My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
pria tua itu


__ADS_3

mereka berada di rumah dokter Aiden cukup lama, pasalnya suasana hati Zoey sangat bagus berada di rumah ini.


"boleh aku menginap di sini om Aiden?" tanya gadis itu memohon.


"baiklah, kamu boleh menginap di sini asal Daddy mu mengizinkan mu," kata dokter aiden.


"sepertinya itu tak mungkin, karena dia sedang sangat sibuk dan tak mungkin bisa di ganggu," kata Zoey kesal.


"baiklah, kamu bisa tidur di kamar di bawah, bik Neno, tolong antar non zoey ke kamar Ageng ya, dan pastikan semua kebutuhannya terpenuhi selama di sini ya," kata dokter Aiden.


"baik Aden," jawab wanita itu.


Zoey pun reflek memeluk tubuh dokter Aiden, dan terlihat begitu senang.


sedang Evan melihat Aiden, "ksnu jsngsn main Api Aiden," kata pria itu mengingatkan.


"aku tau jika main api aku bisa terbakar, dan aku tak akut, karena ini yang di inginkan oleh pria itu sendiri?" jawab dokter Aiden.


"Aiden tolong, jangan membuatmu tersakiti lagi," kata Evan.


"tidak akan, aku akan membuatnya sadar jika sakit saat orang yang kamu cintai memilih orang lain, bahkan di saat dia bersama mu, tapi dia malah sok-sokan tak menginginkan hal itu," jawab dokter Aiden.


Evan pun sadar jika sahabatnya itu tak jahat, hanya saja Saga memang sudah keterlaluan.


dia seakan tak peduli dan terus membuat zoey sedih, padahal di seluruh rumahnya sudah di pasangi CCTV yang aktif dua puluh empat jam.


dan sekarang pria itu sedang panik saat tak mendapatkan gambar zoey di layar laptopnya.


"ya sialan, kemana zoey, mereka membawanya kemana!!!" teriak Saga frustasi.


"tenang bos, coba telpon dokter Aiden atau Evan, pasti mereka bersama putrimu itu," kata Levi yang menikmati makanannya.


Saga pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi ponsel Evan dan langsung di angkat oleh pria itu.


"kamu membawa Zoey kemana?!!!"


mendengar teriakan Saga, Evan pun langsung memberikan ponselnya pada Zoey.


"aku bisa gila menghadapi Daddy mu," kata Evan.


Zoey menempelkan benda pipih itu di telinganya dan mulai terdengar suara Saga yang marah tapi terdengar sangat khawatir.

__ADS_1


"dasar kalian ini, kemana kamu membawa Zoey, kamu tau jika kondisinya sangat lemah, kenapa kalian tidak menemaninya di rumah, kalian tau jika aku belum bisa berada di sampingnya karena pekerjaan. kamu itu saudaraku, permintaan kecil untuk menjaga Zoey saja kamu lalai seperti ini, kamu tau aku sudah hampir gila berkali-kali harus melukai gadis itu, aku juga ingin sekali memeluknya, jadi tolong jauhkan aku darinya, ajak dia pulang bodoh!!!" teriakan Saga mengejutkan semua orang.


Zoey pun tak menyangka jika Saga begitu menghawatirkan dirinya meski terlihat sangat cuek.


Evan mengambil ponselnya, "iya iya maaf, aku akan membawanya pulang," saut Evan yang langsung mematikan telponnya.


"jadi Zoey mau tetap menginap?" tanya dokter Aiden.


"tentu, aku tak mau di rumah terus, aku bisa gila di sana, dan lagi aku ingin mendengar suara ketenangan di rumah ini, bukan para pengawal yang terus berkeliaran tanpa henti," jawab Zoey.


"baiklah, tapi kami juga ikut menginap, tak masalah kan Aiden?" tanya Evan.


"baiklah terserah kamu saja," jawab Aiden tak bisa menolak.


malam pun datang, mereka berempat sedang bermain kartu, Zoey juga tak lupa dengan susu hamil miliknya.


sedang saga masih tak bisa melihat Zoey, dan itu membuatnya frustasi, dan rasanya ingin pulang dan membawa gadis itu pergi.


tapi pekerjaannya sangat ketat, hingga jadwalnya sangat tak bisa di harapkan.


