My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
kamu tetap suamiku.


__ADS_3

akhirnya Zoey mau merayakan ulang tahunnya, tapi di dalam kebahagiaan itu, ada sedikit kabar buruk bagi mereka.


"sayang... seandainya jika aku tak bisa berjalan lagi bagaimana?" tanya Saga pada istrinya itu.


"tidak apa-apa Daddy, aku akan tetap berada di sisi mu, karena bagiku kamu itu sudah cukup, karena hanya melihat mu dan mendengar suaramu itu seperti keajaiban di hidupku," kata Zoey.


"kenapa bisa begitu bukankah kamu bisa meninggalkan aku, dan mencari yang sempurna," kata Saga yang merasa berkecil hati.


"tidak akan aku temukan pria seperti mu, pria yang mengulurkan tangannya padaku saat di mana dunia ku menjadi gelap, dan bagiku apapun kondisi Daddy, jamu adalah hal yang terhebat," kata Zoey dengan percaya diri.


akhir kata semua pun merasa senang, Zoey pun merasa jika suaminya itu kini akan lebih percaya diri.


mereka pun memilih tetap di kantor untuk mengerjakan semua pekerjaan yang sempat terbengkalai.


Saga tak mengira jika istrinya itu bisa menghadapi semua tantangan dari proyek-proyek besar itu.


"jadi nyonya pemegang saham terbesar setelah aku, apa yang harus kita lakukan?" tanya Saga pada istei kecilnya itu.


"sekarang Daddy harus bangkit dan bawa perusahaan ini semakin besar, dan kita tunjukkan pada dunia jika kita adalah pasangan yang sempurna," kata Zoey semangat.


"baiklah saya g, itu perintah bagiku, dan kamu bukannya harus kuliah beberapa bulan lalu?" tanya Saga yang ingat jadwal penerimaan mahasiswa baru.


"aku memutuskan akan libur satu tahun sampai penerimaan selanjutnya, toh aku harus fokus pada kehamilan dan juga pekerjaan ku kemarin," jawab Zoey.


"baiklah nyonya, aku akan merasa tersanjung saat anda mau menolongku untuk melakukan hal lain," kata Saga yang tersenyum melihat kearah Zoey.


akhirnya saga mengajak Zoey sore itu setelah pulang kantor untuk menemui seorang desainer.


itu adalah orang yang akan membuatkan baju pengantin untuk Zoey.


setelah melakukan fitting baju, mereka pun memutuskan untuk pulang karena kondisi Saga yang baru saja sadar.


selama dalam mobil, zoey terus tersenyum kearah suaminya, dia seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Saga yang kini duduk di sampingnya, "Daddy... aku merasa bingung karena bagaimana cara Daddy untuk bangun dan melakukan hal hebat tadi, bahkan membuat wanita itu di tangkap oleh polisi," tanya zoey tak percaya.


"itu akibat tingkah teman-teman ku, bahkan Aiden yang seorang dokter pun mempunyai ide gila, dan memaksaku untuk bangun," kata Saga.

__ADS_1


tim huru hara datang saat asisten Levi memberikan kode jika Zoey sudah berangkat ke kantor.


mereka pun bergegas mengambil sebuah alat yang di buat mendadak senapan, itu adalah alat kejut listrik yang sering mereka mainkan saat sekolah dulu.


dan paling gila, mereka ingin membuat Saga jadi korbannya, jika pria itu tak ingin bangun.


"Saga ingat benda ini, benda yang dulu sering kita buat bercanda saat kita bermain truth or dare, dan sekarang kita akan mengunakan alat ini padamu." kata Evan dengan semangat membara karena dulu dia yang paling sering terkena jebakan buatan Saga itu.


setruman pertama gagal,Saga tak menunjukkan apapun, tapi ide gila lain kuncir di otak dokter Aiden.


"Evan coba setrum," kata dokter Aiden.


Evan pun mulai menempelkan kabel itu pada Saga, pria itu pun mulai bergetar menahan setrum listrik itu.


dokter Aiden pun membisikkan sesuatu, "aku akan menyetrum dirimu sampai mati, dan saat Zoey sudah jadi janda, aku yang akan menikahinya," bisik pria itu.


mendengar ucapan dari dokter Aiden, reflek tangan Saga langsung menampar pipi pria itu.


semua pun terkejut, dan Evan pun menghentikan aksinya, "kalian benar-benar berniat membunuhku, rasanya tubuhku penuh aliran listrik," marah Saga yang masih dengan nada putus-putus.


