My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
kau harus di rumah


__ADS_3

Fardhan memukul pria itu hingga pingsan dan menyuruh anak buahnya membawa tuan Anggara pergi.


"huh... keluarga yang merepotkan, sudah kita temui Saga, kita minta rencana selanjutnya karena tak mudah memenjarakan pria ini," kata Fardhan.


"baiklah ayo," ajak Levi.


hanya butuh dua hari, untuk memasang semua alat canggih itu di rumah.


sedang Zoey masih nampak takut jika Saga memintanya untuk mengugurkan kandungan ya.


terlebih nyonya Mei yang melindunginya dua hari ini harus kembali ke kota tempatnya berada.


ya kedua orang itu memilih tinggal di desa untuk menjalani hari tua mereka.


Saga meminta Leni dan seorang pengawal batu menjaga Zoey agar tak kabur lagi.


sedang dia sedang membuat pria yang berani mengancam keselamatan Zoey harus mendapatkan hukuman setimpal.


bahkan kasus yang di keluarkan tak main-main, itu menyeret berbagai pihak mulai dari politikus hingga petinggi perusahaan.


tapi polisi sangat berterima kasih pada mereka bertiga karena berani mengungkapkan segalanya.


Zoey sedang duduk bosan, dia benar-benar di kurung oleh Saga di rumah sakit ini.


"mbak Leni, bisakah aku makan bakso bakar, aku menginginkannya," mohon Zoey.


"baiklah biar aku minta pengawal di luar belanja dan aku akan membuat kan di sini," jawab wanita itu dingin.


"mbak Leni, tolong jangan bicara seformal itu padaku," kata zoey lagi.


"maaf nona, saya tak ingin melihat anda terluka lagi, jadi saya akan bersikap sesuai SOP kerja saya," jawab Leni.


Zoey pun tak bisa mengatakan apapun lagi, dia terlalu sedih sekarang.


dia pun memilih untuk melihat sosial media dan juga internet miliknya.


ternyata di pertandingan terakhir dia diskualifikasi karena menyembunyikan kondisinya.


Zoey yang marah melempar ponselnya hingga hancur, Leni dan Niki kaget melihat itu.


"kenapa semuanya terjadi padaku, kenapa!!!" teriak Zoey frustasi.


"Niki panggil dokter, nona kembali berontak lagi," perintah Leni yang memeluk Zoey yang mulai berontak.

__ADS_1


"baik," panik gadis itu.


karena melihat CCTV ruangan zoey, dokter Aiden langsung menghampiri mereka.


ternyata benar, zoey berontak dan berusaha mencabut selang infus dan melukai dirinya.


"dia habis melihat apa, kalian tau jika tak baik jika dia mendapatkan berita mengejutkan," kata dokter Aiden.


dia pun langsung memberikan obat penenang untuk gadis itu, Zoey pun akhirnya bisa tenang dan beristirahat.


"apa dia memegang ponsel?"


"iya dokter, dan tak lama dia melemparkan ponselnya jingga hancur," kata Niki.


"ya Tuhan kalian bodoh ya, sudah ku bilang jauhkan dia dari perangkat elektronik, kalian tau jika keputusan pertandingan terakhirnya itu bagaimana. ya Tuhan untung dia tak sampai nekat, jika itu terjadi kalian berdua dalam masalah besar," kata dokter Aiden.


Saga datang dan melihat kekacauan yang baru saja terjadi, "ada apa Aiden?"


"sepertinya zoey mengetahui tentang hasil pertandingannya, dan dia kaget kemudian terkena serangan panik,"


tanpa di duga, Saga melayangkan tamparan ke wajah Leni, "Saga tolong tenanglah,"


"kamu meminta ku tenang, kamu gila mereka terus saja melakukan hal ceroboh, sekarang mereka hampir membunuhnya juga," kata Saga tak terima


Niki pun tak mengira jika Saga bisa memukul wanita, dia bahkan tak pandang bulu sedikitpun.


"baiklah, kura bawa pulang saja, semoga dia bisa membaik, dan ingat Leni untuk menjaga Zoey, jika terjadi sedikit kesalahan saja, maka aku akan membuatmu membayar semua dengan nyawamu jika perlu," kata Saga memperingatkan.


