My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
kesedihan Fardhan dan Elsa


__ADS_3

di saat kedua temannya itu sedang di kapal,Fardhan memang kesulitan menghubungi mereka karena dia sedang ada di rumah sakit saat ini.


bukan apa, kondisi dari Elsa yang tiba-tiba kesakitan dan beruntung dokter Hasan bisa menanggani gadis itu.


"keluarga pasien?" tanya dokter Hasan.


"tuan kami harus melakukan sebuah prosedur untuk kuret, karena istri anda mengalami hamil anggur dan itu bisa membahayakan jika terus di biarkan," kata dokter Hasan.


"baiklah lakukan yang tebaik dokter, tapi tolong jangan bilang apapun padanya saat selesai nanti, karena aku tak ingin dia sedih," mohon pria itu.


"baiklah tuan, saya mengerti," jawab dokter Hasan.


akhirnya Elsa pun di bawa ke ruang penangganan, malam itu juga gadis kesayangan dari Fardhan pun harus melakukan hal yang menyakitkan.


butuh dua jam untuk selesai melakukan prosedur itu, dan Elsa masih dalam kondisi bius total, dan Fardhan terus menemani kekasihnya itu.


dia terus berada di samping Elsa, dan tak pernah melepaskan genggaman tangannya.


malam itu pun berlaku begitu saja, Fardhan harus menginap di rumah sakit bersama dengan Elsa.


pagi ini Zoey bangun dan melihat ponselnya yang sudah ada ada telpon masuk dari temannya Elsa.


"maaf aku menganggu mu pagi-pagi gini, aku sedang di rumah sakit, bisa minta tolong gak bestie?" suara Elsa yang begitu lemah.


"tentu El, mau minta tolong apa?" tanya Zoey yang baru bangun juga.


"bisakah kamu mengantar sarapan untuk ku dan kak Fardhan, aku tak bisa menghubungi Cherry, dan aku ingin bertemu dengan mu karena ingin mengatakan sesuatu," kata gadis itu dengan sedih.


"baiklah, satu jam lagi ya, karena aku juga baru bangun," kata Zoey.


"iya gak papa," jawab gadis itu.


Saga yang terganggu ikut bangun dan melihat istrinya itu sedang menerima telpon dari seseorang.


"siapa sayang, ini masih pagi loh, kamu mau pergi kemana?" tanya saga dengan pertanyaan beruntun.

__ADS_1


"aku harus ke rumah sakit Daddy, elsa sedang sakit dan dia juga ini ada pembicaraan penting, jadi sekarang Daddy harus siap-siap ke kantor juga," kata Zoey yang sudah mengikat rambutnya.


Saga pun di bantu untuk turun dari ranjang dan mulai untuk mandi bersama Zoey.


setelah itu mereka pun keluar dari kamar dengan mengunakan baju santai.


"hei ini hari libur, kalian mau kemana?" tanya mama Naura melihat keduanya.


"kami harus pergi ma, sepertinya kami sarapan di luar saja, kalau begitu kami pamit ya ma," kata zoey yang berpamitan.


akhirnya mereka pun pergi di antar oleh dua orang pengawal, Saga masih mencoba menghubungi Levi dan dokter Aiden tapi tak bisa.


entah dua orang itu sangat sulit di hubungi dari kemarin, mobil sempat berhenti di salah satu warung.


setelah itu mereka pun lanjut menuju ke rumah sakit, sesampainya di sana, mereka pun langsung menuju ke ruangan VIP rawat milik Elsa.


"selamat pagi..." sapa Zoey dan Saga yang datang.


"selamat pagi, kalian sudah datang, bagaimana bisa tau?" tanya Fardhan tak percaya melihat keduanya.


"uh... aku juga sangat merindukanmu, oh ya sekarang kita sarapan dulu, tadi aku beli nasi uduk pakai ayam, ya karena aku tau kamu suka itu," kata Zoey.


"terima kasih," kata Elsa dengan senang.


