My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
itu memang benar


__ADS_3

"ya mau gimana lagi, aku memang menikah dengan Daddy karena cinta, yang kedua uang," kata Zoey memeluk leher Saga dan menggoda pria itu.


"kalau kamu, meski menghabiskan hartaku, aku tak masalah, asal kamu bahagia," kata Saga yang berhasil membuat zoey tertawa senang.


"sudah sekarang kita mau apa ini, mau keluar makan atau kita nge-gym bareng?" tanya Zoey.


"sepertinya aku ingin mengajakmu olahraga di taman kemudian langsung ke kantor, jadi ambil baju mu taruh di mobil, aku kasih waktu lima belas menit, dimulai dari sekarang," kata Saga yang berhasil membuat zoey berlari mengambil baju ganti miliknya dan juga baju olahraga.


Zoey pun siap dengan semua perlengkapan miliknya yang memang sudah ada yang siap.


"ayo kita berangkat Daddy," ajak Zoey.


"baiklah ayo.." jawab Saga.


keduanya pun segera menuju ke lapangan tennis yang ada di sekitar area taman perumahan itu.


beruntung mereka tak kehabisan lapangan tennis jadi mereka bisa bermain tenis pagi ini.


Zoey dan Saga bermain dengan sangat serius, pasalnya Zoey tak mau kalah dengan suaminya itu.


"sayang... stamina mu sangat baik ya," kata Saga melihat kelincahan Zoey.


"iya karena aku ingin segera sehat dan bisa hamil lagi," jawab Zoey.


Saga pun tersenyum senang, ternyata istrinya itu segera ingin mengandung buah cinta mereka.


"baiklah kalau begitu kita harus segera melakukan olahraga malam setiap hari," kata Saga dengan semangat.


sedang Zoey merasa malu mendengarnya, "hei ucapan apa itu, jangan bikin malu dong Daddy..."


bahkan wajah Zoey sudah memerah, Saga pun berlari menghampiri Zoey dan memeluknya.


"Daddy jangan begini... malu..." kata Zoey mencoba melepaskan diri dari suaminya.


"baiklah, sekarang ayo kita beli sarapan saja yuk, kebetulan di luar ada bubur ayam yang sangat enak," ajak Saga.


"hei kura baru selesai olahraga kenapa malah mau beli sarapan sih," kata Zoey yang mengikuti suaminya itu.

__ADS_1


mereka berdua pun sampai di warung bubur yang di maksud oleh Saga.


Zoey tak mengira jika Daddy-nya itu sangat suka makan di warung tenda seperti ini.


bahkan meski terkenal sebagai pengusaha sukses, Saga tetaplah pria biasa di balik itu semua


setelah sarapan keduanya tak lupa menelpon Fardhan, dan membungkuskan tiga bubur ayam untuk mereka.


"jadi sekarang kita ke rumah sakit dulu?" tanya Zoey.


"tentu sayang, ayo kita lihat kondisi elsa sekalian," jawab Saga.


mereka pun berangkat, tapi di mobil Saga melihat celana pendek yang di kenakan oleh Zoey terangkat.


"sayang kenapa kamu tak pakai salaman legong saat berolahraga, itu paha dan kakimu kemana-mana, aku tak suka," kata Saga


"aduh Daddy, anda terlalu banyak protes, aku bukan telanjang ini, lagi pula celana ku sudah selutut hanya saja ini saat duduk jadi naik gini.


"baiklah terserah dirimu, tapi lain kali jangan di ulangi," kata Saga yang benar-benar tak ingin melihat Zoey memamerkan kaki indahnya


Saga pun memarkirkan mobilnya, kemudian mereka menuju ke ruang VIP dan ternyata Elsa sudah bangun.


"maafkan aku nyonya besar, tapi kalian dari mana kok berpakaian seperti ini?" tanya Elsa dengan lemah.


"dari olahraga di taman kota, sudah kamu sarapan dulu, sayang tolo g suapi Elsa ya," perintah Saga.


