
tubuh Aliya sudah mulai terluka, bahkan wanita itu terus berteriak seperti orang gila.
"bagaimana rasanya siksaan ini sayang, kamu yang begitu keras dan menyebalkan bukan, dari pada kamu terus menganggu ku karena kamu mungkin akan disana selamanya," kata dokter Aiden.
suster Aliya yang tak tahan pun merasa bingung, karena suara-suara itu terus terdengar di telinganya.
dia pun membenturkan kepalanya ke tembok dengan keras untuk membantu menghentikan suara-suara itu.
bahkan kepalanya sudah berdarah cukup banyak, seperti kehilangan rasa sakit, wanita itu tanpa henti terus melakukannya.
"terus lakukan sampai kamu mati, setelah itu aku akan mengantar mu ke rumah orang tua mu, dengan begitu mereka bisa bahagia melihat putrinya yang sangat berguna ini," kata dokter Aiden menyeringai.
tak lama Aliya pun tergletak dan darah mengucur dari kepala wanita itu makin banyak, dan Aliya pun kejang saat ini.
dokter Aiden hanya diam, dan perlahan gerakan Aliya pun melemah dan akhirnya wanita itu tak bergerak lagi.
"akhirnya dia mati," gumam dokter Aiden yang sudah kehilangan rasa empatinya.
ya pria itu benar-benar tak peduli lagi pada semua orang kecuali teman-temannya yang selama ini bersamanya.
dia pun datang membawa sebuah suntikan yang akan membantu wanita itu makin tenang lagi.
dia pun membuka pintu kamar itu, terlihat banyak darah yang terciprat dimana-mana.
"ah... kamu begitu menyedihkan,saat kamu ingin membunuh zoey, tapi kamu malah yang harus ku kirim ke akhirat," kata dokter Aiden yang menyuntikkan obat untuk untuk memastikan saja.
akhirnya dia bisa benar-benar bebas dari wanita itu, "tuan memanggil kami?" tanya kedua orang itu.
"kalian berdua, bereskan wanita ini dan jangan biarkan ada yang curiga, ingat menyamar atau lakukan apapun itu untuk membuat kematian wanita ini begitu normal," perintah Aiden.
"baik tuan," jawab kedua orang itu.
mereka pun bergegas membawa mayat itu pergi dan sebelum melakukan rencana besar itu.
mereka pun menghapus semua bekas sidik jari di tubuh wanita itu, terutama milik Aiden dan Zoey.
setelah itu mereka pun membawa mobil ke sebuah pinggiran kota, mereka pun merencanakan untuk kecelakaan itu sebaik mungkin.
__ADS_1
mobil itu menabrak pembatas jalan hingga hancur dan kemudian masuk kedalam sungai.
para warga pun kaget karena mendengar suara tabrakan keras, dan saat melihat mobil itu sudah ada di dalam sungai terendam air.
"cepat tolong, takutnya ada orang di dalam mobil, dan jangan lupa untuk menelpon tim kebakaran dan juga ambulans," kata seorang pria.
tapi semuanya sudah berakhir, begitupun dengan lembaran baru di dalam hidupnya yang akan segera di mulai.
keesokan harinya, Saga sudah selesai bersiap untuk ke kantor saat sebuah berita menghebohkan tercetak di koran pagi ini.
"baca berita apa sih Daddy, kenapa wajahmu serius begitu," kata Zoey yang memeluk Saga dari belakang.
dia pun tak percaya dengan apa yang dia lihat, Aliya mengalami kecelakaan tunggal dan tewas di lokasi.
"apa ini benar?" kata zoey tak percaya.
"sepertinya benar, lihat saja mereka juga sudah mengirimkan kronologi kejadian, jadi mungkin kami akan melakukan penghormatan terakhir," kata Evan.
"tak perlu, kita tak perlu datang, bagaimana pun dia hampir membunuhmu, jika kalian ingin pergi silahkan, tapi aku tidak akan pergi karena masih banyak hal yang lebih penting,"kata Saga yang tak bisa di bantah.
