My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
pemakaman Wilma


__ADS_3

"kita bicarakan nanti, sekarang kita makamkan dulu Wilma dan mama, aku ingin mereka tumbuh dan menemaniku terus di sekitar ku," kata Fardhan.


ternyata keduanya akan di makamkan di sebuah halaman yang sangat luas di belakang rumah, dan ada dua pohon yang akan menjadi penandanya juga.


Saga pun benar-benar tak menyangka dengan apa yang di pikirkan oleh pria itu.


tapi doa juga tak bisa melakukan apapun, Saga melihat dua peti mati yang sudah siap.


tak di duga tuan Wisnu juga datang, begitupun dengan yang lain, pria itu mengucapkan salam perpisahan dengan istrinya.


Saga merangkul Zoey saat menyaksikan kedua peti mati itu di masukkan kedalam liang lahat.


Elsa dan Fardhan sebagai keluarga pun mengucapkan beberapa patah kata.


"aku mencintaimu ma... Wilma sekarang kamu juga sudah bisa tenang kan, telebih adikmu dan ibu akan jadi tanggung jawab ku," kata Fardhan.


"terima kasih atas segalanya," tambah pria itu.


mereka pun mulai menguruk lubang itu dengan tanah, Evan merangkul istrinya begitupun dengan Levi yang merangkul Veve.


tuan Wisnu pun menghampiri Elsa dan ibunya, "sebelumnya saya minta maaf, karena saya putri anda jadi seperti ini, dan jika saya bisa menebusnya dengan apapun, tolong bilang saja," kata pria tua itu.


"maaf tuan, saya tak butuh apapun, dengan anda sadar saja sudah sangat bagus," jawab ibu dari Elsa.


akhirnya mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama dengan melakukan barbeque bersama.


Zoey dan Cherry tak menyangka jika selama ini Elsa bekerja untuk kedua suami mereka.


"aku minta maaf ya, karena mendekati kalian demi uang," kata Elsa sedih.


"tidak apa-apa, aku tau jika suami ku ini posesif," kata Zoey.


"itu benar, tapi sebagai gantinya kamu harus menjadi teman kami selama kuliah nanti, oke," kata Cherry.


"baiklah aku mengerti, terima kasih..." kata Elsa yang merasa senang.


sedang Aliya memilih duduk bersama Veve yang memang seumuran dengannya.


"kenapa kamu disini, itu kumpul tuh sama anak-anak gaul, biar jadi muda biar gak ketemu orang sakit Mulu," kata Veve.

__ADS_1


"gak ah, aku kurang srek main dengan mereka," jawab Aliya.


"kamu saja mungkin yang merasa gak srek, toh mereka itu anak-anak yang baik kok," jawab Veve.


"benarkah, mana yang baik Cherry itu pemarah, Zoey cuma gadis manja dan sok baik, jadi aku tak percaya itu, dan untuk gadis bernama Elsa itu terlihat begitu kasar sepertinya," kata Aliya dengan enteng.


"wah mulut mu itu ternyata kejam juga ya, padahal mereka tak melakukan apapun padamu loh, ya lagi pula mereka juga tak butuh orang seperti mu ini, dan asal kamu tau ya, jangan melihat segalanya dari covernya saja, karena tak selamanya yang terlihat bagus itu tidak busuk," kata Veve.


Aliya pun diam, ya dia memang baru dalam lingkup pertemanan suaminya, tapi dia gadis dewasa yang harus bersosialisasi dengan para bocah seperti itu.


itu bukan gaya Aliya yang sebenarnya, sedang Veve juga dengan mudah bergabung karena dia memang tak pernah memiliki maksud apapun.


Aliya dengan lancang mengundang dua orang temannya yang memang sengaja dia undang untuk di kenalkan kepada Fardhan dan Levi.


