
Zoey sedang memasak sarapan, ya pagi ini dia tak harus ke sekolah karena sudah tak ada yang harus di kerjakan di sana.
"sayang ayo sarapan dulu," panggil Zoey yang membawa sarapan sehat pagi ini.
"tunggu sayang, sebelum itu tolong bantu aku," panggil Saga yang sedang berolahraga ringan.
ia pun datang menghampiri suaminya itu, "ada apa Daddy, apa olahraganya belum selesai?"
"tolong berbaringlah, aku mau push up," kata Saga.
"hei kok gitu," kata Zoey yang sudah di paksa terlentang oleh Saga.
zoey pun pasrah, ternyata Saga hanya ingin berolahraga dengan istrinya itu.
Saga terus mencuri ciuman dari Zoey saat dia turun saat push up, "hentikan ini masih pagi," kata gadis itu yang sudah malu dengan tingkah Saga.
sedang pria itu hanya tertawa saja, Keduanya pun duduk bersama dan mulai sarapan bersama.
Zoey menyuapi Saga, ya mereka memang sengaja makan dalam mangkuk yang sama.
"Daddy ponselmu terus berbunyi," kata Zoey.
"tunggu sayang, aku lihat dulu," kata Saga yang melihat layar ponselnya.
ternyata itu telpon dari pengacaranya yang sedang mengurusi kasus dari suami Nabila.
"jadi bagaimana?" tanya Saga.
"kami berhasil membebaskannya setelah adik tuan membayar denda yang di minta oleh pengadilan, sebesar tiga juta dolar Amerika serikat," jawab pengacara itu.
"apa? terus bagaimana dia bisa membayar denda itu, terlebih setelah semua hartanya di sita papa?" tanya Saga kaget.
"sepertinya, dia menjual rumah singgah keluarga di Korea Selatan untuk melumasi itu," jawab pengacara itu.
__ADS_1
"adik tak tau malu! baiklah aku akan terbang ke Korea sekarang, dan pastikan kedua orang itu tak kemana-mana," kata Saga yang benar-benar marah.
zoey pun hanya melihat suaminya itu, dan dia tau jika Saga sangat marah.
"tenang Daddy, kita bisa bertanya dengan mbak Nabila dengan kepala dingin," kata Zoey.
"tidak semudah itu, karena vila itu sudah aku renovasi dan itu adalah sialan!!" kata Saga yang terus mengumpat.
Zoey tak ingin suaminya itu pergi sendiri ke Korea Selatan, jadi dia pun memutuskan untuk ikut.
mereka meminjam private jet milik Fardhan, karena private jet milik keluarga Graham sedang di gunakan oleh papa Samuel dan mama Naura.
selama dalam pesawat, Saga terlihat kesal dan Veve terpaksa ikut karena untuk menemani Zoey.
"nyonya tidak duduk di samping bos Saga?" tanya asisten Veve.
"aku masih sayang nyawaku, bisa mati terkena serangan jantung jika sekarang aku duduk di sampingnya," terlebih Saga saat ini sedang sangat marah.
"ya Tuhan dia bisa semakin tua jika terus mengerutkan keningnya seperti itu, memang kenapa dengan rumah singgah keluarga itu, kenapa dia sangat marah saat tau kak Nabila menjualnya? bagaimana menurutmu asisten Veve," tanya Zoey.
"kalau itu sampai terjadi, aku akan marah padanya, karena bagiku tak usah membuat rumah mewah dan besar, cukup rumah kecil yang nyaman, asal aku terus bersama dengannya, pria yang aku cintai," kata Zoey.
"ya Tuhan kalian memang pasangan yang begitu sweet, tapi tuan pasti sudah menyiapkan seluruhnya, jadi kita lihat saja nanti," kata asisten Veve.
zoey juga penasaran renovasi yang di lakukan oleh Saga, pasalnya sampai bisa membuat pria itu marah seperti itu.
setelah perjalanan panjang di udara, mereka pun sampai di Incheon airport dengan selamat.
mereka bahkan menunggu di ruang tunggu VIP dan tak menunggu lama supir dan tour guide datang untuk menjemput mereka.
"selamat malam tuan Sagara dan istri, kami akan menemani anda selama di Korea," sapa pria dan seorang wanita.
"iya pak Kim dan istri, perkenalkan istriku Zoey Graham, dan asisten ku Veve Larissa," kata Saga memperkenalkan kedua wanita itu.
__ADS_1
"salam kenal nyonya," sapa pak Kim sambil menunduk.
"salam kenal pak," jawab zoey yang melakukan hal itu juga.
"baiklah sayang kamu bisa pergi ke hotel dulu bersama Veve, sedang aku akan menyelesaikan masalah terlebih dahulu," kata Saga memeluk tubuh Zoey erat.
"tidak mau, aku mau ikut dengan mu, karena kita itu satu paket," kata Zoey tersenyum.
"tapi kamu kelelahan," kata Saga yang tak ingin Zoey sakit.
"tidak mau, jika kamu meninggalkan aku hany dengan asisten Veve, maka selama di sini jangan menyentuhku sedikitpun," ancam Zoey yang ingin pergi dengan menyeret kopernya.
Saga yang tak ingin hal itu terjadi, jadi dia pun menahan tangan istrinya itu Agara tak pergi.
"baiklah pak Kim, sekarang ayo kita ke rumah keluarga adikku itu," kata Saga memberikan alamat yang di maksud.
tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di ruang itu, dan terlihat sudah ada dua mobil di garasi rumah mewah itu.
Saga membantu istrinya turun, sedang Veve memilih di mobil bersama dengan kedua orang itu.
dari dalam terdengar suara perdebatan cukup kencang saat keduanya masuk.
"ini semua salah papa, kenapa papa membekukan semua tabungan ku, jika tidak aku tak akan menjual rumah singgah milik keluarga kita itu, aku juga berhak," kata Nabila tak terima.
"tapi itu rumah singgah milikku!!! dan kamu dengan lancang menjualnya, maka semua yang sudah aku bantu bayar sendiri, kamu jadi adik tak tau diri!!!" teriak Saga marah.
"apa? aku menjual villa milik papa di kawasan pulau Jeju, bukan yang ada di Busan," kata Nabila kaget.
"kamu gila!!! itu villa milik Saga, dan villa milik papa di Busan," marah Samuel.
"apa... tapi dia sudah membayar sebagian dari harga di sana, dan aku tinggal memberikan sertifikatnya," kata Nabila.
"ku pastikan kamu akan di masukkan penjara karena hal itu, karena vila itu bukan lagi milikku, dan kamu akan di jatuhi hukuman berat karena menjual properti orang lain tanpa izin, jadi setengah jam lagi polisi datang untuk menjemput mu ke penjara," kata Saga.
__ADS_1
"ya Tuhan, bisakah kita selesaikan ini baik-baik, aku tak ingin ada masalah lagi, Nabila kamu seharusnya meminjam uang padaku atau Saga,kami pasti bantu tapi tidak seperti ini, kamu ini selalu membuat masalah," kata Elna yang tak habis pikir.
"sudahlah kita selesaikan semuanya, papa kembalikan semua ATM dan deposito milik mu, tapi setelah suamimu keluar dari penjara, jangan minta bantuan pda kami semua, kalain hidup mandiri, terlebih kalian selalu membuat masalah, jadi kami akan menutup mata dan telinga untuk mu," kata papa Samuel yang sudah terlalu marah.