
perlahan dengan berjalannya waktu, Fardhan dan Wilma makin dekat, bahkan meski tak ada kata pacaran di antara mereka.
keduanya tak terpisahkan kemanapun,begitupun saat nongkrong dengan teman Fardhan.
dan yang menjadi topik hangat adalah Saga jadian dengan Hila, Keduanya bahkan sangat mesra di sekolah.
"lihat tuh si Saga sudah sangat jelas dan mesra, kalian masak ya masih main di adik kakak gak asik dong," ledek Levi.
"tapi sayangnya aku malah suka sekali, karena kami akan langsung menikah nantinya, setelah aku lulus kuliah pastinya," kata Fardhan.
"tapi aku bisa, karena aku membahagiakan adik dan ibu ku terlebih dahulu," jawab Wilma.
"tenang Wilma, kebahagiaan keduanya juga akan menjadi tanggung jawab ku, jadi kamu tak perlu khawatir," jawab Fardhan.
"memang kamu mau membahagiakan keluargaku dengan uang ayah mu kak, maaf kami tidak mau," kata Wilma tersenyum.
"tenang saja, nanti saat aku jadi pengusaha besar dan punya banyak uang, aku akan membantu kalian semua mewujudkan semua mimpi kalian," kata Saga dengan sombong.
"dan aku akan jadi istrimu juga kan?" tanya Hila.
"pasti dong sayang," jawab Saga.
"kalau aku sih cukup punya outlet makanan yang di jalankan orang lain dan aku memilih bekerja di bidang IT sebuah perusahaan besar," jawab Evan.
"aku ingin punya rumah sakit sendiri, terlebih semua laki-laki di keluarga ku harus punya itu," kata dokter Aiden muda.
"aku sih lebih milih jadi asisten Saga dengan bayaran fantastis dong, karena tak ada yang bisa bekerja dengan pria seperti Saga nantinya," kata Levi mengejek temannya itu.
"dasar teman sialan, tapi kamu memang selalu cocok dengan ku," kata Saga tertawa.
"tapi awas saja kamu jika main tikung atau serong dengan istri Saga, bisa habis adikmu di potong Saga," ledek Evan.
"tak jamin bukan hanya burung, bisa-bisa leherku juga melayang di tangannya," terang Levi.
"cocok... ha-ha-ha-ha," tawa Saga.
"kalau kamu Fardhan? seharusnya kamu juga mimpi ingin kami wujudkan bukan?" tanya dokter Aiden muda.
"aku ingin memiliki sekolah bertaraf internasional tapi setiap tahun bisa mencari bibit-bibit unggul yang akan di beri beasiswa dari sekolah," jawab pria itu.
"impian yang mulia, baiklah nanti saat kita sudah bersama istri masing-masing kita kumpul sekali lagi, dan kita lihat apa impian kita sama, atau tidak," kata Saga.
"kita buat pesan di mesin waktu saja gimana?" tawar dokter Aiden .
"tapi jika kita melakukan itu, kita butuh tempat untuk menyembunyikan benda itu, tapi dimana?" tanya Evan.
"bagaimana jika di kuburkan di bawah pohon mangga di belakang sekolah, aku yakin nanti tak akan pernah di tebang juga," jawab Levi memberikan usul.
__ADS_1
"baiklah,sekarang tulis keinginan kalian,dan saat kita semua sudah bahagia bersama pasangan masing-masing,kita datang ke tempat ini untuk membuka dan melihat apa impian kita terwujud, atau hanya menjadi keinginan yang sia-sia," kata Fardhan.
mereka berlima pun mengiyakan, setelah menulis surat, mereka pun langsung menguburkan kaleng itu di bawah pohon.
hari kelulusan pun tiba, hari ini Fardhan terus memeluk tubuh Wilma, bukan apa mereka akan berpisah karena Fardhan yang harus menempuh pendidikan di di Singapura.
tapi Wilma meyakinkan kekasihnya itu jika semuanya akan baik-baik saja.
Fardhan menitipkan kekasihnya itu pada teman-temannya, satu tahun pun di jalani keduanya dengan baik tanpa ada masalah.
tapi di tahun kedua, hubungan mereka sedikit merenggang, karena Wilma yang sibuk belajar untuk ujian akhir sekolah.
seperti hari ini, Fardhan pulang dari Singapura, dia tak mengatakan pada siapapun karena ingin memberikan kejutan.
tapi sayangnya, Wilma tak di kostnya, "maaf pak, gadis yang kos di lantai dua nomor dua puluh kemana ya?" tanya Fardhan.
"tadi dia di jemput teman sekolahnya, mbak Hila tapi sepertinya mbak Wilma di paksa," kata penjaga kos itu.
mendengar itu Fardhan langsung berlari dan mencoba terus menghubungi Saga.
ternyata pria itu menemukan hila yang hampir di lecehkan oleh seorang pria brengsek.
