
Alexa pun tak mengira akan menyaksikan semua itu, para pria dan gadis itu pun keluar.
"Aiden bereskan, dan sudah ku bilang sebelum menikah selidiki dulu, Evan bisa membantumu, dan lihat sekarang," kata Saga.
"tutup mulutmu, kau menghinaku bukan, sudah pergi sana," usir dokter Aiden.
"Fatima, maaf ya besok tak perlu ke sekolah lagi bersama nona Salwa, kalian di pecat karena ketua yayasan yang sesungguhnya tak ingin kalian mengajar di sekolah ku," kata Fardhan.
Zoey melambaikan tangan pada Keduanya, "say goodbye dong,"
Fatima dan Salwa benar-benar tak mengira jika hidup mereka benar-benar hancur, karena salah membela orang.
"jadi sekarang pulang ke rumah mu,semua pakaian dan aksesoris milik mu sudah aku masukkan kedalam mobil, dan sekarang aku akan mengirim mu pulang ke rumah orang tuamu," kata dokter Aiden.
"tidak aku tak mau, apa kamu lupa apa yang di katakan ayah mertua, jika kamu menceraikan aku," kata wanita itu histeris.
tapi dokter Aiden tak menjawab atau mengatakan apapun, dia langsung menyeret suster Aliya masuk kedalam mobil.
dan akan langsung mengirimkan wanita itu ke rumah orang tuanya, karena dokter Aiden tak sanggup menjaga wanita bossy dan tak tau sopan seperti suster Aliya.
dia lebih memilih menerima kemarahan orang tuanya, dari pada harus tinggal dan hidup bersama istri seperti suster Aliya.
Levi pun berdecak, "itulah akibat menikah dengan orang yang belum kita kenal, selamat jadi duda teman," kata Levi yang kemudian pergi.
Saga mengajak istrinya itu pulang, toh ini juga sudah jam pulang kantor jadi dia ingin menikmati waktunya bersama dengan keluarganya.
dia pun menuju ke apartemen miliknya, zoey turun dan kerepotan membawa semua belanjaannya.
"biar aku bantu, kamu ini jangan semuanya mau di coba bawa sendiri," kata Saga.
"habis aku mau minta tolong gak enak sayang," kata zoey tersenyum kecil.
"ya gak papa dong, kita itu kan sudah suami istri , sudah kamu duluan biar aku yang bawa semua belanjaan milik mu," kata Saga.
__ADS_1
mereka pun masuk kedalam lift dan Zoey memberikan kecupan di pipi suaminya itu.
"love you, sudah mau repot Daddy sayang," kata Zoey.
"sama-sama istriku yang cantik, manis dan menggemaskan, dan tak lupa juga seksi saat di atas ranjang," bidik Saga yang berhasil membuat Zoey terbang ke langit ke tujuh.
sesampainya di apartemen mereka, Saga meletakkan semua belanjaan di ruangan khusus walk in closed yang sangat luas itu.
"Daddy mau di buatkan sesuatu?" tanya Zoey yang melihat isi kulkas.
"boleh kopi dan kacang-kacangan panggang sayang," jawab pria itu.
"baiklah, tapi sebelum itu tolong mandi dulu," kata Zoey yang kaget karena Saga sudah bertelanjang dada dan memeluk dirinya dari belakang.
"aku ingin mandi dengan mu, jdi sekarang kita nikmati dulu waktu kita bersantai sayang," bisik Saga yang langsung mengecup bibir Zoey.
dia pun melepaskan ciumannya, "lagi Daddy, aku ingin lagi..."
Saga pun terus mengecupnya dengan panas, setelah puas mereka pun duduk di ruang tv sambil menonton tv.
kalau tak film barat, pasti drama Korea, tapi kali ini dia heran karena zoey memilih untuk menonton Upin Ipin.
"sayang tumben tak menonton film romantis Korea kesukaan mu?" tanya Saga heran.
"entahlah, aku sedang tak ingin saja, aku ingin menonton kartun ini, ha-ha-ha mereka begitu lucu, seandainya kita bisa punya anak kembar pintar dan bijak seperti itu."
"pasti bisa, kita hanya perlu berusaha saja, karena itu kamu tak boleh malas saat aku ajak olahraga malam," kata Saga.
"tapi itu adalah keinginan mu, tapi aku juga menyukainya," kata Zoey tertawa.
sedang di rumah Fardhan, dia sedang menahan Elsa, gadis itu bingung harus bagaimana.
"ada apa kak? apa yang penting?" tanya gadis itu.
__ADS_1
"tidak ada, tolong beristirahatlah, dan jika lain kali kamu mengalami masalah, tolong hubungi aku karena kau akan selalu ada untukmu," kat Fardhan.
Elsa pun memberikan kecupan di pipi Fardhan, "aku pasti akan merepotkan dirimu kak, itu pasti," jawab Elsa dengan senyuman manisnya.
"Wilma maaf, sepertinya aku benar-benar jatuh cinta pada adikmu itu," gumamnya melihat Elsa naik ke lantai atas.
Fardhan pun memilih duduk di bawah pohon yang sekarang menjadi tempat peristirahatan terakhir dari kekasihnya itu.
dia pun memejamkan mata, dan saat dia membuka mata dia kaget melihat Wilma tersenyum kearahnya.
"berbahagia ya kak, dengan Elsa aku titip dia untuk kamu jaga bersama ibu, karena aku sudah bahagia disini..." pamit Wilma yang kemudian pergi.
"tunggu Wilma," kata Fardhan yang ingin mengejar wanita itu, tapi seseorang menahan tangannya.
"tolong jangan tinggalkan aku kak," kata gadis itu.
"tidak akan Elsa, karena aku mencintaimu," kata Fardhan yang berbalik dan memeluk Elsa.
"ganteng... bangun sudah mau malam, kok malah tidur," panggil Elsa.
Fardhan yang setengah sadar malah menarik wanita itu ke pangkuannya, "sebentar lagi sayang..."
Elsa pun memukul mulut Fardhan, hei siapa yang kamu panggil sayang, dasar pria playboy cap buaya darat," kesal Elsa yang mencoba meloloskan diri.
Fardhan pun membuka matanya dan kaget melihat gadis itu yang sedang mengerucutkan bibirnya karena kesal.
sedang di rumah dari mertua dokter Aiden, pria itu datang untuk mengembalikan putri keluarga itu.
"ada apa ini Aiden!!" marah mertua dari pria itu.
"saya datang ingin mengantarkan putri anda, saya tak sanggup lagi menjaga dan merawatnya, karena dia terus membuatku malu, dan belum lagi semua sikapnya yang baru aku ketahui setelah menikah, dan maaf aku tak cocok dengannya," kata dokter Aiden.
"apa ini, kamu hanya ingin merusaknya, saat dia sedang hamil," marah ayah Aliya.
__ADS_1
"maaf tuan, saya juga tak sepenuhnya yakin jika itu adalah anakku karena tiga bulan lalu aku terlalu sibuk dan jarang pulang ke rumah, jadi bagaimana bisa dia hamil," kata dokter Aiden membungkam dan mengejutkan semua orang.
bahkan orang tuanya yang datang juga kaget, mereka tak mengira jika menantunya yang selama ini begitu baik ternyata memiliki sifat seperti ini.