
Saga juga menahan agar tak tertawa, sebenarnya dia juga ingin menghilangkan wanita itu, tapi di tahannya, karena dia tak ingin wanita itu curiga.
"meski kamu menempel padanya seperti benalu, tapi ingatlah aku adalah istrinya, mau bagaimana pun dan apapun yang kamu lakukan itu tak akan merubah apapun," kata Zoey dengan tenang.
Cherry pun mengangguk, "itu benar, karena wanita tak tau malu seperti mu itu bukan di tempat seperti ini seharusnya, tapi di tempat sampah,"
tadi Elsa sudah di minta pergi terlebih dahulu, agar Hila tak tau jika gadis itu juga kenalannya.
Levi dan Saga hanya diam, toh mereka memang tak ingin membantah apapun yang di katakan oleh zoey.
"hei kalian tak mau membantu ku untuk membela diri?" kesal Hila.
"maaf saya tak minat," saut Levi.
"tuan Sagara yang terhormat, jika nanti ingin pulang, lebih baik mandi sebanyak tujuh kali dan saah satunya campur tanah biar bersih, ingat jika tidak melakukan apa yang seperti aku katakan jangan pernah pulang," kata Zoey dingin yang kemudian pergi bersama dengan Cherry.
Levi tertawa terbahak-bahak mendengar itu, sedang Hila tak mengerti apa yang di maksud oleh Zoey.
"memang kamu habis kenapa? memang mandi campur tanah itu bisa bersih?" tanya wanita itu.
"karena dia habis terkena najis kotoran yang sangat buruk, itulah kenapa dia di suruh mdnfi tujuh kali dsn di campur tanah, kalau di dalam salah satu agama itu adalah najis saat kamu di jilat anjing setahuku," jawab Levi yang berusaha diam.
tapi pria itu kembali tertawa terbahak-bahak, Zoey dan temannya memutuskan untuk pulang.
"sudahlah... aku baru ingat jika ada rapat mendadak, Levi temani dia belanja, dan maaf aku harus pergi," kata Saga yang segera memutuskan untuk pergi.
"apa kamu sungguh-sungguh, kita baru ketemu," kata Hila yang tak ingin di tinggalkan begitu saja oleh pria itu.
"tapi maaf, aku harus pergi," jawab Saga yang langsung pergi begitu saja.
Hila pun merasa kesal, tapi setidaknya dia bisa berbelanja sepuas hatinya.
Levi memberikan kartu itu pada wanita itu, "kamu belanja sendiri, aku ingat jika aku yang harus menemani bos besar,"
__ADS_1
"sudah pergilah," kata Hila
Levi menukar kartu kredit yang di berikan oleh Saga, dengan kartu kredit yang dia persiapkan.
dan limit kartu itu cuma seratus juta, karena Levi tau jika Hila saat berbelanja bisa menghabiskan ratusan juta.
Hila pun mulai bersenang-senang dengan kartu itu, tapi dia kaget saat membayar karena kartu itu sudah limit di satu butik.
"apa maksudnya dengan kartu ini tak bisa di gunakan, kamu ingin menipuku?" marah Hila yang tak percaya jika Saga memberinya kartu yang tak berguna seperti itu.
tapi saat dia melihat nama yang terdapat di kartu itu, dia kesal ternyata kartu itu sudah di tukar oleh Levi.
dia pun yang terlanjur malu, akhirnya memilih pergi dan akan menuntut Levi saat bertemu lagi nanti.
---------ππππππ
malam harinya semua sudah bersiap, Elsa turun dari lantai dua bersama dengan zoey dan Cherry.
gadis itu sangat cantik dan seksi,terlebih gaun berwarna pastel yang di padukan dengan sweater rajut yang senada membuatnya terlihat elegan.
"mereka itu bukan bengong karena kamu tak pantas, tapi karena kami terlalu cantik, hei tuan... hapus air liur mu itu, kamu tak melihat istrimu ini," kesal Cherry pada suaminya itu.
