
Zoey tak melanjutkan perkataannya karena melihat wajah mesin suaminya, "sudah tak jadi, lebih baik cepat kerja ya Daddy, ingat semua yang di lakukan sekarang demi putra kita," kata zoey.
"pasti mommy," jawab Saga tersenyum.
tak terasa beberapa bulan terlewati begitu saja dengan cukup baik, terlebih Zoey meski sibuk kehamilannya juga tetap sehat.
Oma Mei dan opa David sudah kembali ke desa untuk menikmati waktu mereka disana.
sedang di penjara Tante Saga mendapatkan hukuman mati karena semua kejahatan uang dia lakukan.
sekarang sudah delapan bulan berlalu dari kehamilan zoey, gadis itu sedikit kesulitan untuk bergerak, terlebih perutnya yang cukup besar.
"pak Kim tolong ambilkan jus buah milikku," panggil Zoey yang baru selesai berolahraga.
"ini nyonya, tadi pagi juga nyonya Silvia telpon jika ingin kesini untuk berbincang tentang kehamilan, dan seharusnya sekarang sudah datang," kata pak Kim kepala pelayan di rumah mewah yang baru di tempati.
"baiklah pak, kalau begitu aku akan ganti baju dulu karena aku kelelahan," kata Zoey yang di bantu dua pelayan wanita.
ya kehamilan Zoey yang semakin mendekati persalinan membuat Saga over protective.
pasalnya di rumah sekarang di pekerjakan sepuluh pelayan wanita dan tiga pelayan pria untuk menguasai Zoey.
ya itu memang tak salah, tapi kadang Zoey tak pernah di biarkan sendiri, terlebih para pelayan terus mengikutinya kemana pun.
Zoey selesai mandi dan berganti baju saat sebuah suara bel rumah berbunyi.
ternyata Silvia datang bersama Elsa, Zoey turun dari lantai dua mrngunakan lift dan kursi roda.
"wah kamu makin kesulitan ya, tapi kenapa perut mu besar sekali padahal baru delapan bulan kan?" tanya Elsa khawatir.
"ya maklum nyonya, aku hamil kembar jadi perutnya sangat besar, jadi siapa yang kemarin bilang sudah berhenti dapet?" tanya zoey senang melihat kedua wanita itu.
"kami, dan baru saja kami melakukan pemeriksaan di dokter Hasan, tapi aku belum memberitahu suamiku, apa dia akan senang?" kata Silvia yang takut.
"kalau di lihat perlakuan dari asisten Levi selama ini,dia benar-benar menyayangi dan mencintaimu, jadi tak perlu sekhawatir itu, beritahukan dia berita ini pasti dia akan melompat bahagia," kata zoey.
"ya anda benar, suamiku itu selalu senang dengan hal-hal kecil seperti ini," kata Silvia mengusap perutnya.
"aku juga belum memberitahu mas Fardhan tentang kehamilan ku, terlebih pria ku itu sedang berada di luar negri, ah.. kadang aku berharap punya suami yang biasa-biasa saja, agar tak terus kesepian begini," kata Elsa sedih.
"yang sabar ya, menurut mu aku juga tak merasakannya, tapi jika kalian kesini tak mengajak Cherry dan Ino sekalian?" tanya Zoey yang juga merindukan dua temannya yang lain.
"ah aku lupa, mereka sedang pergi nge-gym bareng untuk membentuk tubuh," kata Silvia tertawa.
__ADS_1
kedua wanita itu memang belum berhasil dengan program hamil mereka.
jadi mereka berdua memutuskan untuk membentuk tubuh indah dan sehat.
dan mengatur pola hidup mereka, terlebih kedua suami mereka juga sudah terlalu matang.
"halo para gadis cantik, boleh aku menjadi instruktur kalian, sepertinya kalian ingin melakukan beberapa olahraga yang membentuk tubuh," kata pria itu.
"kurasa anunya kecil," kata Ino yang melihat pria yang memang lebih pendek darinya.
"iya memang, di lihat dari tinggi pria ini, ah kamu saja Ino,karena aku tak berminat Padanya," kata Cherry yang langsung pergi.
"maaf ya tuan, saya tak suka pria yang lebih kecil dariku, dan lagipula aku sudah menikah," kata Ino yang langsung pergi.
pria itu pun melongo di buatnya, sejak kapan para gadis cantik dengan tubuh indah itu menikah.
"hei jangan berani menganggu dua bunga itu, karena suami mereka bukan pria sembarangan," kata seorang pengunjung.
"alah sekaya apa sih, mereka berdua saja yang akan menyesal, karena aku ini punya usaha sukses yang bekerja sama dengan perusahaan Graham," kata pria itu.