"terus apa Wilma bersama nya, karena keterangan bapak kos jika Wilma pergi bersama Hila?" tanya Fardhan yang panik.
"tidak, dan kondisi Hila juga sangat buruk, aku juga tak bisa menanyakan apapun saat ini," jawab Saga.
Fardhan pun tak habis akal, dia menyebar semua anak buahnya untuk mencari kekasihnya itu.
"halo! apa kalian bisa menemukannya?" tanya Fardhan yang masih sangat khawatir.
"iya tuan,dia berada di hotel Wixtwon, di kamar seratus tujuh belas," jawab salah satu anak buah Fardhan.
dia pun langsung menuju ke hotel itu dan langsung menggerebek apa yang terjadi di dalam sana, dan saat dia sampai di hotel itu.
tak ada yang bisa menahan Fardhan terlebih dia juga membawa polisi karena Wilma yang masih enam belas tahun.
ternyata saat mereka masuk, Fardhan menemukan jika kekasihnya itu sudah di nikmati oleh empat pria.
kondisi Wilma saat itu sangat memprihatinkan, terlebih wanita itu bahkan sudah tak sadarkan diri.
Fardhan langsung menghajar para pria itu dengan brutal, bahkan polisi juga tak bisa menghentikan pria itu.
"tenang tuan muda, kita bawa nona pergi dulu, jika tidak dia bisa makin parah mungkin," kata pak Din
Fatdhan pun hancur, penolakan dari papanya saja sudah membuatnya pening, tapi sekarang kemalangan menimpa kekasihnya itu.
Fardhan pun bertanya pada keempat pria yang bersama Wilma, dan mereka bilang jika mereka sering melakukan itu dari dua tahun lalu.
__ADS_1
terlebih mereka mengaku jika Wilma sering meminta ini sendiri, dan lagi uang yang di berikan pun juga tak sedikit untuk gadis itu.
"aku tak yakin jika Wilma melakukan ini, ada satu orang yang harus aku tanyai yaitu Hila," kata Fardhan yang langsung menuju ke rumah sakit.
kebetulan mereka berdua di rawat di rumah sakit yang sama, tapi saat di ruang rawat Hila, gadis itu sedang menangis.
"ada apa?" tanya Fardhan.
"aku minta maaf kak, aku sudah melarangnya, tapi dia terlalu liar, dia bahkan sering memintaku menemaninya bertemu para pria itu di bar, dan aku juga tadi hampir di lecehkan, jika bukan kak Saga datang mungkin aku sudah kotor," kata Hila.
"kamu gila ya!! bagaimana bisa Wilma melakukan itu, aku selalu mengawasinya, bahkan jamu yang sering mengajaknya bolos dan juga ke bar, dan sekarang kenapa kamu bilang dia yang mengajakmu," marah Fardhan.
"jaga ucapan mu Fardhan,kamu tak bisa mengatakan hal buruk pada kekasihku," kata Saga membela Hila dengan buta.
"terserah padamu Saga, tapi kekasihmu ini tak sebaik yang kamu pikirkan, aku selalu menyempatkan orang-orang untuk mengawasi kekasihku, jadi tak mungkin mereka semua berbohong," kata Fardhan.
mendengar itu Hila pun kaget, "lihatlah reaksi kekasihmu itu yang syok, dasar wanita ular, meski kamu tak ingin jujur, aku bisa mencari kebenarannya sendiri," kata Fardhan.
Saga pun mundur dan melihat kekasihnya itu, "jujur padaku bila, apa yang terjadi," marah Saga.
"semua itu bohong," kata Hila memohon.
Fardhan berlari ke ruangan rawat Wilma yang berada di lantai lima rumah sakit itu.
Fardhan pun menghapus air matanya dan juga berusahalah bersikap biasa.
dia tak boleh menunjukkan rasa kecewa dan kemarahannya pada kekasihnya itu.
saat dia baru masuk ke ruangan milik kekasihnya itu, dia kaget melihat Wilma yang sudah berdiri di balkon rumah sakit.
"Wilma!!" teriak Fardhan.
"maafkan aku kak...." kata terakhir Wilma yang langsung melompat dari balkon kamarnya itu.
Fardhan yang berlari pun tak bisa menolong kekasihnya itu yang jatuh dan kepalanya menghantam jalan paving di bawah.
"Wilma!!!!" teriak Fardhan yang syok.
🍁🍁
Fardhan pun hanya bisa menangis menceritakan semua dari sudut pandangnya.
Elsa yang membawa nampan pun kaget hingga menjatuhkan nampan yang berisi semua gelas itu hingga hancur berkeping-keping.
"kakak... maafkan aku..." tangis Elsa yang ke dengar apa yang terjadi pada Wilma.
"ya Tuhan sayang ku ..." tangis ibu dari Elsa yang juga kaget.
__ADS_1