My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
tempat lama


__ADS_3

Zoey naik sambil membawa beberapa makanan yang tadi sempat di beli di supermarket dan nanti tinggal menghangatkan saja.


saat dia membuka kulkas, dia kaget melihat isinya banyak minuman isotonik, tak hanya itu ada juga sayuran dan buah.


"terus ini masaknya gimana sih?" bingung zoey.


"ada kulit tortila jadi kamu bisa buat kebab, Daddy mu mandi dulu," kata Saga.


"tunggu aku Daddy, aku juga sekalian," kata Zoey yang mengikuti Saga.


bukan apa, zoey masih takut jika Saga ceroboh dalam mandi kali ini, pasalnya lukanya masih saja belum sepenuhnya kering.


zoey begitu telaten membantu Safa, sedang pria itu harus ekstra kuat diri menahan nafsunya.


jika tidak maka zoey pasti di terkam dan malam ini pasti akan habis olehnya.


tapi sebelum itu, dia harus bertanya pada dokter Aiden dulu, apa dia sudah boleh melakukan aktifitas berat itu.


Saga keluar terlebih dahulu, baru zoey mandi, Saga memilih memakai baju singlet saja.


sedang Zoey memilih memakai piyama bunga yang cukup pendek, keduanya duduk menikmati waktu senggang.


"aih... dokter tak berguna, dia terlalu sibuk honeymoon, sampai-sampai aku telpon dia tak angkat," kata Saga.


"memang kenapa? apa Luk Daddy sakit lagi?" tanya Zoey khawatir.


"tenang Zoey, lukanya sudah lebih baik, kemarin kata dokter Firmansyah, satu bulan lagi pasti sudah beraktivitas normal," kata Saga


Saga sebenarnya memilih obat tradisional China dan itu lebih cepat dalam menyembuhkan luka dalam seperti miliknya.


Levi menghubungi Saga, "ini ada apa lagi sih," gumamnya mengangkat telpon itu.


"halo ada apa Levi?" tanya Saga.


Zoey sedang tidur di pangkuan Saga sambil menonton film. tak sengaja rok zoey terangkat dan itu membangunkan di Joni.


"halo bos, kebetulan aku sedang berada di sekitar apartemen milik mu, mau titip sesuatu, atau gimana?" tanya Levi yang kebetulan baru pulang bareng Veve.


"ti- tidak usah, tolong jangan menganggu ku," kata Saga yang langsung mematikan telponnya.


pasalnya sekarang zoey sudah sangat aktif di bawah, bahkan Saga pun di buat tidak berdaya.

__ADS_1


"sayang, aku belum bisa banyak bergerak," kata Saga menahan Zoey.


"biarkan aku yang bergerak, kata om Aiden sebenarnya Daddy sudah bisa, dan aku tak mau Daddy mencari hal buruk seperti dulu, jadi biar aku yang bergerak untuk mu," kata Zoey.


Saga pun pasrah dan hanya tinggal menikmati semuanya, dan akhirnya mereka pun kelelahan dan duduk saling berpelukan.


"ya Tuhan kamu makin nakal sekarang, belajar dari mana?" tanya Saga tak percaya.


"Cherry... dia bahkan mungkin sudah kelewat ahli," terang Zoey.


Saga pun mengeleng dan mengecup bibir Zoey. setelah itu mereka pun membersihkan diri.


Saga mengecek pekerjaan, sedang Zoey menghangatkan makanan yang ada di kulkas.


terdengar suara bel pintu, "Daddy sayang, tolong lihatlah," kata Zoey dari dapur.


"baik honey, sayangku, cintaku dan hidupku," kata Saga yang melihat siapa yang datang.


dia pun melihat Cherry dan Evan yang datang, "mereka ini benar-benar panjang umur ya,"


"halo bro, kemana saja sih kok lama sekali, lihat kami bawa hadiah," kata Evan.


"kalian kesini mau apa?" tanya Saga.


"Zoey sedang memasak ape? wah ternyata nyonya ini pintar masak ya," puji Cherry.


"tidak kok, kalian tumben datang kesini, ada apa?"


"hanya mau main saja, tadi di mall jalan-jalan terus melihat makanan kesukaan mu, dimsum dan bebek Peking jadi kami membelinya untuk kalian,ayo duduk kita makan bareng," kata Cherry.


