My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
kejutan atau masalah


__ADS_3

Zoey merasa begitu senang akhir-akhir ini, dia terus tersenyum tanpa henti, bahkan Niki dan Leni pun ikut bahagia.


kini kandungan Zoey sudah masuk ke Minggu dua belas, meski belum terlihat. tapi dokter Aiden mengatakan jika semuanya baik-baik saja.


"jadi om dokter, bagaimana kandungan ku?" tanya Zoey yang duduk di depan Aiden.


"bersyukur semuanya sehat, apa kamu terus berolahraga juga?"


"tentu, kalau tidak percaya om bisa tanya dia wanita itu yang terus mengingatkan aku untuk berolahraga," jawab zoey.


"ah benar, kamu memiliki dua asisten yang menjaga mu, ngomong-ngomong apa orang tua Saga sudah tau tentang kondisi mu?"


"tak tau, mungkin mereka tau mungkin juga tidak, karena aku yakin jika Daddy pasti menyembunyikan semuanya dari mereka, twekrbih aku ingat bagaimana dia terus ingin membunuh anak ini," jawab zoey sedih.


"kamu benar, tapi biar itu menjadi urusan ku, karena bagaimanapun kamu juga itu bagian dari keluarga mereka," jawab dokter Aiden.


"tolong jangan lakukan itu, atau akan jadi masalah besar karena Daddy yang masih belum berbaikan dengan orang tuanya," mohon zoey.


terpaksa dokter Aiden mengangguk, dia juga tak mau terus membuat wanita itu sedih.


sekarang dia pun pamit karena harus jerunah sakit miliknya, "kak Leni tolong berikan kue yang tadi kita buat, karena om Aiden akan memakannya di kantor,"


"tunggu dulu zoey aku tak suka makanan manis," jawab dokter Aiden menolaknya.


"tidak om, nanti coba cicipi, itu bukan kue seperti biasa, itu ada campuran sayur sesuai pesan dari dokter ahli gizi," jawab Zoey.


"baiklah kalau begitu," jawab dokter Aiden menerima kue itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Saga sekarang sudah di negara terakhir, dia tak mengira setelah satu bulan berkeliling.


dia tetap tak bisa menyelesaikan segalanya, terlebih sekarang dia berada di California.


"ini rapat terakhir, jika mereka setuju, kita bisa langsung pulang dengan pesawat malam ini," kata Levi yang memberikan semua rincian rapat.


"itu bisa terjadi jika pria busuk ini mau segera menandatangani segalanya tanpa harus bertanya lagi dan lagi," kesal Saga yang harus terus berhadapan dengan Ben.


pasalnya pria itu yang menguasai pasar Amerika, dan Saga harus mau bertemu pria itu beberapa kali.


mereka sampai di sebuah ruang rapat yang di pesan di sebuah hotel mewah, tapi yang mengejutkan.


lagi-lagi Elna ikut datang dan kaki ini juga ada orang yang tak dia kenal, bahkan dia juga tak peduli.


"selamat datang tuan Sagara, silahkan duduk," kata pria itu.


"baiklah tuan Ben, tolong langsung ke intinya karena malam ini saya harus kembali ke Indonesia, jika tidak tentu anda tau kemarahan ku," kata Saga yang duduk dengan angkuh.


"tentu tuan Sagara, aku sebagai pimpinan pada pengusaha di sini setuju untuk bergabung dengan anda, dan tolong buat kami terkesan dengan kinerja anda," kata Ben yang langsung menyalami Saga.


"ya terima kasih tuan, kalau begitu kita tanda tangan kontrak kerja sama," kata Saga yang tak ingin menyia-nyiakan waktu.


dia tak sabar ingin pulang dan bertemu Zoey, sudah sebulan dia menahan segala jenis rindu.


dia akan memohon maaf jika perlu atau berlutut, karena dia sadar dia tak bisa hidup jauh dari gadis itu.