"ada buah juga, agar kondisimu segera pulih, dan untuk mu Fardhan jangan menutupi apapun itu karena itu tak baik untuk ibu yang baru saja mengalami keguguran," kata Saga.


"bagaimana kamu tau?" tanya Fardhan tak percaya.


"ini ruangan khusus, dan tadi ada seorang suster yang mengatakan jika kalian baru saja melakukannya tindakan kuret," kata Saga.


"ah... itu ya, janin kami tak terbentuk dengan baik, dan dokter mengatakan jika itu hamil anggur," terang Fardhan.


"sepertinya kalian juga harus mulai hidup sehat, terlebih dirimu yang senang sekali merokok, jika masih ingin punya anak," kata Saga mengingatkan.


"baiklah aku mengerti, dan aku akan mengikuti saran dokter juga, dan mungkin kami juga segera menikah,aku tak ingin anakku lahir tanpa ada ikatan di antara orang tuanya," kata Fardhan.

__ADS_1


"aku tak mau, aku tak ingin merebut kakak dari kak Wilma," jawab Elsa.


"hei teman, kamu jangan gila hanya memikirkan dirimu sendiri seperti ini, kakak mu sudah mati, dan kalian yang masih hidup ini berhak bahagia," marah Zoey.


"tapi aku sudah puas seandainya hanya menjadi ibu dari anak kak Fardhan meski tanpa ikatan," kata Elsa.


"tidak bisa, itu tindakan ilegal di negara ini, dan jika itu terjadi pun, anakmu akan ikut namamu dan tak di akui hukum sebagai anak ayahnya, karena kalian tak memiliki dasar hukum, jadi pikirkan itu sebelum berpikiran konyol seperti itu," marah Zoey.


Elsa pun diam, Saga tak mengira istrinya bisa sehebat ini bahkan sampai bisa membuat Elsa yang keras kepala akhirnya luluh.


"meski kamu menolak, aku akan tetap menikahimu elsa, karena sekarang kamu adalah kebahagiaan ku," kata Fardhan.


"sudah sayang biarkan mereka dulu, kita sarapan dulu karena aku sudah sangat kelaparan," kata Saga.


mereka pun tertawa, setelah sarapan ternyata Evan dan Cherry baru datang


"kalian jahat sekali, seandainya mama tak bilang aku takkan tau jika Elsa sakit," kata Cherry dengan nafas yang memburu.


"kamu kenapa sayang, uh... maaf baru bisa datang, tadi aku dan suami juga sempet beli kue red Velvet kesukaan mu, dan juga ada desert box untuk semuanya," kata Cherry yang menunjuk kue di tangan Evan.


"wih... jualan kue kamu?" ledek Saga.


"tutup mulut mu, memang kenapa jika aku jualan kue, pasti juga untung kok," kata Evan kesal.


"alah gitu ae ngambek, sudah sekarang ayo kita biarkan para wanita ini berbincang, dan kita cari kopi di kantin rumah sakit," ajak Fardhan.


setelah para pria itu pergi, Elsa pun langsung menangis sesenggukan saat ingat bagaimana dia sangat bahagia saat tau hamil.


tapi ternyata bayinya itu tak sempurna hingga harus di gugurkan seperti ini.


mendengar cerita dari elsa, Cherry pun tau rasanya, setidaknya gadis itu bisa hamil secara normal.


sedang dirinya harus melakukan inseminasi buatan agar bisa menjadi seorang ibu.


"tolong jangan sedih seperti ini, jika jamu saja seperti ini down-nya, bagaimana perasaan ku yang bahkan lebih buruk lagi, jadi jangan merasa gagal karena kamu bisa hamil lagi secara normal," kata Cherry

__ADS_1


"ah maafkan aku, seharusnya aku tak mengatakan itu, maaf sempat memiliki pikiran buruk... terima kasih sudah menjadi dukungan terkuat untukku..." kata Elsa memeluk kedua temannya itu.


__ADS_2