
malam ini Saga di minta untuk memakai jas, dia tak tau apa uang di lakukan oleh keempat sahabatnya itu.
tapi dia mengikuti saja, toh tak ada salahnya juga, dia sudah siap dengan tuksedo hitam yang sudah di siapkan oleh Levi.
sedang dari sore Zoey sudah hilang, Saga sempat bertanya-tanya kemana gadis itu pergi, terlebih tadi dokter Aiden bilang jika dia harus melakukan sedikit pemeriksaan.
"kalian tau di mana zoey?" tanya Saga yang sudah siap.
"tenang dia baik-baik saja, sudah sekarang kita temui klien besar itu, jika tidak perusahaan mu bisa bahaya bung, jadi lupakan sejenak oke," kata Fardhan.
"baiklah, tapi bisakah pelan-pelan luka ku masih sakit gila!" teriak Saga.
tapi dia kaget melihat ruang aula rumah sakit yang di hias dengan begitu indah dengan semua bunga.
"ada apa ini? apa kamu yakin kita bertemu klien, bukan sebuah pesta," tanya Saga
"sudah masuk saja, kmu banyak bicara tau gak," ketus Fardhan.
mereka pun masuk dan melihat semuanya, ternyata itu adalah sebuah pesta yang cukup mewah.
Fardhan mengarahkan Saga berdiri di depan altar, "hei kenapa aku di sini, aku belum ingin menikah karena aku sudah punya konsep pernikahan impian milik zoey,"
"ini hanya pesta untuk pemberkatan, dan untuk resepsi kalian bisa merencanakan semuanya sendiri," saut mama Naura.
"owh... begitu baiklah," jawab Saga yang tak mau membantah dan terlebih semua sudah siap seperti ini.
Zoey pun berjalan bersama papa Samuel, Saga tak mengira jika gadisnya bisa begitu cantik dalam balutan busana pengantin berwarna putih itu.
bahkan Saga tak mengira jika Zoey bisa berjalan normal karena gadis itu sebenarnya masih terluka.
papa Samuel memberikan tangan Zoey pada Saga, "tolong jaga dia, dan jangan membuatnya menangis lagi,"
"baik papa, aku mengerti," jawab Saga dengan senyum.
zoey pun berdiri di depan pendeta, acara pernikahan pun berjalan lancar.
Saga dan Zoey pun berciuman di depan semua orang. setelah itu acara lempar bunga.
__ADS_1
Niken itu melayang dan ternyata yang dapat adalah Cherry, melihat itu Evan sangat senang, pasalnya dia tak sabar untuk segera menikah juga.
"kami akan segera menyusul setelah ujian negara," kata Evan yang langsung mengumumkan pernikahannya.
"wah... dia sungguh tak sabar," kata Saga merangkul pinggang dari Zoey.
semua tamu undangan pun tersenyum mendengar ungkapan dari Evan.
"ya... kedua pria ini sudah tergila-gila dengan dua gadis muda, dan tinggal kalian bertiga? kapan menikah?" tanya papa Saga.
"Sebentar lagi, dan aku akan menikah dengan suster Aliya," jawab dokter Aiden.
"apa?!!! kamu yakin jangan bilang orang tuamu yang menjodohkan kalian?" tanya Saga.
"iya, ternyata orang tua kami saling kenal dan pernah membicarakan tentang pernikahan, dan lebih beruntung kami juga memiliki ketertarikan yang sama sebenarnya, dan pernikahan akan di lakukan di dua tempat yaitu Surabaya dan Bali," jawab dokter Aiden.
"benarkah.... wah ternyata kamu gerak cepat juga ya, Levi dan Fardhan tinggal kalian, apa perlu kami yang mencarikan?" tanya papa Samuel.
"tidak usah om, aku masih belum bisa memastikan sesuatu, dan tak akan ada wanita yang bisa mengantikan sosoknya di hatiku," kata Fardhan.
"kalau aku, bukan tidak mau menikah, tapi aku belum berkeinginan untuk hal seperti itu," jawab Levi.
