
Zoey pun mencoba tersenyum di depan Saga, meski dia terluka dan kehilangan, dia tak ingin membuat suaminya itu tambah sedih.
"aduh Daddy, tolong berhentilah menangis, kamu jelek sekali saat menangis..." goda Zoey.
"maafkan aku..." kata Saga yang terus memeluk Zoey.
"kita boleh sedih Daddy, tapi kita harus kuat menghadapi semuanya, aku yakin Tuhan pasti akan mengizinkan kita memiliki anak lagi, jadi tolong jangan sedih ya," bujuk Zoey.
"baiklah aku mengerti," jawab Saga.
terlihat Evan dan Cherry juga sudah lebih baik di sebelah mereka, tak lama mereka bertiga datang membawa kue untuk para wanita.
"kamu datang Aiden, jadi bagaimana menurut dokter," tanya Saga yang melihat temannya itu.
"Zoey masih muda, jika dia bisa hidup sehat dan minum vitamin, dalam tiga bulan dia bisa hamil lagi, dan jamu juga harus mulai hidup sehat Saga," jelas dokter Aiden.
"baiklah, aku akan mulai hidup sehat," jawab Saga yang ingin segera memiliki momongan terlebih usianya yang juga sudah tak muda lagi.
"terus bagaimana dengan kondisi Cherry," tanya Evan.
"ah itu... aku belum bertemu dengan dokter yang menangani Cherry maaf ya, tapi nanti aku akan mengajak mu menemuinya," kata dokter Aiden.
Evan tau jika ada yang salah disini, entah apa itu, terlebih dia melihat sosok dokter Aiden yang terlihat berubah saat dia bertanya.
"sudah-sudah,aku bawakan kue dari kantin rumah sakit dan juga beberapa minuman yang tentunya atas izin dokter Aiden yang hebat," kata Fardhan.
"tapi bagaimana kondisi ayahmu?" tanya Saga penasaran.
"dia pasti sedang bersenang-senang dengan wanitanya, sudah tak perlu di bahas, sekarang fokus pada kesembuhannya," kata Fardhan.
mereka pun menikmati kue itu bersama, Zoey begitu menyukai pie buah.
sedang Cherry makan red Velvet kesukaannya, setelah itu dokter visit dan meminta mereka beristirahat.
melihat itu even pun menghampiri dokter Aiden, "ada apa Evan?"
"tolong jujur padaku Aiden, sebenarnya apa yang terjadi pada istriku?" tanya Evan sangat khawatir.
__ADS_1
"jangan bicara di sini, ayo ikut aku ke ruangan milikku," ajak pria itu.
ternyata sister Aliya juga sudah kembali bekerja, bahkan sekarang dia menjadi kepala suster di rumah sakit suaminya itu.
"selamat siang dokter, ini adalah hasil cek up dari pasien nyonya Cherry Ferdina," kata suster Aliya
"terima kasih suster kepala," kata dokter Aiden.
dokter Aiden menunjukkan sebuah hasil USG dan juga hasil tes darah milik Cherry.
"ah sebelumnya aku minta maaf, sebenarnya ada masalah di kandungan Cherry, dan aku baru tau saat dokter yang menanggani istrimu bilang padaku, di rahim Cherry ada kista yang menghalangi sp**** untuk melakukan pembuahan, itulah kenapa meski kalian sering melakukan hubungan suami-istri tapi dia tak hamil, tapi karena pengaruh hormon dari pil yang dia minum, jadi kista itu membesar, dan kita harus segera mengangkatnya, Alan terjadi masalah besar," terang dokter Aiden.
"apa tak ada solusi lain?" tanya Evan yang bingung harus menjelaskan bagaimana pada istrinya itu.
"tidak ada Evan, ini adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikannya,jadi kita harus membicarakan ini baik-baik dengan Cherry, dan setelah operasi sebaiknya kalian menunda kehamilan sampai satu tahun untuk penyembuhan," kata dokter Aiden
"baiklah, nanti Ar aku coba dan cari solusinya untuk ini," terang Evan.
