My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
menantang Levi


__ADS_3

"mas masih marah, itulah kenapa aku tak suka kerumah Mbah," kata Silvia.


"tenang, kita bisa cari rumah yang di sewakan, ibu apa di sekitar rumah ada rumah kosong untuk bisa di tinggali selama pengerjaan pembangunan?" tanya Levi.


"kebetulan ada le, nanti kita bisa tanya pada mereka apa boleh rumahnya kita sewa ya," jawab wanita itu.


"baiklah, sekarang kita lebih baik ke restoran dulu untuk makan siang ya, aku sudah sangat lapar, kalian mau adek-adek?" tanya Levi.


"iya mas, kami mau," jawab mereka kompak.


Silvia pun tersenyum melihat reaksi dari mereka. mereka pun kini menuju ke kota kabupaten untuk berbelanja.


pertama-tama mereka masuk kedalam restoran untuk makan siang.


Levi memesan semua menu utama di restoran itu, sedang keluarga Silvia yang pertama kali makan di tempat seperti ini.


sedikit merasa takut jika makanannya mahal dan memberatkan suami dari putrinya itu.


"ibu ayo makan, jangan diam saja," kata Levi mempersilahkan.

__ADS_1


"jangan le nanti kamu bayarnya kemahalan," kata wanita itu.


"tidak apa-apa ibu, ini tak akan membuatku jatuh miskin, sudah tolong di makan saja, Vivi dan Dandi juga ya..."


mereka pun makan dengan lahapnya, karena ini pertama kali makan makanan enak seperti ini.


setelah makan, mereka menuju ke mall di sekitar kota, dan Levi mengajak semuanya berbelanja baju baru, tas sekolah baru dan juga sepatu baru.


tak hanya itu, dia juga membeli sembako lagi untuk persediaan mertuanya, dan juga makanan Frozen lainnya.


"mas... ini terlalu banyak, ibu sudah memarahiku dari tadi," bisik Silvia.


"itu saja? jadi aku hanya itu bagimu," kata Silvia yang tiba-tiba sedih.


"kamu terlalu banyak berpikir, maksudku adalah sebagai istriku tentu kamu harus menyerahkan hidup mu, dan mengandung anak kita," terang Levi yang tak ingin istrinya itu salah paham.


mereka pun sudah puas berbelanja, dan kini menuju ke rumah keluarga Silvia, ternyata sudah banyak orang disana.


ibu Silvia langsung turun dari mobil dan menghampiri semua orang, "maaf pak, ada apa ini kok kumpul disini?"

__ADS_1


"saya dapat kabar jika Sugiarti melakukan kumpul kebo dan mengajak pria asing menginap di rumah ini," kata pak RT dan pak RW.


Levi langsung turun, melihat pria itu, semua orang tertegun, pasalnya pria tampan dengan baju yang bagus, serta wajah tampan seakan menyihir mereka.


"ini buku nikah kami, kami menikah secara resmi di Surabaya, dan untuk laporan kalian itu, saya bisa menuntut kalian semua karena berita bohong dan pencemaran nama baik," kata Levi.


"ah maaf mas, tadi kami dapat laporan dari Mbak Susi katanya Sugiarti itu membawa pria asing, karena saya tak mendapatkan laporan tentang orang baru jadi saya mengambil kesimpulan untuk bertanya langsung," kata pak rt menjelaskan.


"tapi tidak dengan membawa satu warga kampung juga pak, sekarang kalian sudah tau jika saya Suaminya, lebih baik sekarang pulang, dan jangan membuat saya marah," kata Levi yang tak suka jadi bahan tontonan seperti ini.


"maafkan kami... permisi..." kata pak RT dan pak RW.


semua warga pun bubar, salah satu warga pun heran kenapa pak RT yang biasanya begitu garang kini melempem.


"pak biasanya bapak sangat kasar, kenapa bisa takut tadi," kata seorang warga.


"kalian tak lihat mobil suami Silvia, itu mobil mahal belum lagi pria itu sepertinya bukan pria sembarangan, jadi jangan melakukan hal aneh yang bisa melukai keluarga Silvia jika kalian tak mau habis, terlebih tato di tangan pria itu, adalah tato naga merah yang terkenal," tambah pak RT.


pria itu memang pernah tinggal dan bekerja di Surabaya, bahkan dia sempat dengar desas-desus tentang geng yang tak segan membunuh siapapun yang tak mereka sukai.

__ADS_1


__ADS_2