
Saga dan semua temannya Turin di atap rumah sakit, kemudian helikopter itu pergi.
Saga bergegas menuju ke ruangan istrinya, ternyata kondisi Zoey belum menunjukkan perkembangan.
sedang Evan juga masuk ke ruangan dan melihat istrinya juga belum sadarkan diri.
di saat kesedihan seperti itu, papa Devan menghampiri Evan putranya, "Evan, papa dan mama harus kemnsli ke Jerman, adikmu terus bertanya kapan kami kembali, maaf jika kami harus meninggalkan kalian dalam kondisi ini," kata pria itu terdengar sedih.
"pergi saja, aku memang sudah tak memiliki keluarga, lihat saja hanya keluarga papa Samuel yang peduli padaku, sedang papa hanya peduli pada istri baru dan anak-anak mu dari wanita itu bukan," kata Evan pedas.
"Evan jangan ngomong seperti itu, jika kamu mau kita bisa membawa istrimu untuk berobat di sana," kata mama Dara pada putra tirinya itu.
"terus untuk apa, untuk menunjukkan dua adik ku itu lebih berguna dari pada aku begitu, sudahlah kalain pergi saja dan aku tak akan mengganggu hidup kalian, dan kalian harus ingat jangan mengganggu hidupku juga," kesal Evan.
keduanya pun merasa sedih, bukan mereka tak menyayangi Evan, tepi kondisi perusahaan yang tak memungkinkan, terlebih papa Devan yang harus menjalani pengobatan.
"baiklah kalau begitu kami pamit, dan tolong jangan merepotkan keluarga papa mu," kata papa Devan.
"mereka bahkan tak keberatan saat aku merepotkan mereka," jawab Evan yang terus menggenggam tangan istrinya.
mertua Evan pun menenangkan besan mereka dan berjanji untuk menjaga Evan di sini.
"lihatlah sayang, aku sendirian, tolong sadarlah...." mohon Evan dengan meneteskan air matanya.
akhirnya Cherry pun sadar dan membuka matanya, sedang Saga masih melihat istrinya yang masih belum ada tanda-tanda ingin bangun.
Evan terlihat begitu senang dan terus memeluk Cherry, sedang Saga hanya bisa duduk sambil menyandarkan kepalanya di ranjang istrinya itu.
perlahan Zoey membuka mata juga, "Daddy..." lirihnya.
mendengar panggilan itu, Saha langsung bangkit dan melihat istrinya yang bangun.
Farhan dan Levi yang ada di sana pun ikut senang menyaksikan kedua wanita itu terbangun.
hal pertama yang di lakukan Zoey adalah menyentuh perutnya, dan Saga langsung terisak sambil memeluk tubuh istrinya.
"Daddy kenapa menangis, apa baby bull sudah pergi?" tanya Zoey.
Saga tak bisa menjawab hanya terus terisak, zoey pun ingat bagaimana perut bagian bawahnya sangat sakit.
__ADS_1
bahkan dia sempat melihat ada darah dan kini dia pun ikut menangis bersama Saga.
"tidak apa-apa sayang, kita bisa memilikinya lagi nanti," kata Saga yang menenangkan Zoey.
"tapi baby bull milik kita..." kata Zoey.
"tidak apa-apa sayang, dia sekarang sudah bersama Tuhan, sekarang kamu harus sehat baru kita bisa pulang dan melihat baby bull di rumah," kata Saga.
"kalian berempat nikmati dulu waktunya, biar kami beli makanan untuk semuanya," pamit Levi mengajak Fardhan.
"ah terima kasih," jawab Evan.
saat keduanya keluar, mereka kaget melihat dokter Aiden datang, woh pak dokter sepertinya tergesa-gesa, sudah ayo ikut kami ke restoran, jangan ganggu mereka," ajak Levi.
"tapi aku harus melihat kondisi mereka dulu," kata dokter Aiden.
