My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
jangan menyentuhku!!!


__ADS_3

Zoey sadar, dan melihat dirinya sudah di bawa pergi, "tunggu dulu, hentikan mendorong ku, kalian mau membawa ku kemana?"


"kami di perintahkan untuk membawa nona ke ruang persalinan untuk melakukan proses kuret," jawab seorang suster.


"apa? kuret, tapi kenapa?" tanya zoey yang bangun dari tidurnya.


"karena tuan Saga yang memintanya," saut suster yang lain.


"apa... dia yang meminta ku kuret, sudah berapa Minggu, seharusnya delapan Minggu bukan?" tanya Zoey dengan suara gemetar.


"iya nona," jawab salah satu suster


Zoey pun terisak, bayi itu miliknya, dia tak ingin bayi itu direnggut darinya.


terlebih bayi itu benar-benar akan jadi miliknya dan keluarganya, Saga yang baru selesai menelpon kaget melihat zoey sadar.


melihat Saga berjalan ke arahnya, Zoey mendorong para suster dan berusaha kabur.


"jangan mengejar ku!!!" teriak Zoey berusaha lari dari Saga.


"berhenti zoey, kamu harus melakukan prosedur itu," teriak Saga.


"tidak mau, kamu tak boleh membunuh bayiku..." kata Zoey yang terus berlari sekuat tenaganya.


keduanya menjadi tontonan di rumah sakit, tapi Saga hampir berhasil menangkap gadis itu.


saat sebuah tangan menghentikannya, "apa yang ingin kamu lakukan?"


dia kaget melihat sosok itu berduri di depannya, pasalnya dia tak mengira jika akan bertemu dengan opa dan Oma nya yang baru selesai cek up.


"opa... Oma?" kaget Saga.


"kenapa kamu mengejar gadis ini, prosedur apa yang kamu bicarakan, hingga membuatnya ketakutan," tanya nyonya Mei pada cucu laki-lakinya itu.


"tolong nyonya, bantu aku pergi, dia ingin menyingkirkan bayi ku, aku tau jika bayi ini hadir karena kesalahan seseorang, tapi apa salah bayi ku hingga harus di bunuh sebelum lahir," kata zoey.


David menatap tajam ke arah cucu yang selama ini selalu membanggakan dirinya itu, "itu benar Saga?"


"benar, aku tak menginginkan bayi itu, terlebih gadis itu putri angkat ku," jawab Saga.


melihat semuanya lengah, zoey kembali kabur, tapi sayang dia malah di tarik masuk oleh seorang pria ke dalam mobil.


"Zoey!!!" teriak Saga melihat gadis itu di bawa pergi.


"Levi sebar semua anak buah kita, kepung dan cari putriku!!" teriak Saga frustasi.

__ADS_1


dia tak mengira jika ada orang gila yang berani menyentuh Zoey tepat di depannya.


Zoey menendang pria di dalam mobil dan memukul pria yang lain, tapi karena hal itu, mobil itu pun oleng dan menabrak tiang lampu di pinggir jalan.


Saga yang tadi mengejar, kaget melihat mobil itu ringsek, dia pun buru-buru turun dan mencari Zoey.


jantungnya tiba-tiba serasa berhenti berdetak, pasalnya tubuh Zoey lebih darah. bahkan gadis itu sudah tak membuka mata lagi.


"tidak Zoey,jangan seperti ini, jangan tinggalkan aku Zoey!!!"


Saga langsung mengendong gadis itu untuk berpindah mobil dan membawanya ke rumah sakit lagi.


Saga pun tak peduli dengan rambu lalu lintas, di otaknya kini hanya keselamatan dari Zoey.


pasalnya gadis itu sudah berlumuran darah sekujur tubuhnya.


sesampainya di rumah sakit, Zoey langsung di bawa ke ruang UGD, dokter Aiden pun langsung melakukan pertolongan pertama.


Saga terus membenturkan kepalanya ke dinding rumah sakit, "dasar bodoh, bagaimana bisa kamu membuat dia seperti ini lagi, dia baru sembuh, tapi kejadian ini terulang lagi ..." kata Saga geram pada dirinya.