"bukan begitu sayang, aku hanya tak menyangka jika perubahan dari Elsa begitu drastis di tangan kalian," puji Evan yang memang terpukau.
"sudahlah kamu memang pintar kalau melakukan hal seperti ini," kata Cherry.
"baiklah, biar aku pergi bersama dengan Elsa, atau kita akan keduluan orang lain," kata asisten Levi dan Saga yang juga sudah menyamar.
bahkan mereka juga totalitas, bahkan Saga harus mau memakai parfum murah agar tak di kenali.
Zoey memberikan suaminya itu kecupan di bibir sebelum berangkat, Fardhan dan Evan akan memantau dari kejauhan.
sedang Zoey meminta bantuan dari anak buah milik papa mertuanya untuk ikut mengawasi Saga.
__ADS_1
terlebih pria itu berkali-kali hampir mati karena melakukan hal konyol yang sebenarnya mudah untuk di selesaikan.
mereka semua pun berpencar, Cherry di minta tetap stay di rumah Fardhan takutnya akan terjadi apa-apa.
Zoey memakai rompi pelindung dan juga menyiapkan dua pistol yang di berikan Sean.
"apa papa tau kalau aku ikut operasi ini?" tanya Zoey.
"tentu saja, karena jika bukan tuan besar yang memberi perintah, tak akan semua pasukan yang ku bawa adalah pasukan berani mati," jawab Sean.
"baiklah, seakrng kita menuju ke bar uang sudah di atur dan aku beritahu alamatnya," kata Zoey.
"emm... nyonya besar, sebenarnya bar yang akan kita mata-matai adalah bar milik tuan sepuh, dan anda adalah pemiliknya sekarang,"kata Sean yang memang adalah orang kepercayaan dari opa David dan papa Samuel.
"apa? kalau begitu minta penjagaan di perketat, aku minta semua data dari tamu VIP dari bar itu, segera," kata Zoey.
"yang saya tau nyonya, tamu VIP bar itu cuma ada dua, yaitu tuan Zamrud dia adalah seorang mafia kelas kakap dan juga teman dari tuan besar, sedang tamu yang satu lagi dia adalah pedagang narkoba terbesar dan sekarang jadi incaran polisi internasional," kata Sean menjelaskan.
"tapi kenapa polisi tidak ada yang bisa menangkapnya, jika dia penjahat besar,"
"itu karena semua bukti tak ada yang mengarah padanya, dan pria itu yang juga di ketahui adalah orang yang melecehkan kekasih tuan Fardhan pertama kali, dan menjadi gudang uang untuk nona Hila, dan wanita itu yang terus menjadi penyelamatnya," terang Sean.
"ya Tuhan, berarti suamiku dan semuanya dalam bahaya, kenapa dia begitu ceroboh," kata Zoey tak habis pikir dengan suaminya.
di dalam bar, Elsa sudah duduk sedih penampilan wanita itu ternyata berhasil menarik Hila.
Elsa pun pura-pura sedih di bagian meja bartender, "ada apa nona cantik kenapa sedih?"
"aku butuh uang, apa di bar ini perlu tenaga tambahan?" tanya Elsa dengan wajah memelas.
"tidak ada lowongan nona, tapi di lihat dari pakaian mu ini adalah pakaian mahal?" tanya pria itu.
"pakaian ini, aku memilikinya karena membeli dipasaran, itu pun baju bekas pakai, tapi bagus kan, ya setidaknya aku harus mencari bos besar untuk memberiku uang," kata Elsa tersenyum hambar.
__ADS_1
"aku bisa memberimu pekerjaan, perkenalkan aku Sahila, dan jika anda benar-benar mau memiliki pekerja yang mudah mendapatkan uang, aku akan memberikannya," kata Sahila mengulurkan tangannya.
Elsa pun menjabat tangan wanita itu, dan saga serta Levi pun tersenyum karena buruan sudah masuk perangkap.