"aih kamu ini gimana sih... kamu bisa bertanya pada dokter Hasan dan dokter Fano," kata Levi yang langsung menarik pria itu.
tak butuh waktu lama, mereka pun pergi menuju ke sebuah cafe di depan rumah sakit.
saat mereka duduk, Levi melihat Fardhan yang tersenyum terus menerus.
"apa kamu mulai gila?" tanya dokter Aiden.
"memang dia gila kenapa?" tanya dokter Aiden.
πππππ
tadi Levi menemani Fardhan untuk menjemput seseorang yang akan di jadikan tumbal dalam hal ini.
Levi sangat terkejut saat melihat sosok seorang ojek online yang datang dan memiliki paras yang cantik dan mirip dengan Resta.
"halo bos apa kabar, kok tumben jam segini minta jemput?" tanya wanita itu heran.
"ah iya, aku ada hal penting," kata Fardhan yang nik ke atas motor dan kemudian memukul gadis itu hingga pingsan.
"wah... gadis ini, wajahnya?" tanya Levi yang masih belum mengerti.
"dia adalah saudara kembar dari Resta, dia Resti dan akan ku jadikan pengganti wanita yang sudah di bunuh oleh Saga," kata Fardhan
__ADS_1
"tapi apa dia tak berontak jika seperti ini, dia bisa saja melukai papa mesum mu itu," kata Levi.
"aku akan melakukan sesuatu, lebih baik sekarang bantu aku dulu," kata Fardhan.
mereka pun membawa wanita itu masuk kedalam rumah Fardhan terlebih dahulu.
ria itu mengambil sebuah obat yang entah apa namanya, karena Levi juga tau jika Fardhan itu seorang yang ahli dalam pengobatan Cina.
"apa yang kamu lakukan?" tanya Levi.
"aku akan membuat wanita ini jadi penurut seperti robot, jadi dia akan sangat patuh pada ayahku, meski dia harus minum obat selama hidupnya,dan itu tugas asisten dari ayah ku," kata Fardhan tersenyum menyeringai.
sebenarnya Fardhan selama ini mendekati Resti hanya demi hal ini.
karena dia tau jika Resta cepat atau lambat akan mati di tangan musuhnya.
jadi dia menyiapkan Resti untuk menjadi pengganti dari Resta saat hal itu terjadi karena dia tak mau ayahnya jadi gila dan kemudian mati juga.
cukup dia melihat ibu dan kekasihnya yang mati, Levi melihat bagaimana obat itu masuk kedalam tubuh Wanita itu.
setelah setengah jam obat sudah seluruhnya masuk, tak terduga wanita itu mulai kejang selama lima menit.
kemudian dia bangun dan Fardhan memberikan sugesti agar Resti bisa menurut seperti robot yang patuh.
setelah melakukan sugesti, Resti pun kembali tertidur dan kini mereka membawa wanita itu ke tempat papa dari Fardhan.
ππππππ
mendengar cerita itu, dokter Aiden tak mengira jika ilmu obat dari Fardhan semakin menakutkan.
pasalnya dia bisa mengobati dan juga membuat seseorang menjadi mati dengan apa yang dia berikan.
"tidak sehebat itu, aku hanya seeing berlatih,terlebih aku ingin mempertahankan cintaku," kata Fardhan.
"kamu benar-benar pria gila Fatdhan," kata dokter Aiden.
"iya aku memang orang gila, karena aku tak bisa merelakan mereka meninggalkan aku mati, jadi mereka akan terus menemani ku selamanya,"
dokter Aiden pun menghela nafas, dia tak mengira jika temannya itu benar-benar gila.
__ADS_1
terlebih setelah apa yang mereka semua dengar, tapi mereka memaklumi karena Fardhan memang memiliki kehidupan yang sulit.
"sudah cepat ambil makanannya, ayo kita kembali, kasihan zoey dan Cherry kita harus menghibur mereka, terlebih Saga dan Zoey yang sekarang pasti sangat sedih," kata Levi mengajak kedua temannya itu pergi.