
Zoey pun menyadari gelagat dari Elsa, saat gadis itu berbalik Zoey tersenyum kearahnya, "kenapa nona, jika kamu suka seharusnya kamu bilang,"
"kamu tak tau apa yang akan kamu lakukan saat jadi diriku?" kata Elsa dengan suara serak hampir menangis.
Zoey pun memeluk Elsa, "tenang sayang, jika kalian berjodoh, kamu dan om itu pasti akan bersama," kata Zoey.
Cherry yang menerima kode dari Zoey pun mengerti, "aduh Tante, jika kamu ingin bermain disini lain kali jangan bawa temen ya, ya kali kamu mengundang orang tanpa memberi tahu tuan rumah, kamu tau itu namanya apa, lancang!" kata Cherry dengan pedas.
"sudahlah sayang, ini rumah Fardhan, jika rumah kita kamu bisa mengusirnya," kata Evan dengan datar.
Alexa tak mengira jika pria yang dari tadi diam dan terlihat paling tenang, malah mulutnya paling pedas.
meski kalau dari wajah Saga paling tampan, tapi Alexa yang sudah jatuh hati pada pria itu.
dokter Aiden pun benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa wanita yang selama ini dia kira baik ternyata sering seenaknya sendiri seperti ini.
"Fardhan aku pulang dulu ya, aku baru ingat jika harus terbang ke Jepang malam ini," pamit dokter Aiden.
"loh bukannya kamu sudah tak lagi kesana? memangnya mau apa?" kaget Fardhan mendengar ucapan temanya itu.
"tentunya ada hal penting disana," jawab dokter Aiden.
"tunggu mas, kok mas gak bilang kalau mau ke Jepang," tanya Aliya.
"aku ke sana bukan untuk bermain, aku kesana untuk kerja, memang berapa lama kamu kerja di rumah sakit hingga tak tau jika aku dua bulan sekali pasti mengadakan perjalanan ke Jepang," kata dokter Aiden dingin.
"hei kamu bisa menundanya, aku sudah bicara dengan tuan Agassi untuk meminta libur untuk mu," kata Saga yang tak ingin mengganggu pengantin baru itu.
"tapi sayangnya ini tak bisa di katakan semudah itu, karena jika aku melewatkan satu saja rangkaian perawatan, maka semuanya akan sia-sia," terang dokter Aiden.
"baiklah jika itu keputusan mu," jawab Saga yang tak bisa mengatakan apapun lagi.
dokter Aiden pun pergi dari rumah Fardhan, sedang Aliya pun mengejar suaminya itu.
"kalian masih di sini, dasar tak tau malu, pergi sana!" kata Veve yang tak habis pikir dengan dua wanita itu.
"mas Fardhan,aku akan segera bergabung ke sekolah mu," kata Fatima dengan senyum mengembang.
"maaf sekolah itu tak butuh guru yang tak kompeten, dan hanya orang-orang terpilih yang akan mengajar disana," kata Saga membungkam mulut wanita itu.
"wah... kalian semua benar-benar hebat saat menyingkirkan semua orang," kata papa Samuel yang memperhatikan semuanya dari tadi
__ADS_1
"bukan begitu,tapi istri dari Aiden sudah terlalu lancang, sudah tau jika pesta ini pribadi, tapi dia berani mengundang orang luar, sangat mengecewakan," kata Saga dingin
"tapi sepertinya pak Fardhan sangat nyaman, terlebih dengan wanita berjilbab tadi?" tanya Elsa yang memberikan segelas minuman pada pria itu.
"aku hanya sempat mengenalnya sebentar, kamu juga sudah tau dari ceritaku bukan?"
"ah... gadis bercadar itu," kata Elsa yang ingat.
"sudahlah, sekarang kita mau merencanakan semuanya lagi atau gimana, tadi karena dua orang asing jadi kita tak bisa membahasnya," terang Levi yang langsung menunjukkan sebuah denah.
"baiklah ayo kita mulai," ajak Fardhan.
"tapi apa ini?" tanya evan yang merasa aneh
"itu adalah denah sebuah rumah yang memiliki ruang khusus, dan kamu mau tau bagaimana aku mencurinya," kata Levi tersenyum.