"ah... terima kasih," jawab Zoey.


"ayolah Evan ini bukan gayamu, jangan bilang kamu di suruh nama untuk memastikan kami baik-baik saja bukan," tebak Saga.


"ha-ha-ha sepertinya memang tak ada yang perlu aku sembunyikan,ya karena mama begitu sedih saat kamu tak pulang bersama Zoey dari semalam," kata Evan.


"siapa suruh mereka mengajak wanita itu datang kerumah, kaku tau jika aku tak suka jika melihat wanita itu berkeliaran di tempatku," kata Saga.


Evan hanya bisa menghela nafas, beradu argumen dengan Saga pasti dia akan kalah.


"memang kenapa kakak tidak bisa memaafkan, padahal Tuhan saja maha pemaaf loh," kata Cherry.

__ADS_1


"tapi sayangnya aku bukan Tuhan, aku cuma manusia, sudah bilang pada mama, selama dia belum kembali ke negaranya, aku dan zoey tak akan pulang," kata Saga yang benar-benar tak mau bertemu Elna.


Cherry ingin mengatakan sesuatu, tapi Zoey menyentuh tangan gadis itu dan mengeleng pelan.


setelah makan, mere pun bermain biliar, toh tempat milik Saga ini sangat luas, dan desain tetap dengan suasana terbuka.


Zoey dan Cherry sedang fokus dengan drama Thailand kesukaan mereka berdua.


meski awalnya Saga dan Evan khawatir, tapi beruntung mereka tak sampai kebablasan.


"jadi bagaimana penyelidikan mu?" tanya Saga pada Evan.


"seperti biasa, perusahaan kak Ben sedikit mengalami goncangan besar setelah kamu masuk pasar Eropa, kamu sengaja melakukannya?" tanya Evan.


"bukan sengaja, setiap pebisnis pasti ingin perusahaan miliknya maju, jadi kenapa aku seperti menyontek nya, padahal tidak," kata Saga.


"tapi itu yang terlihat, dan untuk alasan lain, sepertinya suami Nabila juga sudah mendapatkan masalah," kata Evan lagi.


"masalah apa, wanita, narkoba atau perdagangan manusia?", tanya Saga yang memukul bola hingga masuk ke dalam lubang.


"kasus prostitusi model di agensinya, dan dia yang seorang warga negara Korea, kini sangat kesulitan karena membutuhkan uang yang tak sedikit, terlebih namanya sudah sangat hancur," kata Evan.


"memang kenapa itu kesalahannya,kenapa sekarang mereka mencariku, apa membutuhkan bantuan ku?" tanya Saga tertawa sinis.


"ya setidaknya tolonglah kirim pengacara mu yang terkenal itu, kamu tak kasihan pada Nabila padahal dia sedang hamil anak pertama mereka," kata Evan.


"baiklah, aku akan menghubungi Jason untuk membantu pria itu, dan jika tak berguna ya maaf karena bantuan ku sebatas itu," kata Saga.


Evan pun tersenyum senang, setidaknya Saga sekarang tak seperti pria yang kaku dulu.


"hei tuan kamu tak takut terjadi sesuatu pada dua gadis itu, mereka sedang menonton film ya kamu tau sendiri," kata Evan.


"tidak perlu khawatir, selama mereka bisa memilah-milah tontonan yang baik, itu tak masalah," kata Saga.


"benarkah?"


"tentu saja, selama Cherry masih suka batang milik mu itu, tak perlu khawatir, tenang saja," kata Saga enteng.


"bukan suka lagi, tapi sepertinya sudah tergila-gila, bagaimana tidak dia terus memintanya padahal aku ingin berhenti sejenak, agar dia fokus pada sekolahnya yang akan melakukan ujian terakhir, tapi gadis itu selalu memiliki nafsu yang wah... aku saja heran padanya," curhat Evan.


"berarti kamu harus sangat bugar bukan, terlebih perbedaan umur kita yang jauh, takutnya dia mencari pria di luar sana," kata Saga mengingatkan.

__ADS_1


"ya, itulah kenapa aku harus terus menjaga tubuh dan stamina ku agar tongkat sakti milikku, tetap bisa melakukan tugasnya dengan baik," terang Evan bangga.


Saga hanya tertawa saja mendengarnya, terlebih Evan adalah satu-satunya saudara yang selalu membuatnya nyaman.


__ADS_2