
dokter Aiden dan beberapa perawat yang menerima panggilan darurat dari ruangan Saga pun sampai.
tapi dia kaget melihat Zoey yang sudah di ranjang Saga, dan di lantai ada seseorang yang terkapar tak berdaya.
"kenapa bisa ada penyusup, bereskan dia," perintah dokter Aiden.
"dia bukan penyusup dokter, dia itu pembunuh, dan berusaha membunuhku,dan kamu harus lihat siapa dia," kata Zoey yang sedang bersandar di dada bidang suaminya.
ya zoey tadi kaget saat melihat tangan Saga bergerak menunjuk kearahnya.
setelah menaikan sandaran ranjang itu, kini Zoey bisa duduk bersama suaminya.
karena itu adalah kenyamanan tersendiri untuknya, bahkan Saga berusaha merangkul Zoey meski tangannya belum sepenuhnya bisa bergerak.
saat kedua perawat pria itu mengangkat tubuh penyusup itu, mereka kaget karena penyusup itu adalah suster Aliya.
"dokter, ini adalah suster Aliya," kata seorang perawat itu.
"wanita sialan ini lagi, bawa ke ruang isolasi khusus gangguan syaraf di rumah sakit ini," perintah dokter Aiden.
"baik dokter," jawab keduanya.
mereka pun langsung bergegas membawa wanita itu ke ruangan isolasi.
dan dokter Aiden kaget melihat tangan Saga yang merangkul pinggang Zoey.
"turun dari sana zoey, dia istirahat karena kondisinya belum sepenuhnya sembuh," kata dokter Aiden
"aku tau batasan ku dokter, jadi tolong jangan terus mengungkitnya, jika anda memang dokter terhebat dan melihat sahabat mu dalam kondisi seperti ini, seharusnya ada berpikir keras bagaimana caranya untuk bisa menyembuhkan dia," marah Zoey
dokter Aiden terdiam, pasalnya dia juga sudah berusia keras untuk membantu sahabatnya itu.
__ADS_1
"dan yang membuat ku kecewa adalah, ini adalah salah satu ruang VIP di rumah sakit, tapi bagaimana bisa wanita tadi masuk," kata Zoey.
"iya maafkan aku, kalau begitu biar aku yang menegur mereka," kata dokter Aiden yang merasa gadis itu berubah.
zoey pun masih melakukan hal yang sama, "tolong sadar dan sembuh Daddy,aku membutuhkan mu, karena ternyata semua orang mulai menunjukkan dirinya ingin merasa jadi paling benar," kata zoey.
"maaf..." lirih Saga.
akhirnya malam itu untuk pertama kali setelah hampir dua Minggu mereka akhir akan tidur bersama.
keesokan harinya, semua persiapan sudah selesai, untuk Sabrina melakukan konferensi pers demi melukai harta diri dari kakaknya.
sedang di tim Evan masih menunggu Zoey berangkat ke kantor karena mereka sedang merencanakan sesuatu yang cukup serius.
asisten Sean dan asisten Mike datang menjemputnya, begitu pun asisten Levi.
"mari nyonya kita berangkatkan," ajak asisten Levi.
mereka pun berangkat karen Zoey harus mengunjungi beberapa tempat usaha milik Saga untuk inspeksi mendadak.
beruntung pagi itu suasana kota tak terlalu rame, jadi mereka langsung menuju ke proyek yang di tuju.
sesampainya di proyek mereka pun langsung menuju ke kantor mandor proyek untuk mengambil baju keamanan.
setelah memakai helm dan masker, mereka mulai mengelilingi proyek pembangunan hotel dua puluh lantai di pinggiran kota.
sedang di sebuah ballroom mewah, seluruh orang dari Sabrina siap untuk mengamankan proses konferensi pers yang akan di adakan dua jam lagi.
dokter Aiden, Evan dan Fardhan kini masuk ke ruangan Saga untuk membuat pria itu mau bangun dan membantah semua yang ajen di katakan oleh Sabrina sang wanita ular.
"ya Tuhan nona apa yang kamu kenakan?" kaget asistennya Fuad
__ADS_1
"ini baju terbaikku, tentu aku harus tampil dengan cetar karena fotonya tentu harus menarik bukan," jawab Sabrina.
"jika pakaian anda seperti itu, bagaimana bisa semua orang percaya jika anda terbuang dan teraniaya, masak ada orang terusir dari keluarganya bisa membeli baju keluaran desainer luar negri," kata asisten Fuad.
"ah ha-ha-ha kamu benar juga, baiklah aku akan ganti tapi bantu aku memilih bajunya," kata Sabrina yang selalu percaya pada asistennya itu
pria itu memilih kemeja yang mahal tapi telihat cukup biasa dan di lengkapi celana jeans panjang berwarna hitam.
akhirnya yang di tunggu-tunggu datang, Sabrina di ajak Fuad untuk masuk ke ruangan konferensi pers.
terlihat semua wartawan datang dan penasaran dengan apa yanga kan di bahas nantinya.
terlebih keluarga Graham di kenal sebagai seorang konglomerat di kota Surabaya, dsn setiap apapun yang di lakukan tindak tanduknya pasti jadi incaran para pemburu berita.
Sabrina datang dengan wajah sedih dan seakan dia korban dari keluarganya.
dia pun duduk dengan nyaman, tak butuh waktu lama acara pun di mulai.
"selamat pagi semuanya, hati ini saya sebagai perwakilan dari nona Sabrina ingin menjelaskan apa yang dia alami, kalian semua sudah menerima video yang sudah kami kirimkan, dan kalian boleh mengajukan pertanyaan," kata asisten Fuad.
"apa benar tuan Samuel merebut Semuanya milik adik-adiknya, karena yang saya tau perusahaan itu sempat hampir bangkrut dan berkat tuan Samuel dan putranya, mereka berhasil membuat perusahaan itu berjaya kembali?" tanya seorang reporter yang memang mengikuti keluarga Graham dari lama.
"itu hanya kebohongan yang di buat oleh kakak Samuel untuk menutupi kenyataan jika dia merebutnya dari saudara-saudaranya. dan untuk yang sebenarnya saya punya buktinya, tolong di putar," kata Sabrina.
tapi tak terduga yang di putar adalah sebuah video rekaman dari kecelakaan dari mobil Saga yang di tabrak oleh mobil.
bahkan kecelakaan itu membuat semua orang tercengang, terlebih bagaimana tubuh dari asisten Veve yang terpental dan menghantam aspal.
bahkan darah mengenang di sana, saat mobil Saga juga hancur dan sangat mengerikan.
"bukankah itu mobil tua Saga?" celetuk salah satu reporter.
__ADS_1