My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
tiga gadis cantik


__ADS_3

setelah sarapan dan bersiap, Zoey dan Cherry sudah naik kedalam mobil BMW putih miliknya dan bersiap menjemput Elsa.


mobil itu membelah jalanan kota Surabaya yang cukup ramai pagi itu, tapi beruntung mereka tak telat terlalu lama.


keduanya pun turun dari mobil dan langsung mengetuk pintu dan pak Din menyapa Keduanya.


"selamat datang nyonya-nyonya besar, silahkan masuk nona Elsa sedang sarapan bersama tuan besar Fardhan," kata pak Din dengan sopan.


"terima kasih pak, selamat pagi kak Fardhan dan Elsa," sapa keduanya saat melihat Elsa sedang membenarkan dasi dari pria itu.


"selamat pagi, aku ku kira kalian lupa atau menundanya," kata Elsa tersenyum.


"tentu saja tidak, ya biasa jalan Surabaya sedikit macet," kata Cherry.


"kalau begitu aku berangkat ke kantor dan ingat Elsa kamu harus jaga diri baik-baik, terlebih saat bersama dua nyonya besar itu," kata Fardhan.


"baiklah kak, aku mengerti," jawab Elsa.


tapi yang di lakukan Fardhan sangat tak terkira, pria itu mengecup kening Elsa sebelum pergi.


Zoey dan Cherry yang melihat pun hanya bisa tersenyum, pasalnya keduanya lebih parah dari apa yang di lakukan oleh Fardhan.


tapi sepertinya sentuhan itu membuat Elsa sangat bahagia dan terkejut, "kalian hati-hati ya,"


"siap kak Fardhan," jawab Zoey.


Cherry pun langsung menarik Elsa, "sudah bengong kayak orang bego begitu, ayo kita berangkat atau akan kesiangan,"


"ah iya..." jawab Elsa.


mereka pun bergegas pergi, Zoey yang menyetir mobil mewah miliknya itu.


pertama-tama mereka menuju ke universitas Surabaya, dan melihat beberapa fakultasnya.


Zoey sebenarnya tertarik, tapi dia ingin mencari informasi telebih dahulu.


sedang Cherry dan Elsa juga belum cocok dengan universitas pertama ini.


mereka pun berkeliling ke beberapa tempat, hingga tanpa sadar sudah siang.


"kalian lapar gak sih, aku kelaparan nih, ayo cari makan yuk," kata Zoey.

__ADS_1


"aku ikut saja, kalau boleh jujur, aku juga kelaparan dari tadi sebenarnya," kata Cherry.


"kalau begitu kenapa diam dan gak bilang sih, dasar aneh," kesal Zoey.


mobil mewah itu pun berbelok ke sebuah restoran yang terkenal dengan masakan Chinese.


ketiganya pun turun, dan langsung masuk kedalam restoran itu, dan mencari tempat makan yang strategis.


"boleh minta menu yang paling spesial di sini," tanya zoey yang malas untuk melihat dan memilih.


"terus siapa yang bayar?" tanya Elsa takut karena dia tidak sekaya kedua gadis di depannya itu.


"tenang saja, aku yang akan bayar, kapan lagi aku mentraktir kalian, jarang-jarang nih," kata Cherry.


"itulah kenapa aku pesan tak kira-kira karena dia itu jarang mentraktir kita, tapi sepertinya hubungan mu dan kak Fardhan semakin baik ya," kata Zoey.


"aku juga tak mengerti, terlebih kak Fardhan tadi juga memberikan aku ATM miliknya, dia bilang aku harus belanja dan berpenampilan menarik," kata Elsa.


"wah kalau begitu benar ya, selamat Elsa..."


"buat apa, karena bagaimanapun aku dan dia, aku tak akan bisa menggantikan sosok kakakku di hatinya,terlebih besok aku akan melakukan berbagai upaya, dan aku sudah siap dengan konsekuensi paling buruk sekalipun," kata Elsa dengan senyum di wajahnya.


"iya kamu benar Zoey," kata Cherry.


