
Arata’s POV
Dari kejadian ini, dari banyak kejadian yang terjadi beberapa waktu ini dan dari Author yang aku kagumi, aku belajar banyak hal. Author yang selama ini kukagumi tulisannya dan menyelamatkanku dari jurang putus asa, nyatanya memiliki keputuasaannya sendiri. Pertama masalah perundungan yang dialaminya bukan hanya sekali tapi dua kali. Perundungan pertama yang berakhir dengan cara yang menyakitkan bagi Author meninggalkan trauma tersendiri bagi Author. Semua hal yang membahagiakan dalam hidup Author hancur karena perundungan itu dan membuatnya kehilangan teman, keluarga dan masa mudanya. Pada kejadian itu, Author kehilangan kepercayaannya kepada banyak orang, termasuk orang tuanya sendiri.
Setelah berusaha bangkit dari perundungan pertama dan memulai kehidupannya lagi berat bantuan neneknya, Author kembali memberikan kepercayaannya kepada orang-orang dan mempercayai mereka sekali lagi. Tapi belum lama Author menaruh rasa percaya kepada mereka, kejadian buruk yang pernah menimpanya terulang lagi. Iri dan dengki adalah satu dari beberapa sifat buruk yang dimiliki oleh manusia, sebagian manusia menekan sifat buruk itu dengan baik dan sebagian lainnya membiarkan sifat buruk itu tumbuh dan pada akhirnya merusak orang lain dan diri mereka sendiri.
Penyelesaian pada kasus pertama yang berakhir buruk dan menyakitkan bagi Author, membuat Author memilih lari dan menghilang sebelum hal yang lebih buruk terjadi padanya seperti pada kasus pertama. Lari dari kehidupan, lari dari masyarakat dan lari dari orang tuanya serta keluarga yang harusnya menjadi tempat berlindung baginya. Pengalaman buruk Author sebagai seseorang yang mencoreng nama baik keluarganya, membuat Author memilih untuk tidak pernah kembali pada keluarganya setelah hal buruk yang menimpanya dan kematian neneknya.
Kali ini setelah memberikan kepercayaan untuk kedua kalinya dan dikhianati untuk kedua kalinya, Author akhirnya memilih untuk mengurung dirinya di dalam sangkar pelindung miliknya. Tapi ... meski takdir sering kali memberikan menuliskan sesuatu yang buruk dalam jalan hidup manusia, dalam takdir buruk itu akan selalu ada sesuatu yang baik yang mungkin tidak akan disadari oleh manusia itu sendiri.
Karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, karena nyawa di dalam tubuhnya masih hidup, Author yang menolak untuk berhubungan dengan manusia lain akhirnya terpaksa membuat hubungan kecil dengan manusia lain. Setelah semua mimpi buruk yang ditemui oleh Author, kali ini seseorang dengan hati baik datang kepadanya dan sedikit memberikan pertolongan untuknya. Orang itu adalah Nona Warda. Wanita yang sedikit tidak bisa mengerem mulutnya ketika sedang bicara itu, masuk ke dalam sangkar pelindung Author dan membuatnya merasakan sedikit kepercayaan manusia yang selama ini selalu mengkhianatinya.
Entah karena kasihan atau entah karena rasa kemanusiaan, Nona Warda selalu berkunjung ke apartemen Author dengan alasan pekerjaan dan alasan makanan yang diberikan oleh ibunya. Tapi berkat itu ... Author yang sempat tidak bisa mempercayai manusia, akhirnya mulai sedikit mempercayai manusia dan mulai berteman baik dengan Nona Warda. Di sisi lain Nona Warda yang menyadari bahwa kepercayaan di hati Author mulai tumbuh lagi, berusaha keras untuk membawa Author keluar dari sarang pelindungnya dan mengembalikannya kepada masyarakat.
Dan usaha itu membawa Author bertemu denganku.
Meski dengan cerita yang berbeda, kami berdua yang memiliki luka menyakitkan dalam hidup kami bertemu dan berbicara. Tanpa saling mengenal, dua orang asing yang punya luka menyakitkan saling menguatkan satu sama lain hingga pada akhirnya aku jatuh cinta padanya.
__ADS_1
Butuh waktu yang lama bagiku untuk menemukannya dan begitu menemukannya, aku merasa sangat-sangat senang seolah semua keinginanku semasa hidupku telah terpenuhi.
Aku membutuhkan usaha yang benar-benar ekstra untuk membuat Author merasa nyaman di dekatku. Lukanya tentang kepercayaan kepada orang lain, belum sembuh sepenuhnya. Ditambah lagi aku adalah seseorang yang jadi pusat perhatian yang ingin dihindari oleh Author.