"Evan saat aku pulang awas kamu," kata Saga marah.


"kamu sakit sayang?" tanya Cherry pada kekasihnya itu.


"tidak sayang, aku hanya merasa ada yang sedang memakiku," jawab pria itu.


"sepertinya Saga sedang memakai kita semua, pasalnya tengkuk ku sangat merinding juga saat ini," kata Aiden.


sedang di rumah Fardhan, pria itu bukan tak ingin berkumpul dengan teman-temannya.


tapi hari ini adalah hari ulang tahun dari kekasihnya tercinta, dia sedang berada di sebuah ruangan khusus.


"sayang aku datang, ini adalah lima tahun kebersamaan kita, jadi tolong jangan bosan ya, tolong tunggu aku menemui mu lagi," kata Fardhan yang mengecup wanita itu yang terbaring di atas ranjang indah.


setelah bermain, kini mereka sedang menikmati waktu untuk mendengarkan Aiden yang memainkan sebuah gitar sedang Evan memainkan biola.


"ah sayang, tak ada yang bisa main piano, itu akan melengkapi suasana ini," gumam Zoey.


mendengar itu, dokter Aiden menghentikan permainannya, dan langsung mengambil sebuah flashdisk.


"apa ini?" tanya Zoey menyentuh flashdisk itu.

__ADS_1


"dengarkan saja, itu adalah lagu indah yang di buat seseorang dengan piano, bahkan kamu bisa mendengar di beberapa lagu, pemilik suara itu sedang bernyanyi," kata dokter Aiden.


"baiklah terima kasih," jawab zoey senang.


pasalnya dia pernah dengar jika lagu klasik baik untuk perkembangan otak janin yang masih di dalam kandungan.


jadi dia tak perlu khawatir tentang hal itu, tak terasa malam makin larut.


Zoey dan Cherry sudah tidur di kamar yang sama, bahkan dokter Aiden meminta beberapa pengawal untuk menjaga tapi tanpa suara.


pasalnya dia dan Evan harus pergi untuk menemui Fardhan yang sekarang mungkin sedang melewati malam tersedia dalam hidupnya.


tapi mereka salah, Fardhan malah mengajak mereka bertemu di diskotik.


mereka pun berada di lantai dua yang hanya bisa di akses oleh orang-orang tertentu.


mereka pun saling menyapa, "maaf kami baru bisa datang, kamu tentu tau bagaimana aku harus menjaga Zoey bukan," kata dokter Aiden.


"baiklah aku mengerti, tapi malam ini kita bisa pesta bukan, setelah berhasil menyingkirkan pria bernama Anggara itu," kata Fardhan mengangkat gelas berisi minuman beralkohol itu.


"tentu bos, jika butuh kamu bisa memilih wanita yang kau suka, dan kami akan coba dapatkan demi dirimu," jawab Evan.


"aku tak yakin, kamu itu terlalu cupu bukan Levi yang lebih suhu dalam menghadapi wanita," jawab Fardhan menghina pria itu.


tapi tatapan Fardhan tertuju pada satu wanita yang baru saja datang ke tempat gemerlap itu.


"coba kalian lihat itu, bukankah itu Resta?" kata Fardhan.


dokter Aiden dan Evan melihat sosok itu, ternyata benar itu Resta tapi apa yang di lakukan gadis Lola itu di sini.


"tapi kenapa dia disini, dan siapa pria di belakangnya itu?" tanya dokter Aiden melihat sosok pria yang merangkul Resta.


"sepertinya itu murid baru, siapa namanya, tunggu sebentar, ah aku ingat itu adalah Leon, murid pindahan dari luar negri," jawab Fardhan.


"tapi kenapa aku merasa ada yang aneh dengan pria itu ya," kata Evan.


"aku juga tak tau pasti, pasalnya dia hanya putra dari keluarga konglomerat dari India, bernama Suresh Malhotra," kata Fardhan.


"sepertinya dia ajak angkat, pasalnya aku pernah dengar jika keluarga itu mengangkat seorang anak yatim-piatu," jawab Evan.


"kalau begitu cari tau, kita tak ingin jika pria itu jadi ancaman untuk kita semua bukan," kata dokter Aiden yang di setujui oleh semua orang.

__ADS_1


__ADS_2