"tidak usah biar aku saja," jawab Fardhan.


Saga pun tak mengira akan melihat ini, Fardhan yang begitu perhatian kepada Elsa.


bahkan Fardhan sangat telaten menyuapi Elsa bubur yang di belikan oleh Saga


suster Aliya datang, Zoey dan Saga tak menggubrisnya, sedang Fardhan juga acuh padanya.


"kenapa membawa makanan dari luar, dia tak boleh makan makanan yang sembarangan, jika tidak lukanya tak akan sembuh," marah wanita itu.


"tutup mulutmu,kamu bukan suster di area VIP, kenapa kamu berani datang kesini!" bentak Fardhan kesal.

__ADS_1


"aku hanya ingin memberikan ini untuk mu, tadi Fatima membuatkan khusus untuk dirimu,setelah aku memberitahukan jika kamu di rumah sakit dari semalam," kata suster Aliya.


Elsa langsung terlihat murung,dia tau jika sekarang dirinya tak akan sama seperti dulu lagi.


"lancang!!! bawa pergi atau aku akan lupa jika kamu adalah istri dari teman kami," marah Fardhan.


"kenapa, bukankah dia bilang jika kamu dan dia itu teman," kata suster Aliya.


"aku baru bertemu dia satu kali, dan saat itu kamu mengusir kami karena membawa pasien yang tak mampu, apa kamu lupa, kamu bahkan tak bisa mengenali teman baikmu itu, apa kamu sedang berbohong kepada kami nyonya Aiden?" tanya Fardhan dengan nada suara marah.


"karena aku sudah lama tak bertemu dengannya, dan juga dia memakai cadar," jawab Aliya.


"nyonya, lebih baik anda keluar, karena aku mengenal mereka para pria ini, mereka bisa menyakitimu, saat mereka marah atau saat wanita yang mereka cintai tersakiti," kata zoey mengingatkan.


"omong kosong, suamiku adalah pria lembut, bukan seperti kalian bertiga yang urakan," kata suster Aliya tak terima.


"kalau begitu kamu harus selidiki, apa benar Aiden mencintaimu atau hanya kasihan padamu," ledek Saga.


mendengar ucapan itu Aliya terdiam, dia pun langsung pergi membawa kotak makan itu.


rencananya untuk membantu Fatima agar lebih dekat dengan Fardhan gagal total, terlebih pria itu malah menghinanya habis-habisan.


"jika Fatima tidak bisa bersama Fardhan, aku bisa di kucilkan saat ada acara bersama mereka, terlebih Veve juga wanita tak berguna," gumamnya.


"dasar wanita tak tau malu, aku heran memang Aiden dan keluarganya lihat apa sih bisa memilih wanita ini sebagai pasangan," tanya saga.


"ya kamu tak tau pernikahan kasta itu lebih penting dalam adat Aiden, jadi bersyukurlah saat kita bisa menikahi pasangan yang kita inginkan," jawab Fardhan.


"ya kamu benar, jika aku jadi Aiden mungkin aku sudah membuang gadis itu setelah pernikahan, ya setidaknya aku tak menjadi anak durhaka karena tak menuruti keinginan dari orang tuaku," jawab Saga tak habis pikir.


Alexa sedang berada di Jepang untuk mengikuti seminar-seminar tentang kecantikan.


tapi saat dia beristirahat dari kegiatannya, dia malah melihat suami dari temannya itu sedang bersama dengan seorang wanita cantik.


"itu bukannya dokter Aiden suami dari Aliya, terus siapa wanita yang ada di sampingnya itu, bukankah Aliya ada di Surabaya," kata gadis itu.


saat dia ingin menghampiri pria itu untuk bertanya, mereka keburu pergi dan hilang begitu saja.

__ADS_1


dokter Aiden tersenyum kearah gadis cantik itu, pasien yang sudah dua tahun ini dia rawat dan hati ini kesembuhan semakin mungkin.


__ADS_2