My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
kejutan besar


__ADS_3

Zoey mengambil makanan seperti yang lain, dia sangat memperhatikan semua asupan gizinya.


dia juga bertanya apa makanan itu mengandung kacang atau tidak, karena dia tak bisa makan jenis itu.


dia juga bergabung dengan yang lain dan terligat begitu terbiasa, bahkan ada seseorang yang ingin pergi saat Zoey akan duduk.


"kenapa mau pindah,sudah duduk di sini saja, aku gak gigit kok," kata Zoey.


"iya Bu bos," jawab karyawan itu.


saat ini Saga sedang melakukan rapat disebuah restoran yang cukup asri dengan konsep yang sangat ramah lingkungan.


"kamu yakin kita rapat sekarang kita sudah menunggu disini selama lima belas menit, bahkan makanan pun sudah habis, cepat hubungi lagi..." kata Saga yang mau kesal.


pasalnya pekerjaannya jadi terbengkalai karena rekan bisnis yang seperti ini.


"sudah batalkan saja, aku tak bisa bekerja sama dengan orang yang tak bisa tepat waktu seperti ini," terang Saga.


"baik tuan,dan saya juga baru dapat kabar jika nyonya ada di perusahaan bersama tim khusus,dan dia juga membantu para karyawan mengantikan anda," kata asisten Sean


"ya Tuhan gadis ini di suruh istirahat malah ke kantor, tapi beruntungnya aku memiliki Zoey, sudahlah jika rekan bisnis ini menghubungimu tidak usah di perhatikan karena aku tak mau bekerja sama dengan pria seperti ini," marah Saga.


mereka pun memutuskan pergi, tapi di hotel terjadi masalah dan Saga tak bisa ke perusahaan karena dia harus menyelesaikan masalah ini dulu.


"asisten Sean, tolong kirimkan kue coklat tanpa kacang untuk istriku dan juga camilan, karna dia di jam seperti ini suka ngemil terlebih dalam kondisinya," kata Saga.


"baik tuan, saya akan laksanakan," jawab asisten Sean.


Zoey masih sibuk melihat setiap berkas, sebenarnya tadi dia sempet kaget saat melihat wallpaper komputer milik asisten Veve.


yaitu foto pernikahannya bersama Saga yang mendadak bersama dengan asisten Levi juga.


bahkan tulisan di sana adalah my family, dia tak mengira jika asisten Veve sangat menyayanginya seperti keluarga sendiri.


Saga sampai di hotel, ternyata pria yang sedang membuat masalah adalah pria yang harusnya bertemu dengannya.


"ada apa manager hingga kalian berani menghubungiku?" tanya saga dingin.


"maaf tuan besar, dua tamu ini tak mau membayar biaya hotel dengan alasan kamar tak sesuai, padahal mereka yang membuat kekacauan si kamar," kata manajer hotel.

__ADS_1


"kenapa kalian susah,hubungi polisi


jika mereka tetap tak mau biar jadi urusan polisi, toh mereka hanya pasangan selingkuh," kata Saga ringan


"anda jangan fitnah, Anda tak tau siapa saya," kata pria itu menantang Saga.


"anda yang tak tau saya, sebentar lagi kamu akan lihat berita terhangat, ada sebuah perusahaan bangkrut," kata Saga


semua orang terkejut, karena Saga tak segan untuk menghancurkan semua perusahaan yang membuatnya marah.


dan sekarang giliran pria bodoh itu, demi wanita dia bahkan menghancurkan dirinya sendiri.


"sudah mengerti bukan manager, kamu di dunia hotel bukan baru satu tahun,jadi seharusnya kalian tau cara main ku,dan ingat ini tuan Sagara tak pernah mengampuni siapapun, meski dia sudah minta maaf sambil mencium kakiku," kata Saga yang kemudian pergi.


dia tak mengira jika masalah yang di maksud itu hanya seekor semut kecil saja.


"sekarang kita kemana? apa masih ada rapat lagi, kita selesaikan semuanya sekarang," kata Saga.


