My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
wanita kuat


__ADS_3

Zoey kini semakin kokoh berdiri menghadapi para pria yang selalu menganggap wanita itu lemah.


keluarga Graham bahkan berani mengambil keputusan besar dengan melakukan rapat secara terbuka seperti ini.


hal itu membuat Sabrina marah besar, setelah semua usahanya, ternyata papa dan kakaknya malah lebih percaya pada menantu yang hanya seorang gadis kecil itu.


"brengsek, sepertinya aku harus menyingkirkan semua orang, dan membuat mereka tau jika hanya aku yang berhak menjadi penerus Keluarga Graham."


Sabrina sedang mengamuk, bahkan dia tak peduli dengan durinya, dia terlalu marah kali ini.


sedang di tempat lain, papa Samuel dan opa David tau jika kini keselamatan Zoey di pertaruhkan.


karena mereka tau tempramen wanita itu sangat buruk, jadi mereka memilih melindungi Zoey dengan keamanan tingkat tinggi.


"setelah rapat direksi yang begitu melelahkan, aku ingin sekali menerima pelukan dari mu Daddy, apa kamu tau tadi ada om-om botak yang menghinaku, tapi aku di bela oleh papa, dan sekarang mereka tak bisa berkata apapun, karena aku lebih memiliki kuasa di Bandung mereka," kata Zoey yang curhat pada Saga yang belum sadarkan diri.


"aku tidak menangis kok, karena jika aku sedih baby Junior akan menangis juga," kata Lily menghapus air matanya sambil mengusap air matanya yang sudah jatuh.


Saga tetap diam tak menjawab, pria itu seakan tidak ingin merespon atau menanggapi perkataan istrinya itu.


mama Naura pun memeluk Zoey, dan di saat itulah Zoey menangis menjadi.


dia bukan lemah hanya rindu pelukan dari pria yang selama ini terus bersama dirinya.


"tenang Zoey, kamu harus kuat, bagaimana pun sekarang Saga butuh kamu, dan ingat kamu sedang hamil nak," gumam mama Naura.


"iya ma, aku bukan lemah, hanya aku ingin pelukan Daddy, padahal aku tak bisa tidur jika tak di peluk oleh Daddy, sekarang aku harus bagaimana, Daddy saja tak bangun ma..." tangis Zoey.


"kalau begitu, mama yang akan mengantikan Saga untuk membuat mu bisa tidur dengan nyaman ya nak," kata mama Naura.


akhirnya Zoey tidur di sofa, karena wajah gadis itu sudah sangat pucat.


mama Naura pun mengusap punggung menantunya itu, dan Zoey terus memeluk baju tidur yang terakhir di pakai Saga.


melihat itu, mama Naura juga sedih, karena Zoey begitu membutuhkan suaminya itu.

__ADS_1


papa Samuel datang dan kaget melihat kedua wanita itu, terlebih Zoey.


dia pun tak menganggu dan memilih keluar saja takut menganggu Zoey yang beristirahat.


"papa kenapa?" tanya mama Naura yang keluar setelah memastikan Zoey tidur dengan nyaman.


"aku merasa sedih ma, setelah semua apa yang di lalui oleh Saga selama ini bersama Zoey, dan sekarang kebahagiaan yang baru di rasakan harus di rusak karena wanita sialan itu, ya tuhan kenapa wanita itu terus membuat masalah," kata papa Samuel marah dan kesal karena adiknya itu.


"sudah pa, sekarang kita harus fokus pada Zoey,karena dia sekarang hamil dan dia harus kuat melihat kondisi suaminya yang seperti ini," kata mama Naura.


"iya ma," jawab papa Samuel.


akhirnya mereka pun berusaha kuat demi Zoey, karena saat ini wanita itu yang butuh dukungan paling besar di antara semua orang.


sore itu Zoey bangun, dan melihat semua orang datang ke rumah sakit, "selamat ulang tahun Zoey," kata semua orang.


