
sekolah benar-benar di buat geger, pasalnya guru yang tersangkut masalah langsung di berhentikan dari tugasnya.
tak hany itu dia bahkan terbukti melakukan beberapa korupsi dan kecurangan nilai pada seluruh nilai siswa.
"Cherry ini sebenarnya ada apa sih?" tanya Resta yang memang sedikit lamban menilai situasi.
"pria itu sudah melakukan kesalahan-kesalahan besar, dan kamu tau dia itu adalah guru kesayangan Fasya," kata Cherry.
"aku tau kok,itulah Fasya selalu dapat nilai bagus kan di pelajaran bapak yang killer itu," kata Resta.
"aduh loading lama dasar, bukan karena itu, tapi karena ini kamu kemarin di pest gak nonton," kesal Cherry yang langsung menjentikkan jarinya ke dahi Resta.
"sakit,video apa, aku tak tau," kata gadis itu.
Cherry pun menunjukkan video itu, Resta pun melongo di buatnya, "Omo!!! dia berhubungan badan dengan guru killer itu!!!"
"ssttss... tutup mulutmu, kita bisa di dengar satu sekolah," kepala Cherry membungkam mulut sahabatnya itu.
Resta pun mengangguk, akhirnya keduanya pun diam, karena dari bawah Fardhan memberikan kode.
Resta pun meleleh di buatnya, "aduh om-om satu itu bikin aku meleleh, om Fardhan love you!!!" teriak Resta.
"gadis gila!!!" teriak Cherry malu melihat dan mempunyai teman seperti Resta
pasalnya di bawah itu ada pihak kepolisian dan juga beberapa wartawan.
mereka semua pun sempat meliput kedua gadis itu dan mengambil fotonya.
"wah yang satu putri pemilik jasa cleaning servis terbaik di kota dan yang satu putri pengusaha properti," kata salah satu wartawan.
"kalian berdua, jangan Berani mengekspos mereka atau tau akibatnya," kata Fardhan mengancam keduanya
"kamu tak bisa mengancam kami, kami ini wartawan, kami bisa melakukan apapun itu," jawab salah satu wartawan.
"wah... berarti kalian cari mati ya, padahal aku sudah peringatkan baik-baik loh, kalian pemain baru di dunia ini bung," jawab Fardhan dengan nada menyeramkan.
"maafkan kedua anak buah ku Yuan, mereka memang bodoh tak mengenal anda," kata produser mereka.
Fardhan pun langsung pergi, sedang keduanya tak terima, "bos ini gimana sih, ini kan berita besar!"
"kamu mau di bunuh bos besar kita, kamu tak tau jika ada lima orang yang jangan di ganggu dan salah satunya adalah dia, dari daftar itu, terlebih ada satu pria yang bahkan bisa membuat perusahaan kita tutup dengan satu telpon kamu tau," marah pria itu.
__ADS_1
Keduanya pun tak percaya ada orang yang seperti itu, terlebih-lebih pria macam itu.
Saga sedang sibuk di kantor, dia sudah di hari ini tak menemui Zoey, entah apa sebabnya.
bahkan ajakan dari Levi dan Evan, entah yang sekarang di pikirkan oleh Saga.
"hei kamu sudah dua hari mengabaikan gadis kecil mu itu, jadi tolong jangan siksa dia lagi, jika kamu menyayanginya," kata Evan yang duduk di depan pria itu.
"aku bukan mengabaikannya, aku bahkan tak bisa melihat semua luka di tubuhnya itu yang aku akibatkan, aku merasa bersalah," jawab Saga sedih.
"hei pria busuk, jangan gila ya, setidaknya dia bilang untuk melupakannya, jadi ikut kami atau aku seret," kata Evan yang sudah tak tahan lagi.
mereka pun keluar dari perusahaan, semua orang menunduk hormat tapi tak menduga Evan Berni melakukan itu pada bosnya.
"Veve kamu jaga perusahaan aku akan ikuti mereka, jik tidak bos bisa dalam bahaya," kata Levi.
"baik Levi," jawab Veve.
mereka pun menuju ke rumah sakit, Zoey sudah mulai bisa berdiri dan mulai merias dirinya.
di tak mau jika Saga datang akan melihatnya dalam kondisi menyedihkan.