"terserah kamu saja, aku akan datang untuk membantu menguatkan Aiden karena bagaimanapun dia juga tetap sahabat kita," terang Evan
Evan pun merasa aneh, dan sebuah pesan masuk ternyata benar, Evan mengancam mereka agar tak datang ke tempat persemayaman terakhir dari Aliya.
jika datang maka pria itu akan menganggap siapapun itu akan jadi musuhnya.
Saga dan Zoey pun mengikuti sarapan pagi bersama semua orang, "Saga pimpin doa," perintah opa David.
"iya opa," jawab pria itu.
mereka pun berdoa menurut agama yang mereka percaya, setelah itu mereka pun sarapan bersama.
setelah itu Saga dan Zoey berangkat ke kantor, dan benar saja semua nampak biasa.
Zoey berjalan di samping Saga yang juga datang ke kantor, semua pegawai pun menyambut mereka.
setelah itu mereka menuju ke kantor milik Presdir, terlihat Saga langsung menuju ke balik mejanya.
__ADS_1
"sekarang tuan besar, aku harus ke hotel atau harus pulang ke apartemen?" tanya Zoey.
"memang kenapa tidak disini saja? toh aku juga masih membutuhkan mu sebagai wakil Presdir, karena kamu tau keterbatasan ku," kata Saga yang tak ingin istrinya itu jauh darinya.
"kalau begitu tolong buatkan ruangan khusus untuk ku, aku tak ingin kamu jauh dariku," jawab Saga.
"hei aku tak kemana-mana,hanya di hotel untuk melihat pekerjaan mereka, memang apa yang akan di katakan dunia, jika aku hanya menjadi beban mu, dan untuk mu Daddy, kamu itu tetap sempurna sebagai seorang pemimpin aku yakin itu," kata Zoey.
"baiklah jika kamu tetap pada pendirian mu, tapi kamu harus setiap jam mengirimkan pesan padaku," kata Saga.
"baiklah aku akan melakukannya," Jawab Zoey.
gadis itu pun langsung menuju ke area hotel miliknya dan asisten Sean akan membantunya.
tapi nyatanya dia tak jadi ke hotel karena papa Samuel meminta dia ke perusahaan.
sesampainya di perusahaan, semua orang menyapa sosok zoey yang datang dengan pengawalan super ketat.
bahkan asisten Sean di sampingnya itu saja sudah membuktikan jika gadis itu di lindungi sepenuhnya.
"silahkan nyonya muda, dan kalian semua lanjutkan pekerjaan kalian," perintah asisten Sean.
mereka pun bubar setelah lift mulai naik ke lantai khusus Presdir, terlihat semua ornamen di perusahaan itu mengusung gaya Eropa.
dan terlihat begitu mewah, dan Zoey tak mengira jika perusahaan Graham begitu besar.
dia pun sampai dan sudah di tunggu oleh asisten Mike dan asisten Ferdi, "selamat datang nyonya muda, tuan sepuh dan tuan besar menunggu anda di dalam," kata asisten Mike.
"terima kasih asisten Mike, dan terima kasih atas bimbingannya selama ini," kata Zoey dengan tulus.
asisten Mike pun memeluk Zoey, "saya yakin jika perusahaan ini akan sukses di tangan kalian berdua, terlebih tuan Saga memiliki istri yang sangat baik dan pintar seperti anda," jawab pria itu dengan kepercayaan penuh.
"terima kasih kakek, kalau begitu saya ketemu papa dan opa dulu," kata Zoey.
wanita itu pun kini berubah raut wajahnya menjadi sangat serius, karena dia akan menemui kedua bos besar itu.
"selamat pagi kedua bos besar, saya datang sesuai undangan dari anda," kata Zoey dengan sopan.
__ADS_1
"kemarilah nyonya muda, duduk di sana karena kami ingin melakukan wawancara dengan mu," perintah papa Samuel.