"ah itu bagus, atau kalian bisa pergi ke rumah sakit di Singapura, aku akan memberikan surat rekomendasi kepada kalian untuk bisa bertemu dengan dokter terbaik disana," kata dokter Aiden.
"iya terima kasih kalau begitu," jawab Evan.
terlebih setelah yang mereka alami di acara pernikahan yang seharusnya bahagia malah berakhir duka.
Evan pun kembali ke ruangan rawat istrinya, tapi sebelum itu Saga menahannya untuk menemaninya di luar ruangan.
"sudah jangan sedih, Aiden sudah mengatakan semuanya, tenang saja, aku yakin jika kalian pasti bisa memiliki momongan, ya aku dan zoey juga harus berusaha agar bisa juga," kata Saga menghibur saudaranya itu.
"ya, aku mengerti kalau begitu tolong bantuannya," kata Evan pada sepupunya itu.
"apapun untuk mu Evan, apapun..." jawab Saga.
hari berganti, kondisi Cherry dan Zoey juga semakin membaik, tapi keduanya hari ini harus mengikuti ujian.
berkat Saga yang menjadi donatur dan juga pemilik sebagian besar saham sekolah bersama Fardhan.
hingga zoey dan Cherry bisa mengikuti ujian meski harus dari rumah sakit.
__ADS_1
bahkan Saga menyiapkan orang yang khusus menjemput guru dan pengawas ujian dari sekolah.
ya tak ada yang tak mungkin selama memiliki uang, itu juga yang di lakukan oleh Saga.
"mama dan papa kapan pulang?" tanya Saga yang memang beberapa hari ini selalu tidur di rumah sakit menemani istrinya.
"kenapa? bukankah kamu tak menyukai kami, jadi untuk apa tanya kapan kamu pulang segala," saut papa Samuel mendengar pertanyaan dari putranya itu.
"aih... papa ini gimana sih,lusa kami pulang Saga, bagaimana kondisi istrimu?" tanya mama Naura khawatir.
"dia sudah sehat, tapi sekarang dia sedang ujian terakhirnya, apa perlu Saga jemput lusa di bandara?" tawarnya.
"tak usah, kami bisa pulang sendiri, tapi tolong buat rumah mu lebih nyaman, ya tuhan setidaknya kamu punya sofa untuk tamu, dan juga ruang keluarga sendiri," tegur papa Samuel
"baiklah aku mengerti," jawab Saga yang memang sedang merenovasi rumahnya lagi.
kini malah menjadi semakin luas, dan untuk sementara mereka akan tinggal di apartemen.
"terima kasih sudah mau datang empat hari ini Bu," kata Zoey.
"sama-sama Zoey, semoga ujian kalian mendapatkan hasil yang maksimal ya, kalau begitu ibu pamit ya," kata wanita itu yang pergi.saga dan Fardhan juga tersenyum menyapa keduanya.
setelah itu Saga langsung masuk kedalam ruangan istrinya dan langsung memeluk Zoey, "ada apa Daddy?".
"tidak ada sayang, semoga ujian mu mendapatkan hasil yang terbaik, Cherry juga harus pergi bukan?" tanya Saga.
"iya, kalau begitu aku permisi ya, Zoey selamat bertemu lagi saat kita menjadi Maba ya," kata Cherry yang memang akan menjalani cek up ke Singapura.
"baiklah tolong segera kembali," kata Zoey.
Cherry pun mengangguk, Cherry langsung di bawa ke bandara untuk segera berangkat hari.itu juga.
zoey juga bersiap untuk pulang karena kondisinya yang memang sudah membaik.
"apa kak Fardhan mau ikut kita pulang?" tanya Zoey.
"boleh dong nyonya, asalkan kalian menyuguhkan makanan yang enak untukku," kata Fardhan tertawa.
__ADS_1
"hei kamu ini pria kaya, dan biarkan kami berduaan, jangan menganggu, lebih baik urus sekolah mu itu," kata Saga pada temannya itu.