juga mencintai Author sama seperti penggemarku yang mencintai diriku. Jadi aku harus menyebutnya dengan surat cinta bukan, Author??”


            Ting. . . lift yang akan membawa aku dan Arata ke lantai lima di mana kami berdua tinggal, membuka pintunya. Seperti biasanya. . . ketika sampai di lingkungan apartemen, Arata akan menggunakan masker, kacamata hitam dan topinya sebagai cara untuk menyembunyikan identitasnya. Dan kurasa hingga saat ini. . . akulah satu-satunya penghuni di apartemen ini yang sadar jika Arata-si aktor terkenal yang sedang sangat berpengaruh tinggal dan hidup di lingkungan apartemen bersama dengan kami-warga biasa juga.


            “Kau mungkin menyebut surat dari penggemarmu sebagai surat cinta. Tapi. . . aku tidak melakukannya,  Arata. Bagiku surat cinta yah surat dari seseorang yang mencintaiku dan surat penyemangat yang kau sebut itu adalah surat dari penggemarku yang memberiku semangat.”


            Arata melirik ke arahku. “Lalu amplop hitam itu tadi masuk ke kategori yang mana,  Author? Surat cinta atau surat penyemangat?”


            “Surat penyemangat. Kau puas mendengarnya, Arata??”


            “Puas mendengarnya, Author.”


            Ting. Pintu lift terbuka ketika tiba di lantai lima. Aku bersama dengan Arata berjalan keluar bersama dan menuju ke kamar kami yang berada di ujung koridor. Sembari berjalan menuju ke apartemen kami masing-masing, aku membuka ponselku untuk mengecek beberapa pesan yang masuk. Tiba-tiba. . . aku ingat selama seminggu ini aku belum membuka #kekasihrahasiaarata selama seminggu ini.


            Penasaran dengan perkembangan yang terjadi selama seminggu ini dan berharap berita kecil antara aku dan Arata sudah berakhir, aku mengetik tagar itu di halaman pencarian instagram milikku.


            “A-apa yang ter-“


            Tanganku tiba-tiba saja bergetar ketika menemukan foto lain antara aku dan Arata di upload hari ini dengan menggunakan tagar yang sama.


            “Ada apa,  Author?”

__ADS_1


            Arata sepertinya menyadari keterkejutanku dan langsung melihat ke layar ponselku dengan tanganku yang bergetar. Arata bahkan melepaskan kacamata hitam yang menutupi kedua matanya hanya agar bisa melihat dua foto baru antara aku dan Arata yang baru saja diupload beberapa jam yang lalu dan sudah dibagikan sebanyak ratusan ribu kali hanya dalam hitungan jam.


            “Ini. . . bukannya saat tadi kau berbisik dan ketika kau datang menghampiriku di cafe??” tanyaku pada Arata.


            “Mengingat latar belakang di foto ini sepertinya itu memang benar, Author. Tapi.  . .” Arata meminjam ponselku dan melihat dua foto itu lebih dekat lagi.


            “Tapi apa?”


            “Bagaimana orang yang memfoto dua foto ini bisa mendapatkan angle yang bagus ini?? Aku benar-benar terlihat sangat tampan di foto ini. . .”


            Glek. Aku menelan ludahku karena tidak percaya dengan apa yang aku dengar dari mulut Arata itu. Aku merebut kembali ponsel milikku dari tangan Arata. “Bisa-bisanya kau sempat mengomentari angle di saat seperti ini, Arata?”


            “Kenapa tidak?? Hasil foto ini adalah karya seni bagi penggemarku, Author. lihat betapa tampannya aku di foto ini, Author.”


            Aku benar-benar tidak habis pikir dengan bagaimana sikap Arata itu menanggapi dua foto tentang dirinya yang beredar. Dua foto ini dengan jelas menegaskan bahwa orang yang mengambilnya berada di dekat kami. Tidak hanya itu saja, dua foto ini juga menegaskan bahwa usaha kami untuk menjaga jarak selama seminggu ini ternyata tidak membuahkan hasil yang kami inginkan.


            “Biarkan aku melihat komentarnya, Author!” Arata merebut kembali ponsel milikku.


            “Kenapa tidak menggunakan ponselmu sendiri, Arata??” tanyaku kesal setelah ponselku kembali direbut oleh Arata.


            “Aku tidak punya akun instagram, Author.” Arata menggeser kolom komentar dan membacanya dengan sangat serius.


            Kami tiba di depan apartemen Arata lebih dulu dan Arata tiba-tiba mengembalikan ponselku kepadaku. “Soal komentar lebih baik, Author tidak membacanya.


            “Apa mereka bicara seburuk itu tentangku?? Harusnya. . . tadi aku menjaga jarak denganmu dan lebih berhati-hati lagi. . .”        


