My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
bocah tua Bangka


__ADS_3

tiga wanita itu pun hanya melihat kelima pria yang sedang bermain lumpur.


"ya Tuhan, kalian berlima tak mau makan ya, kenapa malah main!" marah Cherry.


"sudahlah, ayo kita berangkat ke peternakan bebek saja, biarkan saja mereka berlima," kata Zoey yang tak mau ambil pusing.


"kalau begitu mari nona besar, di sini semua adalah milik dari tuan David,bahkan sawah yang tadi di buat main juga," kata pria itu.


"ternyata opa bisa di sebut juragan juga ya," kata Zoey tak percaya.


"iya nona, tuan besar terkenal sebagai orang yang sangat baik di desain,hingga banyak anak-anak yang di sekolahkan oleh beliau, ah kita sampai kandang bebeknya," kata pria itu.


"wah telur bebeknya banyak, kok belum di ambil pak?" tanya Elsa yang memang suka telur itu.


"belum non, biasanya pukul empat sore baru di ambil," saut pria itu yang mempersilahkan ketiga wanita itu masuk kedalam kandang.


"boleh aku mengambilnya, aku suka sekali membuat omelette sayur," izin Cherry.


"tentu non, kata tuan tadi apa pun yang kalian semua inginkan silahkan di ambil," kata pria itu sopan.


dengan mudah Zoey menangkap dua bebek, sedang Cherry dan Elsa mengambil dan memungguti telur yang berserakan.


setelah dapat empat bebek, dan telurnya sekalian, kini mereka bertiga ganti mengambil sayuran untuk lalapan.


tak hanya itu mereka juga mengambil singkong cukup banyak. setelah puas mengambil yang akan di masak.


kini mereka kebingungan untuk membawa semua itu, "ini gimana bawanya?" kata Elsa.


"pak bisa tolong panggilkan Lina pria tadi," kata Zoey minta tolong.


"baik nona besar, saya permisi," kata pria itu.


sedang ketiga gadis itu masih air, bahkan sungai di desa itu masih sangat bersih dan dingin.


"kita bisa mandi di sini persis seperti cerita Jaka Tarub," kata Cherry.


"bagaimana jika kita lakukan foto shoot saja, lumayan kan kita bisa mengabadikan semua keasrian ini," usul Zoey.


"cocok nih, kebetulan aku juga bawa kamera digital milikku," kata Elsa.


"bagus kalau begitu dan mereka berlina lama sekali," kaya Zoey mulai kesal.

__ADS_1


Cherry langsung tertawa melihat kelima pria itu yang datang dengan tubuh penuh lumpur.


"ya Tuhan, dasar tak sadar umur!!" marah Zoey sambil berkacak pinggang.


"maaf sayang, habis kami tak pernah main beginian," terang Saga.


"sudah basuh tubuh kalian semua di pancuran sana, dasar para pria tua tak tau malu," kesal Zoey.


mereka hanya tersenyum dan pergi, dan kini para gadis desa di buat meleleh dan terpesona dengan kelima pria itu yang memiliki tubuh yang sangat sempurna.


perut kotak-kotak dan juga paras tampan yang membuat setiap orang klepek-klepek.


belum lagi tato yang menjadi makin sempurna melekat di tubuh para pria itu.


"kang mas aku mau loh jadi istrimu!" teriak salah seorang wanita di desa itu.


"maaf mbak, mereka semua milik kami, jika kamu jadi pembantunya silahkan," kata Zoey dengan kesal.


"idih cantik-cantik lenjeh ih.." kata gadis itu pergi.


"cocot e, dasar gadis desa tak pernah makan bangku sekolahan ya!!" teriak Cherry tak terima.


"baiklah aku akan melaporkan ini kepada opa," kata Zoey yang tak terima


"hei jangan marah dong, aduh masalah besar ini," kata Saga dan yang lain panik.


mereka segera mengejar ketiga gadis itu, dan saat tertangkap mereka pun membujuk habis-habisan.


sesampainya di vila milik keluarga, Zoey meminta tolong bebek di bersihkan oleh beberapa orang.


sedang dia akan membuat bumbu spesial, dan dia langsung mengasapi bebek itu agar lemaknya berkurang.


setelah itu dia segera meminta tolong Cherry untuk memotong bebek itu jadi beberapa bagian yang cukup kecil.


semua sayur hanya di cuci bersih, dan Elsa yang memasak telur omelette sayuran dengan telur bebek.


tak lupa mereka juga membuat sambal bajak yang sangat enak, bahkan sambal itu bisa membuat siapapun ketagihan.


bahkan Zoey terlihat tak kesulitan mengunakan pawonan kayu bakar, "sebenarnya kamu ini gadis dari masalalu ya, lihat kamu begitu ahli dalam mengunakan alat-alat masak ini," kata Cherry tak percaya.


"aku sering melihat beberapa konten tentang kehidupan desa, ternyata mengalami sendiri seperti ini sangat menyenangkan. kita tunggu santannya susut dan bebeknya empuk, dan setelah itu Semuanya selesai untuk makan malam," kata zoey.

__ADS_1


"tunggu dulu, terus untuk singkongnya bagaiman, ini sudah di cuci bersih loh, tak di kupas apa?" tanya Elsa heran


"tidak perlu, karena nanti malam kalian akan tau maksudnya," kata Zoey tersenyum.


kini mereka pun berpisah untuk mandi karena tubuh mereka sudah lengket dan lelah.


Zoey juga memastikan masakan yang dia buat akan di jaga dan tak membiarkannya gosong.


ternyata para pria itu sedang di hukum oleh opa David, "kalian sudah selesai masak," tanya papa Samuel.


"sudah papa, kami ingin mandi dulu, tapi dari tadi aku tak melihat mama dan Oma?!"


"mereka sedang mengetik beberapa buah sayang, kalian mandilah dan istirahat, biar mereka di hukum dulu, bisa-bisanya di suruh ngambil lauk malah main lumpur," kata papa Samuel.


"iya pa," jawab Zoey.


Saga pun menunjukkan tatapan permintaan tolong, tapi Zoey malah meledeknya dan meninggalkan pria itu.


Saga pun merasa tak habis pikir melihat istrinya itu, tapi ini juga kesalahan mereka, bukannya membantu malah main seperti tadi.


setelah puas di marahi dan di suruh jalan jongkok, mereka berempat pun di minta mandi.


Zoey sudah selesai mandi dan tengah berhias dengan cantik,"kamu mau kemana dengan baju seperti itu?" heran Saga


"rahasia para wanita, lebih baik Daddy mandi, itu muka mu belang Daddy," kata Zoey yang tak percaya dengan yang di lihatnya.


Saga pun hanya tersenyum saja, dia pun mandi, dan segera merasa segar, baju juga sudah di persiapkan oleh isterinya itu.


Zoey menuju ke area dapur dan menemui seseorang disana, dia adalah pelayan kepercayaan Oma Mei.


"ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya wanita itu.


"tolong buatkan jamu tradisional untuk kami semua ya bik, untuk kesehatan," kata Zoey.


"baik nyonya saya buatkan, mau pakai es atau yang hangat," tanya wanita itu lagi.


"tentu saja yang dingin, tapi tolong sediakan yang hangat juga, setidaknya mungkin yang lain mau yang berbeda," jawab zoey.


"baik saya akan siapkan untuk nyonya," kata wanita itu dengan sangat sopan.


Zoey pun melihat masakannya juga sudah terhidang dengan sangat rapi dan bagus.

__ADS_1


__ADS_2