__ADS_1


Ben dan Saga menandatangani perjanjian itu, pria yang ada di ruangan itu tersenyum lebar.


pasalnya pria yang ingin di jodohkan dengan putrinya itu ternyata pengusaha hebat, terlebih pria itu juga adik dari Elna.


"baiklah sekarang semuanya sudah selesai, kami pamit dulu," kata Saga yang siap pergi.


"tunggu Saga, lebih baik duduklah dan ikut makan siang bersama kami, sebentar lagi nama dan papa juga datang," kata Elna menahan adiknya itu.


"apa yang kau rencanakan lagi Elna, sudah ku bilang jangan membuatku marah!" bentak Saga.


semua orang yang berani di dalam ruangan itu kaget, pasalnya Saga begitu berani menantang kakak perempuannya.


"anda tidak sopan tuan," tegur gadis muda itu.


"tidak apa Kalina, dia memang seperti ini," kata Elna.


"memang seperti ini, apa maksudmu dan untuk mu jangan pernah ikut campur dalam urusan ku," tunjuk Saga pada gadis itu.


Levi yang melihat Saga mulai terpancing emosinya pun menepuk bahu temannya itu.


"sudah Saga, ikuti saja agar kita bisa segera pulang, kamu tak ingin terus berada di Duni dan makin lama ketemu zoey bukan, kalau begitu tenang oke," bujuk Levi.


"baiklah, aku mengerti," jawab Saga yang sedikit tenang.


Elna pun tak mengira hanya dengan menyebut nama Zoey dia bisa langsung menurut.


tak lama papa Samuel dan mama Naura datang, keduanya pun tak mengira Saga bisa duduk di kursinya dengan tenang tapi wajahnya menunjukkan kemarahannya.


tapi saat Nabila masuk Saga langsung mengebrak meja, dia tak bisa satu ruangan dengan gadis itu.


Saga langsung bergerak menuju Nabila dan langsung mencekik leher wanita itu.


suami Nabila ingin memisahkan dan menolong istrinya tapi Saga menendangnya hingga terpental dan menabrak dinding.


melihat itu Ben dan Elba berusaha untuk membantunya, sedang papa Samuel hanya menghela nafas.


"Saga hentikan, atau aku akan menghubungi zoey dan bilang jika kamu di sini membunuh orang," kata pria itu dengan tenang.


Saga langsung melepaskan tangannya, "jangan pernah berani mengancam ku dengan Zoey pria tua,"


papa Samuel tersenyum dan menepuk pipi Saga, "kalau begitu duduk dan ikuti perintahku"


Saga pun duduk kembali dengan angkuh, Nabila tak mengira jika Samuel masih begitu marah dengannya.


padahal itu cuma masa lalu, toh sekarang zoey juga sudah tumbuh dewasa tanpa ada luka yang membekas.


"selamat datang semuanya,hari ini kita akan mengadakan makan bersama untuk saling mengenal, maaf dengan insiden yang terjadi, pria kejam dan tak punya hati ini adalah putra dari keluarga Graham," kata Elna.


"terima kasih nyonya Carter telah mengundang kami, dan kami sangat bersyukur karenanya, dan semoga makan siang ini bisa berlanjut ke hubungan keluarga," kata pria itu.


"kau mau menikah lagi Elna, suamimu sudah impoten," saut Saga.


"Saga..." tegur mama Naura pelan.


"apa, mama dan papa tau kondisiku, jadi yang mau menikah tentu saja putri pertama mu bukan, wow good job Elna," kata Saga.

__ADS_1


"kau mau mati, ini adalah pertemuan untuk pernikahan mu dasar pria bodoh," kata Elna yang terpancing.


"benarkah, kalau begitu biar aku perkenalkan diriku, halo aku Sagara Alexander Graham, putra kedua keluarga ini-"


"Saga diam," kata papa Samuel yang tau apa yang ingin di katakan pria itu.