"tuan besar, di luar ada tamu, apa saya suruh masuk, katanya mereka teman dari istri dokter Aiden," kata pak Din.


mendengar itu semua orang menoleh, "suruh masuk saja pak, toh kita sedang pesta ini," kata Fardhan.


mendengar ucapan tuan rumah yang begitu welcome, Aliya pun merasa senang.


tapi dokter Aiden merasa jika istrinya itu terlalu lancang dan manja, "maafkan kelakuannya, seharusnya aku mendidiknya lebih ketat lagi," kata dokter Aiden.


ternyata yang di undang oleh Aliya adalah Fatima dan Alexa, teman semasa SMA dan kuliah.


"halo semuanya, bisa minta waktunya sebentar, hati ini aku ingin memperkenalkan teman-teman ku pada kalian semuanya, ini Fatima dia adalah teman SMA ku dan sahabat baikku, dan ini adalah Alexa dia teman kuliah ku dan juga sahabat baikku," kata Aliya dengan antusias.


"halo Tante, salam kenal ya..." sapa Zoey.


"iya adek," jawab Alexa dengan ramah.


mendengar jawaban itu, Cherry dan Elsa tertawa, ya wanita itu tak salah mereka memang masih sangat muda.


"aduh sepertinya om-om di sana udah naik darah semua," ledek Elsa melihat Evan, Saga, Fardhan dan juga dokter Aiden.


"kamu benar, di sini sangat panas, huh..." kata Levi yang menahan tawanya.


"sudah jangan cuma berdiri, ajak kesini Aliya, kita makan bareng," panggil Veve.


Fatima yang tadinya mengagumi keindahan dan kemewahan rumah ini, pun tak menyangka jika rumah ini milik Fardhan.

__ADS_1


"pak Fardhan boleh aku minta dagingnya," kata Elsa yang berdiri mengambilkan makanan untuk para tamu.


"kemarilah, jangan menyuruh saja," kata Fardhan yang membuat Elsa tertawa.


"kalian sekolah dimana? kok bisa main ke tempat seperti ini?" tanya Alexa yang merasa jika para gadis muda ini cuma anak iseng.


"ah itu, kami baru lulus SMA, dan kesini ikut pesta di ajak mereka tuh yang lagi bakar daging," jawab Cherry.


"lihat keisengan dari kedua wanita anda tuan," kata Elsa.


"memang orang tua kalian tak marah?" tanya Fatima.


"sebenarnya anda ini punya tv atau kantor sih, kalian tak tau kami siapa, ya sudah biar kami tunjukkan kami ini siapa," kesal Cherry.


dia pun bangkit tak lupa menarik Zoey, mereka berdua langsung berjalan ke arah para suami masing-masing, dan mengecup bibir suami masing-masing.


melihat itu keduanya syok, karena mereka menyukai om-om, "hei tatapan apa itu, tolong yang sopan pada istri-istri kami,"kesal Saga.


"ah maaf tuan.." kata mereka yang baru sadar siapa pria yang berdiri di area pemanggang daging itu.


Fardhan membantu Elsa untuk menyajikan makanan, Fatima yang mengenali Fardhan pun tersenyum melihatnya.


"mas Fardhan," sapanya dengan senang hati.


"halo Fatima, tak ku sangka kamu juga teman dari istri sahabatku ya," kata Fardhan.


"ah benarkah, berarti kita berjodoh sepertinya, lihat saja kita di pertemukan terus menerus," kata gadis itu dengan raut wajah bahagia.


"hei nona, jangan berani menggoda kekasihku, atau aku tidak wajah mu itu, mengerti," kata Levi yang memeluk Fardhan dengan manja.


"apa?" kaget gadis itu.


"sudah sayang... kamu jangan begini dong, dia cuma menyapa saja," kata Fardhan.


"tapi aku gak suka..." kata Levi yang bersikap manja.


"ih geli..." kata Alexa yang merinding melihat kedua pria itu.


tapi Elsa sudah menangkap ada gelagat yang aneh dari gadis itu, terlebih dia terus mengajak Fardhan bicara.

__ADS_1


"seandainya bisa, aku akan memeluknya, tapi aku sadar jika aku hanya hadis yang mungkin tak dia harapkan," batinnya sedih.


__ADS_2