
Zoey langsung berpelukan dengan Cherry, "baiklah nyonya besar, ayo kita masuk ke kelas," ajaknya.
"tunggu dulu, aku harus melapor dulu pada Wali kelas kita, ya setidaknya hanya untuk meminta maaf untuk cuti yang cukup lama," kata zoey.
"baiklah kalau begitu," jawab Cherry.
Zoey dan Cherry menuju ke ruang guru, kebetulan mereka berpapasan dengan Fardhan.
"kamu jadi sekolah ya zoey, selamat datang ya, oh ya aku sudah memberitahukan pada wali kelas mu, dan dia akan membantumu mengejar ketertinggalan mu," kata Fardhan.
"terima kasih ya pak kepala sekolah,anda memang yang terbaik, aku harus meminta maaf sendiri dan membagikan hadis kecil ini pada mereka," kata Zoey.
Cherry pun membantu gadis itu, saat Fardhan akan pergi dia mendapatkan pesan tentang kelakuan buruk ayahnya.
"oh Resta sudah jadi wanita mu ya pria tua, semoga kamu tak jadi ladang uangnya saja," kata Fardhan yang sebenarnya masih sangat peduli pada ayahnya.
tapi kekecewaannya terhadap pria itu yang dia tunjukkan, karena pria itu dua wanita di hidup Fardhan meninggal dunia.
Zoey pun masuk ke ruang guru dan membagikan hadiah itu satu persatu pada semua guru.
setelah itu dia pun masuk ke kelas bersama Cherry, para guru pun penasaran dengan isi dari hampers yang di berikan oleh gadis kaya itu.
ternyata sebuah jam tangan mewah, dan juga parfum untuk semua guru, dan juga kartu ucapan permohonan maaf.
bahkan kartu itu di tulis sendiri oleh Zoey, tak lupa Fardhan juga dapat dan lebih spesial.
"selamat pagi semuanya," sapa Zoey saat masuk kelas.
"selamat pagi zoey, bagaimana kabar mu," kata semua teman di jelas yang khawatir.
pasalnya mereka baru tau apa yang menimpa zoey sama ini, "aku baik semuanya, maaf ya baru bisa gabung ke sekolah lagi,"
"iya Zoey, jika butuh bantuan kamu bisa meminta tolong pada kami," saut semuanya.
"terima kasih," jawab Zoey.
tak lama pengawal datang dan membagikan hampers sesuai dengan warna dan jenis kelamin.
semua pun merasa kaget, pasalnya dapat jam tangan dan juga parfum serta sebuah boneka kecil yang ternyata dompet lucu.
"Zoey kamu mengingatku?" tanya Daffa.
"halo mantap ketua OSIS, apa kabar?" tanya Zoey dengan senyum.
"baik, kenapa kamu begitu lama liburannya, kamu tau begitu banyak yang terjadi di sekolah," kata Daffa.
mendengar ucapan Daffa yang ingin ember, Cherry membekap mulut Daffa.
__ADS_1
"tak usah di dengarkan," kata Cherry.
Daffa tak hilang akal, dia menjilati tangan Cherry yang membekapnya.
"ih... kamu men-ji-jik-kan!!!" kata Cherry mengusapkan tangannya pada baju Daffa.
melihat itu zoey tertawa, tak lama bel masuk kelas berbunyi dan ternyata hari ini adalah jam kesenian yang pertama.
"ayo semuanya kita ke ruang kesenian," ajak guru itu.
mereka semua pun sudah duduk mengelilingi sebuah kursi yang berada di ruangan itu.
"hari ini, kalian harus melukis dengan model yang di sediakan, dan buat seindah mungkin," kata guru itu.
"baik pak," jawab mereka semua.
tak lama mereka pun langsung mulai melukis dengan kemampuan masing-masing.
Zoey hari ini membayangkan seorang wanita yang sedang memangku kucing itu.
dia pun mulai melukisnya, perlahan gambar buatannya pun sudah nampak terlihat.
terlebih setelah dia mengunakan warna di gambar itu, kini lukisan itu makin terlihat hidup.
jam pelajaran pun selesai,dan lukisan dari Zoey sangat terlihat nyata.
mereka pun kini kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran kedua yaitu matematika.
Zoey sangat pintar di bagian seperti ini, bahkan gadis itu terlihat begitu mudah dalam memecahkan semua soal sulit itu.
kini mereka sedang istirahat, "hei... kenapa ada asap di kepalamu, huhuhu...." godanya melihat Cherry yang begitu lesu.
