My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
kalian semua jahat


__ADS_3

Zoey bangun terlebih dahulu dari semua orang, dia ingin turun tapi kaget melihat ada Saga yang keluar dari kamarnya dengan menyeret satu koper yang cukup besar.


"Daddy mau kemana? meninggalkan ku lagi..." suara Zoey bergetar melihat Saga.


tubuhnya lemas hingga terjatuh di lantai terduduk, "apa aku begitu menjijikkan, apa aku melakukan kesalahan, apa aku mempermalukan diri mu Daddy, maafkanlah aku yang tak berguna ini, aku tau jika aku di keluarkan dari pertandingan terakhir, tolong jangan membuang ku...." tangis gadis itu.


"maaf pesawat ku tak bisa di undur, sekarang aku pergi dulu," kata Saga yang menghampiri zoey dan mencium kening putrinya itu


"Leni!!! Niki!!! kalian jaga zoey selama aku pergi", teriaknya dengan suara keras.


Zoey pun tak bisa menahan Saga, dia pun hanya bisa menangis melihat kepergian pria itu.


bahkan Saga tak melihat kebelakang sedikit pun, Zoey pun hanya bisa melihat mobil itu pergi menjauh dari rumah itu.


dia pun langsung di ajak masuk kedalam rumah, Zoey pun hanya diam tanpa mau bicara.


Evan dan Cherry yang di mintai tolong oleh Saga yang sudah berangkat ke China.


"Zoey, bagaimana kondisi mu?" tanya Cherry memeluk tubuh wanita itu.


"aku baik, kenapa kamu di sini? bukankah kamu sedang fokus untuk ujian?" tanya Zoey dengan lemas.


"aku pintar, jadi tidak perlu heboh sayang," kata Cherry gemas


"sudah-sudah, Sekarang dua tuan putri cantik mau di buat sesuatu untuk sarapan, aku bisa membuatkan untuk kalian?" tanya Evan.


"bisakah membuat chicken wings, dan pasta carbonara," tanya Cherry.


"tentu sayang," jawab Evan.


Zoey hanya tersenyum saja melihat Keduanya, tak lama dokter Aiden datang untuk memeriksa kondisi Zoey.


"pagi semuanya, aku datang bawa makanan nih, siapa yang mau?" kata dokter Aiden.


"bawa apa itu?" tanya Zoey yang mengenali aroma dari makanan itu.


"ini adalah burger, kamu mau cantik?" tawar dokter Aiden.


zoey mengangguk, pria itu memberikan makanan yang dia bawa, dan ikut senang melihat zoey yang lahap saat makan.


setelah sarapan, mereka pun main di samping kolam renang, tapi dokter Aiden malah menemani Zoey duduk santai di pinggir kolam.


"om tidak bekerja?" tanya zoey.

__ADS_1


"aku kerja kok, tapi di rumah ini, jadi selama sebulan ini aku akan bekerja di sini selama dua puluh empat jam," jawab dokter Aiden.


"wah benarkah, terima kasih setidaknya aku tak sendirian di rumah ini," gumam zoey.


dia pun mengangguk mendengar ucapan zoey, jadi dokter Aiden akan menemani gadis itu selama Saga melakukan kunjungan bisnis di beberapa negara.


siang itu mereka melakukan yoga bersama, awalnya Cherry tak mau, tapi berkat permintaan dari Zoey akhirnya dia ikut.


siang mereka memilih makan rujak cingur yang terkenal di Surabaya, dan tentu saja dengan pengawalan super ketat.


bahkan sampai terjadi iring-iringan mobil mewah, "kenapa harus pakai satu kompi pengawal sih, padahal tempatnya tak jauh," kesal Zoey.


"ha-ha-ha, sudah nikmati saja, kapan lagi kita persis selebriti begini," jawab Evan.


"ya tapi tak nyaman sebenarnya," jawab dokter Aiden.


setelah selesai makan, akhirnya mereka pun menuju ke sebuah tempat rahasia milik dokter Aiden.


itu adalah rumah yang jarang diketahui oleh teman-temannya, tapi karena zoey dia tak keberatan menunjukkan rumahnya.


awalnya mereka masuk kesebuah perumahan mewah,tapi perlahan perumahan itu berubah menjadi seperti hutan.


