My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
Fardhan berulah


__ADS_3

setelah memperingatkan Resta, Fardhan pun langsung menuju ke kantor miliknya.


dia tak ingin berlama-lama dengan wanita itu, terlebih Fardhan harus melihat semua perusahaan miliknya.


ternyata ayahnya ketahuan ingin mengambil uang lagi, itu terbukti dari laporan bagian keuangan.


Fardhan pun langsung menelpon Resti dan memintanya untuk menjemputnya di sekolah.


kebetulan wanita itu sedang ada di sekitar sana, jadi cepat sampai, "mau kemana nih pak guru?"


"ke perusahaan Angkasa group," jawab Fardhan.


dengan kecepatan tinggi, Resti mengantar pria itu untuk segera sampai, dan benar saja.


saat sampai di perusahaan Resti di minta menunggu di bawah, sedang Fardhan langsung lari ke lantai bagian keuangan.


"berhenti meminta uang papa, kamu sudah memberikan terlalu banyak, jika kamu tak mau berhenti, aku akan mencabut semua fasilitas milikmu," ancam Fardhan.


"anak sialan... kenapa kamu mengancam ku, hanya uang dua milyar, ini terakhir, karena aku ingin membawa dia pergi setelah dia selesai ujian, dan aku akan mengajaknya tinggal di villa milikku di desa kelahiran ibumu," kata pria itu.


"biar aku berikan uang pribadi milikku, dan buat wanita itu menurut padaku, karena gadis itu sangat menakutkan asal kau tau," kata Fardhan yang tak ingin terjadi apapun pada ayahnya itu.


"aku tau kok, semua cerita yang terjadi, jadi tenang saja, karena aku bukan pria bodoh," jawab tuan Wisnu.


Fardhan pun mentransfer uang tiga milyar ke rekening papanya, dan berharap pria itu bisa hidup baik di desa dengan Resta.


di sekolah, ini adalah jam istirahat, saat zoey dan Cherry ingin turun ke bawah dengan sengaja Resta menyenggol Zoey dengan keras.


tapi beruntung ada seorang guru yang menangkap tubuh Zoey yang hampir jatuh dari tangga.


"hei Resta, kamu sengaja ingin mencelakai zoey!!" teriak Cherry marah.


"kenapa aku, dia saja yang rutin tak lihat jalan, dasar wanita lemah, sudahlah aku tak level bicara dengan kalian berdua, cih..." kata Resta.


"dasar anak koruptor," kata Daffa menghinanya.


"apa kamu bilang!" kata Resta tak suka.


"memang benar bukan, kamu itu anak koruptor belum lagi ibumu yang seorang germo, wah ... keluarga yang sempurna ya," ejek Daffa lagi.

__ADS_1


"sudahlah, jangan saling berantem, aku tak apa-apa kok, Daffa jangan bilang begitu karena bagaimanapun dia, dia tetap teman kita," kata Zoey.


"tak usah sok baik deh, kamu sendiri itu gadis menjijikan cih, dan lihat saja nanti, aku pasti akan balas penghinaan ini," marah Resta.


"dasar gadis tak tau diri, sudah ku bilang dia itu berbahaya zoey, kamu sih tak mau dengar, dan terima kasih pak sudah menyelamatkan zoey," kata Cherry.


"sudah, ayo ke kantin aku sudah lapar," ajak Daffa.


mereka pun menuju ke kantin dan langsung makan sesuai antrian, Zoey makan cukup lahap.


sedang di sudut ruangan Resta makan sendiri, dia pun sedang memikirkan cara bagaimana membalas zoey dan Cherry.


Fardhan baru kembali ke sekolah setelah menyelesaikan semua masalahnya bersama sang ayah.


"ini ongkosnya," kata Fardhan memberikan uang lima puluh ribu lagi.


"terima kasih loh ya, kalau begitu permisi," pamit Resti.


dia tak mengira jika belum sehari, dia sudah dapat banyak, terlebih Fardhan mengunakan jasanya tanpa aplikasi.