"bagaimana tak berasap, orang itu angka seperti berputar di kepalaku, kamu kan tau jika aku lemah dalam perhitungan seperti itu," jawab Cherry.
"aduh-aduh, ayo kita ke kantin, biar aku traktir makan siang deh, anggap saja ini ucapan pertemanan dariku," kata Daffa.
"boleh dong, aku ingin makan dimsum dengan kecap asin dan bubuk cabai," kata Zoey.
"enak somay," jawab Daffa
"kamu ingin membunuh kami, Zoey tak bisa makan kacang, sedang aku tak bisa makan udang," kesal Cherry.
"kalau begitu lebih baik beli burger atau hotdog," usul Daffa.
"boleh juga sih, tapi sepertinya aku tak akan bisa makan itu, selama di sekolah penuh dengan CCTV," kata Zoey tertawa.
"baiklah kita lihat aja menu hari ini," kata Cherry.
__ADS_1
ternyata capcay dan juga salmon saus menthai, mereka pun mengambil kedua makanan itu.
tak lupa mereka mengambil susu pisang dan juga buah potong, ketiganya duduk di kursi paling pojok.
setelah kenyang, mereka pun memilih duduk sambil membaca buku pelajaran, telebih Zoey yang harus mengejar ketertinggalannya.
"ujian sebentar lagi, tapi aku tak melihat Resta di sekolah?" tanya Zoey.
"sudah tak usah bahas dia, mungkin dia sudah di makan ikan hiu di laut, terlebih dia terus menjadi teman yang menyebalkan," kata Cherry yak suka.
"sudah jangan di dengarkan, memang dia sering bolos setelah keluarganya di tangkap setelah tertangkap tangan korupsi," kata Daffa.
"owh... sepertinya aku ketinggalan berita besar, tapi kenapa bisa tiba-tiba?" tanya zoey heran
"kami juga tak tau, sudahlah mungkin dia sedang bekerja di suatu tempat, sekarang lanjutkan belajarmu," perintah Cherry.
"baiklah ibu guru, ya Tuhan kamu jahat sekali padaku," kata Zoey.
mereka pun tersenyum bersama, sedang di luar sekolah, Resti merasa kesal karena adiknya itu tak ke sekolah ternyata.
"sialan... kemana gadis bangsat itu pergi, kenapa dia tak menunjukkan wajahnya," katanya yang memutuskan untuk pulang.
dia pun terpaksa melakukan sesuatu untuk bertahan hidup, dia pun menabrak seorang pria yang terlihat sibuk.
"ah maaf..." kata Resti.
mereka pun langsung menghilang di daerah kumuh, dan dia sudah mendapatkan dompet pria itu di tangannya.
"ternyata penyakit klepto ku ini sangat berfungsi saat kepepet begini, tapi wajah ini bisa di curigai orang," gumamnya yang kemudian membuang dompet itu setelah mengambil semua isi dompet itu yang ternyata cukup banyak.
bahkan ada beberapa lembar uang asing juga, dia pun menyimpannya terlebih dahulu dan untuk beberapa hari kedepan dia sudah aman dan tak perlu pusing untuk masalah makanan.
Resti pun harus hemat, dan juga mencari Resta untuk meminta uang, karena semua ini terjadi juga karena gadis itu.
tapi sepertinya akan berpihak padanya, saat dia tak sengaja di lampu merah, dia melihat Resta duduk di mobil mewah.
dia pun langsung membuka pintu di samping supir, karena terkunci, wanita itu langsung memecahkan kaca mobil itu dengan alat yang selalu dia bawa.
"kamu siapa," panik supir dan tuan Wisnu.
"sudah diam kalian semua, hei adik sialan kamu ingin kabur dan menikmati yang yang kau dapat dari pria ini sendiri, tidak akan ku biarkan, karena kira seperti ini itu karena mu," kata Resti yang membuka topinya.
tuan Wisnu terkejut melihat wajah model terkenal itu, "kamu kan model yang selama ini berpose untuk majalah dewasa bukan?"
"ya tuan tapi itu dulu, sebelum adikku yang bodoh bin tolol ini menyinggung orang yang salah," kesal Resti.
"kalau begitu ikut kami saja, tak masalah bukan," ajak tuan Wisnu.
__ADS_1
"tentu, karena aku harus mengawasi adikku itu agar tetap diam dan tak bertingkah," kata Resti tersenyum menyeringai.