"sudah Saga, seluruhnya juga bukan salahmu, sekarang kamu harus berdoa agar dia selamat," kata nyonya Mei.


"iya Oma," jawab Saga.


dokter Aiden keluar dari ruangan UGD dan menemui Saga juga keluarga besarnya.


"Aiden, bagaimana kondisi zoey?"


"dia terluka tapi hanya luka ringan, karena sepertinya itu bukan darahnya," kata dokter Aiden.


"syukurlah..." kata nyonya Mei dan tuan David.


mendengar itu tubuh Saga terduduk di lantai karena merasa lega, terlebih tadi mereka membuatnya kesal.


"kamu tak apa-apa Saga?"


"tidak opa, aku hanya lega, karena sesaat tadi aku merasa jika hidup ku berakhir saat melihat tubuh zoey," gumam pria itu sedih


"iya opa sudah tau,"


"bagaimana dengan kandungannya," tanya nyonya Mei.


"semuanya baik, bahkan kandungan zoey sangat normal dan juga sehat," jawab dokter Aiden.


Saga pun akhirnya pasrah terserah keinginan Zoey, tapi setelah dua kali kasus ini.

__ADS_1


dia langsung mengerahkan lebih banyak anak buahnya si rumah, dan akan melindungi zoey sepenuhnya.


polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dengan bantuan CCTV dan kesaksian dari semua orang .


polisi datang untuk menemui Zoey dan meminta kesaksian dari gadis itu.


karena dokter mengatakan jika pria yang tewas itu sempat mendapatkan pukulan benda keras.


Saga tak mengizinkan mereka masuk, karena itu bisa membuat kondisi dari Zoey memburuk.


akhirnya tuan David yang membereskan polisi itu, dan membuat mereka semua pergi dan tak menganggu Zoey lagi.


gadis itu sadar dan kaget susah berada di rumah sakit lagi, dan kini tangan Zoey yang satu sudah terdapat selang infus.


mengingat pria yang ingin dilakukan oleh Saga pada dirinya dan anaknya.


Zoey bergegas untuk lari lagi, tapi nyonya Mei datang dan langsung memeluknya dengan erat.


"tolong lepaskan aku, aku mau lari,"


"tidak perlu zoey, Saga susah setuju untuk kamu membesarkan bayi itu, jadi kamu harus mulai berpikir dewasa," terang nyonya Mei.


Zoey hanya mengangguk saja,tak butuh waktu lama dokter Aiden dan tim dokter datang memeriksa kondisi Zoey dan semuanya sehat.


sedang saga pergi dengan tuan David untuk menyiapkan sesuatu di rumahnya, agar jika terjadi sesuatu Zoey tak harus ke rumah sakit yang jauh.


membuat sebuah kamar khusus yang di gunakan untuk memeriksa dan mengetahui tentang kesehatan Zoey.


bahkan tempat itu meski di buat secara dadakan tapi langsung bisa di gunakan dan tetap steril.


Aiden akan selalu rutin mengunjungi zoey untuk menjaga agar gadis itu dan bayinya tetap baik-baik saja nanti.


di sebuah rumah mewah seorang pria mengamuk, karena anak buah yang di kirim olehnya tidak bisa membereskan seorang gadis kecil saja.


dan kini malah menjadi nyaman untuknya karena dia tak mungkin bisa lepas dari jerat hukum jika sampai tertangkap.


terlebih keluarganya sudah hancur, tapi dia tak boleh hancur juga, dan harus membuat gadis di samping Saga itu mati bagaimana pun caranya.


dia sudah kehilangan putrinya, dan kini mengurus satu gadis saja semua anak buahnya malah mati.


"halo tuan Anggara, bagaimana sudah siap ikut kami ke kantor polisi untuk menyerahkan diri?" tanya Levi dan Fardhan yang menemui pria itu


"ha-ha-ha kamu mengigau, bagaimana aku bisa di bawa ke sana, lagi pula aku tak melakukan apapun,"jawab pria itu.


"anda begitu yakin, padahal kami sudah punya buktinya untuk keterlibatan anda,"jawab Fardhan yang juga sudah muak dengan pria itu.

__ADS_1


__ADS_2