Resti pun memutuskan untuk pulang dan makan karena dia belum sempat sarapan tadi.


dia pun makan nasi bungkus seharga tujuh ribu dan teh hangat, jadi uang sepuluh ribu sudah cukup untuknya makan.


Saga menerima laporan tentang apa yang dia minta, ternyata perusahaan Ben mengalami beberapa kendala di bagian produksi.


Saga pun memanggil asistennya, "Veve, masuk ke ruangan kerja saya sekarang," panggilnya.


Veve pun masuk dan menunduk hormat, "iya bos,"


"minta anak perusahaan kita untuk menjadi rekan bisnis dari Ben di bidang penyediaan bahan baku, tapi ingat jangan sampai Ben atau siapapun tau, ingat itu," perintah Saga memberikan semua berkas itu


"baik tuan, oh ya jam tiga anda ada janji makan dan meeting di grand Tunjungan plaza Surabaya, dan reservasi sudah siap," kata Veve.


"baiklah, biar aku pergi bersama Levi, ingat kerjakan pekerja mu dan jangan sampai ada yang tau," kata Saga


"baik bos," jawab Veve yang kemudian keluar rumah.


Saga pun memeriksa jadwalnya ternyata itu adalah pertemuan dengan Casandra, seorang wanita sukses yang mengelola beberapa restoran bintang lima.

__ADS_1


jadi sebenarnya Saga ingin mengembangkan bisnisnya merambah dan menginvestasikan beberapa dana ke sektor wisata.


dan di sana nantinya Saga akan bekerja sama dengan warga sekitar untuk membuat tempat wisata yang murah.


seperti halnya di batu Malang, Ben ingin desa-desa pelosok juga mulai bangkit jadi dia pun mencari orang yang tepat untuk mau membantunya dalam mengembangkan bisnisnya.


Saga mengirimkan pesan pada Zoey, dia tak ingin istrinya itu salah sangka hingga salah pengertian nantinya.


"sepertinya dia masih di dalam kelas, sudahlah nanti aku hubungi dua lagi, lebih baik aku berangkat sekarang daripada nanti telat," kata Saga.


dia pun pergi bersama Levi, tapi saat sampai di mall itu, ternyata sangat ramai terlebih teman sekolah dari zoey.


"wah... anak sekarang kalau pulang sekolah mainnya di mall ya, beh... gaya sekali," kata seorang wanita yang terlihat begitu tomboi.


Saga hanya meliriknya sekilas dan langsung menuju ke area restoran, saat masuk kedalam restoran.


mata Saga membulat sempurna saat melihat Zoey sedang di kamar oleh seorang pria.


"terima... terima... terima..." teriak semua pengunjung.


"apa mereka gila," kesal Saga.


meski pernikahan mereka masih di sembunyikan, tapi kenapa ada adegan seperti bini segala.


Saga langsung berlari ke arah pemuda itu dan langsung menarik kerah bajunya.


Levi tak sempat menahan, padahal itu bukan Zoey tapi gadis lain.


"hei zoey... itu kan kak Saga!!!" panik Cherry


"ya Tuhan Daddy!!! hentikan!!!" teriak Zoey yang duduk di bangku yang cukup jauh.saha pun kaget dan bingung, saat melihat gadis itu lagi, ternyata itu adalah gadis lain.


"ah maaf... ku kira kamu putriku," kata Saga malu.


beruntung dia belum menonjok pria itu. "Daddy kenapa disini?"


"aku ada rapat, aduh aku malu sekali karena salah mengenali mu,aku pikir dia kamu karena jepit rambut itu," kata Saga malu.


"ah itu, punya ku tak pernah aku pakai karena terlalu mahal, sudah Daddy kembali kerja, jangan ganggu acara anak-anak, kasihan itu ketua OSIS sampai syok gitu Daddy," kata zoey.

__ADS_1


"baiklah, ingat kalian berdua jangan pulang telat, love you honey..." kata Saga yang sempat mencium kening istrinya.


__ADS_2