My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
singa betinaku


__ADS_3

"apa maksud ucapan mu bocah," marah Elna.


"kamu tak bisu bukan, coba tanya saja pada suamimu itu," kata Zoey yang menghempas tangan Elba dan kemudian berdiri berdampingan dengan Saga.


"kami sudah bahagia bersama dengan pilihan kami, jadi jangan mengusik kami," kata Evan yang merangkul pinggang Cherry.


"kalau begitu nikahi dia, aku beri waktu satu bulan, jika tidak aku akan menyeret mu ikut ke Jerman," kata papa Devan pada Evan putranya.


"besok aku akan menikah, dan tolong siapkan saja hadiah yang pernah mama siapkan untuk istriku," kata Evan dingin.


"baiklah kalau begitu, Elna sudahlah jangan membuat dirimu makin terlihat buruk, kami sudah tau semuanya, terlebih Saga sudah bahagia, jadi tak perlu lagi kamu berusaha memisahkan mereka berdua," kata papa Devan.


"tapi kenapa, aku ingin yang terbaik untuk Saga, bukan seperti ini?" kata Elna.


"hentikan sayang, aku sudah tak mau ikut lagi permainan mu, aku harus kembali karena perusahaan ku akan benar-benar hancur jika aku terus seperti ini, kenapa kamu menentang mereka, padahal dulu aku ingat seorang gadis yang juga mencintai ku lebih gila dari zoey, tapi lihatlah sekarang mereka bahagia l, tapi kenapa kamu jadi egois seperti ini, maaf aku tak bisa tahan lagi," kata Ben yang langsung naik ke kamarnya.


"lihat, jika kamu terus mempertahankan sikap egois mu itu,satu persatu orang yang bersama mu memilih pergi, dan hanya demi melindungi satu orang, kamu kehilangan semua orang, jadi tentukan pilihan mu sekarang Elna." kata Evan.


mereka pun pergi, karena di rumah itu sudah tak ada yang harus mereka jelaskan atau apapun itu namanya.


Elna pun terduduk lemas, terlebih sekarang dia tau jika apa yang di ucapkan oleh Saga dan Evan benar.


Ben yang suaminya juga mulai tak mendukung dirinya, "kamu ingin meninggalkan aku?"


"aku harus pergi, tujuan mu melenceng jauh, kamu bilang bilang ingin minta maaf, tapi nyatanya kamu malah berulah, cukup Elna, aku sudah tak bisa di sisimu lagi jika kamu tak mau berubah,kamu mendukung orang yang salah, dan asal kamu tau jika mau Saga bisa merebut jabatan ku sebagai ketua perhimpunan dari pengusahaan Amerika Asia. tapi dia tak melakukannya tapi bajakan membuatku semakin kuat duduk di jabatan itu, tapi perbuatan mu selama ini terlalu melukainya," kata Ben.


Elna pun hanya melihat suaminya pergi meninggalkan dirinya, "ini tidak adil!!!" teriaknya keras.


Saga terlihat hanya diam saja, dia tak mengira jika Nabila bisa membuat Elna begitu memihaknya sampai sejauh ini.


Zoey mengenggam tangan Saga, "Daddy tak sendiri, aku bersamamu, sekarang aku tidak akan takut karena aku akan berdiri bersama mu, karena aku ingin jadi kekuatan mu," lirih zoey

__ADS_1


"aku tau, tapi yakin kamu berani sama Belinda?" tanya Saga yang menggoda putrinya itu.


"ah itu malah lain Daddy, dia memang seperti hantu yang terus membuatku merasa merinding setiap waktu, tapi aku yakin jika perlahan aku bisa bekerjasama dengannya," jawab zoey.


"baiklah, tapi kamu setelh lulus ingin mengambil jurusan apa?" tanya Saga.


"aku ingin mengambil jurusan bisnis ekonomi, aku ingin membantu Daddy," kata Zoey.