Zoey harus mengenakan kursi roda karena luka di kakinya sudah mulai terasa sakit, dan dokter Aiden tak mau terjadi apa-apa
Saga juga melakukan hal yang sama, jadi keduanya duduk karena kondisinya yang belum sepenuhnya.
setelah pesta selesai, mereka pun kembali ke kamar untuk beristirahat, Zoey sudah membersihkan make up-nya juga.
suster Aliya datang dengan membawa sebuah nama berisi beberapa makanan, karena keduanya tadi belum sempat makan.
"kamu di sini suster? bukankah pesta berlanjut?" tanya Zoey.
"tidak Zoey, pesta sudah usai karena besok aula harus di gunakan untuk seminar mahasiswa kedokteran, dan kemungkinan besok dokter Aiden akan sangat sibuk dan juga beberapa dokter lain juga," kata suster Aliya.
"baik aku mengerti, dsn suster Aliya selamat dengan pernikahan mu yang akan terjadi," kata Saga.
"terima kasih tuan," jawab suster Aliya.
__ADS_1
Zoey menyuapi Saga dengan telaten,bukan apa, Saga beberapa hati ini belum bisa nafsu makan.
karena lukanya yang akan terasa nyeri, sedang untuk Zoey gadis itu merasa senang melihat Saga.
setelah minum obat Saga tertidur lebih dahulu, karena luka yang di alami pria itu lebih parah.
hari berganti, Zoey hari ini sudah di izinkan pulang oleh dokter Aiden.
dia pun duduk di dalam mobil, sedang yang mengendarai mobil itu adalah Levi.
mobil pun sampai di rumah mewah itu, ternyata semua teman mereka juga sudah datang.
ternyata mereka membuat acara sambutan kecil-kecilan, Zoey bergandengan tangan dengan Saga.
pria itu tak melepaskan tangannya sedikit pun, dia tak ingin kehilanganmu zoey lagi.
"kalian terlalu banyak mengadakan acara, memang kami menang dan pulang dari perang," sapa Saga saat memeluk papa Samuel.
"tutup mulutmu, setidaknya kami bersyukur karena masih bisa berkumpul dengan kalian berdua setelah kejadian seperti kemarin," kata papa Samuel
Zoey yang berpelukan dengan nama Naura pun tersenyum, pasalnya dua pria ini terus bertengkar tanpa bisa di hentikan.
"sudah sudah kalian ini kenapa tak bisa akur, tolonglah demi Zoey bersikaplah dengan dewasa, bisa kan papa dan saga?" tanya mama Naura.
"harus bisa ya,karena kata dokter Hasan aku harus tenang dan istirahat selama perjalanan kehamilan ku," tambah Zoey.
"kami bisa, itu mudah, sudah sekarang kamu duduk dulu ya sayang bersama yang lain ya," kata Saga.
zoey mengangguk, setelah menyapa semuanya, dia tak menemukan sosok Resta di sana, bahkan saat pesta pemberkatan juga.
dia pun melihat kearah Cherry, "kemana Resta? apa dia masih marah padaku setelah kejadian terakhir, hingga tak mau menghadiri semua pesta yang di lakukan," tanya zoey.
"ah ... iya dia tiba-tiba menghilang, aku sudah meminta bantuan kak Evan untuk mencarinya, jadi kamu tenang ya, karena tak mungkin dia melakukan hal-hal aneh,"kata Cherry.
"baiklah jika kamu bilang seperti itu, aku percaya padamu, jadi bagaimana rencana mu untuk kedepannya?" tanya pada wanita itu.
"entah aku juga tak tau setelah lulus sekolah, setelah paling menikah aku ingin kuliah jurusan musik dan menjadi pemain piano yang handal, atau jika tidak ya ambil jurusan desain interior, dan lagi aku ingin kita kuliah bersama, kamu mau kan?" tanya Cherry.
__ADS_1
"tentu saja, dan sepertinya aku harus membuat semua daftar rencana yang harus aku lakukan setelah ini," kata Zoey.