My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
wanita milik Levi 2


__ADS_3

Levi sampai di rumah miliknya, dan membawa wanita itu masuk kedalam rumah, karena gadis itu masih dalam pengaruh obat tidur.


dan jika dari perhitungan Levi sebentar lagi gadis itu akan sadar dari obat.


dia pun duduk menunggu gadis itu sadar, dan benar saja tak lama gadis itu sadar dari pingsannya.


gadis itu melihat kearah sekeliling kamar, "aku dimana?" gumamnya.


"selamat datang di rumah ku putri tidur, apa kamu sudah ingat sesuatu?" tanya Levi dengan dingin.


dia pun ingat segalanya, bagaimana dia di jual ke sebuah preman, di paksa naik ke atas kapal besar dan di pertontonkan seperti hewan.


"kamu siapa, tolong lepaskan saya tuan, saya akan melunasinya semua uang yang anda keluarkan." mohon gadis itu.


"tidak semudah itu,kamu harus mengganti uang lima milyar jika kamu ingin keluar dari sini, apa kamu bisa gadis cantik," kata Levi melihat gadis itu.


"apa..."


"jika kamu ingin membayarnya aku punya ide menarik, lebih baik mandi dan temui aku di bawah, sekali kamu mencoba kabur, aku pastikan kamu akan kehilangan nyawa dan juga keluarga mu di kampung," ancam Levi pada gadis itu.


"maafkan aku..." kata gadis itu berlari ke arah kamar mandi.


dia takut jika pria itu benar-benar akan menyakiti ibu dan adiknya yang tinggal di kampung.


dia pun bingung saat di kamar mandi, tapi dia pun menekan kran air.


dan beruntung dia segera mengerti jika itu seperti di sinetron yang dia saksikan.


setelah mandi dia pun mencari handuk, dan memakai jubah mandi baru keluar dari kamar mandi itu.


sedang di ranjang sudah ada pakaian yang di sediakan, setelah berganti baju, dia pun memutuskan untuk turun.


terlihat pria itu juga sudah segar dan sedang duduk menunggunya, "maaf membuat anda menunggu tuan,"


"tidak masalah, duduklah di sana, dan baca semua itu dan putuskan kamu mau seperti apa," kata Levi dengan dingin.


gadis itu mulai melihat dan membaca surat perjanjian itu, dia membelalakkan matanya saat membaca surat itu.


"bagaimana? kamu mau atau memilih pilihan kedua?" tanya Levi yang tak memberikan pilihan sedikit pun.


"baiklah saya setuju, pernikahan ini hanya satu tahun bukan?" tanya gadis itu.


"untuk waktunya terserah padaku, dan kamu tak boleh menolak sedikit pun apapun perkataan ku, jika kamu menolak maka konsekuensinya akan di tanggung keluarga mu, mengerti," kata Levi.


"aku mengerti," jawab gadis itu.

__ADS_1


"kalau begitu segera tanda tangani berkas itu, dan aku akan memastikan keluargamu itu baik-baik saja," jawab Levi.


akhirnya mereka pun pergi ke catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan.


dan Levi bukan pemain baru seperti ini, dan sekarang mereka sudah sah di mata hukum.


"siapa tadi namamu?" tanya Levi.


"nama ku Sugiarti," jawab gadis itu.


"jangan gunakan nama itu lagi, nama kampungan seperti itu tak pantas di sini, sekarang kamu akan di panggil sebagai Silvia, ingat namamu sekarang ini Silvia," kata Levi.


"baik tuan," jawab gadis itu pasrah.


"sekarang kita ke rumah sakit untuk melakukan tes kepada mu, karena aku harus memastikan jika kamu itu baik-baik tanpa ada sesuatu yang salah," kata Levi.


tapi sebelum ke rumah sakit, dia membeli kue kesukaan dari tiga gadis yang sekarang sedang kumpul di rumah sakit.


dia juga baru di beritahu oleh dokter Aiden jika Elsa mengalami keguguran.


mobil pun sampai di tempat itu, dan Levi mengandeng gadis cantik itu bersamanya.


sebelum bertemu dengan Elsa, zoey dan Cherry mereka melakukan pemeriksaan dulu.


setelah selesai mereka baru menemui mereka bertiga, Silvia terlihat sangat tegang, tapi beruntung dia bisa menemui dokter Aiden yang sekarang sedang praktek.