"apa aku sudah cantik suster?" tanya Zoey pada suster yang menjaganya.
"kamu terlalu memujiku," kata Zoey.
"Zoey sayang!!!!" teriak Resta yang datang bersama dengan Cherry ke rumah sakit.
bahkan mereka memilih bolos latihan demi melihat Zoey, "kok kalian di sini?"
"kami di sini demi ingin melihat mu, oh kekasihku... aku sangat khawatir padamu, dan tak menyangka jika Fasya bisa membuatmu seperti ini," kata Resta memeluk Zoey erat.
"hei kmu bisa membunuhnya!!" kaget Cherry melihat Resta.
Zoey hanya tertawa saja melihat tingkah kedua temannya itu, terlebih dua sudah kesepian karena Saga tak menjengguknya.
tapi tiba-tiba Zoey menangis sesenggukan, "loh kenapa Zoey?" tanya Cherry melihat teman itu.
"terima kasih kalian mau datang, aku kesepian karena sudah dua hari Daddy tak menjengguk ku," kata zoey yang terus menangis.
tiba-tiba Zoey sesak nafas, "zoey kenapa?!"
__ADS_1
melihat itu Cherry langsung menekan tombol darurat, dan dengn segera dokter Aiden datang.
"dia kenapa? dan kalian tunggu di luar," kata dokter Aiden yang langsung menangani zoey.
"ya Tuhan... tolong sembuhkan Zoey, aku janji tidak akan makan pedas lagi jika dia sembuh tuhan," doa Resta.
Levi, Evan dan saga baru datang tapi sudah melihat dua orang gadis itu menangis.
"kalian di sini, tapi kenapa di luar, dan kenapa menangis?" tanya Evan.
"Zoey sayang, zoey sesak nafas tadi..." tangis Cherry di pelukan kekasihnya.
sedang Levi menenangkan Resta yang juga terlihat masih kaget. Saga yang mendengar itu pun langsung menerobos masuk.
ternyata Zoey sedang berteriak sambil Kesakitan, bahkan ada tiga suster yang memegangi putrinya itu.
"dia kenapa?" tanya saga.
"bantu aku, aku harus membuatnya tenang, dan nanti aku jelaskan," panik dokter Aiden.
Saga langsung memeluk Zoey yang sedang di pegangi oleh suster,dan dokter Aiden membuat gadis itu tenang.
"sebenarnya dia kenapa?" bingung Saga yang melihat Zoey mulai tenang.
"kamu tau benar jika memiliki trauma sejak kecil karena melihat kematian di depannya, dan sekarang kamu mengabaikannya, kamu memperburuk keadaan psikisnya tanpa sadar," tegur dokter Aiden.
"tapi aku merasa bersalah, setiap aku melihat luka dan juga semua bekas di tubuhnya, hati merasa sakit, aku tak mengira itu bisa memicu traumanya kembali," jawab Saga.
"sekarang kamu sudah tau, tolong jangan mengabaikannya lagi, terlebih bagaimana pun bagi Zoey kamu adalah kekuatan dan pegangannya, jika kamu pergi dia akan tenggelam dalam kesedihannya hingga depresi," kata dokter Aiden menepuk bahu pria itu.
akhirnya semua pun masuk saat Zoey sudah tenang, Cherry dan Resta duduk di sofa.
"oh ya Resta, aku kemarin di telpon mama Fasya, katanya dia belum pulang," bingung Resta.
mendengar pertanyaan itu Cherry menoleh dan menatap tajam temannya itu.
"berhenti mengatakan hal gila, kamu ini lemot apa gimana sih Resta, makin besar makin menyebalkan," marah Cherry.
"sudah-sudah lebih baik kita ke kantin cari minuman, kamu mau titip sesuatu Saga?" tanya Evan merangkul Cherry.
"tolong belikan kopi, aku akan tetap di sini," kata pria itu.
__ADS_1
Resta awalnya menolak, tapi Levi mengajaknya pergi, mereka pun meninggalkan keduanya agar bisa saling melengkapi.