"apa? tolong bawa kue itu pergi, aku tak ingin merayakan apapun," kata Zoey dingin.


dia pun langsung pergi ke kamar mandi, setelah itu kembali duduk di samping Saga sambil mengenggam tangan pria itu.


mama Naura dan yang lain merasa sedih, pasalnya gadis itu bahkan sampai menolak perayaan ulang tahunnya yang ke sembilan belas tahun.


zoey pun hanya terus mengusap wajah Saga yang masih belum bisa membuka mata.


"nak, semua teman mu sudah datang, setidaknya tiup lilinnya dulu," kata mama Naura.


"tidak mas, selama Daddy belum bangun, aku tak ingin merayakan apapun, tolong hormati keputusan ku,karena aku tak ingin bersenang-senang saat suamiku kondisinya seperti ini," kata Zoey.


"sudah ma, biarkan dia sendiri bersama Saga, kita keluar dulu, ayo semuanya," kata papa Samuel.


Cherry sudah tak bisa menahan tangisnya melihat zoey, gadis semuda itu harus menanggung semua.


sedang Elsa juga merasa kasihan melihat Zoey, "kak Aiden, kenapa kak Saga belum bangun, padahal kamu bilang semuanya baik-baik saja?" tanya Elsa.


"aku juga tak bisa menjelaskan, karena kondisi Saga memang sebenarnya sudah tak kritis, tapi sepertinya dia mengalami trauma di kepala, hingga membuatnya tak ingin membuka mata," kata Aiden.

__ADS_1


"tapi kenapa? apa dia tak mencintai Zoey, dan tak kasihan melihat Zoey yang harus bekerja keras saat kondisinya seperti ini," terang Cherry yang cukup histeris.


"mungkin hanya Zoey yang meyakinkan suaminya itu untuk sadar," kata dokter Aiden.


"sebenarnya aku punya ide," kata Levi yang melihat ke arah dokter Aiden.


"emm... kenapa aku merasa jiwa ku tiba-tiba terancam," kata dokter Aiden.


Levi hanya tersenyum, toh yang belum memiliki pasangan hanya mereka berdua.


dan jika Levi itu tak mungkin jadi paling sempurna adalah dokter Aiden yang bekerja.


pria itu masuk kedalam ruangan rawat tempat Saga, "ada apa dokter?"


"aku ingin mengatakan sesuatu, sebenarnya aku ingin jujur pada mu tentang sesuatu, sebenarnya aku ingin jujur padaku," kata dokter Aiden.


Zoey merasa aneh melihat gerak gerik pria itu, "ada apa sih dokter, kenapa anda terlihat tak nyaman, bukannya anda bilang jika aku bisa menganggap mu sebagai kakak ku,"


"iya, tapi sebenarnya, aku tak ingin punya hubungan seperti itu dengan mu, aku ingin jujur zoey, aku mencintaimu,dan aku ingin kamu menerima ku karena anak mu butuh sosok ayah, dan Saga tak mungkin bisa bangun untuk selamanya," kata dokter Aiden.


mendengar itu, hati Zoey hancur padahal dia masih memupuk kepercayaan jika suaminya itu akan sadar lagi.


"hentikan ucapan aneh mu itu dokter!!" bentak Zoey.


tapi dokter Aiden membuka kertas dan Zoey membacanya, jadi dia mulai mengikuti permainan mereka semua.


"aku minta tolong pertimbangkan, karena aku lebih sempurna dari Saga, lihat dia sekarang cuma bisa tidur seperti itu, sedang aku bisa menemani mu dan mengantarkan kamu kemana pun kamu inginkan, dan bisa menuruti semua keinginan mu juga," kata dokter Aiden.


Zoey yang awalnya mengenggam tangan Saga, tiba-tiba gadis itu melepaskan tangan Saga.


tanpa di duga, pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda, perlahan mata pria itu terbuka.


Zoey dan dokter Aiden pun terkejut, dokter Aiden pun langsung memeriksa kondisi Saga yang ternyata masih sama saja.


"maaf zoey, kondisinya tak ada kemajuan, dia hanya bisa membuka matanya saja," kata dokter Aiden.

__ADS_1


"dasar pria tua menyebalkan!!! jika kamu tak segera sembuh, aku akan membencimu dan tak mau bertemu dengan mu lagi," marah Zoey.


__ADS_2