Leni dan Niki pun mengangguk, dan kini mereka pun pulang bersama membawa Zoey dengan mobil ambulans.


sesampainya di rumah, Saga sendiri yang mengendong gadis itu, dan tak semua tamu bisa datang ke rumah.


bahkan penjagaan rumah dan area perumahan juga di tingkatkan, dan tak hanya itu mereka pun bergegas masuk.


Saga menidurkan zoey di kamarnya, kamar yang dulu sering jadi tempat main mereka.


kini Saga jarang masuk bahkan tidur bersama Zoey seperti dulu, terlebih setelah kejadian itu.


dia benar-benar menjaga jarak dengan zoey, di rumah juga ada seorang pelayan yang bertugas menjaga nutrisi dari Zoey.


perlahan Zoey membuka mata dan kaget melihat suasana tempatnya saat ini.


"aku sudah di rumah?" tanya zoey

__ADS_1


"anda sudah bangun nona, sebentar saya panggilkan dokter Aiden," kata perawat cantik itu.


tak lama dokter Aiden memeriksa kondisi dari Zoey, dan gadis itu sedikit mulai tenang.


tapi tiba-tiba dia langsung menunduk dan terisak lirih, keinginannya hancur.


dia mencoreng nama sekolah, dan juga dia tak bisa mempersembahkan piala terbaik untuk sekolahnya.


"bagaimana kondisi bayiku om Aiden?" tanya Zoey yang menyentuh perutnya.


"beruntung semuanya baik, tapi tolong jangan seperti ini zoey, jika kamu terus terkena obat-obatan itu tak baik untuk anakmu, jadi tolong untuk terus merasa bahagia dan tepat waktu saat makan, karena yang butuh nutrisinya bukan hanya kamu saja, ingat di perut mu itu nyawa yang sedang kamu bawa, jadi Zoey terus semangat oke?"


"iya dokter," jawab Zoey.


setelah merasa jika kondisi zoey baik,dokter Aiden pun pamit pulang.


Niki dan juga Leni datang membawa semua makanan yang di sukai Zoey.


"nona silakan makan dulu, karena ini permintaan dari dokter Aiden," kata Niki.


Zoey menurut dan langsung makan tapi dia merasa ada yang aneh karena dia tak melihat sosok dari Saga.


karena ini sudah di rumah, seharusnya Saga juga ada di sini, "bisakah kalian memanggil Daddy ku, aku ingin makan di suapi olehnya,"


"maaf nona, tapi tuan sedang sangat sibuk," jawab Leni.


"kalau begitu aku tak ingin makan, selama Daddy tak menemui ku," kata Zoey ngambek.


tak di duga malah Levi yang datang, "nona tolong makanlah, tuan besar mang sedang sangat sibuk, itulah kenapa dia meminta saya untuk menghibur anda,"


"lihat, bahkan sekarang saja aku tak lebih berharga dari ponselnya, benda itu selalu di bawa kemana pun, sedang aku sudah terbuang, bahkan dia sudah jijik ya dengan ku," kata Zoey terlihat sedih.


"tidak seperti itu zoey, tolong jangan seperti ini, tolong makan jika tidak untuk mu, tapi makanlah demi anak di perutmu," kata Levi membujuknya.


Zoey pun mengeleng pelan, tapi Levi langsung mengambil piring itu dan menyuapi Zoey.


"ku mohon cantik, mau ya ..."


zoey pun akhirnya mau juga membuka mulutnya, dan merasa jika dia memang membutuhkan makan karena dirinya sangat kelaparan.


"boleh aku makan sendiri, aku tak bisa menunggu om Levi menyuapiku," kata Zoey yang sudah terlalu lapar.


Levi pun meminta Leni untuk mengambil minum untuk gadis itu, "Zoey sekarang om minta padamu, apapun yang terjadi tolong jaga dirimu ya dek, karena apapun yang terjadi pada bayimu, itu adalah karena dirimu, jadi jangan banyak sedih, banyak melamun dan juga terus jaga gizi dan asupan mu ya dek," kata Levi.

__ADS_1


"iya om, tapi kenapa pesan mu seperti ingin pergi jauh?" tanya zoey heran.


__ADS_2