My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
apa sih Daddy


__ADS_3

pukul sepuluh malam, Evan dan Cherry pun memutuskan pulang, ya.. meski hanya turun dua lantai dari tempat Saga.


Zoey sedang mencuci piring sebelum tidur, setelah Semuanya bersih, dia pun memastikan jika semua sudah terkunci dan sudah pada tempatnya.


dia juga membersihkan beberapa bekas remahan di karpet dengan vacum cleaner.


"sudah sayang, kamu juga gak capek, ayo tidur," ajak Saga pada Zoey.


"tunggu sebentar, biar besok aku tak perlu panik untuk membersihkan semuanya, Daddy duluan saja," jawab zoey.


setelah semuanya bersih, Zoey pun masuk kamar dan memilih berganti baju karena baju yang tadi sudah kotor.


saat Zoey keluar dari kamar mandi, Saga masih belum melihat apa yang di gunakan oleh gadis itu.


"Daddy, besok mau makan apa? bilang saja biar aku buatkan?" tanya Zoey yang sedang memakai skincare.


"apapun boleh sayang ..." kata Saga kaget melihat penampilan Zoey.


adik kecilnya kembali bereaksi dan saga hanya bisa menelan ludahnya sendiri sekarang.


"baiklah, besok buat nasi goreng saja, kebetulan tadi ada ayam juga tinggal goreng, aku tidur duluan ya Daddy sayang... love you ..." kata Zoey mengecup bibir Saga sekilas.


dia pun tidur dengan posisi yang menantang, "ya tuhan, gadis ini begitu menantang, apa dia lupa jika aku adalah pria yang tak bisa menahan diri," gumamnya memukul buku ke kepalanya sendiri agar sadar.


dia pun memutuskan untuk tidur saja dan memeluk Zoey dan melupakan segalanya.


keesokan harinya, Saga terbangun dan sudah mencium aroma harum masakan yang sangat nikmat.


dia pun memilih turun ternyata zoey sudah selesai memasak, "kebetulan Daddy sudah bangun, lebih baik cuci muka dan kemudian sarapan dulu baru siap-siap ke kantor," kata Zoey.


"baiklah, tapi sebelum itu, selamat pagi istriku, aku mencintaimu," kata Saga memeluk Zoey dan memberikan dia sebuah kecupan di pipi wanita itu.


"selamat pagi Daddy, susah jangan manja ih," kata Zoey tersenyum.


keduanya langsung sarapan bersama, setelah itu seperti seperti yang sudah-sudah.


mereka akan mandi dan bersiap-siap bersama, "Daddy sepertinya nanti aku akan pulang telat, bukan masalah apa karena aku harus ikut jelas tambahan lagi," katanya dengan sedih.


"tidak usah pergi, karena aku sudah meminta Fardhan untuk meniadakan kelas itu, karena aku tak mau jamu lelah, sudah ayo aku antar ke sekolah," kata Saga yang sudah bersama zoey berada di lift

__ADS_1


ternyata Evan dan Cherry juga masuk, "kebetulan, ayo kita berangkat bareng yuk," ajak Cherry.


Zoey melihat Saga untuk meminta izin, "baiklah kalian boleh pergi, tapi ingat Cherry jangan melakukan hal aneh-aneh saat bersama," pesan Saga.


"siap pak bos," jawab Cherry.


mereka pun sampai di parkiran dan langsung berangkat mengunakan mobil kesayangan gadis itu.


Saga dan Evan juga langsung ke kantor bersama, mereka sengaja berangkat pagi guna bertemu dengan pengacara yang akan membantu suami Nabila.


Resti sudah bersiap ke sekolah setelah melakukan tugasnya sebagai wanita simpanan dari tuan Wisnu.


dia juga sudah memesan ojek online untuk mengantarkan dirinya, dan dia sangat kaget saat melihat siapa supir ojek online itu.


"hai adek ku yang cantik, lekas naik atau kamu bisa telat," panggil Resti.