Meski disebut dengan orang yang tidak tahu malu, meski disebut dengan benalu yang menyebalkan, meski disebut dengan berbagai umpatan lainnya, aku yang sudah menunggu waktu untuk bertemu dengan Author, tidak akan menyerah membuatnya percaya padaku. Aku berusaha keras memahami Author, aku berusaha keras mengerti Author dan terakhir, aku berusaha memahami rasa sakit milik Author. Dan dalam usaha itu ... aku mulai merasakan, mulai mengerti setiap rasa sakit yang dialaminya.
Di saat Author mulai percaya padaku, masalah yang sama datang menimpa Author untuk ketiga kalinya. Tapi kali ini ... aku tidak membiarkan Author mendapatkan akhir yang sama seperti dua masalah yang pernah terjadi padanya. Dengan kejadian ini, aku ingin membuat Author mengerti bahwa ada orang-orang tertentu di dunia ini yang akan percaya padanya. Aku ingin Author tahu bahwa di dunia ini, masih ada manusia yang bisa dipercaya.
Berkat usaha keras, akhirnya aku berhasil membuktikan hal itu dan membuat Author mulai percaya lagi kepada manusia dan tidak lagi menarik dirinya dari kehidupan sosial manusia.
Lalu untuk keputusasaan kedua Author, masalahnya dengan keluarganya yang belum diselesaikan dengan baik. Karena perundungan yang terjadi di masa lalu, Author menghindari keluarganya. Dan sama seperti Author, keluarganya yang menganggap Author sebagai pencoreng nama baik keluarga juga menghindari Author. Hubungan anak dan orang tua dan hubungan antar saudara itu akhirnya menjadi dingin dan mungkin lebih dingin dari es di benua kutub utara. Hubungan itu tetap menjadi dingin hingga sebuah kejadian nahas terjadi dan merenggut seluruh nyawa dari keluarga Author dalam semalam.
*
Kak Rama membatalkan beberapa jadwalku dan berhasil membuatku memiliki dua jam waktu kosong di sela-sela jadwal pekerjaanku. Tapi ... waktu itu tidaklah cukup. Aku tidak bisa meninggalkan Author di apartemennya seorang diri dan membiarkan dirinya dikelilingi perasaan sedih, bersalah dan menyesal.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku melakukan sesuatu yang enggan aku lakukan. Aku mengambil ponselku dan menghubungi Kakakku-Kendra lebih dulu.
__ADS_1
“Arata ... “ Aku mendengar suara senang dari dalam ponselku ketika Kendra mengangkat panggilanku. “Angin apa yang membuatmu menghubungiku, adik kecilku?”
“A-aku butuh bantuan Kakak.” Meski tidak ingin, aku memaksa mulutku untuk mengatakan kalimat itu. Tadinya ... aku mengira Kendra akan menyulitkanku untuk pembalasan sikap burukku selama ini padanya, tapi dia tidak melakukannya.
“Bantuan apa?”
“Keluarga Author, ah tidak Asha meninggal dalam kebakaran. Asha masih syok berat dan masih harus menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor polisi. Aku ingin Kakak menemaninya menggantikanku karena beberapa jadwalku tidak bisa kulobi untuk ditunda. Jika bisa ... Kakak bawa pengacara keluarga kita untuk berjaga-jaga.”
“Aku bisa melakukannya, Arata. Hanya itu saja?” Tanpa banyak bertanya, Kak Kendra yang selama kukenal bicara dengan nada ketus dan tajam, menerima begitu saja permintaanku.
“Satu lagi. Aku tidak tahu apakah aku boleh melakukan ini??”
“Katakan saja, Arata.”
“Aku tidak bisa meninggalkan Author di apartemennya seorang diri. Aku takut Author akan melakukan hal buruk jika ditinggal seorang diri, lalu sahabat Author-Nona Warda memiliki bayi yang harus diurusnya, jadi dia tidak akan bisa menemani Author. Jadi aku ingin bertanya, apakah aku bisa membawa Author untuk tidur di rumah kita?”
“Kau bisa melakukannya, Arata. Ibu dan Ayah tidak akan keberatan dan kebetulan sekali, Ayah dan Ibu menyukai Asha. Nanti aku akan membawanya pulang setelah dari kantor polisi. Kau hanya perlu membawa beberapa barang kebutuhan Asha dari apartemennya.”
__ADS_1
Tidak pernah aku kira, Kakakku-Kendra akan memberikan pertolongan ini dengan mudah. Aku juga tidak mengira jika mulutku akan mengatakan kata ini kepadanya, “Terima kasih, Kak.”