"baiklah, dan ternyata pilihan mu tetap bagus ya," puji dokter Aiden yang menelpon seseorang.


tak lama ada seorang suster uang datang dan mengajak mereka berdua pergi.


Levi cuma melakukan tes kesuburan dan darah, ya bagaimana pun mereka itu sudah terbilang sudah usia.


jadi dia tak bisa membohongi diri jika takut kesuburannya akan berkurang, terlebih gaya hidupnya yang tak pernah baik.


di tempat terpisah, gadis itu mengikuti setiap arahan dari dokter, dan juga suster, dan setelah selesai dia di izinkan keluar.


"apa susah selesai?" tanya Levi.


"iya sudah," jawab Silvia dengan takut.


"kamu lain kali kalau bicara dengan orang lain tatap matanya, jangan menunduk seperti ini, itu tak sopan dan kamu harus percaya diri karena suamimu ini juga orang penting," kata lebih memperingatkan Silvia.


"baiklah aku mengerti dan aku akan mengikuti perkataan mu tuan," jawab gadis itu.


"bagus, kalau begitu sekarang kita ke ruang dokter baru kemudian kita ke tempat gadis-gadis yang mungkin akan jadi teman mu untuk selanjutnya," kata Levi.

__ADS_1


"baik tuan," jawab Silvia


dokter Aiden menerima hasil tes yang baru saja di lakukan, dan beruntung untuk kesuburan dari Levi tetap bagus.


sedang untuk Silvia, Semuanya baik hanya saja dia memiliki diabetes tipe satu.


tapi dokter Aiden meyakinkan jika Semuanya akan baik-baik saja, "baiklah dokter terima kasih," kata Levi tersenyum kearah pria itu.


"baiklah, sama-sama bung," jawab pria itu.


sekarang mereka menuju ke ruang rawat yang ada di lantai khusus VIP, "kenapa rumah sakitnya sepertinya berbeda dengan yang lain?"


"karena ini ruangan khusus milik orang-orang berduit, jadi mulai sekarang biasakan dirimu," kata Levi yang mengetuk pintu sebelum membukanya.


"ya Tuhan... kalian ini orang sakit malah di ajak minum es," kata Levi saat melihat semua yang dilakukan oleh ketiga orang itu.


"halo asisten Levi," kata Cherry sambil tertawa.


sedang Zoey sih cuek saja melihat asisten dari suaminya, tapi dia malah fokus pada gadis yang ada di belakang pria itu.


"wah gandengan batu nih, siapa namanya?" tanya Zoey yang langsung bangun dari duduknya.


"halo nyonya, saya Silvia istri dari mas Levi," sapa gadis itu yang sudah di wanti-wanti oleh Suaminya itu.


"apa? kalian menikah mendadak sekali, aku belum menyiapkan hadiah, dan aku harus menghubungi suamiku kalau begitu," panik Zoey saat mendengar hal itu.


"tenang Bu bos, kami baru menikah dan berencana lusa akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk seluruh keluarga saja," jawab Levi.


"tidak bisa, asisten Levi jika suamiku tau dia akan marah, bagaimana bisa saudaranya menikah secara sederhana," kata Zoey yang langsung menelpon Saga.


Levi tak menyangka jika reaksi dari zoey akan seperti ini, tak la telepon tersambung.


"sayang kamu dimana?" tanya Zoey dengan suara heboh.


"kenapa, aku ada di lobi rumah sakit, sebentar lagi aku akan naik ke atas," jawab Saga.


"baiklah, segera naik karena kamu pasti akan kaget dengan apa yang akan kamu tau," kata Zoey yang langsung mematikan telponnya.


Silvia tak mengira jika wanita yang seusianya juga sudah menikah, dan kedua gadis yang lain juga sudah mengenakan cincin.


Saga yang berada di ruang terapis pun mengakhiri sesi latihan untuknya agar bisa berdiri.


"sebaiknya anda latihan sebisa mungkin ya," pesan terapis itu.


"baiklah, aku akan latihan berdiri, kalau begitu saya pamit pergi," kata Saga.

__ADS_1


dia langsung menuju ke ruang rawat dari Elsa,dan saat masuk dia melihat ada gadis di balik tubuh Levi.


"sepertinya kamu punya wanita baru ya," kata Saga dingin.


__ADS_2