            “Aku hanya bisa bilang penggemarku benar-benar mengenalku dengan baik, Author.”


            Setelah mengatakan hal itu, Arata masuk ke dalam apartemennya dan meninggalkanku yang masih dalam keadaan bingung dan tidak mengerti. Penasaran dengan komentar yang tertulis di dalamnya, aku kemudian mempercepat langkahku dan segera masuk ke dalam apartemenku untuk melihat komentar buruk yang mungkin menyerangku seperti sebelumnya.


            Huft. Aku menghela napas  untuk mempersiapkan diri menerima komentar buruk yang diarahkan kepadaku. Bahkan rasanya tangan dan kakiku terus bergetar dan berkeringat dingin karena rasa takutku yang membuatku teringat masa laluku.


            Xxx1: Jika kita melihat bagaimana Arata berbisik kepada Author Wallflower, aku rasa aku bisa mendengar dengan jelas apa yang Arata bisikkan.


            Xxx2 membalas komentar xxx1: Apa yang Arata bisikkan pada Author Wallflower?

__ADS_1


            Xxx1 membalas komentar xxx2: Aku mencintaimu, Author.


            Xxx2 membalas komentar xxx1: Kyaaaa. . . Author Wallflower yang dapat bisikan tapi aku yang di sini melihat foto guling-guling karena meleleh.


            Aaa1: Beruntung sekali, Author Wallflower. Meski sebelumnya banyak yang mengatakan jika Author Wallflower tidak cukup pantas di samping Arata, maka dengan cara ini Arata kita tersayang membuktikan kepada kita semua jika cinta sudah bertindak, fisik dan popularitas tidak lagi terlihat.


            Xxx1 membalas komentar aaa1: setuju.


            Bbb1: Author Wallflower yang dapat bisikan, aku yang dag dig dug.


            Ccc1: Kudengar dua foto itu adalah dua foto itu adalah dua foto yang diambil hari ini pada saat Arata akan syuting adegan ciuman dengan lawan mainnya di film barunya. Pada foto pertama Arata berbisik pada Author Wallflower untuk tidak datang ke lokasi syuting dan melihatnya melakukan adegan ciuman. Lalu foto kedua adalah foto yang diambil setelah Arata melakukan adegan ciuman dengan lawan mainnya dan mengambil minuman milik Author Wallflower.


            Yyy1 membalas komentar ccc1: Benarkah itu??


            Ccc1 membalas komentar yyy1: Itu benar. Temanku adalah salah satu kru yang bekerja untu film baru Arata. Dia mengatakan bahwa Arata sengaja menunggu kedatangan Author Wallflower untuk melarangnya melihat adegan ciuman yang akan dilakukannya dengan lawan mainnya.


            Xxx1 membalas komentar ccc1: Ahhhhh. . . Arata kita romantis sekali. Dia mengambil minuman milik Author Wallflower untuk melakukan ciuman tidak langsung dengan Author Wallflower karena telah berciuman dengan wanita lain.


            Ccc1 membalas komentar xxx1: kurasa juga begitu. Aku ingin ada di sana dan mengabadikan momen pasangan manis itu secara langsung.


            Xxx1 membalas komentar ccc1: Siapa yang akan menyangka Arata kita yang dingin itu ternyata menjadi begitu manis di depan orang yang disukainya??


            Yyy1 membalas komentar xxx1: Author Wallflower benar-benar beruntung jika berhasil membuat Arata menjadi kekasihnya. Arata. . . aku mendukungmu dengan Author Wallflower.


            Xxx1 membalas komentar yyy1: Aku juga.


             Aku menutup akun instagramku dengan wajah tidak mengerti. Aku mengingat ucapan Arata sebelum masuk ke dalam apartemennya dan ucapan Arata ketika meminum americano milikku di cafe siang tadi.


“Aku hanya bisa bilang penggemarku benar-benar mengenalku dengan baik, Author.”


            “Pahit americano tadi membersihkan sesuatu yang kotor menempel di bibirku tadi.”


            Setelah mengingat kembali dua kalimat itu, aku kembali membuka ponselku dan melihat komentar dari Ccc1. Mungkinkah alasan Arata mengambil ameicano-ku dan meminumnya meski pahit adalah seperti yang dikatakan oleh ccc1 dalam kolom komentar?


            “Heh, itu tidak mungkin.” Aku menutup ponselku sembari menggelengkan kepalaku membuang pikiran itu jauh-jauh dari dalam benakku. Aku juga memberi peringatan kepada diriku sendiri untuk tidak terbawa suasana seperti yang tertulis dalam kolom komentar itu. Arata hanya mengagumiku. Dia tidak mungkin menyukaiku. Ingat itu dengan baik, Asha!

__ADS_1


 


 


__ADS_2