Evan, Zoey dan Cherry pun merasa takut melihat hal itu, "ini kita tak salah jalan bukan?"


sebuah gerbang model lama dengan tralis besi yang begitu besar dan berwarna hitam.


bahkan si sekelilingnya ada tembok tinggi yang memisahkan rumah itu dari dunia luar.


mobil pun masuk ke area rumah itu, ternyata halaman begitu luas, bahkan di tengah ada air mancur yang begitu indah.


"aku seperti pernah lihat model rumah seperti ini, terutama air mancurnya," gumam Zoey.


"film devdas, ini adalah air mancur yang di sebrangi paro untuk bisa melihat devdas untuk terakhir kali," kata dokter Aiden.


"ah... itu scene penutup yang sangat menguras emosi," jawab Zoey.


"hadeh... susah deh kalau ketemu dua pecinta Film-film Bollywood.


zoey dan dokter Aiden pun tertawa, setelah mendengar ucapan dari Evan.


"maaf aku kenang menyukai film itu, sekarang boleh aku masuk om?" mohon Zoey.


dokter Aiden mengulurkan tangannya dan membawa gadis itu pertemuan jadian.

__ADS_1


mereka berempat pun masuk ke area pendopo bale yang cukup luas, terlihat seorang ibu menyapa mereka.


"loh den Aiden sudah pulang, kok gak bilang, aduh mati silahkan masuk," kata wanita sepuh itu.


saat mereka masuk terlihatlah foto Aiden dan dus orang tuanya, mereka mengenakan beskap lengkap Jawa.


meski ibu Aiden adalah orang luar Indonesia, tapi dia adalah seorang putri dari negaranya.


sedang ayah dari Aiden adalah putra pertama dari kerajaan Jawa, dan itu baru mereka ketahui saat ini.


"wah ... ternyata dokter kita ini keturunan ningrat ya, berarti yang tinggal di Jawa tinggal?" tanya Evan.


"orang tuaku saja, adik laki-laki ku tinggal dan kuliah di Cambridge university dan adik perempuan ku terkecil kuliah di Singapura," jawab dokter Aiden.


"wah... pasti sulit memilih pasangan untuk menikah, terlebih darah biru nih bos, senggol dong," kata Cherry menggoda pria itu.


"tidak separah itu, Talu aku bersyukur memiliki impian yang begitu besar," jawab dokter Aiden.


mereka pun duduk di kursi kayu yang begitu indah dan empuk, tak lama pelayan datang.


mereka menyuguhkan makanan dan minuman jaman dahulu, bahkan kue yang di suguhkan sangat menggugah selera.


zoey, Evan dan Cherry merasa rumah dari dokter Aiden ini sangat sempurna.


dengan suasana yang begitu asri, Zoey di ajak main di samping rumah, ternyata ada kolam renang dan ada permainan juga.


seperti ayunan di bawah pohon yang cukup besar. "apa sudah mulai tenang Zoey?"


dia pun mengangguk, dan dokter Aiden pun merasa senang setidaknya zoey akan sedikit berkurang.


terlebih terlalu dalam kesedihannya karena Saga itu juga tak baik, "jadi untuk kegiatan yang akan di lakukan apa?"


"sebenarnya aku ingin ke tempat yang ada kebun binatangnya dan juga arena bermain yang luas.


dokter Aiden pun mengangguk dan berjanji suatu saat nanti aku akan mengajak Zoey untuk bermain ke sana.


sedang di sekolah, Resta merasa sendiri karena semua teman-temannya sedang izin.


sedang dus sendiri terjebak di tempat ini sendirian, Leon tak menyia-nyiakan kesempatan miliknya.


dia yang satu awal terus memperhatikan Resta, "nanti mau ke kantin bareng?"


"gak mau, dasar pria aneh," jawab Resta

__ADS_1


__ADS_2