"beruntung kamu sudah sadar Saga, karena perusahaan papa mu dan perusahaan mu baik-baik saja, tapi Tante ular mu itu ingin membuat publik membenci kalian, jadi kita harus menghancurkan semua konferensi pers seperti ini.


itulah kenapa mereka bisa memiliki ide gila juga salah satunya dari kenangan saat mereka sekolah.


tak butuh waktu lama, mereka sampai di rumah yang terlihat begitu sepi, tapi saat Zoey mendorong kursi roda Saga.


tiba-tiba terdengar suara teriakan dari semua orang, " suprise!!!"


semua pun meledakkan konveti untuk menunjukkan kesenangan mereka.


"terima kasih semuanya," kata Saga terharu melihat semua hal itu.


Zoey pun memeluk Saga dengan erat, bergiliran dengan semua orang yang ingin menyapa pria itu.


"sudah sekarang ayo semuanya kita makan malam bersama, setelah semuanya kita pantas merayakannya bukan," kata apa Samuel.


"siap pa," jawab seluruh orang.

__ADS_1


mereka pun makan setelah itu berbincang bersama, dan tak butuh waktu lama untuk mereka tidur cukup malam.


"mama bisa titip suamiku, aku sudah sangat lelah karena hati ini pekerjaan cukup banyak," kata Zoey memohon.


"tenang nak, serahkan pada mama, biarkan nanti mama yang akan menjaga Saga dan membantunya," terang mama Naura.


Zoey memilih mandi air hangat dulu, setelah itu dia pun langsung tertidur dengan sangat nyaman di kamar bawah rumah mewah keluarga Graham.


para tamu pun pulang, Evan dan Cherry menginap di rumah itu, bagaimana pun mereka juga putra dan menantu di keluarga itu.


Saga di antar oleh mama Naura untuk bersiap tidur, tapi Saga memilih mandi dan meyakinkan pada mamanya itu jika dia bisa sendirian.


"Kamu yakin bisa sendiri Saga?" tanya mama Naura dengan khawatir.


"iya mama, aku tak cacat sepenuhnya," kata Saga yang menuju ke kamar mandi.


setelah mandi, Saga langsung menuju ke depan pintu dan menguncinya.


setelah itu dia bersiap pindah ke ranjang, dan dia tersenyum melihat Zoey yang sudah terlelap tidur.


"kamu pasti sangat kelelahan ya sayang, maafkan aku ya tang selalu merepotkan mu," bisik Saga yang mencium kening cantik istrinya.


malam ini semua istirahat dengan baik,sedang di tempat dokter Aiden, dia mengawasi mantan istrinya itu yang berada di ruang khusus untuk orang yang memiliki penyakit mental.


"setelah ini kita harus bagaimana dokter?" tahta salah seorang perawat.


"itu bukan urusan mu, sekarang kalian bisa pulang,biar saya yang urus wanita itu," kata dokter Aiden pada para pengawas itu.


akhirnya mereka semua pulang, dan dokter Aiden pun merasa jika hukuman itu saja kurang.


dokter Aiden mulai menyerang mental dari Aliya agar wanita itu benar-benar gila.


dokter Aiden pun mulai menjalankan rencananya, terlebih sosok dari Aliya yang selalu sombong dan gila.


jadi hanya hukuman ini yang pantas,. dokter Aiden seperti biasa mulai melakukan ide gilanya.


Aliya yang berada di ruangan yang cukup sempit belum lagi sempit, dan dia mulai mendengar suara aneh dan membuat aliran kerakyatan.

__ADS_1


akhirnya Aliya pun ketakutan sambil mencakar tubuhnya agar bisa tak mendengar suara dari para pekerja pelayanan publik.


dokter Aiden sangat menikmati wanita itu ketakutan, tak masalah dengan para orang yang bisa dan tak ada yang bisa menyentuh dirinya dan juga rumah sakit mewah.


__ADS_2