
Levi kini meminta bantuan beberapa orang untuk membereskan semua barang yang ada di rumah keluarga istrinya itu.
ternyata hanya ada lemari dan perkakas yang sangat buruk, dia pun tak mengira jika hanya barang rongsokan yang di miliki oleh ibu mertuanya itu.
"sekarang kita tinggal di rumah ini selama pembangunan," kata Levi
"tapi nak itu akan sangat lama," kata ibu Arti.
"tidak akan Bu, kita lihat saja," jawab Levi.
beruntung besok mereka sudah bisa mulai pengerjaan, Levi memanggil beberapa anak buah perusahaan yang biasa menanggani perumahan.
mereka pun langsung bergegas menghancurkan rumah itu hingga rata dengan tanah, bahkan setelah itu beberapa bagian rumah di minta tetangga.
"Bu Ti, itu gedek-nya boleh tak ambil msh, buat kandang sapi," izin salah satu warga.
mendengar itu, Levi marah, "maaf Bu, kami masih membutuhkannya," jawabnya.dia menunjukkan desain rumah pada pengawas proyek dan timnya.
"butuh berapa hari?" tanya Levi dingin.
"sekitar lima belas hari paling singkat," kata pengawas proyek.
"baiklah bangun sesuai desain, pakai bahan berkualitas bagus, dan jika perlu bangun dengan orang banyak agar cepat selesai," perintah Levi.
"baik tuan."
sedang di Surabaya, Saga dan Zoey sudah check out dari hotel karena malam nanti ada pesta yang harus mereka hadiri.
setelah resepsi kemarin, Saga langsung mengajak zoey ke setiap pesta bersamanya.
bukan apa, agar istrinya itu tau bagaimana cara para pengusaha bekerja, karena dia juga ingin istrinya itu di kenal sebagai wanita hebat.
terlebih zoey juga sudah memiliki hotel mewah miliknya, jadi bisa di pastikan jika istrinya itu masuk jajaran pengusaha wanita muda.
Saga melihat beberapa gaun yang akan dikenakan, tapi gaun-gaun pesta itu terlalu ketat menurutnya.
"sepertinya Bu Siska harus buat gaun khusus ibu hamil, bagaimana bisa istriku mengunakan gaun ketat begitu," protes Saga.
"hentikan Daddy, tapi ini sangat nyaman dan tak terlalu ketat, aku bisa bergerak dengan bebas," saut Zoey yang tak ingin berlama-lama lagi.
__ADS_1
"tidak, itu terlalu ketat, cari gaun lain," kata Saga yang banyak maunya.
"ya Tuhan daddy, jika kamu terus cerewet seperti ini, lebih baik aku tak ikut pesta, aku sudah lelah, dan waktu kita makin mepet," kesal zoey melihat tingkah dari suaminya itu.
"baiklah, hari ini aku maafkan, tapi lain kali tidak," kata Saga yang juga tak ingin telat.
"Bu maafkan Daddy ya, kalau begitu tolong buatkan aku gaun dengan dua nomor dari ukuran ku, nanti di kirim ke rumah, karena sekarang aku harus terus mengikutinya untuk ke pesta orang-orang penting," kata zoey pada desainer itu.
"iya nyonya, tenang saja toh anda semua adalah tamu VIP butik ini, jadi apapun keinginan anda, pasti kami penuhi," kata Bu Siska.
keduanya pun keluar dari butik dengan pengawalan ketat, bahkan ada dua mobil pengawal yang mengawal mobil mewah itu.
asisten Sean kini menjadi asisten Saga membantu Levi, karena zoey tak mau suaminya punya asisten perempuan setelah kematian dari asisten Veve.
mereka pun menuju ke sebuah rumah mewah, dan pesta itu sangat meriah dan ternyata itu adalah pesta ulang tahun dari cucu pendiri Shiddiq grup.
keluarga yang sudah lama terkenal di bidang properti, terlebih memiliki beberapa kerabat yang bukan orang sembarangan juga.
meski baru satu tahun tapi pesta itu sangat meriah, terlebih ayah dari bayi-bayi itu adalah pengusaha dan juga masih memiliki darah kerajaan.