"kamu kok jadi seperti ini sih, bukannya buka usaha apa gitu," kesal Resta yang merasa kakaknya itu membuat malu.


"hei gadis sialan,ini juga halal, sudah jangan kebanyakan bacot, cepat naik atau gue cancel nih," kata Resti ketus.


"iya-iya, sudah ayo pergi," ajak Resta yang baik ke atas jok motor.


sesampainya di sekolah, Resta membayar dengan aplikasi, "hei kakak gila, ingat jaga kondisi mu, jangan sampai sakit," kata Resta.


"hei yang benar itu, jangan sampai kamu mati karena hal gila yang kau pilih itu," kata Resti.


"iya aku tau, sudah pergi sana," usir Resta.


motor itupun pergi, tapi sebuah notifikasi masuk ke aplikasi miliknya, ternyata ada pesanan dan tak jauh.


Resti pun sangat senang, dan langsung menghampiri titik pelanggan ojek itu.


ternyata itu adalah Fardhan yang sedang kesal karena mobilnya tiba-tiba mogok.


"pak Fardhan," kata Resti melihat pria tampan itu.


"loh Resta, kamu sudah libur dua hati kok malah ngojek, dasar murid ini, kamu itu mau ujian malah gak masuk seperti ini," marah Fardhan.


"pak anda waras kan, saya bukan Resta, lagi pula anda gak baca di aplikasi ya," kata Resti ketus.

__ADS_1


Fardhan pun melihat nama drivernya ternyata Resti, "oh... kamu kembaran Resta berarti?"


"susah jadi baik atau gak nih," kesal Resti.


Fardhan pun naik dan langsung memakai helm itu, dan ternyata wanita itu cukup baik saat membawa motor.


saat sampai di sekolah, Fardhan membayarnya dengan uang cash Lina puluh ribu.


"aduh cuma punya uang dua puluh ribu, kurang sepuluh ribu nih mas," kata Resti.


"sudah ambil saja kembaliannya, mulai besok jemput saya di rumah ya, saya mau naik ojek saja, karena pakai mobil susah, jadi mbaknya harus siap kapan pun saya panggil," kata Fardhan.


"baik bos, itu nomor ponsel di simpen ya, nanti tinggal telpon saja," kata Resti


"oke," jawab Fardhan.


Resti pun pergi, Fardhan pun tersenyum menyeringai, dia ingin mengorek informasi sebanyak mungkin dari saudara Resta itu.


sekolah sudah masuk, dan Fardhan secepatnya masuk kedalam jelas untuk mulai mengajar.


Zoey dan Cherry sudah siap di ruang kelas, saat Resta baru masuk dengan mata sembab dan bau rokok.


saat Zoey ingin menegurnya, Cherry mengeleng pelan, dan Resta juga tak berniat berteman dengan keduanya lagi.


tak butuh waktu lama, guru itu pun selesai dan kini berganti guru agama yang masuk, dan jelas di bagi menjadi beberapa kelompok.


terlebih semua murid memiliki kepercayaan yang berbeda-beda, zoey, Resta dan Daffa memilih mengikuti kelas agama.


sedang Resta memilih keluar karena dia tak percaya akan adanya tuhan sekarang.


terlebih setelah semua yang terjadi padanya, Fardhan yang melihat pun menyapa gadis itu.


"halo Resta, bagaimana kabar mu, kenapa baru masuk sekolah,selama ini kemana?"


"ah itu pak Fardhan, saya ada urusan di luar kota, memang kenapa, bukankah Anda sendiri tau kondisiku jadi tak perlu sok peduli seperti itu," kata Resta ketus.


"sebenarnya saya juga tak peduli, tapi jika kamu sampai berani membuat ayah ku kenapa-kenapa, kamu tentu tau apa yang bisa saya lakukan padamu bukan," ancam Fardhan yang penuh penekanan.


Resta pun tak kaget jika Fardhan sudah tau, bagaimana pun ini juga berhubungan dengan keluarga pria itu juga.

__ADS_1


__ADS_2