"terima kasih Semuanya," kata Elsa sedih.


mereka bertiga pun berpelukan dengan hangat, dan tak lama makanan yang di pesan oleh zoey pun datang.


"sudah nangis-nangisnya, sekarang kita makan dulu karena kita butuh tenaga untuk melakukan segalanya," kata Cherry.


ketiganya pun makan dengan cukup lahap, tapi dua orang pria baru masuk kedalam restoran itu.


mereka memilih duduk di sudut agar tak di kenali oleh orang, tak lama seorang wanita yang berpenampilan cukup mencolok datang.


tak sengaja zoey melihat wanita itu dan yang membuatnya membulatkan mata besarnya adalah siapa yang di temui wanita itu.


ternyata itu adalah suaminya dan asistennya Levi, dan Hila duduk di samping Saga.


"kamu melihat apa sih?" kata Cherry yang mengikuti arah pandangan dari Zoey.


dia bahkan sampai tersedak melihat adegan itu, di mana Hila memepetkan dirinya pada Saga.

__ADS_1


bahkan yang membuat dia kesal adalah Saga yang nampak cuma diam tak ingin bergerak atau membuat wanita itu menjauhinya.


"pria ini cari mati," marah Cherry.


"sudah tenanglah, aku yang istrinya saja tenang,dan jangan membuat mu malu di depan umum," kata Zoey.


Elsa melihat temannya itu terlalu tenang, "apa kamu tak cemburu dan marah melihat suamimu seperti itu?" tanya Elsa penasaran.


"kalau jujur aku tentu marah, dan cemburu tapi melihat dari reaksi suamiku,aku yakin dia sedang melakukan sesuatu yang penting, jadi aku akan mencoba untuk mempercayai dia," kata Zoey.


"kamu gadis kuat, dan aku yakin itu," kata Cherry.


mereka bertiga pun selesai makan, dan setelah membayar,mereka pun pergi, Levi kaget saat melihat Cherry yang tak sengaja lewat.


dan yang membuatnya melongo Zoey yang melihat Saga dengan Hila pun nampak santai tak menunjukkan reaksinya.


"sekarang kita kemana?" tanya Cherry.


"tentu saja memake over teman kita ini, jadi Elsa kamu harus berubah jadi gadis berkelas agar tak merasa minder saat menemani kak Fardhan nantinya," kata Zoey yang merangkul pindang temannya itu


"wah... sepertinya kalian sedang bertengkar ya, kenapa dia cuek saat aku memelukmu?" tanya Hila dengan suara menggoda.


"karena aku bosan, sudahlah jika kamu tak ingin makan lebih baik kita pergi," kata Saga dingin.


"hei tunggu sebentar dong tuan,kenapa kamu buru-buru, kita makan dulu oke," kata Hila dengan manja.


sedang Levi ingin sekali menyiramkan kuah pedas hot pot di depannya itu ke wajah wanita itu.


pasalnya Hila benar-benar wanita tak tau malu, bahkan bisa menggoda Priadi tempat umum.


setelah makan, Saga mengajak wanita itu ke mall untuk berbelanja, jika bukan karena rencananya dia juga tak ingin melakukan ini.


tapi malah mereka masuk ke dalam satu toko yang sama dengan zoey dan teman-temannya.


tapi reaksi Zoey benar-benar tenang dan terlihat tak peduli, sedang Cherry menunjukkan bahwa dia marah.


"wah nyonya, kenapa kamu begitu tak peduli, saat suamimu di peluk wanita lain, ah... apa kamu yang sudah di buang oleh Saga? kasihan sekali sih nyonya muda ini, belum apa-apa sudah di depak," hina Hila


Zoey hanya menoleh dan tersenyum, "suamiku memang tampan hingga sering di kelilingi oleh para kupu-kupu, tapi sayang hati ini dia mandinya sepertinya kurang bersih hingga dia di tempeli lalat hijau sepertinya,"


Cherry dan Levi ingin tertawa tapi di tahan, Zoey benar-benar bisa membalikkan perkataan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2