My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
akhirnya resepsi


__ADS_3

siang itu Levi sedang bersama dengan istrinya kesebuah butik, dia memang belum bisa menyentuh gadis itu karena terhalang palang merah.


tapi dia pun tak ingin memaksakan diri untuk istrinya, karena bagaimanapun juga, dia ingin mereka tak hanya jadi pasangan kontrak melainkan pasangan sehidup semati.


Levi masih sibuk dengan ponselnya karena harus mengawasi perusahaan meski dia sedang ada di luar, "tuan bagaimana penampilan ku?" tanya gadis itu sambil menunjukkan apa yang dia kenakan


"tidak itu terbuka sekali, Bu Siska aku meminta gaun yang terlihat elegan tapi sopan, bukan baju kurang bahan begitu," kata asisten Levi.


"ini tertutup loh, memang mau bagaimana lagi," kata wanita itu.


"tertutup apa, lihat punggungnya seperti sundel bolong begini," marah Levi.


"sudahlah aku akan memilihnya sendiri, tapi Jaz tuan warna apa," tanya Silvia menahan pria itu agar tak marah lebih lanjut.


"warna baby pink, dan itu karena wanita ini yang mendesainnya, sekarang aku kesulitan mencari untuk istriku," kesal Levi.


"tenang tadi aku melihat ada warna itu, apa boleh mencobanya?" tanya Silvia dengan sopan.


"silahkan nyonya," kata wanita itu.


ternyata memang ada gaun warna itu, tapi gaun itu terlalu biasa jika di gunakan untuk pesta.


"aduh nyonya, itu asisten Levi bisa mengamuk saat tau anda memilih gaun ini, terlalu sepi untuk pesta ballroom mewah," kata desainer itu


"ah tunggu dulu, sepertinya ada yang cukup menarik dan bagus untuk menyempurnakan penampilan anda," kata wanita itu lagi.


ternyata sebuah set perhiasan mutiara, Silvia awalnya merasa terlalu mewah, tapi saat desainer itu memaksanya mengunakan perhiasan itu, ternyata gadis itu terlihat sangat cantik.


"wah... ini baru sempurna, benar tidak asisten Levi," kata desainer itu.


Levi terdiam melihat kecantikan dari wanita itu.


"apa perhiasan ini tak berlebihan, aku merasa malu memakainya," kata Silvia.


"ya sedikit memang, Bu Siska tolong ganti gelang, kalung dan anting dengan berlian, itu akan membuatnya sempurna," kata Levi memberi saran.


setelah perhiasan di ganti, benar saja Silvia nampak cantik dan manis, aku memilih ini saja, karena gaun ini tak sepenuhnya terbuka.


Levi mengambil sebuah dompet dan sepatu yang akan menambah kesan glamor pada istrinya itu.


kini mereka pindah untuk ke salon yang cukup jauh, karna Levi juga butuh pijat untuk menghadapi tamu yang mungkin akan sangat banyak.


terlebih itu adalah pesta untuk tiga orang, setelah sampai di salon pertama-tama mereka melakukan pijat baru setelahnya bersiap-siap


di hotel, semua sudah siap tempat acara hingga semua persiapan, Saha masih sibuk dengan laptop miliknya.

__ADS_1


sedang Zoey sudah makeup dari tadi, "Daddy... bisa bantu aku mengambilkan susu almond untuk ibu hamil di kulkas,"


"tentu sayang, oh ya kamu belum makan siang kan?" tanya saga yang ingat.


"belum daddy, karena dari tadi sangat riweh," kata Zoey mendengar jawaban istrinya.


Saga sedikit marah, pasalnya Zoey terlalu ceroboh karena dia itu seorang wanita hamil.


"semuanya hentikan dulu, sayang kamu harus makan atau aku membatalkan semuanya," ancam Saga.


"tenang Daddy, aku akan makan kok, kalian juga boleh istirahat dulu," kata Zoey pada ketiga orang yang membantunya bersiap.


"baik nyonya," jawab mereka.


zoey pun bangkit dari kursinya dan kini berjalan ke arah Saga, pria itu terlihat marah saat ini.


"tebang Daddy... jangan menakuti orang, atau itu kerutan nambah banyak loh," goda Zoey yang duduk di pangkuan Saga


"kamu tak malu, harus berjalan dengan orang cacat seperti ku di acara resepsi kita?" tanya Saga.