Levi tahun itu menyamar sebagai orang yang bekerja untuk membangun rumah mewah seorang pria misterius.
tapi yang membuatnya aneh, bukan pria itu, tapi apa yang di bawah rumah yang tengah di bangun itu.
ternyata itu adalah tempat penyiksaan dan juga gudang dari semua jenis narkoba.
dan kenapa Levi berada disana adalah untuk tugasnya sebagai pegawai Saga.
"wow... keren," puji Zoey.
"kamu kira bayarannya murah sayang, bayaran pria ini untuk melakukan tugasnya adalah tiga kali gajinya selama setahun," kata Saga mengomel.
"tapi apa bos puas?" tanya Levi tersenyum.
"ya kamu memang benar, dan jika kita ingin menghancurkan Hila, kita harus merusak nama baik pria itu," kata Saga menunjukkan sebuah foto yang mengejutkan semua orang.
"kamu gila, dia adalah orang yang paling tak ingin kamu ganggu bukan?" kata Fardhan.
"ya kamu tau itu, tapi sayangnya, dia sudah berulah jadi kita harus mulai bukan, dan yang bisa masuk hanya wanita muda," terang Saga.
"maksudnya?"
"dia harus menyamar jadi seorang pel*c*r dan menerima semua siksaan, dan nanti kami akan membuat skenario bagaimana melakukan penyergapan itu," kata Levi yang mengejutkan semua orang.
"kamu gila, gadis bodoh manis yang mau mati di sana!" marah Fardhan.
__ADS_1
"aku berangkat," kata Elsa.
"kamu yakin? karena tugasnya tak akan semudah itu nona," kata Saga yang tau seorang wanita sudah bertekad.
"aku tau, dan aku ingin menjebloskan semua orang yang sudah menyakiti kakak ku mati dan merasakan apa yang telah dia rasakan," kata Elsa.
"tidak boleh, kamu ingin merusak dirimu Elsa, tolong itu bisa membunuhmu," kata Fardhan yang tak ingin terjadi apa-apa pada gadis itu.
"tapi aku harus bagaimana, aku ingin melihat mereka semua di hukum atas kematian kakak ku, bukan malah bersenang-senang saat kakakku harus meregang nyawa seperti ini, mereka sudah terlalu lama berdiam diri," kata Elsa.
"kalau begitu aku akan memberitahu dirimu apa yang harus di lakukan agar kamu bisa mendekati wanita itu," terang Levi.
"baik om aku mengerti," jawab Elsa.
Zoey dan Cherry tak mengira jika Elsa akan menunjukkan keteguhannya ingin membalas dendam.
Fardhan tak ingin jika Elsa kenapa-kenapa, cukup ibu dari wanita itu kehilangan putri pertamanya, tidak lagi jika sampai itu terjadi maka itu semua adalah kesalahan dari Fardhan.
semua orang pun pamit pulang, tapi Fardhan meminta kedua wanita itu untuk menginap.
Zoey mengenggam dan menguatkan temannya itu, "aku tau ini semua demi kakak mu, tapi tolong pikirkan lagi, karena kamu bisa meregang nyawa juga, karena pria itu adalah pria yang menakutkan," bujuk Zoey.
"aku tau, tapi ini sumpahku jadi tolong doakan agar semuanya sukses ya," mohon Elsa.
"sudah sayang, ayo pulang karena hari sudah mulai malam," ajak Saga.
mereka pun berpisah, Zoey masih tak menyangka akan keinginan dari Elsa.
mobil mewah yang di kendarai oleh Saga sampai di rumah, sementara mereka masih menempati apartemen mewah itu.
bukan apa karena rumah Saga yang dia siapkan masih belum selesai di bangun, terlebih karena desain yang di pilih Saga itu luar biasa.
meski memiliki desain minimalis moderen, tapi rumah itu akan memiliki ruang tamu luas dan juga kamar yang mewah.
karena rumah itu adalah rumah impian Saga, dan dia merelakan rumah sebelumnya untuk di bongkar total.
tak hanya itu, di rumah barunya nanti, kolam renang akan ada di dalam rumah kaca yang di kelilingi taman.
itu keinginan dari Zoey agar terlihat sangat natural, tentu mereka juga mementingkan kenyamanan pemilik rumah.
sedang di rumah Fardhan pria itu masih nampak berpikir keras, dia tak ingin melihat Elsa rusak, tapi gadis itu sudah tak bisa di bujuk lagi.
__ADS_1
"ya Tuhan... apa ini cara terbaik, atau aku harus melakukan sesuatu," gumamnya sambil memejamkan mata.