"sayang... aku tadi tidak menyiapkan kado?" bisik Zoey saat tau ini pesta ulang tahun
"wah mereka mulia sekali, bisa menyiapkan semua dengan begitu baik, padahal banyak orang yang mengharapkan hadiah saat membuat pesta seperti ini," kata Zoey tersenyum.
"kamu menyindir siapa?"
gadis itu hanya tertawa saja, mereka pun masuk asisten Sean akan membantu Saga mengawasi Zoey.
terlebih para pengawal tidak di izinkan masuk, pesta itu sangat meriah, dua bayi kembar itu berada di gendongan kedua orang tuanya.
Saga, zoey dan asisten Sean memberikan selamat, tapi salah satu di kembar melihat ke arah Zoey.
"hai adik bayi... siapa namanya nyonya?" tanya Zoey sopan.
"dia Ken, dan jangan memanggilku nyonya, kamu bisa memanggilku dengan kakak biar aku tak terdengar begitu tua," jawab wanita berhijab itu.
"baiklah kak, halo di ganteng Ken, dan adiknya pasti Louis," kata Zoey.
bayi itu ingin ikut zoey, dan dengan senang hati dia pun mengendongnya.
__ADS_1
Saga sedang berbincang bersama ayah dari bayi-bayi itu, mereka akan mengadakan kerjasama untuk pasar Eropa.
pesta berlangsung cukup lama, dan Zoey terlihat begitu mudah berbaur dengan bantuan tuan rumah.
Saga beberapa kali mengawasi istrinya dari kejauhan, karena takut zoey terluka atau apa.
ternyata istrinya itu sudah bersama para wanita hebat lainnya, dan beberapa orang saga mengenalnya.
di kampung, Levi masih berkutat dengan beberapa pekerjaan, di desa itu kebetulan ada hiburan rakyat ludruk yang cukup terkenal.
adik-adik dari Silvia sudah merengek dari tadi ingin melihat acara itu karena jarang ada.
Levi yang terus mendengar suara berisik pun mengakhiri pekerjaannya, "ada apa sayang?"
"ah ini mas, Vivi dan Dandi merengek minta lihat ludruk di ujung desa, dan ibu tak bisa pergi karena beliau kelelahan, jadi mereka mengajakku," jawab gadis itu.
"baiklah kalau begitu ayo berangkat, toh aku akan membantu mu menjaga mereka, dan Dandi jangan berlarian kemanapun jika tidak mas akan mengikat mu, mengerti?" kata Levi tegas.
"siap kak!" jawab bocah itu.
mereka pun berangkat menuju ke tempat acara dan cukup ramai, kebetulan hari ini Levi tak membawa dompetnya karena takut hilang.
terlebih tempat ini begitu penuh sesak, "sebelum masuk beli sesuatu yuk, aku tak ingin lapar di sana saat menunggu,"
"siap mas, kita beli jagung rebut dan pentol bakar ya, lumayan buat kenyang," kata Silvia.
"boleh asal jangan gorengan," kata Levi yang menunggu di samping salah seorang penjual.
sedang kedua adiknya itu membeli pop ice dan gorengan, setelah itu mereka mencari tempat duduk.
kebetulan Levi yang memang belum tau bagaimana hiburan rakyat ini, dia pun mengikuti istrinya saja.
mereka duduk bersama orang yang lain, tak lama semua pun mulai duduk di barisan depan.
semua warga terlihat rapi, pertunjukan mulai dan Levi sangat menikmati hiburan itu.
dia baru kali ini melihat hiburan itu, dan dia sempat merekam itu sedikit dan memamerkannya ke grup teman-temannya itu.
dan auto rame itu grup karena para pengusaha itu tak pernah mengetahui hal seperti itu.
__ADS_1
terlebih mereka hanya fokus untuk bekerja dan bekerja, dan hiburan mereka tentu hanya club malam atau wisata luar negeri.