"tidak kenapa malu, toh yang sempurna saja belum tentu bisa seperti Daddy, jadi buat apa malu, kamu adalah pria hebat, pria sempurna," kata Zoey.


seorang pelayan masuk, dan sebelum di makan, seorang pria yang bertugas khusus memastikan makanan itu semua aman.


"sudah pak?" tanya saya.


"iya tuan," jawab pria itu.


Zoey pun ingin rasanya tertawa, pasalnya ini ulah dari mana mertuanya yang tak ingin melihat ada hal buruk.


tanpa terasa semua persiapan sudah dilakukan dengan baik, Zoey sudah di bawa ke tempat pesta berlangsung.


"Oma... kenapa kita tidak berjalan bersama pasangan masing-masing?" tanya Zoey yang khawatir pada Saga.


"tenang zoey, suamiku tak akan kabur juga, sudah kita lihat dia yang ingin di lakukan oleh para pria ini," jaya Oma Mei.


terdengar suara alunan musik, tak lama semua tamu di persilahkan berdiri dan ketiga pria itu masuk dari pintu utama.


terlihat ketiga pria itu berjalan dengan sangat baik, bahkan membuat mereka tak percaya.


Zoey sampai meneteskan air mata terharu melihat suaminya yang berjalan dengan sangat baik.


ketiganya pun sampai pada pasangan masing-masing, Zoey pun terus tak percaya melihat ini.


"lihatlah... sekarang aku sembuh jadi kita bisa menikmati waktu bersama," kata Saga.

__ADS_1


"iya daddy," jawab Zoey.


ketiga pasangan itu pun berciuman dengan mesra, dan para tamu bertepuk tangan dengan meriah.


Silvia dan Levi juga berpegangan tangan, gadis itu juga tak mengira jika Levi yang di awal terlihat begitu kasar dan kejam.


kini malah terlihat begitu baik, bahkan saat ini dia mulai merasa nyaman dengan Levi di sampingnya.


dokter Aiden dan Ino juga datang menghadiri pesta pernikahan itu, setelah adegan mesra itu.


mereka bertiga memotong kue yang terdiri dari lima tingkat, selesai saking menyuapi, mereka mulai masuk ke acara utama.


yaitu berdansa bersama, mereka juga sempat bertukar pasangan saat berdansa.


Zoey kini bersama asisten Levi, "om ganteng, tak berubah ya, setelah selama ini?" tanya Zoey dengan gaya manjanya dulu.


Levi tersenyum malu, "apa? dasar gadis nakal, kamu menginginkan sesuatu?" tanya Levi yang memang sudah hapal kebiasaan Zoey.


"iya, om tau saja, mulai sekarang, tolong hargai dan lindungi, serta cintai orang yang ada di samping mu, karena sepertinya Silvia itu gadis baik dan akan menjadi pasangan yang baik untuk mu," kata Zoey.


"baiklah, sekarang om. berjanji pada bocah kecil ini, yang segera akan jadi ibu," terang Levi.


"terima kasih om..." kata Zoey yang berpindah pada opa.


keduanya nampak begitu hangat, opa David pun memeluk cucu menantunya itu.


"opa lihat tatapan dari cucu laki-laki mu, seakan dia ingin menyerang saat ini," bisik Zoey.


"apa, sudah biarkan saja ya, karena dia selalu begitu saat opa bersamamu, dia terlalu posesif," bisik opa David.


kini mereka bertukar pasangan lagi, zoey pindah bersama papa Samuel sekarang.


pria itu juga memeluk menantunya itu untuk memanasi putranya, "papa cari masalah ya?" kata Zoey tersenyum menyadari pria itu melirik ke arah Saga.


"biarkan saja, dia terlalu mudah marah, padahal papa sudah menganggap mu seperti putri ku sendiri," kata papa Samuel.


"Zoey pun langsung tertawa dan menyandarkan kepalanya di bahu papa Samuel.


melihat itu Saga panas bukan main, mama Naura pun sadar akan sesuatu. "tenang Saga ini hanya sebuah pesta,"


"tapi lihatlah tingkah suamimu itu nyonya, ingin rasanya aku membuatnya jatuh dan mentahkan tangannya karena berani memeluk istriku," kata Saga.


"bocah gila, bagaimana pun dia itu tetap papa mu," marah mama Naura mendengar ucapan dari Putranya itu.


tapi ya dia tak terkejut karena dia pria itu memang sering kali bertengkar.

__ADS_1


__ADS_2