"kita ke perusahaan milik tuan James tuan, untuk membahas kelanjutan dari kerjasama bisnis di pasar Eropa," jawab asisten Sean


"kalau begitu mari kita temui pria itu," jawab Saga yang tak sabar.


"untuk siapa?" tanya salah satu pegawai.


"untuk Bu bos,dari bos Saga, silahkan Bu," kata resepsionis itu.


"terima kasih," jawab Zoey.


dia pun melihatnya ternyata kue coklat, "kalian mau ngemil gak, ini aku dapat kue coklat,tapi kita harus memotongnya jadi delapan, ada yang bisa?" tanya Zoey.


"biar saya yang Porong," kata seorang karyawan mengajukan diri.


"terima kasih," jawab Zoey memberikan kue itu.


ternyata pria itu cukup cekatan, dan dia membagi kuenya sesuai jumlah pegawai di sana.


sedang di tas yang lain adalah pie buah dan pie susu kesukaan zoey, jadi dia menyimpannya karena ingin aga menyuapinya.


hari-hari zoey cukup baik, pukul empat sore Saga dan asisten Sean baru sampai di perusahaan.

__ADS_1


Saga bergegas menghampiri istrinya itu yang terlihat masih sibuk dengan pekerjaan.


"Zoey tolong temui saya di kantor," kata Saga yang ingin tetap terlihat cool.


"baik tuan," jawab Zoey yang bangkit dan membawa beberapa berkas.


asisten Sean langsung mengambil berkas yang di bawa oleh Zoey, mereka pun menuju ke kantor Saga.


saat Zoey masuk ke sana,Saga langsung memeluk istrinya erat, "biarkan aku mengisi daya ku dulu, karena aku sudah hampir stres karena pekerja,"


me dengar ucapan itu Zoey terasa,"kenapa begitu, memang Daddy menemui klien yang aneh?"


"tidak juga, tapi semua bisnis hampir-hampir sempurna, oh ya bagaimana kamu bisa disini,dan apa yang sedang kamu kerjakan?" tanya saga melepas pelukannya.


"tadi aku meminta tim IT untuk membereskan beberapa tikus sampai akarnya,dan memeriksa beberapa laporan yang sudah sempurna,dan Daddy tinggal melihatnya lagi, takutnya aku ada yang ketinggalan atau salah," kata Zoey.


"tidak aku percaya padamu," kata Saga


"tidak boleh, Daddy bosnya,jadi Daddy harus menerimanya karena aku tak mau membuat mu bangkrut saat aku melahirkan nantinya," kata Zoey mencebikkan bibirnya.


"iya sayang,aku mengerti dan aku akan memeriksanya lagi, sekarang kamu temani aku, pekerjaan mu selesai kan?" tanya saga penasaran.


"sudah dong, istrimu ini kan pintar," kata zoey dengan bangga.


"iya deh percaya aku," kata Saga tersenyum.


Zoey pun memilih tiduran di sofa untuk meregangkan otot tubuhnya. terlebih seharian ini duduk.


"kamu kelelahan ya sayang?" tanya saga.


"ya bukan lelah yang sesungguhnya hanya saja punggung ku rasanya mu patah, sepertinya Saga junior ini sangat aktif dan terus bergerak saat tau mommy nya sedang bekerja, apa dia menuruni sikap yang pekerja keras tak kenal waktu dari Daddy-nya," kata Zoey terus mengusap perutnya.


"pasti sayang, dan aku berharap dia tetap mempunyai sisi lembut dan baik hati seperti mu," kata Saga yang berandai membayangkan putrinya.


ya saga ingin memiliki putri seperti istrinya yang manis, padahal ini anak pertamanya tapi dia tak ingin jika anaknya akan di berat kan menjadi pewaris keluarga Graham dan akan membebani anaknya kelak.


"kenapa ekspresi Daddy seperti itu?" tanya Zoey.


"seperti apa?"

__ADS_1


__ADS_2