"maaf terpotong, aku memang tampan, pintar dan juga kaya, banyak wanita yang mau, tapi sayang aku tak suka mereka, aku menyukai kaum berbatang, dan untuk masalah putrimu, dia itu norak, tidak tau fashion dan juga lihat wajahnya yang menor itu, uh... membuat ku ilfil," kata Saga yang membuat mana Naura tersenyum, pasalnya dia sudah tau jika Putranya itu sudah sembuh.


"apa? kalian menjodohkan putra kalian yang g** itu dengan putriku, dan beraninya kamu menghina putriku, dia itu lulusan Oxford university,"


"persetan dengan lulusan kampus itu, aku tak menyukai putri mu yang seperti ****** itu, aku yakin jika dia juga sudah tidur sana sini dengan semua orang bukan," kata Saga lagi.


"dasar keluarga tak tau aturan, ini cara kalian mendidik putra kalian," marah pria itu.


"ckckck... ternyata ini keluarga yang kalian bilang baik, berani mempertanyakan cara seseorang mendidik keluarga, kau sendiri tak tau malu," ejek Saga.


keluarga pria itu pun merasa terhina dan pergi, "cukup ku pastikan tak ada keluarga kalangan atas yang mau dengan putra mu yang hina itu, cih ... dasar pria menjijikan,"


"dada pria tua busuk, aku tak berminat dan tertarik dengan dunia kalian," kata Saga dengan santai.


"sebenarnya apa yang kau inginkan Saga!!" teriak elna frustasi.


"kau berhenti mengurusi hidupku, dan jangan terus membuatku muak, karena ini hidupku, jadi pilihan ku," kata Saga menantang Elna.


"kau berani padaku Saga,"


"kenapa tidak, jadi cukup berhenti dengan ulah mu, sekarang biarkan aku pulang, karena aku harus menemani putri ku, ah tidak... sebentar lagi dia akan jadi istriku, dan jika kalian mau bisa datang ke pesta pernikahan ku, Levi akan mengirimkan undangannya," kata Saga yang ingin pergi.


"tunggu Saga, mama ingin bertanya, kenapa kamu begitu membenci Nabila, padahal dulu kalian tak separah ini?" tanya mama Naura


"mama tanya sendiri pada putrinya itu, dia tak bisa bukan," kata Saga yang kemudian pergi.


dia bingung dengan apa maksud Saga, tapi di lihat dari reaksi Nabila, putrinya itu sudah pasti membuat masalah besar.


"Elna apa kamu terlibat dalam kesalahan Nabila? yang membuat Saga membenci kalian berdua?" tanya mama Naura


"iya mama, dan itu adalah cerita lama, dan tolong jangan memaksaku, karena aku tak mau membahasnya," kata Elna sedih.


"tapi mama ingin tau, kenapa kalian berdua sampai bisa melukai Daha sejauh itu," marah mama Naura.


tak butuh waktu lama untuk Saga dan krcil sampai di hotel dan segera berkemas.


tapi saat mereka sedang sibuk mengemas baju, tiba-tiba Saga berhenti.


"ada apa bos Saga yang sudah rindu kekasih hati, kok malah bengong gak jelas?" tanya Levi.


"bukan, aku hanya bingung saja, bagaimana aku bisa bertemu dengan Zoey setelah selama ini," kata Saga


"memang kenapa, jika dia masih Zoey kesayangan mu, dia akan berlari dan memeluk mu seperti biasa," kata Levi.


"benar, kamu benar, Zoey pasti akan menyambut ku dengan hangat seperti dulu, sudah kalau begitu kita pulang," kata Saga yang kembali semangat.


dia dan Levi langsung menuju ke bandara dan langsung lepas landas terlebih mereka mengunakan pesawat pribadi yang di pinjam dari Fardhan.


karena bagi Saga membuang-buang uang untuk membeli pesawat seperti itu tak berguna.

__ADS_1


__ADS_2