"ya kamu memang sudah menyukai itu, telebih dulu buku yang kamu baca adalah buku-buku ekonomi milik Daddy saat kuliah bukan," kata Saga tersenyum mengecup kening Zoey.


"iya dong," jawab zoey.


Levi pun mengantarkan mereka ke rumah, toh ini sudah sore dan tak perlu harus kembali ke kantor.


sesampainya di apartemen milik Saga, keduanya turun dan tak lupa Levi kembali ke kantor untuk mengambil semua pekerjaannya yang belum selesai.


mereka pun naik ke lantai atas, dan Zoey langsung menuju dapur untuk menyiapkan apa yang akan di masak.


setelah itu dia naik ke atas untuk berganti baju sebentar, ya dia selalu melakukan itu jadi saat Saga ingin makan semua sudah siap.


terutama dalam membagi waktu antara dirinya dan juga kebutuhan mereka sebagai sepasang suami istri.


"sayang... honey... nanti kalau Levi datang, minta dia menaruh berkas di meja, aku mau mandi dulu," kata Saga


"perlu bantuan?" tanya Zoey.


"tak usah lukanya sudah sembuh, bisa-bisa gak keluar mandi ini," kata Saga tersenyum.


"Daddy saja yang mikir ngeres ya," kata Zoey.


"habis kamu sih bikin gak bisa tidur, sudah aku mandi dulu," kata Saga tersenyum dan kemudian pergi.

__ADS_1


mereka berdua benar-benar pasangan yang saling melengkapi, Saga yang selalu jadi anak kecil bersama zoey.


dan zoey seperti memiliki seorang panutan dalam bersikap di depan orang asing.


Cherry dan Evan baru sampai di apartemen, tadi Evan langsung mengirimkan pesan pada orang tua Cherry dan mereka menyambut baik keinginan keduanya.


"mas Evan yakin besok kita menikah, bukankah itu terlalu mendadak?" tanya Cherry.


"tidak sayang, ini sudah aku pikirkan, dan tolong jangan menolak ajakan ku oke," mohon Evan.


Cherry pun mengangguk saja, toh ini pernikahan di gereja saja jadi tak akan ada pesta yang uwah.


mereka berencana untuk melakukan pessta resepsi saat ulang tahun keduanya yang jatuh di tanggal dan bulan yang sama.


do rumah Saga, mana Naura dan papa Samuel sedang menenangkan putrinya Elna.


pasalnya Elna tidak mengejar suaminya yang telah meninggalkan dirinya.


malah memilih duduk di rumah Saga saat ini, papa Samuel pun di buat pusing oleh tingkah Elna dan Ben.


Keduanya sudah menikah lebih dari dua puluh tahun tapi masih seperti anak bocah.


"kamu menangis juga tak berguna Elna, lebih baik kamu pulang dan bujuk suamimu, kamu tau Ben itu adalah pria yang mandiri, jika kamu seperti ini, bisa-bisa kamu kehilangannya," kata papa Samuel.


"papa... kenapa mendoakan yang buruk-buruk sih, aku ingin tetap bersamanya, tapi aku sakit hati karena ucapannya," kata Elna.


''jika kamu sakit hati,dia lebih terluka terlebih kamu yang begitu keterlaluan dalam bertindak, aku saja yang mendengar pun merasa marah, bagaimana perasaan mu sebagai suamimu," kata papa Samuel.


Elna hanya bisa diam, dia tak mengerti kenapa selalu dia yang salah.


tapi sebuah pesan mengejutkan dirinya, "kak Elna, tolong maafkan aku, dan mulai sekarang tolong jangan ganggu kak Saga dan Zoey, karena mereka suamiku dapat keringanan dan juga pembebasan secara bersyarat, maafkan aku kak telah menyeret mu sejauh ini..." kata zoey membaca pesan dari Nabila.

__ADS_1


dia pun makin merasa bersalah, "lihatlah, bukan dia tak peduli ada kalian,dia melakukannya dengan caranya sendiri," kata mama Naura.


Elna pun menangis karena merasa malu mendengar ucapan mamanya itu.


__ADS_2