"tapi salah satu wanita itu adalah istri pewaris dari Graham group, jadi siap-siap jatuh miskin bro, ha-ha-ha," ejek pria itu lagi.
Cherry dan Ino sudah selesai berolahraga,mereka pun membeli beberapa makanan sehat dan membawanya ke rumah keluarga Sagara.
"tenang saja,kalau di lihat dari tingkah ketiga orang itu, pasti sekarang sedang menonton drama Korea karena ingin anaknya seperti mereka," kata Cherry yang tertawa.
di perusahaan Saga makin terlihat tampan karena pria itu juga merawat diri karena takut saat istrinya yang masih muda itu akan tergoda pria lain saat dia nampak tua.
"tuan jadwal kita sudah selesai dan anda bisa pulang lebih cepat," kata asisten Sean.
"terima kasih, kalau begitu aku pulang, bagaimana dengan Levi dan Evan?" tanya saga yang kini mengambil tanggung jawab sebagai Presdir di perusahaan Graham.
"mereka sudah pulang dari tadi, katanya tadi asisten Levi akan datang ke rumah anda untuk menjemput istrinya," kata asisten Sean.
"ah... para wanita ini pasti sedang berkumpul lagi, baiklah kalau begitu aku pulang dulu, terima kasih kerja keras mu," pamit Saga yang tak sabar untuk menemui istrinya dan juga bayi kembarnya.
"selamat sore tuan," sapa pak Karman supir baru Saga.
"selamat sore pak, kita pulang ke rumah tapi sebelum itu kita pergi ke toko kue ya," kata Saga saat masuk kedalam mobil.
"baik tuan," jawab pria itu.
Ino dan Cherry sampai di rumah mewah itu, dan saat masuk ternyata benar ketiga wanita itu sedang menonton drama Korea.
__ADS_1
"hei... kenapa para ibu hamil ini menonton Sampau sesenggukan begitu, ayolah kalain any nonton drama," kata Cherry tak habis pikir.
"tapi aku tak tau jika bisa membuat sesedih ini," kata Zoey menunjuk ke layar tv berukuran besar itu.
"sudah kalian pasti lapar setelah menangis, sekarang lebih baik kita makan pasti kalian lapar kan?" kata ino.
"kamu kok tau sih, ya ampun..." kata Elsa yang menghapus air matanya.
"sudah kelihatan soalnya,"
mereka pun makan salad sayur yang tadi di bawa keduanya, Silvia tak habis pikir kenapa Cherry dan Ino benar-benar terobsesi dengan salad sayur seperti ini.
"selamat sore sayang," kata asisten Levi yang datang duluan bersama Evan.
"ya Tuhan, kenapa kalian kesini? kok sudah pulang dari kantor?" kaget Cherry.
"ya pekerjaan sudah selesai lebih awal, karena aku merindukan mu, jadi aku datang kesini, bolehkan adik ipar?" tanya Evan pada Zoey.
"tentu kak, ini juga sudah seperti rumah mu, tapi ngomong-ngomong di mana suamiku, seharusnya bukannya asisten Levi pulang bersama suamiku?" tanya Zoey melihat asisten suaminya.
"em... sebenarnya aku dukun tadi, bahkan bos belum pulang, tapi aku yakin sebentar lagi pasti pulang," jawan asisten Levi.
"dasar kamu ini selalu saja seperti ini," tegur Silvia yang merasa tak enak ada Zoey.
"tak masalah Silvia, pak Kim tolong ambilkan minuman dingin untuk para tamu ini," panggil Zoey.
tak.lama minuman dan beberapa kue kering datang, di rumah itu selalu menerapkan semua harus sesuai aturan.
benar saja tak lama Saga batu datang yang di sambut oleh pak Kim.
pria itu langsung menyapa istrinya yang masih nampak kesulitan bergerak.
"bagaimana harimu Daddy?"
"lancar sekali sayang, dan kenapa dua pria ini sudah pergi saat bosnya belum pulang, kalian mau kena potong gaji?" tanya Saga kesal.
"sorry bos, jika menunggumu keluar kelamaan, karena pekerjaan ku sudah selesai dari tadi," jawab asisten Levi.
"dasar tak berubah, dan kamu Evan, bukankah papa menyuruh mu untuk ke cabang di Bandung, kapan berangkat?" tanya saga.
"tidak perlu, toh kamu sudah menyelesaikan masalahnya bukan," kata Evan yang memang tau segalanya.
"dasar pria ini, kamu harus tetap berangkat untuk memastikan jika semuanya berjalan sesuai dengan perintah papa, dan anggap saja liburan berdua atau bulan madu lagi," kata Saga.
__ADS_1